TechnonesiaID - Industri manufaktur elektronik India tengah berada di jalur ekspansi besar-besaran untuk menjadi pusat produksi dunia yang baru. Pemerintah India secara resmi memberikan lampu hijau terhadap puluhan proposal investasi strategis guna memperkuat ekosistem industri di dalam negeri. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi New Delhi sebagai pesaing kuat Beijing di sektor teknologi global.
Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India pada akhir Maret 2026 mengumumkan persetujuan terhadap 29 proposal perusahaan dalam program manufaktur komponen elektronik. Total nilai investasi yang disepakati mencapai 71,04 miliar rupee atau setara dengan Rp12,8 triliun. Angka fantastis ini bertujuan untuk menarik minat investor global dan domestik agar menanamkan modalnya lebih dalam.
Kebijakan strategis ini tidak hanya soal angka, melainkan bagian dari visi besar untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Pemerintah India ingin memastikan rantai pasok dalam negeri memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar global yang kian tidak menentu. Dengan memperkuat komponen lokal, India berharap bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk mereka.
Baca Juga
Advertisement
Ambisi Besar Industri Manufaktur Elektronik India Menuju 2031
Saat ini, sektor manufaktur elektronik di India telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan nilai produksi mencapai US$125 miliar hingga Maret 2025. Namun, pemerintah tidak ingin berhenti di situ. Mereka mematok target ambisius agar industri manufaktur elektronik India mampu menyentuh angka produksi US$500 miliar pada tahun fiskal 2031 mendatang.
Pemerintah India terus memacu industri manufaktur elektronik India melalui berbagai kemudahan regulasi dan insentif fiskal yang menggiurkan. Proposal yang telah disetujui mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari pembuatan ponsel pintar, peralatan telekomunikasi, elektronik konsumen, hingga komponen otomotif dan perangkat keras komputer.
Salah satu penerima persetujuan utama adalah unit usaha dari Dixon Technologies. Perusahaan ini akan fokus pada produksi modul display, sebuah komponen vital yang selama ini banyak diimpor dari luar negeri. Keberhasilan industri manufaktur elektronik India dalam memproduksi komponen inti seperti ini akan menjadi titik balik kemandirian teknologi mereka.
Baca Juga
Advertisement
Inovasi Material dan Dukungan Raksasa Global
Selain komponen umum, India juga mulai merambah ke teknologi material yang lebih kompleks. Lohum Cleantech telah mendapatkan izin untuk memproduksi magnet permanen berbahan tanah jarang (rare earth). Proyek ini merupakan yang pertama di India, menandai langkah maju dalam penguasaan material strategis yang biasanya didominasi oleh perusahaan-perusahaan asal China.
Dixon Technologies menjadi salah satu pemain kunci dalam industri manufaktur elektronik India yang siap bersaing di kancah internasional. Kehadiran perusahaan lokal yang kuat diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi regional dan pembukaan lapangan kerja baru bagi jutaan tenaga kerja terampil di India.
Melansir laporan Reuters, pemerintah India saat ini juga sedang menggodok skema insentif baru untuk mendorong produksi ponsel lokal. Program ini disiapkan sebagai kelanjutan dari kebijakan sebelumnya yang akan berakhir pada periode Maret. Upaya ini dirancang khusus untuk membuat raksasa teknologi seperti Apple dan Samsung semakin betah memperluas basis produksi mereka di sana.
Baca Juga
Advertisement
Tren perpindahan pabrik dari China ke India bukan lagi sekadar wacana. Strategi “China Plus One” yang diadopsi banyak perusahaan multinasional telah menempatkan India sebagai destinasi utama. Infrastruktur yang terus diperbaiki dan ketersediaan tenaga kerja muda menjadi daya tarik yang sulit ditolak oleh para pemimpin industri teknologi dunia.
Sektor industri manufaktur elektronik India kini mulai dilirik sebagai alternatif paling realistis bagi perusahaan yang ingin mendiversifikasi risiko operasional mereka. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, India optimis dapat menyalip posisi negara-negara tetangganya dalam hal volume ekspor produk elektronik ke pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Langkah strategis ini membuktikan bahwa industri manufaktur elektronik India siap bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi baru di Asia. Dengan konsistensi kebijakan dan aliran modal yang terus masuk, target menjadi raksasa elektronik dunia bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai dalam dekade ini.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA