TechnonesiaID - Program Samsung Solve for Tomorrow kini kembali membuka kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia untuk menyalurkan ide kreatif mereka. Kompetisi tingkat nasional ini menantang para pelajar dan mahasiswa untuk menciptakan solusi nyata atas berbagai masalah sosial di sekitar mereka. Dengan memanfaatkan pendekatan teknologi, sains, dan matematika, program ini menjadi wadah inkubasi yang sangat dinamis.
Kehadiran kompetisi ini menjadi angin segar di tengah pesatnya perkembangan ekosistem digital tanah air. Generasi muda tidak lagi hanya berperan sebagai konsumen teknologi, melainkan aktif sebagai pencipta solusi inovatif. Melalui wadah ini, ide-ide segar dari ruang kelas dapat diwujudkan menjadi aplikasi konkret yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini adalah lahirnya aplikasi inovatif bernama Gesti Talk. Inovasi luar biasa ini merupakan karya dari tim KYGB, kelompok mahasiswa kreatif dari Universitas Bina Nusantara Alam Sutera. Mereka sukses meraih Juara 3 kategori Universitas pada gelaran Samsung Solve for Tomorrow sebelumnya.
Baca Juga
Advertisement
Tim KYGB yang beranggotakan Nathanael Setiorahardjo, Bonaventura Jonathan Tanujaya, Kelvin Leandi, dan Gavinn Aloys menciptakan Gesti Talk untuk mengatasi kesenjangan komunikasi bagi teman tuli. Aplikasi ini mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menerjemahkan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) secara langsung. Penemuan ini membuktikan bahwa teknologi inklusif sangat mendesak untuk dikembangkan demi kesetaraan akses komunikasi.
Melalui kamera ponsel pintar, fitur Computer Vision pada Gesti Talk mendeteksi koordinat gerakan tangan pengguna. Sistem kemudian mengubah gerakan tersebut menjadi teks atau suara secara instan dan akurat. Nathanael Setiorahardjo selaku ketua tim menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap minimnya jumlah penerjemah bahasa isyarat yang mudah diakses publik.
Pengembangan inovasi teknologi AI ini terbukti memberikan dampak sosial yang masif, khususnya bagi penyandang disabilitas sensorik rungu di Indonesia. Integrasi AI berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) dalam aplikasi ini memungkinkan sistem memahami konteks kalimat isyarat secara lebih mendalam, bukan sekadar kata per kata. Hal ini membuat proses komunikasi dua arah berjalan jauh lebih natural dan efisien.
Baca Juga
Advertisement
Syarat dan Tema Utama Samsung Solve for Tomorrow
Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak sukses tim KYGB, pendaftaran untuk edisi terbaru masih terbuka lebar. Kompetisi bergengsi ini mengusung tiga pilar tema besar yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Calon peserta dapat memilih salah satu fokus bidang yang ingin mereka kembangkan.
Ketiga tema utama tersebut meliputi:
- Sustainability & Environment: Berfokus pada solusi pengurangan jejak karbon, energi terbarukan, dan pengelolaan sampah pintar.
- Sport & Technology: Mendorong integrasi aktivitas fisik, kesehatan, dan olahraga dengan teknologi digital interaktif.
- Education: Berfokus pada pemerataan akses belajar mengajar yang lebih interaktif dan inklusif di seluruh pelosok negeri.
Kompetisi ini terbuka bagi pelajar aktif tingkat SMA, SMK, MA sederajat, serta mahasiswa aktif jenjang D3, D4, hingga S1 di seluruh penjuru Indonesia. Melalui ajang Samsung Solve for Tomorrow, peserta tidak hanya berkompetisi memperebutkan hadiah menarik, tetapi juga mendapatkan bimbingan intensif dari para profesional. Kolaborasi lintas disiplin ilmu sangat disarankan agar solusi yang diajukan memiliki sudut pandang yang komprehensif.
Baca Juga
Advertisement
Proses bimbingan atau mentoring ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penajaman ide dasar, validasi masalah, hingga pengembangan prototipe teknologi. Kurikulum pelatihan dirancang secara komprehensif agar setiap tim mampu menghasilkan solusi yang benar-benar siap guna dan berdampak luas bagi masyarakat. Para mentor yang berpengalaman akan mendampingi proses riset hingga implementasi teknis kecerdasan buatan.
Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun kapabilitas generasi muda. Program ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan masa depan (future skills) melalui kompetisi STEM anak muda yang fokus pada pemecahan masalah secara kreatif. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas di masa mendatang.
Dukungan penuh dari para ahli selama program Samsung Solve for Tomorrow berlangsung menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada kompetisi sejenis lainnya. Peserta akan diajarkan bagaimana mengintegrasikan konsep STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dengan empati sosial untuk menghasilkan inovasi yang tepat guna. Pendekatan ini memastikan bahwa teknologi yang diciptakan memiliki nilai guna yang tinggi bagi kemanusiaan.
Baca Juga
Advertisement
Mengingat pentingnya persiapan berkas dan proposal, para calon peserta diimbau untuk segera mendaftarkan kelompoknya. Proses pendaftaran akan resmi ditutup pada tanggal 29 Mei 2026 mendatang. Seluruh proses registrasi dan pengunggahan proposal dapat diakses secara mudah melalui situs resmi penyelenggara tanpa dipungut biaya apa pun.
Oleh karena itu, keikutsertaan dalam Samsung Solve for Tomorrow menjadi langkah awal yang sangat strategis bagi Anda yang ingin membawa perubahan positif di lingkungan sekitar. Jangan ragu untuk mengeksplorasi ide-ide out-of-the-box yang mampu menjawab tantangan di bidang lingkungan, olahraga, maupun pendidikan. Kolaborasi tim yang solid akan menjadi kunci utama dalam memenangkan kompetisi bergengsi ini.
Persiapkan tim terbaik Anda sekarang juga, susun proposal inovasi yang solutif, dan jadilah bagian dari agen perubahan masa depan. Jangan lewatkan kesempatan emas ini dan segera daftarkan tim terbaik Anda dalam program Samsung Solve for Tomorrow sebelum batas waktu berakhir.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA