TechnonesiaID - Harga BBM Diesel Primus Plus resmi mengalami lonjakan drastis di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo Energy Indonesia. Manajemen Vivo mengumumkan bahwa per 1 Mei 2026, produk solar unggulan mereka tersebut kini dibanderol seharga Rp30.890 per liter. Kenaikan ini mengagetkan banyak pihak mengingat selisih harganya yang sangat mencolok dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan informasi resmi yang diunggah melalui akun media sosial SPBU Vivo pada Sabtu (2/5/2026), kenaikan ini terjadi secara signifikan dalam kurun waktu dua bulan. Pada 1 Maret 2026, harga produk ini masih berada di angka Rp14.610 per liter. Dengan penetapan harga baru ini, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan bahan bakar mesin diesel berkualitas tinggi tersebut.
Meskipun Harga BBM Diesel Primus Plus meroket, manajemen Vivo terpantau masih mempertahankan harga untuk jenis bahan bakar bensin mereka. Revvo 92, yang merupakan kompetitor langsung dari Pertamax, tetap stabil di angka Rp12.390 per liter sejak Maret lalu. Kebijakan harga yang kontras ini menunjukkan adanya tekanan khusus pada rantai pasok bahan bakar jenis diesel di pasar internasional.
Baca Juga
Advertisement
Mengapa Harga BBM Diesel Primus Plus Naik Tajam?
Kenaikan fantastis pada Harga BBM Diesel Primus Plus ini tidak lepas dari dinamika geopolitik global yang kian memanas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran telah berlangsung selama dua bulan terakhir, memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Ketegangan di Timur Tengah seringkali berdampak langsung pada biaya pengapalan dan asuransi kargo minyak mentah.
Para analis energi menyebutkan bahwa produk diesel dengan angka cetane (CN) tinggi lebih rentan terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia. Hal ini terlihat dari keputusan Vivo yang harus menyesuaikan harga secara ekstrem demi menjaga keberlangsungan operasional dan distribusi. Fenomena Harga BBM Diesel Primus Plus yang menembus angka Rp30 ribu ini menjadi catatan sejarah baru bagi harga BBM non-subsidi di tanah air.
Selain faktor konflik, permintaan global terhadap bahan bakar diesel untuk industri dan logistik juga terus meningkat. Ketika pasokan tersendat namun permintaan tetap tinggi, harga di tingkat retail seperti yang dialami pada Harga BBM Diesel Primus Plus sulit untuk dihindari. Kondisi ini memaksa penyalur BBM swasta untuk melakukan penyesuaian harga secara berkala mengikuti indeks pasar global.
Baca Juga
Advertisement
Perbandingan dengan Penyesuaian Harga di SPBU Pertamina
Langkah serupa sebenarnya telah dilakukan oleh badan usaha milik negara, Pertamina. Perusahaan energi pelat merah ini sudah lebih dulu mengoreksi harga BBM non-subsidi mereka sejak 18 April 2026. Di wilayah Jabodetabek, harga Dexlite (CN 51) kini menyentuh angka Rp23.600 per liter, naik cukup jauh dari harga sebelumnya yang hanya Rp14.200 per liter.
Varian diesel premium lainnya, yakni Pertamina Dex (CN 53), juga mengalami kenaikan menjadi Rp23.900 per liter dari posisi sebelumnya di Rp14.500 per liter. Tak hanya diesel, Pertamax Turbo (RON 98) kini dijual seharga Rp19.400 per liter. Meskipun kenaikan di Pertamina terlihat besar, angkanya masih berada di bawah lonjakan yang terjadi pada Harga BBM Diesel Primus Plus milik Vivo.
Berikut adalah rincian perbandingan harga BBM terbaru di pasar:
Baca Juga
Advertisement
- Diesel Primus Plus (Vivo): Rp30.890/liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp23.900/liter
- Dexlite (CN 51): Rp23.600/liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400/liter
- Revvo 92 (Vivo): Rp12.390/liter
Nasib BBM Subsidi dan Strategi Konsumen
Di tengah badai kenaikan harga BBM non-subsidi, pemerintah masih berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dan penugasan. Pertalite tetap bertahan di harga Rp10.000 per liter, sementara Biosolar masih dipatok Rp6.800 per liter. Kebijakan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat luas agar tidak terbebani oleh inflasi sektor transportasi.
Selain itu, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) juga tidak mengalami perubahan harga, masing-masing tetap di angka Rp12.300 dan Rp12.900 per liter. Hal ini memberikan pilihan bagi pemilik kendaraan bensin untuk tetap menggunakan bahan bakar berkualitas tanpa harus menanggung beban kenaikan harga yang terlalu berat.
Masyarakat kini diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur penggunaan kendaraan dan memilih jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin serta kondisi kantong. Lonjakan pada Harga BBM Diesel Primus Plus diharapkan menjadi sinyal bagi semua pihak untuk mulai melirik efisiensi energi di tengah ketidakpastian kondisi global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pemerintah dan pelaku industri energi diprediksi akan terus memantau pergerakan Harga BBM Diesel Primus Plus secara berkala.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA