Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ekspansi Diablo IV Lord of Hatred Resmi Rilis, Gandeng KoRn

30 April 2026 | 02:55

Tablet Redmi Pad 2 Terbaru: Layar 2.5K Tajam & Baterai Awet

30 April 2026 | 01:55

Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya

30 April 2026 | 00:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ekspansi Diablo IV Lord of Hatred Resmi Rilis, Gandeng KoRn
  • Tablet Redmi Pad 2 Terbaru: Layar 2.5K Tajam & Baterai Awet
  • Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya
  • Fitur Layar Sentuh Mitsubishi Destinator: Cara Atur SUV Pintar
  • Game PlayStation yang Akan Dimatikan Juni 2026, Cek Daftarnya
  • Tren Bersepeda Komuter Global: Baby Boomer Jadi Generasi Teraktif
  • Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18: Flagship 2nm dengan Baterai 7000 mAh
  • Perbaikan Kabel Laut Sulawesi, Telkom Targetkan Normal 7 Mei
Kamis, April 30
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya
Berita Tekno

Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya

Ana OctarinAna Octarin30 April 2026 | 00:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Fenomena gempa langit
Fenomena gempa langit (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Fenomena gempa langit atau yang sering dikenal dengan istilah skyquakes kembali menjadi perbincangan hangat setelah serangkaian suara dentuman keras terdengar di berbagai wilayah dunia. Suara yang menyerupai ledakan meriam atau tembakan ini sering kali muncul secara tiba-tiba tanpa adanya aktivitas seismik yang tercatat di permukaan bumi. Masyarakat di berbagai negara melaporkan getaran suara yang cukup kuat hingga mampu menggetarkan kaca jendela, meski tidak ada tanda-tanda gempa bumi konvensional.

Secara historis, laporan mengenai suara misterius ini bukanlah hal baru dalam catatan sains. Salah satu peristiwa paling ikonik terjadi selama rangkaian gempa bumi New Madrid pada tahun 1811 hingga 1812 di Amerika Serikat. Selain itu, laporan serupa juga muncul di wilayah Danau Seneca, New York, serta beberapa titik di benua lain pada Januari 2020. Kesamaan dari semua laporan tersebut adalah suara dentuman yang sangat keras namun tidak diikuti oleh guncangan tanah yang merusak.

Guna membedah misteri ini, para ilmuwan melakukan penelitian mendalam pada tahun 2020 dengan memanfaatkan data seismik dari EarthScope Transportable Array (ESTA). Teknologi ini sangat sensitif dalam menangkap getaran, baik yang berasal dari dalam tanah maupun tekanan udara. Peneliti berusaha membandingkan data suara yang terdengar di Amerika Serikat dengan laporan-laporan terbaru yang muncul hingga tahun 2023 untuk menemukan pola yang konsisten.

Baca Juga

  • Perbaikan Kabel Laut Sulawesi, Telkom Targetkan Normal 7 Mei
  • Ancaman AI China DeepSeek Bisa Menggeser Dominasi Teknologi AS

Advertisement

Analisis Data Seismo-Akustik dari ESTA

Tim peneliti dari University of North Carolina (UNC) mengambil langkah proaktif dengan menyisir berbagai laporan berita dan media sosial. Mereka melakukan verifikasi terhadap setiap klaim suara ledakan menggunakan data seismo-akustik yang terekam dalam jaringan ESTA. Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah suara tersebut memang berasal dari pergerakan lempeng tektonik atau sumber lain yang belum teridentifikasi.

Setelah melalui proses analisis yang panjang, tim ahli menyimpulkan sebuah fakta yang mengejutkan banyak pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena gempa langit yang selama ini dikhawatirkan warga ternyata sama sekali tidak terkait dengan aktivitas seismik di bawah tanah. Dengan kata lain, sumber suara tersebut tidak berasal dari patahan lempeng atau pergerakan magma yang biasanya memicu bencana gempa bumi.

Eli Bird, salah satu peneliti utama dalam studi tersebut, memberikan penjelasan teknis mengenai temuan ini. Bird menegaskan bahwa timnya meyakini suara-suara tersebut murni merupakan kejadian di lapisan udara. “Secara umum kami percaya ini merupakan fenomena atmosfer, tidak berpikir dari aktivitas seismik. Asumsi kami, suara itu menyebar lewat atmosfer bukan melalui tanah,” ungkap Bird saat memaparkan hasil studinya.

Baca Juga

  • Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati
  • Biaya Operasional Teknologi AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji

Advertisement

Misteri Gelombang Infrasonik di Atmosfer

Dalam proses investigasi, para ilmuwan juga menganalisa data infrasonik, yaitu gelombang suara dengan frekuensi sangat rendah di bawah 20 Hz. Manusia tidak dapat mendengar frekuensi ini secara langsung, namun sensor canggih dapat menangkapnya dengan jelas. Menariknya, sensor-sensor tersebut berhasil menangkap sinyal berdurasi 1 hingga 10 detik yang bertepatan dengan laporan warga mengenai suara ledakan keras.

Kehadiran sinyal infrasonik ini semakin memperkuat bukti bahwa fenomena gempa langit terjadi di ruang udara, bukan di kerak bumi. Meskipun sinyal telah tertangkap, para ilmuwan mengakui bahwa menentukan lokasi pasti asal suara tetap menjadi tantangan besar. Hal ini disebabkan oleh sifat suara di atmosfer yang dapat memantul dan merambat sangat jauh tergantung pada kondisi cuaca dan suhu udara saat itu.

Sejauh ini, literatur ilmiah belum memberikan satu jawaban tunggal yang mutlak mengenai asal muasal suara tersebut. Namun, para peneliti telah memetakan beberapa kemungkinan penyebab yang paling masuk akal secara fisika. Keberagaman penyebab ini menjelaskan mengapa suara dentuman bisa terdengar berbeda-beda di setiap lokasi, mulai dari suara dentuman pendek hingga gemuruh panjang yang menakutkan.

Baca Juga

  • Aplikasi XChat Elon Musk Resmi di Indonesia, Ini Fiturnya
  • Cek WhatsApp Sering Dihubungi dengan Mudah, Ini Caranya

Advertisement

Penyebab Potensial: Dari Pesawat hingga Meteorit

Salah satu kandidat penyebab utama dari fenomena gempa langit adalah ledakan sonik atau sonic boom. Suara ini dihasilkan ketika sebuah objek, seperti pesawat jet tempur, bergerak melampaui kecepatan suara. Gelombang kejut yang dihasilkan akan menciptakan suara dentuman masif yang bisa terdengar hingga puluhan kilometer dari jalur penerbangan, bahkan jika pesawatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.

Penyebab lain yang cukup kuat adalah fenomena bolide di atmosfer bagian atas. Bolide merupakan meteorit berukuran besar yang masuk ke atmosfer bumi dengan kecepatan sangat tinggi. Saat meteorit ini meledak atau hancur karena gesekan atmosfer, ia menghasilkan energi yang luar biasa besar. Ledakan ini sering kali tidak terlihat secara visual di siang hari, namun suara dentumannya tetap bisa mencapai permukaan bumi dengan intensitas tinggi.

Selain itu, faktor alam lain seperti pelepasan gas dari bawah danau atau keruntuhan gua bawah laut juga sempat menjadi teori pendukung. Namun, untuk kasus-kasus yang dilaporkan di wilayah daratan luas, gangguan atmosfer tetap menjadi penjelasan yang paling diterima oleh komunitas ilmiah internasional. Kondisi inversi suhu di atmosfer juga dapat memperkuat suara-suara kecil dari kejauhan sehingga terdengar seperti ledakan besar di dekat pemukiman warga.

Baca Juga

  • Asal-usul Tanaman Kentang Modern: Hasil Kawin Silang Tomat
  • Dampak Buruk Media Sosial pada Anak: Gangguan Bicara dan Baca

Advertisement

Dengan adanya penelitian ini, masyarakat diharapkan tidak lagi panik secara berlebihan ketika mendengar suara dentuman dari angkasa. Meskipun terdengar mengintimidasi, faktanya suara tersebut merupakan bagian dari dinamika atmosfer bumi yang kompleks. Para ilmuwan akan terus memantau data terbaru untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena gempa langit di masa depan.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Dentuman Misterius Fenomena Alam gempa langit misteri sains penelitian atmosfer
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleFitur Layar Sentuh Mitsubishi Destinator: Cara Atur SUV Pintar
Next Article Tablet Redmi Pad 2 Terbaru: Layar 2.5K Tajam & Baterai Awet
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Perbaikan Kabel Laut Sulawesi, Telkom Targetkan Normal 7 Mei

Iphan S29 April 2026 | 19:55

Ancaman AI China DeepSeek Bisa Menggeser Dominasi Teknologi AS

Ana Octarin29 April 2026 | 14:55

Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati

Iphan S29 April 2026 | 09:55

Biaya Operasional Teknologi AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji

Iphan S29 April 2026 | 04:55

Aplikasi XChat Elon Musk Resmi di Indonesia, Ini Fiturnya

Iphan S28 April 2026 | 23:55

Cek WhatsApp Sering Dihubungi dengan Mudah, Ini Caranya

Iphan S28 April 2026 | 18:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

MPL Indonesia Creative Playground: Moonton Gandeng Tale X

24 April 2026 | 18:55

Rice Cooker Stainless Sanken SJ-203BK: Solusi Masak Sehat 6-in-1

25 April 2026 | 17:55

Cara Hemat BBM Mobil Hybrid Saat Harga Minyak Dunia Naik

24 April 2026 | 01:55
Terbaru

Perbaikan Kabel Laut Sulawesi, Telkom Targetkan Normal 7 Mei

Iphan S29 April 2026 | 19:55

Ancaman AI China DeepSeek Bisa Menggeser Dominasi Teknologi AS

Ana Octarin29 April 2026 | 14:55

Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati

Iphan S29 April 2026 | 09:55

Biaya Operasional Teknologi AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji

Iphan S29 April 2026 | 04:55

Aplikasi XChat Elon Musk Resmi di Indonesia, Ini Fiturnya

Iphan S28 April 2026 | 23:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.