Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

15 Mei 2026 | 02:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55

Harga AirTag 2 Indonesia Paket 4 Pack Lebih Hemat, Cek Speknya!

15 Mei 2026 | 00:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China
  • Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP
  • Harga AirTag 2 Indonesia Paket 4 Pack Lebih Hemat, Cek Speknya!
  • Tablet Android Terbaik 2026: Xiaomi Pad 7 vs Samsung Tab S9 FE
  • Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi
  • Harga Toyota Avanza Bekas 2013 Mulai Rp80 Jutaan, Cek Tipenya
  • Jadwal MPL ID S17 Week 8: Duel Panas Dewa United vs Evos
  • Link Download FF Beta 1.118.1 Terbaru 2026 dan Cara Install
Jumat, Mei 15
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari
Berita Tekno

Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari

Iphan SIphan S29 Maret 2026 | 17:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Jurusan studi kematian NTU
Jurusan studi kematian NTU (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Jurusan studi kematian NTU kini hadir sebagai terobosan baru dalam dunia pendidikan tinggi untuk menjawab kebutuhan mendalam akan pendampingan emosional di masa sulit. Nanyang Technological University (NTU) Singapura secara resmi memperkenalkan spesialisasi ini di bawah program Master of Science in Psychology. Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan profesional untuk menangani isu-isu sensitif seputar kehilangan dan akhir hayat.

Melalui kurikulum yang dirancang khusus, mahasiswa akan mendalami teknik pemberian dukungan psikologis bagi individu, keluarga, hingga komunitas yang tengah menghadapi duka. Program ini tidak hanya menyentuh aspek klinis, tetapi juga melatih mahasiswa untuk memberikan pendampingan dari sisi sosial hingga spiritual. Hal ini menjadi krusial mengingat proses kehilangan sering kali melibatkan kompleksitas perasaan yang sulit dijelaskan secara medis semata.

Pada angkatan pertamanya, program ini menargetkan kuota hingga 40 mahasiswa yang memiliki minat besar pada isu kemanusiaan. Lulusan dari jurusan studi kematian NTU diproyeksikan untuk mengisi posisi strategis di berbagai sektor kesehatan dan sosial. Mereka dapat berkarier di rumah sakit, fasilitas hospice, layanan perawatan paliatif, hingga lembaga konseling krisis yang saat ini permintaannya terus meningkat.

Baca Juga

  • Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China
  • Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Advertisement

Urgensi Jurusan Studi Kematian NTU di Tengah Masyarakat Modern

Topik mengenai kematian memang masih menjadi hal yang tabu bagi sebagian besar masyarakat di Asia. Namun, Profesor Psikologi NTU, Andy Ho, mencatat adanya pergeseran paradigma dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat mulai lebih terbuka untuk mendiskusikan perawatan akhir hayat dan pentingnya dukungan sistematis bagi keluarga yang ditinggalkan. Langkah berani melalui jurusan studi kematian NTU ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.

Data menunjukkan bahwa di Singapura saja, terdapat sekitar 30.000 kematian setiap tahunnya. Angka ini merepresentasikan ribuan keluarga yang harus berjuang melewati masa-masa kelam akibat kehilangan anggota keluarga. Sayangnya, banyak orang di lingkungan sekitar yang sebenarnya memiliki niat baik untuk membantu, namun tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang tepat untuk memberikan dukungan yang efektif.

Profesor Andy Ho menekankan bahwa individu yang sedang berduka sering kali merasa terisolasi secara emosional. Perasaan mereka kerap tidak dipahami sepenuhnya oleh orang awam, sehingga dukungan profesional menjadi sangat vital. Kehadiran para ahli dari jurusan studi kematian NTU diharapkan mampu menjembatani kesenjangan ini, memberikan rasa aman, dan validasi bagi mereka yang sedang terpuruk.

Baca Juga

  • Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada
  • Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Advertisement

Standardisasi Layanan Konseling Duka

Hingga saat ini, layanan konseling duka di Singapura memang belum memiliki regulasi formal yang ketat. Kondisi ini menyebabkan tidak semua penyedia layanan memiliki latar belakang pelatihan profesional yang memadai. Dengan adanya pendidikan tinggi yang terstruktur, standar layanan kesehatan mental di bidang ini akan meningkat secara signifikan.

Selain fokus pada studi kematian dan duka, program magister baru di NTU ini juga menawarkan tiga spesialisasi unggulan lainnya untuk memperkuat ekosistem kesehatan mental, antara lain:

  • Community Health Psychology: Fokus pada perancangan intervensi kesehatan mental berbasis komunitas dan penanganan isu psikologis di tingkat masyarakat luas.
  • Neuropsychology: Mendalami hubungan antara fungsi otak dan kesehatan mental, termasuk neuropsikologi pendidikan untuk membantu perkembangan kognitif anak.
  • Forensic Psychology: Penerapan ilmu psikologi dalam sistem hukum, peradilan pidana, hingga lembaga pemasyarakatan.

Direktur program Master of Science in Psychology NTU, Rebecca M. Nichols, menjelaskan bahwa kurikulum ini dirancang untuk mencetak tenaga ahli yang adaptif. Para lulusan diharapkan tidak hanya mahir dalam praktik klinis di dalam ruangan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam perumusan kebijakan publik yang berkaitan dengan kesejahteraan mental masyarakat setelah lulus dari jurusan studi kematian NTU.

Baca Juga

  • Donor Sperma Elon Musk ke Shivon Zilis: Visi Besar di Balik Anak Kembar
  • Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini

Advertisement

Struktur Program dan Prospek Karier Global

Program magister ini akan berlangsung selama 1,5 tahun dengan beban akademik yang komprehensif. Salah satu keunggulannya adalah kewajiban praktik lapangan (practicum) selama 500 jam. Hal ini memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata di lapangan sebelum mereka benar-benar terjun sebagai profesional. Program ini diselenggarakan oleh School of Social Sciences NTU untuk melengkapi peta jalan pendidikan psikologi terapan yang sudah ada di Singapura.

Kebutuhan akan tenaga profesional kesehatan mental memang kian mendesak di era pasca-pandemi dan di tengah fenomena penuaan populasi. Dekan NTU College of Humanities, Arts and Social Sciences, Jon Wilson, menegaskan bahwa dukungan kesehatan mental harus melampaui konteks klinis tradisional. Masyarakat membutuhkan pendampingan yang lebih humanis dan menyentuh aspek kehidupan sehari-hari, termasuk saat menghadapi maut.

Secara global, spesialisasi seperti ini diprediksi akan menjadi tren baru dalam dunia pendidikan tinggi. Kemampuan untuk mengelola duka dan memberikan dukungan paliatif adalah kompetensi yang sangat dihargai di masa depan. Dengan kurikulum yang kuat, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pionir dalam memperkuat ketahanan psikologis masyarakat luas melalui ilmu yang didapat dari jurusan studi kematian NTU.

Baca Juga

  • Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar
  • Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T

Advertisement

Pada akhirnya, inisiatif ini bukan sekadar tentang mempelajari kematian sebagai akhir kehidupan, melainkan tentang bagaimana menghargai kehidupan itu sendiri dengan memberikan penghormatan terakhir yang layak dan dukungan bagi mereka yang terus melanjutkan hidup. Masyarakat diharapkan dapat merasakan dampak positif jangka panjang dengan kehadiran para ahli yang kompeten dan memiliki empati tinggi dari jurusan studi kematian NTU.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
karir masa depan kesehatan mental NTU Singapura Pendidikan Psikologi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleLowongan Penguji Game Rockstar Dibuka, Sinyal Kuat GTA 6?
Next Article Tablet 2026 Pengganti Laptop: Rekomendasi Murah Performa Kencang
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

Iphan S15 Mei 2026 | 02:55

Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Ana Octarin14 Mei 2026 | 22:55

Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada

Iphan S14 Mei 2026 | 18:28

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Donor Sperma Elon Musk ke Shivon Zilis: Visi Besar di Balik Anak Kembar

Iphan S11 Mei 2026 | 14:55

Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini

Ana Octarin9 Mei 2026 | 19:55
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Community Gateway Wamena menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan akses informasi di wilayah timur Indonesia.…

Tablet Acer Iconia iM11-22M5G: Spek Gahar Harga 4 Jutaan!

11 Mei 2026 | 15:55

The Elite Showcase 2026 Hadirkan Sung Kang dan Modifikasi Kelas Dunia

9 Mei 2026 | 18:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55

Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

9 Mei 2026 | 04:55
Terbaru

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

Iphan S15 Mei 2026 | 02:55

Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Ana Octarin14 Mei 2026 | 22:55

Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada

Iphan S14 Mei 2026 | 18:28

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Donor Sperma Elon Musk ke Shivon Zilis: Visi Besar di Balik Anak Kembar

Iphan S11 Mei 2026 | 14:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.