Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya

23 Mei 2026 | 14:55

Kendaraan Listrik Komersial SAG Max dan REEV Bus Resmi Hadir

23 Mei 2026 | 13:55

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya
  • Kendaraan Listrik Komersial SAG Max dan REEV Bus Resmi Hadir
  • Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus
  • Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: Hidup Mati Alter Ego vs RRQ
  • Aplikasi WPS Office iPad Kini Hadir dengan Fitur Desktop
  • Spesifikasi Infinix Note 50, HP 2 Jutaan dengan Wireless Charging
  • Langganan ShopeeVIP Gratis Duolingo, Ini Cara Klaimnya!
  • Armada Bus Listrik Transjakarta Dipercepat Lewat Sinergi Baru
Sabtu, Mei 23
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya
Berita Tekno

Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya

Iphan SIphan S23 Mei 2026 | 14:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
bahaya sampah antariksa
bahaya sampah antariksa (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Bahaya sampah antariksa kini menjadi ancaman nyata yang mengincar kota-kota besar di dunia, termasuk Jakarta.

Laporan terbaru dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi langit kita saat ini.

Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, rata-rata terdapat satu potong puing luar angkasa yang jatuh kembali ke Bumi setiap harinya.

Baca Juga

  • Langganan ShopeeVIP Gratis Duolingo, Ini Cara Klaimnya!
  • Prosesor Laptop AMD Terbaru Ryzen AI 400 Rilis, Ini Daftarnya

Advertisement

Meski hingga kini belum ada laporan mengenai korban luka serius, para peneliti mengingatkan bahwa risiko bahaya ini terus merangkak naik secara signifikan.

Potensi Jatuhnya Puing Roket yang Tak Terkendali

Sebuah studi komprehensif yang rilis pada tahun 2022 memberikan estimasi yang cukup mengkhawatirkan bagi keselamatan global.

Para ilmuwan memproyeksikan adanya peluang sebesar 10 persen bagi sampah antariksa tak terkendali untuk jatuh dan memicu korban jiwa dalam sepuluh tahun ke depan.

Baca Juga

  • Talenta Digital Indonesia: Telkom Group Raih Penghargaan
  • Masa Depan Teknologi AI dan Dampaknya pada Pekerjaan

Advertisement

Angka ini bukan sekadar statistik kosong, melainkan peringatan keras bagi negara-negara yang berada di jalur lintasan orbit satelit aktif.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa bahaya sampah antariksa skala besar terus meningkat seiring dengan tingginya frekuensi peluncuran misi komersial.

Mengapa Bahaya Sampah Antariksa Lebih Mengancam Global South?

Hal yang paling merisaukan dari fenomena ini adalah ketimpangan risiko geografis yang dihadapi oleh negara-negara berkembang.

Baca Juga

  • Layanan Haji Telkom Group Perkuat Sinyal di Arab Saudi
  • Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya

Advertisement

Wilayah Global South, atau kawasan belahan bumi bagian selatan, memikul risiko yang jauh lebih besar dibandingkan wilayah utara.

Kota-kota padat penduduk seperti Jakarta di Indonesia, Dhaka di Bangladesh, hingga Lagos di Nigeria memiliki kerentanan yang tinggi.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa bahaya sampah antariksa ini tidak tersebar merata secara geografis.

Baca Juga

  • Strategi Laptop Acer Hadapi MacBook Neo dan Rupiah Lemah
  • Prosesor AMD Ryzen AI Max Rilis, Dukung RAM Jumbo 192GB

Advertisement

Bahkan, kota-kota tersebut berpotensi tiga kali lipat lebih sering kejatuhan bekas peluncur roket dibandingkan kota metropolitan dunia lainnya seperti New York, Beijing, atau Moskow.

Kepadatan Orbit Bumi yang Mengkhawatirkan

Saat ini, ruang hampa di sekitar planet kita tidak lagi sepi, melainkan dipenuhi oleh jutaan ton limbah logam.

Data pelacakan menunjukkan ada sekitar 25 ribu objek buatan manusia berukuran di atas 10 sentimeter yang terus mengorbit tanpa kendali.

Baca Juga

  • Laporan Keuangan SpaceX Bocor: Rugi Triliunan Demi AI
  • Operasi Intelijen Digital Jadi Sorotan BSSN di Forum Nasional

Advertisement

Di luar jumlah tersebut, terdapat jutaan fragmen mikro yang terlalu kecil untuk dipantau namun bergerak dengan kecepatan ribuan kilometer per jam.

Secara akumulatif, bobot material bekas satelit dan roket yang menyelimuti Bumi diperkirakan menembus angka 9.000 ton.

Keberadaan ribuan ton logam ini menciptakan efek domino yang sewaktu-waktu dapat meluncur deras menembus atmosfer.

Baca Juga

  • Aturan Wajib Nomor HP Medsos Didukung XL, Ini Detailnya
  • Verifikasi nomor HP medsos wajib, operator seluler siap dukung

Advertisement

Fenomena Hujan Api yang Disaksikan Astronaut

Proses jatuhnya puing luar angkasa ini bukan lagi sekadar teori di atas kertas, melainkan pemandangan nyata yang mengerikan.

Astronaut NASA, Chris Williams, sempat menyaksikan langsung peristiwa dramatis ini dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Saat ISS melintas di atas langit Afrika Barat, Williams melihat sebuah objek logam besar memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga

  • Integrasi Jaringan XLSmart Capai 70%, Sinyal 5G Meluas
  • Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

Advertisement

Objek tersebut langsung terbakar hebat dan terpecah menjadi ratusan serpihan api yang menyala terang di kegelapan malam.

Williams menggambarkan kejadian tersebut bagaikan pertunjukan kembang api raksasa yang sangat memukau sekaligus menegangkan.

Tantangan Teknologi dan Konvensi Internasional

Secara teori, sebagian besar komponen pendorong roket dirancang untuk terbakar habis saat bergesekan dengan atmosfer tebal Bumi.

Baca Juga

  • Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya
  • Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Advertisement

Meskipun sebagian besar material dirancang untuk terbakar habis di atmosfer, ketahanan material modern justru memperparah bahaya sampah antariksa bagi penduduk Bumi.

Kini, produsen menggunakan material baru yang lebih kuat dan tahan panas ekstrem demi efisiensi biaya peluncuran.

Sayangnya, ketangguhan material ini membuat puing-puing roket lebih awet dan mampu bertahan hidup hingga menyentuh permukaan tanah.

Baca Juga

  • Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari
  • Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Advertisement

Secara hukum, Konvensi Tanggung Jawab Internasional 1972 (Liability Convention) mengatur bahwa negara peluncur wajib bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh objek luar angkasa mereka.

Namun, proses pembuktian dan ganti rugi sering kali memakan waktu lama dan birokrasi yang sangat rumit.

Di Indonesia sendiri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memantau pergerakan objek jatuh guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Baca Juga

  • Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun
  • Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi

Advertisement

Untuk mengantisipasi hal ini, sejumlah lembaga antariksa mulai merancang teknologi pembersih orbit guna menekan bahaya sampah antariksa sebelum menimbulkan korban jiwa.

Upaya mitigasi secara global kini mendesak untuk segera diimplementasikan oleh seluruh negara peluncur satelit.

Tanpa langkah penanganan yang konkret, ancaman jatuhnya logam seberat puluhan ton akan terus menghantui wilayah perkotaan padat.

Baca Juga

  • Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman
  • Asal-usul Hajar Aswad secara Ilmiah: Benarkah dari Meteorit?

Advertisement

Kesadaran global dan regulasi ketat menjadi kunci utama dalam meminimalisasi bahaya sampah antariksa demi keselamatan populasi manusia di Bumi.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Jakarta keselamatan bumi NASA puing roket Sampah Antariksa
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleKendaraan Listrik Komersial SAG Max dan REEV Bus Resmi Hadir
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Langganan ShopeeVIP Gratis Duolingo, Ini Cara Klaimnya!

Iphan S23 Mei 2026 | 08:55

Prosesor Laptop AMD Terbaru Ryzen AI 400 Rilis, Ini Daftarnya

Iphan S23 Mei 2026 | 04:55

Talenta Digital Indonesia: Telkom Group Raih Penghargaan

Ana Octarin22 Mei 2026 | 18:55

Masa Depan Teknologi AI dan Dampaknya pada Pekerjaan

Iphan S22 Mei 2026 | 13:55

Layanan Haji Telkom Group Perkuat Sinyal di Arab Saudi

Iphan S22 Mei 2026 | 08:55

Pasar Smartphone Asia Tenggara Lesu, Samsung Malah Berjaya

Ana Octarin22 Mei 2026 | 03:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Langganan ShopeeVIP Gratis Duolingo, Ini Cara Klaimnya!

Iphan S23 Mei 2026 | 08:55

Prosesor Laptop AMD Terbaru Ryzen AI 400 Rilis, Ini Daftarnya

Iphan S23 Mei 2026 | 04:55

Talenta Digital Indonesia: Telkom Group Raih Penghargaan

Ana Octarin22 Mei 2026 | 18:55

Masa Depan Teknologi AI dan Dampaknya pada Pekerjaan

Iphan S22 Mei 2026 | 13:55

Layanan Haji Telkom Group Perkuat Sinyal di Arab Saudi

Iphan S22 Mei 2026 | 08:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.