Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Game Paranormal Activity Batal Rilis, Paramount Stop Proyek

9 Mei 2026 | 07:55

Keamanan Perangkat Mac Terbaru Tak Perlu Antivirus Tambahan

9 Mei 2026 | 06:55

Tablet Belajar Advan Tab 8: Solusi Murah untuk Sekolah Online

9 Mei 2026 | 05:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Game Paranormal Activity Batal Rilis, Paramount Stop Proyek
  • Keamanan Perangkat Mac Terbaru Tak Perlu Antivirus Tambahan
  • Tablet Belajar Advan Tab 8: Solusi Murah untuk Sekolah Online
  • Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN
  • Insentif Kendaraan Listrik 2026 Berlaku Juni, Cek Skemanya
  • Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra: Uji Nightography di Sapa
  • Wuling Eksion SUV Elektrifikasi Meluncur, Intip Spek dan Harga
  • Bisnis TV Samsung di China Terpuruk, Rugi Rp2,3 Triliun
Sabtu, Mei 9
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Gadget » Keamanan Perangkat Mac Terbaru Tak Perlu Antivirus Tambahan
Gadget

Keamanan Perangkat Mac Terbaru Tak Perlu Antivirus Tambahan

Olin SianturiOlin Sianturi9 Mei 2026 | 06:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Keamanan perangkat Mac terbaru
Keamanan perangkat Mac terbaru (Foto: inet.detik.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Keamanan perangkat Mac terbaru menjadi topik hangat setelah Apple secara resmi menyatakan bahwa komputer buatan mereka tidak lagi membutuhkan perangkat lunak antivirus pihak ketiga. Pernyataan ini cukup mengejutkan bagi sebagian pengguna yang selama puluhan tahun terbiasa memasang perlindungan ekstra. Namun, bagi raksasa teknologi asal Cupertino tersebut, integritas sistem yang mereka bangun sudah lebih dari cukup untuk menangkal berbagai ancaman siber modern.

Apple menegaskan bahwa mereka tidak merekomendasikan penggunaan antivirus dari luar, baik untuk pengguna rumahan maupun skala perusahaan atau enterprise. Bahkan, kebijakan ini berlaku secara internal di lingkungan kerja Apple sendiri. Mereka mengklaim bahwa ribuan armada Mac yang digunakan karyawan Apple tidak menjalankan software keamanan tambahan karena sistem operasinya sudah memiliki proteksi berlapis yang sangat ketat untuk menjaga keamanan perangkat Mac terbaru.

Rahasia Keamanan Perangkat Mac Terbaru pada Level Hardware

Salah satu alasan utama mengapa Apple begitu percaya diri terletak pada arsitektur perangkat kerasnya. Keamanan perangkat Mac terbaru tidak lagi hanya mengandalkan perangkat lunak, melainkan dimulai langsung dari level silikon. Sejak transisi ke Apple Silicon, perusahaan ini telah menanamkan berbagai komponen keamanan khusus ke dalam System on a Chip (SoC) mereka.

Baca Juga

  • Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra: Uji Nightography di Sapa
  • Laptop Bisnis ASUS ExpertBook Ultra: Inovasi AI Paling Ringan

Advertisement

Komponen krusial seperti Secure Enclave berfungsi melindungi data yang paling sensitif. Bagian ini bekerja secara terisolasi dari prosesor utama untuk menyimpan kunci enkripsi serta data biometrik seperti Touch ID dan Face ID. Selain itu, fitur Secure Boot memastikan bahwa hanya sistem operasi macOS yang sah dan telah diverifikasi oleh Apple yang dapat berjalan saat perangkat dinyalakan. Hal ini menutup celah bagi rootkit atau malware yang mencoba menyusup sebelum sistem operasi aktif sepenuhnya.

Apple juga terus berinovasi pada chip masa depan mereka. Pada bocoran spesifikasi chip generasi mendatang seperti M5 dan A19, Apple menyematkan fitur bernama Memory Integrity Enforcement. Teknologi canggih ini dirancang khusus untuk menutup celah keamanan yang berbasis pada bug memori. Dengan fitur ini, hacker akan semakin sulit melakukan eksploitasi kode berbahaya, sehingga secara otomatis memperkuat keamanan perangkat Mac terbaru dari serangan siber yang kompleks.

XProtect: Antivirus Tersembunyi di Dalam macOS

Meskipun pengguna tidak melihat aplikasi antivirus yang berjalan di latar depan, macOS sebenarnya memiliki sistem pertahanan internal bernama XProtect. Fitur ini bekerja secara senyap untuk memindai setiap file dan aplikasi yang masuk ke dalam sistem. Berbeda dengan antivirus konvensional yang sering membebani kinerja RAM, XProtect sangat ringan namun tetap efektif melakukan deteksi berbasis tanda tangan digital dan analisis perilaku mencurigakan.

Baca Juga

  • Jadwal Rilis GTA 6 PC Masih Misteri, Rockstar Fokus ke Konsol
  • Chipset Snapdragon 6 Gen 5 Resmi Rilis, HP Jadi Makin Kencang

Advertisement

Selain XProtect, Apple menerapkan sistem Notarisasi yang sangat ketat bagi para pengembang aplikasi. Setiap aplikasi yang ingin berjalan di macOS harus melewati proses pemindaian keamanan oleh Apple sebelum mendapatkan izin distribusi. Jika di kemudian hari sebuah aplikasi ditemukan mengandung kode berbahaya, Apple memiliki kemampuan untuk mencabut sertifikat digitalnya secara global. Tindakan ini secara instan memblokir aplikasi tersebut agar tidak bisa dijalankan di jutaan perangkat di seluruh dunia, demi menjamin keamanan perangkat Mac terbaru tetap terjaga.

Sistem operasi macOS juga menggunakan struktur volume read-only yang disegel secara kriptografis. Artinya, file inti sistem operasi berada di area yang tidak bisa diubah atau dimodifikasi oleh siapapun, termasuk oleh pengguna dengan akses administrator. Dengan metode ini, malware tidak memiliki ruang untuk mengubah file sistem atau menanamkan diri di dalam struktur OS yang paling dalam.

Mengapa Antivirus Pihak Ketiga Justru Berisiko?

Banyak pakar keamanan berpendapat bahwa penggunaan antivirus pihak ketiga pada macOS terkadang justru menimbulkan masalah baru. Perangkat lunak keamanan dari luar seringkali membutuhkan akses “Kernel” atau akses terdalam ke sistem operasi untuk bekerja. Hal ini justru menciptakan celah keamanan baru jika software antivirus tersebut memiliki bug. Apple secara bertahap telah membatasi akses pihak ketiga ke level kernel demi menjaga stabilitas dan keamanan perangkat Mac terbaru.

Baca Juga

  • Fitur Samsung Galaxy S26 Ultra Bikin Traveling Makin Praktis
  • Jadwal Rilis iPhone 17e Indonesia Bocor, Cek Harga dan Spek

Advertisement

Selain masalah keamanan, antivirus tambahan seringkali berdampak buruk pada performa baterai dan kecepatan pemrosesan data. Karena macOS sudah memiliki perlindungan bawaan yang terintegrasi dengan hardware, menjalankan antivirus tambahan seringkali dianggap sebagai pemborosan sumber daya. Apple percaya bahwa dengan kontrol penuh atas hardware dan software, mereka bisa memberikan perlindungan yang lebih efisien dibandingkan pihak luar.

Fokus Baru Apple: Melawan Social Engineering

Meskipun sistem pertahanan Mac sangat kuat, Apple mengakui bahwa ancaman terbesar saat ini bukan lagi sekadar virus tradisional, melainkan manipulasi psikologis atau social engineering. Penjahat siber kini lebih sering menipu pengguna agar memberikan akses secara sukarela, misalnya dengan membujuk pengguna menjalankan perintah berbahaya di aplikasi Terminal.

Untuk memitigasi risiko ini, Apple memperkenalkan fitur Terminal Paste Protection. Fitur ini akan memberikan peringatan otomatis jika pengguna mencoba menempelkan (paste) perintah mencurigakan yang berpotensi merusak sistem. Selain itu, Apple juga meningkatkan keamanan pada Safari dan WebKit melalui pembaruan latar belakang yang lebih rutin. Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa keamanan perangkat Mac terbaru tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu melindungi pengguna dari kesalahan manusia.

Baca Juga

  • Spesifikasi Samsung Galaxy A37 5G: HP Midrange Rasa Flagship!
  • Update One UI 8.5 Samsung Rilis ke HP Selain S26, Ini Daftarnya

Advertisement

Apple juga mengintegrasikan kunci pemulihan FileVault ke dalam aplikasi Passwords yang baru. Dengan enkripsi end-to-end, pengguna kini bisa mengelola kunci keamanan mereka dengan lebih mudah tanpa takut kehilangan akses ke data penting. Inovasi-inovasi berkelanjutan ini membuktikan komitmen Apple dalam menjamin keamanan perangkat Mac terbaru tanpa harus bergantung pada solusi dari pihak ketiga yang seringkali tidak optimal.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Antivirus Apple Apple Silicon Keamanan Siber macOS
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleTablet Belajar Advan Tab 8: Solusi Murah untuk Sekolah Online
Next Article Game Paranormal Activity Batal Rilis, Paramount Stop Proyek
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra: Uji Nightography di Sapa

Olin Sianturi9 Mei 2026 | 01:55

Laptop Bisnis ASUS ExpertBook Ultra: Inovasi AI Paling Ringan

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 20:55

Jadwal Rilis GTA 6 PC Masih Misteri, Rockstar Fokus ke Konsol

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 15:55

Chipset Snapdragon 6 Gen 5 Resmi Rilis, HP Jadi Makin Kencang

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 10:55

Fitur Samsung Galaxy S26 Ultra Bikin Traveling Makin Praktis

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 00:55

Jadwal Rilis iPhone 17e Indonesia Bocor, Cek Harga dan Spek

Olin Sianturi7 Mei 2026 | 19:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga BBM Diesel Primus Plus Tembus Rp30.890 di SPBU Vivo

Ana Octarin4 Mei 2026 | 00:55

Harga BBM Diesel Primus Plus resmi mengalami lonjakan drastis di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan…

Desain layar iPhone masa depan bocor, Apple gandeng Samsung

7 Mei 2026 | 07:55

Sejarah pengobatan herbal Indonesia: Kisah Dokter Jerman Berguru pada Dukun

2 Mei 2026 | 23:55

Jadwal Rilis GTA 6 PC Masih Misteri, Rockstar Fokus ke Konsol

8 Mei 2026 | 15:55

Paket Roaming Haji Indosat 2026: Daftar Harga IM3 dan Tri

6 Mei 2026 | 07:55
Terbaru

Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra: Uji Nightography di Sapa

Olin Sianturi9 Mei 2026 | 01:55

Laptop Bisnis ASUS ExpertBook Ultra: Inovasi AI Paling Ringan

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 20:55

Jadwal Rilis GTA 6 PC Masih Misteri, Rockstar Fokus ke Konsol

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 15:55

Chipset Snapdragon 6 Gen 5 Resmi Rilis, HP Jadi Makin Kencang

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 10:55

Fitur Samsung Galaxy S26 Ultra Bikin Traveling Makin Praktis

Olin Sianturi8 Mei 2026 | 00:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.