Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

GPU Gaming Buatan China Lisuan LX 7G100 Dirilis, Mahal!

23 Mei 2026 | 20:55

Korupsi Makan Bergizi Gratis: KPK Beri Warning Keras

23 Mei 2026 | 19:55

Cara Cek SLIK Online Lewat iDebku OJK Terbaru

23 Mei 2026 | 18:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • GPU Gaming Buatan China Lisuan LX 7G100 Dirilis, Mahal!
  • Korupsi Makan Bergizi Gratis: KPK Beri Warning Keras
  • Cara Cek SLIK Online Lewat iDebku OJK Terbaru
  • Daya Saing Industri Otomotif Meningkat Lewat Pelatihan FTA
  • Aplikasi Forum dari Meta Gabungkan Konsep Reddit dan AI
  • Smart TV 32 Inci Murah Terbaik 2026, Harga Cuma 1 Jutaan!
  • Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya
  • Kendaraan Listrik Komersial SAG Max dan REEV Bus Resmi Hadir
Sabtu, Mei 23
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Gadget » GPU Gaming Buatan China Lisuan LX 7G100 Dirilis, Mahal!
Gadget

GPU Gaming Buatan China Lisuan LX 7G100 Dirilis, Mahal!

Olin SianturiOlin Sianturi23 Mei 2026 | 20:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
GPU gaming buatan China
GPU gaming buatan China (Foto: inet.detik.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - GPU gaming buatan China kini menunjukkan taringnya lewat peluncuran versi ritel kartu grafis terbaru dari Lisuan Technology, yaitu LX 7G100. Langkah ini menjadi bukti nyata ambisi Negeri Tirai Bambu untuk lepas dari ketergantungan teknologi Barat, terutama Nvidia dan AMD. Namun, meski membawa peningkatan performa yang cukup signifikan dibanding versi purwarupa terdahulu, produk ini menghadapi tantangan besar di pasar global.

Ketegangan geopolitik dan sanksi perdagangan Amerika Serikat memaksa industri teknologi China memutar otak. Mereka harus memproduksi perangkat keras secara mandiri dari nol, termasuk arsitektur, driver, hingga ekosistem software. Kehadiran GPU gaming buatan China ini mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menawarkan kapasitas memori besar demi menarik minat para gamer lokal.

Spesifikasi dan Harga GPU Gaming Buatan China LX 7G100

Secara spesifikasi, kartu grafis ini sebenarnya menawarkan konfigurasi yang modern dan menjanjikan di atas kertas. Pengguna akan mendapatkan memori sebesar 12GB GDDR6 serta dukungan penuh untuk API modern seperti DirectX 12, Vulkan 1.3, OpenGL 4.6, dan OpenCL 3.0. Lisuan juga menyematkan empat port DisplayPort 1.4a yang mampu menyalurkan visual berkualitas tinggi hingga resolusi HDR 8K pada kecepatan 60Hz.

Baca Juga

  • Aplikasi Forum dari Meta Gabungkan Konsep Reddit dan AI
  • Aplikasi WPS Office iPad Kini Hadir dengan Fitur Desktop

Advertisement

Namun, banderol harga perangkat ini menjadi ganjalan utama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi biaya. Lisuan melepas kartu grafis ini ke pasar dengan harga sekitar 3.300 Yuan atau setara dengan USD 480 (sekitar Rp 7,6 jutaan). Angka tersebut langsung menyejajarkannya dengan Nvidia RTX 5060 Ti, sebuah kartu grafis kelas menengah yang jauh lebih matang secara ekosistem dan performa.

Uji Performa Nyata: Stabil Tapi Loyo di Game Berat

Berdasarkan ulasan mendalam dari platform video BiliBili, performa GPU gaming buatan China ini menunjukkan hasil yang kontradiktif antara pengujian sintetis dan dunia nyata. Pada pengujian sintetis menggunakan software benchmark 3DMark, LX 7G100 mampu menyamai atau bahkan sedikit melampaui kartu grafis legendaris Nvidia RTX 3060. Sayangnya, cerita manis itu langsung sirna saat penguji menggunakannya untuk menjalankan game modern yang menuntut grafis tinggi.

Saat menjalankan game populer Cyberpunk 2077 pada resolusi 1080p dengan bantuan FSR3 Quality, kartu grafis ini hanya mencatat rata-rata 88 FPS. Angka ini tertinggal sangat jauh dari Nvidia RTX 4060 yang menembus 232 FPS dan Intel Arc B580 di angka 243 FPS. Sementara itu, game aksi populer Black Myth: Wukong hanya sanggup menyentuh angka 56 FPS.

Baca Juga

  • Ekosistem AI Alibaba Cloud Diperbarui untuk Era Agentic
  • Keamanan Digital Keluarga: Atasi Kesenjangan Proteksi Siber

Advertisement

Bahkan, game balap populer Forza Horizon 5 terpaksa merangkak di angka 48 FPS. Catatan buruk ini terjadi meskipun penguji sudah menurunkan setelan grafis ke tingkat paling rendah (Low preset). Hal ini menunjukkan bahwa optimasi driver untuk game-game populer masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pabrikan lokal tersebut.

Kemajuan Driver dan Stabilitas Sistem

Meskipun performa gaming aktualnya masih mengecewakan, GPU gaming buatan China ini layak mendapat apresiasi tinggi dari sisi stabilitas sistem. Penguji melaporkan bahwa sebagian besar game modern dapat terbuka dan berjalan lancar tanpa mengalami crash atau mati mendadak. Pencapaian ini jauh lebih baik dibandingkan debut kompetitor lokalnya, Moore Threads MTT S80, yang membutuhkan waktu sangat lama dan puluhan pembaruan driver agar bisa digunakan dengan normal.

Namun, sisi perangkat lunak Lisuan LX 7G100 masih tergolong sangat primitif dan minim fitur penting. Tampilan panel kontrol driver bawaannya sangat sederhana, stabilitas ketika pengguna melakukan overclocking tidak konsisten, serta fitur pemantauan suhu dan beban kerja kartu grafis sangat terbatas. Lebih parah lagi, kartu grafis generasi pertama ini sama sekali belum mendukung teknologi ray tracing di tingkat perangkat keras.

Baca Juga

  • Cara Download Bermuda Remastered Free Fire Terbaru dan Mudah
  • Harga MacBook Neo Indonesia Resmi Mulai Rp 10 Jutaan

Advertisement

Lisuan Technology sendiri mengakui keterbatasan tersebut dan berjanji akan menghadirkan fitur akselerasi ray tracing pada kartu grafis generasi kedua mereka mendatang. Bagi para gamer yang mengutamakan efek visual realistis, absennya fitur ini tentu menjadi pertimbangan besar sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut.

Secara keseluruhan, kehadiran LX 7G100 menjadi tonggak sejarah baru bagi kemandirian industri semikonduktor dalam negeri mereka. Meskipun lompatannya sangat jauh jika dibandingkan dengan purwarupa tahun lalu yang setara GTX 660 Ti, produk ini belum siap bersaing secara komersial di kancah global. Konsumen tentu akan lebih memilih kartu grafis mapan dibanding membeli GPU gaming buatan China yang harganya terlampau mahal namun memiliki performa yang belum optimal ini.

Baca Juga

  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Mei 2026: Klaim TOTS Gratis
  • Jadwal Rilis GTA 6 Resmi, Take-Two Targetkan Rp120 Triliun

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
GPU China Kartu Grafis Gaming Lisuan LX 7G100 Nvidia RTX 3060 Teknologi Semikonduktor
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleKorupsi Makan Bergizi Gratis: KPK Beri Warning Keras
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Aplikasi Forum dari Meta Gabungkan Konsep Reddit dan AI

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 16:55

Aplikasi WPS Office iPad Kini Hadir dengan Fitur Desktop

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 10:55

Ekosistem AI Alibaba Cloud Diperbarui untuk Era Agentic

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 06:55

Keamanan Digital Keluarga: Atasi Kesenjangan Proteksi Siber

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 01:55

Cara Download Bermuda Remastered Free Fire Terbaru dan Mudah

Olin Sianturi22 Mei 2026 | 20:55

Harga MacBook Neo Indonesia Resmi Mulai Rp 10 Jutaan

Olin Sianturi22 Mei 2026 | 15:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Aplikasi Forum dari Meta Gabungkan Konsep Reddit dan AI

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 16:55

Aplikasi WPS Office iPad Kini Hadir dengan Fitur Desktop

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 10:55

Ekosistem AI Alibaba Cloud Diperbarui untuk Era Agentic

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 06:55

Keamanan Digital Keluarga: Atasi Kesenjangan Proteksi Siber

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 01:55

Cara Download Bermuda Remastered Free Fire Terbaru dan Mudah

Olin Sianturi22 Mei 2026 | 20:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.