TechnonesiaID - Otoritas peradilan China resmi melaksanakan hukuman mati terhadap pembunuh bos Yoozoo Games setelah kasus keracunan tragis yang menewaskan miliarder Lin Qi pada tahun 2020 silam. Eksekusi terhadap Xu Yao, mantan eksekutif di perusahaan game tersebut, berlangsung pada 21 Mei 2024. Kasus ini sempat mengguncang industri hiburan global karena korban merupakan salah satu produser kunci dari serial fiksi ilmiah populer di Netflix.
Yoozoo Games mengonfirmasi kabar eksekusi tersebut melalui pernyataan resmi kepada publik. Pihak manajemen mengungkapkan rasa lega sekaligus duka mendalam yang masih menyelimuti keluarga besar mendiang Lin Qi. Mereka menegaskan bahwa keadilan hukum di China kini telah ditegakkan dengan seadil-adilnya.
Rekam Jejak Kriminal Pembunuh Bos Yoozoo Games
Kasus ini bermula dari perselisihan internal yang memicu dendam membara di hati Xu Yao. Sebagai seorang pengacara profesional lulusan luar negeri, Xu awalnya mendapat kepercayaan penuh dari Lin Qi untuk memimpin anak perusahaan bernama Three-Body Universe pada tahun 2018. Anak perusahaan ini mengelola hak kekayaan intelektual dari novel fiksi ilmiah legendaris karya Liu Cixin, Remembrance of Earth’s Past.
Baca Juga
Advertisement
Namun, hubungan kerja keduanya mulai retak ketika Lin Qi memutuskan untuk memangkas gaji Xu Yao dan memindahkan wewenangnya kepada eksekutif lain. Keputusan ini membuat Xu merasa terhina setelah dirinya berkontribusi besar dalam mengamankan kesepakatan adaptasi film dengan raksasa streaming Netflix.
Rasa sakit hati tersebut mendorong sang pembunuh bos Yoozoo Games untuk merencanakan aksi pembunuhan yang sangat rapi dan keji. Xu Yao membangun laboratorium rahasia di pinggiran kota Shanghai untuk meracik berbagai zat mematikan. Ia bahkan menguji coba racun tersebut pada hewan peliharaan sebelum memberikannya kepada korban.
Xu dilaporkan membeli lebih dari seratus jenis bahan kimia berbahaya melalui pasar gelap internet. Ia mencampurkan berbagai zat mematikan, termasuk racun ikan buntal (tetrodotoxin) dan merkuri, untuk memastikan targetnya tidak dapat bertahan hidup. Metode yang sangat terencana ini menunjukkan tingkat kejahatan yang luar biasa dingin.
Baca Juga
Advertisement
Perselisihan Bisnis Berujung Tragedi Racun Probiotik
Pada musim gugur 2020, Xu menyamarkan racun mematikan tersebut ke dalam bentuk pil probiotik harian. Lin Qi yang tidak menaruh curiga mengonsumsi pil tersebut hingga jatuh sakit parah pada pertengahan Desember 2020. Miliarder berusia 39 tahun itu akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah sembilan hari berjuang di rumah sakit.
Polisi bergerak cepat dan langsung menahan Xu Yao beberapa hari setelah Lin Qi dilarikan ke rumah sakit. Pengadilan Menengah Rakyat Shanghai menggambarkan tindakan hukum yang diambil terhadap pembunuh bos Yoozoo Games ini sebagai konsekuensi dari kejahatan yang sangat terencana. Hakim menyebut taktik pembunuhan yang menggunakan racun campuran tersebut sebagai tindakan yang sangat keji dan dingin.
Selama persidangan, terungkap bahwa Xu tidak hanya meracuni Lin Qi. Ia juga meracuni empat rekan kerja lainnya di kantor yang ia anggap sebagai pesaing politiknya di perusahaan. Beruntung, keempat rekan kerja tersebut berhasil selamat setelah mendapatkan perawatan medis intensif, meskipun mengalami kerusakan organ yang cukup serius.
Baca Juga
Advertisement
Warisan Lin Qi dan Kesuksesan Global 3 Body Problem
Kematian tragis Lin Qi menyisakan duka mendalam bagi dunia game dan perfilman fiksi ilmiah. Yoozoo Games, yang ia dirikan di Shanghai pada tahun 2009, merupakan pengembang di balik game strategi populer Game of Thrones: Winter Is Coming. Berkat kepemimpinan Lin, perusahaan ini berhasil menembus pasar internasional dan mencatatkan valuasi triliunan rupiah.
Sebelum wafat, Lin Qi memiliki mimpi besar untuk membawa karya sastra China ke panggung dunia melalui serial 3 Body Problem. Netflix akhirnya merilis adaptasi serial tersebut pada awal tahun 2024, yang langsung melejit menjadi salah satu tontonan paling banyak disaksikan secara global. Nama Lin Qi tetap dicantumkan secara anumerta sebagai produser eksekutif untuk menghormati visinya.
Serial tersebut digarap oleh kreator terkenal David Benioff dan D.B. Weiss, yang sebelumnya sukses besar dengan Game of Thrones. Keberhasilan adaptasi ini membuktikan bahwa visi bisnis Lin Qi sangat brilian, meskipun ia harus kehilangan nyawa sebelum sempat melihat karyanya dinikmati jutaan penonton dunia.
Baca Juga
Advertisement
Buku trilogi fiksi ilmiah asli karya Liu Cixin sendiri telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia. Kesuksesan adaptasi Netflix membuktikan bahwa visi Lin Qi melampaui zamannya, meskipun ia tidak sempat menyaksikan mahakarya tersebut tayang di layar kaca.
Kini, dengan berakhirnya proses hukum terhadap pembunuh bos Yoozoo Games, industri teknologi dan hiburan di China berharap kasus kelam ini tidak terulang kembali. Publik global kini dapat mengenang warisan kreatif Lin Qi dengan tenang, sementara keadilan hukum telah sepenuhnya ditegakkan di atas tanah Shanghai.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA