Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Performa Xiaomi Pad 8 vs Xiaomi Pad 7: Mana yang Lebih Gahar?

8 Mei 2026 | 19:55

Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning

8 Mei 2026 | 18:55

Ciri Mobil Bekas Tabrakan: 8 Tanda yang Wajib Anda Kenali

8 Mei 2026 | 17:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Performa Xiaomi Pad 8 vs Xiaomi Pad 7: Mana yang Lebih Gahar?
  • Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning
  • Ciri Mobil Bekas Tabrakan: 8 Tanda yang Wajib Anda Kenali
  • Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: Geek Fam vs Dewa United Esports
  • Jadwal Rilis GTA 6 PC Masih Misteri, Rockstar Fokus ke Konsol
  • Tablet Honor MagicPad 4: Desain 4,8 mm dengan Baterai Jumbo
  • PHK Sepihak Akibat Tolak Acara Kantor, Perusahaan Kalah di Pengadilan
  • Insentif Kendaraan Listrik Indonesia Jadi Investasi Fiskal
Jumat, Mei 8
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning
Berita Tekno

Kapasitas Produksi Fiber Optik AI Melonjak: Nvidia Gandeng Corning

Ana OctarinAna Octarin8 Mei 2026 | 18:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kapasitas produksi fiber optik AI
Kapasitas produksi fiber optik AI (Foto: inet.detik.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kapasitas produksi fiber optik AI di Amerika Serikat dipastikan akan mengalami lonjakan drastis setelah Nvidia secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan raksasa pembuat kaca, Corning. Langkah besar ini diambil untuk memperkuat fondasi infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung pengembangan teknologi kecerdasan buatan generasi mendatang. Corning, yang selama ini mendominasi pasar melalui produk Gorilla Glass, kini mengalihkan fokus utamanya untuk mendukung kebutuhan perangkat keras Nvidia yang kian masif.

Melalui kesepakatan bernilai strategis ini, Corning berkomitmen membangun tiga fasilitas manufaktur baru yang tersebar di wilayah Texas dan Carolina Utara. Nvidia memproyeksikan bahwa kehadiran pabrik-pabrik ini akan mendongkrak kapasitas produksi fiber optik AI milik Corning hingga sepuluh kali lipat di pasar domestik Amerika Serikat. Selain itu, total produksi kabel serat optik secara keseluruhan diperkirakan bakal meningkat lebih dari 50 persen guna memenuhi permintaan pusat data global.

Ekspansi besar-besaran ini tidak hanya berdampak pada sektor teknologi, tetapi juga memberikan napas baru bagi ekonomi lokal. Pengoperasian ketiga fasilitas produksi tersebut diprediksi akan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja baru dengan standar upah yang tinggi. Meskipun demikian, baik pihak Nvidia maupun Corning masih memilih untuk merahasiakan detail nilai investasi total serta jadwal pasti kapan pabrik-pabrik tersebut akan mulai beroperasi secara penuh.

Baca Juga

  • PHK Sepihak Akibat Tolak Acara Kantor, Perusahaan Kalah di Pengadilan
  • Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

Advertisement

Pentingnya Kapasitas Produksi Fiber Optik AI bagi Ekosistem Nvidia

Keputusan Nvidia untuk mengamankan pasokan kabel serat optik ini berakar pada kebutuhan teknis yang sangat spesifik dalam dunia kecerdasan buatan. Model AI modern, seperti Large Language Models (LLM), membutuhkan ribuan unit GPU (Graphics Processing Unit) yang harus bekerja secara sinkron dalam satu waktu. Agar ribuan chip tersebut dapat berkomunikasi tanpa hambatan, diperlukan media transmisi data yang mampu memindahkan informasi dalam skala petabyte dengan latensi yang nyaris nol.

Di sinilah peran vital dari peningkatan kapasitas produksi fiber optik AI menjadi sangat krusial. Kabel serat optik berperan sebagai jalur pipa data yang menghubungkan kluster-kluster GPU di dalam pusat data. Tanpa dukungan konektivitas optik berkinerja tinggi, performa chip tercanggih sekalipun akan terhambat oleh fenomena bottleneck atau penyumbatan aliran data. Oleh karena itu, ketersediaan kabel fiber dalam volume besar menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan revolusi AI.

Seiring dengan tren perusahaan teknologi dunia yang berlomba-lomba membangun pusat data AI, permintaan terhadap serat optik global terus meroket ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Nvidia menyadari bahwa ketergantungan pada rantai pasokan yang ada saat ini tidak akan cukup untuk mendukung peta jalan teknologi mereka di masa depan. Dengan memperluas kapasitas produksi fiber optik AI secara domestik, Nvidia berupaya memitigasi risiko gangguan pasokan global yang sering kali tidak menentu.

Baca Juga

  • Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat
  • Kontrak Militer AI Anthropic Terancam Usai Gandeng SpaceX

Advertisement

Transformasi Corning: Dari Layar iPhone hingga Tulang Punggung AI

Nama Corning sendiri sudah lama menjadi legenda di industri teknologi dunia. Reputasi perusahaan ini melambung tinggi saat pendiri Apple, Steve Jobs, memilih kaca pelindung buatan mereka untuk digunakan pada iPhone generasi pertama. Sejak saat itu, Gorilla Glass menjadi standar emas bagi hampir seluruh produsen ponsel pintar di dunia. Namun, kemitraan dengan Nvidia menandai babak baru bagi Corning untuk bertransformasi menjadi pemain kunci di sektor infrastruktur pusat data.

Kabar mengenai kolaborasi dengan raja chip AI dunia ini langsung memicu reaksi positif dari para investor di bursa saham. Harga saham Corning dilaporkan melonjak hampir 15 persen segera setelah pengumuman resmi dirilis, yang membawa nilai sahamnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di angka USD 186,29 per lembar. Tidak mau kalah, saham Nvidia juga ikut merasakan dampak positif dengan kenaikan lebih dari 4 persen pada sesi perdagangan yang sama.

Peningkatan kapasitas produksi fiber optik AI ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari ambisi besar Corning tahun ini. Sebelumnya, pada Januari lalu, Meta (induk perusahaan Facebook) juga telah menandatangani kontrak jangka panjang senilai USD 6 miliar atau setara Rp 97 triliun dengan Corning. Kerja sama dengan Meta tersebut mencakup pembangunan pabrik di Hickory, Carolina Utara, yang difokuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pusat data milik perusahaan Mark Zuckerberg tersebut.

Baca Juga

  • Paket Roaming Haji Telkomsel: Solusi Koneksi Andal Jemaah
  • Solusi Jaringan Enterprise UKM Cybrey Resmi Hadir di Indonesia

Advertisement

Kehadiran fasilitas baru di Carolina Utara dan Texas menunjukkan bahwa wilayah tersebut kini bertransformasi menjadi pusat gravitasi baru bagi industri manufaktur teknologi tinggi di Amerika Serikat. Dengan dukungan tenaga kerja ahli dan kebijakan insentif yang mendukung, pembangunan pabrik ini diharapkan dapat memperkuat posisi Amerika Serikat dalam persaingan supremasi teknologi global melawan dominasi manufaktur dari kawasan Asia.

Secara teknis, kabel serat optik yang akan diproduksi nantinya menggunakan teknologi terbaru yang mampu menahan panas lebih baik dan memiliki kepadatan inti serat yang lebih tinggi. Hal ini sangat penting mengingat pusat data AI menghasilkan panas yang sangat tinggi dan membutuhkan efisiensi ruang yang maksimal. Inovasi dalam kapasitas produksi fiber optik AI ini akan memastikan bahwa setiap rak server dapat terhubung dengan kecepatan cahaya tanpa risiko kegagalan sistem akibat panas berlebih.

Langkah strategis ini juga memberikan pesan kuat kepada pasar bahwa Nvidia tidak hanya fokus pada pengembangan silikon atau chip semata, melainkan juga sangat peduli pada ekosistem pendukungnya. Dengan mengontrol aspek konektivitas melalui kemitraan eksklusif, Nvidia memastikan bahwa para pelanggan mereka akan mendapatkan solusi total yang terintegrasi, mulai dari unit pemrosesan hingga infrastruktur kabel yang menghubungkannya.

Baca Juga

  • Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung
  • Wabah Hantavirus Mematikan Serang Kapal Pesiar, Ini Faktanya

Advertisement

Menutup perkembangan ini, para analis industri memprediksi bahwa langkah Nvidia dan Corning akan memicu gelombang investasi serupa dari perusahaan teknologi lainnya. Di tengah persaingan ketat pengembangan kecerdasan buatan, kepastian pasokan perangkat keras pendukung menjadi kunci kemenangan. Melalui ekspansi besar ini, kedua perusahaan optimis dapat terus memimpin pasar sekaligus mengamankan kapasitas produksi fiber optik AI untuk masa depan.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Corning Fiber Optik Infrastruktur AI Kecerdasan Buatan Nvidia
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleCiri Mobil Bekas Tabrakan: 8 Tanda yang Wajib Anda Kenali
Next Article Performa Xiaomi Pad 8 vs Xiaomi Pad 7: Mana yang Lebih Gahar?
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

PHK Sepihak Akibat Tolak Acara Kantor, Perusahaan Kalah di Pengadilan

Iphan S8 Mei 2026 | 13:55

Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

Ana Octarin8 Mei 2026 | 08:55

Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat

Iphan S8 Mei 2026 | 03:55

Fitur Samsung Galaxy S26 Ultra Bikin Traveling Makin Praktis

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 00:55

Kontrak Militer AI Anthropic Terancam Usai Gandeng SpaceX

Iphan S7 Mei 2026 | 22:55

Paket Roaming Haji Telkomsel: Solusi Koneksi Andal Jemaah

Ana Octarin7 Mei 2026 | 17:59
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga BBM Diesel Primus Plus Tembus Rp30.890 di SPBU Vivo

Ana Octarin4 Mei 2026 | 00:55

Harga BBM Diesel Primus Plus resmi mengalami lonjakan drastis di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan…

Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung

7 Mei 2026 | 07:55

Sejarah pengobatan herbal Indonesia: Kisah Dokter Jerman Berguru pada Dukun

2 Mei 2026 | 23:55

Jadwal Rilis GTA 6 PC Masih Misteri, Rockstar Fokus ke Konsol

8 Mei 2026 | 15:55

Paket Roaming Haji Indosat 2026: Daftar Harga IM3 dan Tri

6 Mei 2026 | 07:55
Terbaru

PHK Sepihak Akibat Tolak Acara Kantor, Perusahaan Kalah di Pengadilan

Iphan S8 Mei 2026 | 13:55

Kasus Penipuan Startup Indonesia: Daftar Pendiri yang Terjerat

Ana Octarin8 Mei 2026 | 08:55

Pengalaman Mati Suri Ilmuwan NASA: Rahasia Tiga Kali Wafat

Iphan S8 Mei 2026 | 03:55

Fitur Samsung Galaxy S26 Ultra Bikin Traveling Makin Praktis

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 00:55

Kontrak Militer AI Anthropic Terancam Usai Gandeng SpaceX

Iphan S7 Mei 2026 | 22:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.