Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Realme C100 Series Indonesia Segera Rilis, Bawa Desain Mewah

24 April 2026 | 00:55

Tablet Multitasking Paling Murah 2026, Cuma 1 Jutaan!

23 April 2026 | 23:55

Dampak AI Bagi Karyawan Kantor: Jadi Bos yang Micromanaging?

23 April 2026 | 22:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Realme C100 Series Indonesia Segera Rilis, Bawa Desain Mewah
  • Tablet Multitasking Paling Murah 2026, Cuma 1 Jutaan!
  • Dampak AI Bagi Karyawan Kantor: Jadi Bos yang Micromanaging?
  • Harga Hyundai Ioniq 5 Bekas April 2026: Turun Drastis!
  • Bahaya Modus Silent Call: Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya
  • Spesifikasi Asus Pad Terbaru: Tablet OLED Tipis Baterai 9.000 mAh
  • ChromeOS Flex Google Terbaru: Cara Ampuh Hidupkan Laptop Lama
  • Mobil Bekas di Bawah 50 Juta: 7 Rekomendasi Terbaik dan Irit
Jumat, April 24
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Aplikasi » 3 Langkah Mudah Atasi Transparansi Berlebih iOS 26 Liquid Glass
Aplikasi

3 Langkah Mudah Atasi Transparansi Berlebih iOS 26 Liquid Glass

Olin SianturiOlin Sianturi21 Oktober 2025 | 17:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
iOS 26 Liquid Glass, Cara Mengurangi Transparansi
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Merasa tampilan iOS 26 Liquid Glass terlalu transparan? Apple akhirnya merilis fitur baru di iOS 26.1 beta yang memungkinkan Anda mengatur dan mengurangi transparansi.

Peluncuran iOS 26 bulan lalu disambut dengan antusiasme sekaligus kontroversi. Salah satu perubahan terbesar yang dibawa oleh pembaruan sistem operasi ini adalah desain ulang antarmuka yang masif, lengkap dengan fitur visual baru yang disebut Liquid Glass UI.

Desain ini memang terlihat segar, modern, dan membawa nuansa baru bagi ekosistem Apple. Namun, seperti halnya setiap perubahan radikal, Liquid Glass UI mendapatkan reaksi yang beragam dari para pengguna dan kritikus teknologi.

Baca Juga

  • Biaya per Juta Token AI Jadi Standar Baru Infrastruktur Masa Depan
  • Fitur WhatsApp Plus Berbayar Resmi Diuji Coba, Segini Harganya

Advertisement

Sebagian besar pengguna memuji tampilan yang lebih dinamis. Namun, keluhan utama yang muncul di forum-forum adalah satu hal: desain tersebut terlalu transparan. Transparansi berlebihan ini, bagi sebagian orang, justru mengganggu dan mengurangi fungsionalitas (usability) perangkat.

Memahami Kontroversi Desain iOS 26 Liquid Glass

Sejak pertama kali diluncurkan, Apple memang berniat untuk memberikan tampilan yang lebih hidup melalui antarmuka Liquid Glass. Konsepnya adalah menggunakan efek buram (blur) dan transparansi yang tinggi, membuat elemen-elemen UI terlihat seperti mengapung di atas wallpaper atau konten di belakangnya.

Efek ini memang memberikan kedalaman visual. Sayangnya, visual yang terlalu transparan dapat membuat teks, ikon, atau elemen kontrol tertentu menjadi sulit dibaca, terutama jika wallpaper yang digunakan memiliki warna yang ramai atau terang.

Baca Juga

  • Fitur Quick Share Samsung Apple Kini Bisa Kirim ke iPhone
  • Fitur Tap to Share Android Segera Rilis, Berbagi File Lebih Cepat

Advertisement

Kritikus bahkan menyamakan gaya desain Liquid Glass UI ini dengan desain Aero Glass yang pernah populer di sistem operasi Windows Vista. Meskipun niatnya baik, Vista dikenal memiliki masalah performa dan tampilan yang, bagi sebagian orang, terlalu “berkilauan” dan kurang praktis.

Apple sendiri sudah menyadari masalah ini. Sejak beta pertama iOS 26 dirilis, Apple telah melakukan penyesuaian untuk mengurangi tingkat transparansi. Versi rilis final dari iOS 26 sudah jauh lebih baik dibandingkan draf awalnya.

Meskipun demikian, bagi pengguna yang sensitif terhadap visual atau membutuhkan kontras tinggi demi alasan aksesibilitas, tingkat transparansi saat ini masih dianggap terlalu tinggi.

Baca Juga

  • Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya
  • Wikipedia Terancam Blokir Komdigi: Ultimatum Pendaftaran PSE

Advertisement

Solusi yang Dinanti: Fitur Baru di iOS 26.1 Beta

Kabar baiknya, Apple mendengarkan keluhan penggunanya. Dalam pembaruan beta terbaru iOS 26.1 yang baru saja dirilis, Apple menyertakan fitur yang sangat dinanti-nanti. Fitur ini secara langsung mengatasi masalah transparansi berlebihan pada iOS 26 Liquid Glass.

Dalam rilis beta ini, Apple menambahkan sebuah toggle (tombol pintas) yang memungkinkan pengguna untuk secara manual mengatur atau bahkan sepenuhnya menonaktifkan efek transparansi pada antarmuka. Fitur ini memberikan kendali penuh kepada pengguna atas pengalaman visual mereka.

Penambahan opsi kustomisasi ini menunjukkan bahwa Apple terus berupaya menyeimbangkan antara estetika desain modern dan kebutuhan praktis pengguna.

Baca Juga

  • Aplikasi Google untuk Windows Rilis, Bawa Fitur Mirip MacOS
  • Fitur AI Google Pixel 10: Revolusi Edit Foto Tanpa Laptop

Advertisement

Mengapa Kustomisasi Transparansi Penting?

Fitur untuk mengurangi transparansi bukan sekadar preferensi estetika, melainkan juga isu penting terkait aksesibilitas. Bagi pengguna yang memiliki gangguan penglihatan atau kondisi seperti astigmatisme, transparansi tinggi dapat menyebabkan ketegangan mata, karena mata harus bekerja lebih keras untuk membedakan antara latar depan dan latar belakang.

Beberapa elemen yang paling terpengaruh oleh transparansi Liquid Glass UI meliputi:

  • Layar Notifikasi dan Widget.
  • Latar belakang Dock dan Folder.
  • Menu Kontrol Pusat (Control Center).

Dengan adanya tombol kustomisasi, pengguna kini dapat memastikan bahwa UI memiliki kontras yang cukup, sehingga pengalaman menggunakan iPhone menjadi lebih nyaman dan inklusif bagi semua kalangan.

Baca Juga

  • Perlindungan Anak di Ruang Digital: TikTok Hapus 780 Ribu Akun
  • Cara Matikan Dering WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Aplikasi

Advertisement

Panduan 3 Langkah: Cara Mengurangi Transparansi iOS 26 Liquid Glass

Meskipun fitur ini masih berada dalam tahap beta, pengguna yang sudah menjajal iOS 26.1 beta dapat mengakses pengaturan baru ini dengan mudah. Opsi ini biasanya diletakkan dalam kategori pengaturan visual atau aksesibilitas.

Berikut adalah perkiraan langkah yang perlu Anda ikuti untuk mengaktifkan opsi mengurangi transparansi:

1. Akses Pengaturan Tampilan dan Aksesibilitas

Langkah pertama adalah membuka aplikasi “Pengaturan” pada iPhone Anda. Cari bagian yang berhubungan dengan tampilan atau aksesibilitas. Apple sering kali menempatkan kontrol visual ini di bawah menu “Aksesibilitas” atau “Tampilan & Kecerahan.”

Baca Juga

  • Keamanan Data di Era AI: Waspadai Serangan Siber yang Makin Canggih
  • Update Software Mobil Listrik BYD Tembus 200 Kali Setahun

Advertisement

Tips SEO: Jika Anda ingin menonaktifkan efek Liquid Glass sepenuhnya, masuk ke menu yang mengatur tampilan visual antarmuka.

2. Cari Opsi “Reduce Transparency” atau “Pengaturan Liquid Glass”

Di dalam menu terkait, carilah opsi yang dinamakan “Kurangi Transparansi” (Reduce Transparency) atau yang secara spesifik mengontrol efek Liquid Glass. Opsi ini mungkin berupa slider (penggeser) untuk mengatur tingkat buram atau berupa tombol toggle sederhana (On/Off).

Jika fitur ini berupa slider, Anda dapat menyesuaikannya sesuai tingkat kenyamanan visual Anda, memberikan fleksibilitas total untuk menemukan titik keseimbangan antara estetika desain dan keterbacaan.

Baca Juga

  • Tombol Skip Iklan YouTube Sulit Ditekan, Pengguna Mulai Protes
  • Aplikasi XChat Pesaing WhatsApp Meluncur, Cek Fitur Unggulannya

Advertisement

3. Verifikasi Perubahan pada Antarmuka

Setelah Anda mengaktifkan atau menyesuaikan tingkat transparansi, segera keluar dari menu Pengaturan dan perhatikan perubahan pada elemen UI, seperti Dock, Control Center, atau Notification Center.

Anda akan melihat bahwa latar belakang elemen-elemen tersebut kini memiliki warna buram yang lebih solid, meningkatkan kontras dengan teks dan ikon. Ini secara signifikan akan meningkatkan keterbacaan, terutama di bawah kondisi pencahayaan yang sulit atau saat menggunakan wallpaper yang sibuk.

Dampak Jangka Panjang Fitur Kustomisasi Liquid Glass

Fitur baru di iOS 26.1 ini menandai komitmen Apple untuk mendengarkan umpan balik pengguna secara cepat. Desain Liquid Glass UI memang inovatif, tetapi memberikan opsi kustomisasi adalah kunci untuk memastikan bahwa desain tersebut dapat diterima secara luas.

Baca Juga

  • Larangan Media Sosial Anak Sasar 70 Juta Warga Indonesia
  • Paket Pro ChatGPT Terbaru Resmi Rilis, Intip Fitur Codex

Advertisement

Kehadiran toggle untuk mengatur transparansi ini tidak hanya memperbaiki masalah estetika, tetapi juga memperkuat fokus Apple pada aksesibilitas. Ini adalah langkah yang cerdas, memastikan bahwa jutaan pengguna, terlepas dari preferensi atau kebutuhan visual mereka, dapat menikmati pembaruan iOS terbaru tanpa mengorbankan fungsionalitas.

Dengan adanya kemampuan untuk mengatur sendiri transparansi Liquid Glass, pengguna kini tidak perlu lagi merasa terganggu dengan tampilan yang terlalu terbuka. Sebaliknya, mereka bisa menikmati desain yang segar dengan kenyamanan visual yang optimal.

Baca Juga

  • Fitur Vertical Tabs Chrome Resmi Rilis, Multitasking Makin Mudah
  • Harga paket ChatGPT Pro terbaru Turun Drastis Demi Saingi Claude

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Apple Fitur iOS iOS 26 iOS 26.1 beta Liquid Glass
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article3 Alasan Redmi K90 Pro Max Wajib Beli: Audio Bose 2.1 Guncang!
Next Article Galaxy Z Series: Galaxy AI dan Google Gemini Tingkatkan Produktivitas Semua Generasi
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Biaya per Juta Token AI Jadi Standar Baru Infrastruktur Masa Depan

Olin Sianturi23 April 2026 | 15:55

Stok Mac Mini RAM Besar Langka, Diborong Untuk Olah AI Lokal?

Olin Sianturi22 April 2026 | 16:55

Fitur WhatsApp Plus Berbayar Resmi Diuji Coba, Segini Harganya

Iphan S22 April 2026 | 06:55

Fitur Quick Share Samsung Apple Kini Bisa Kirim ke iPhone

Olin Sianturi21 April 2026 | 20:55

Chief Hardware Officer Apple: Johny Srouji Pimpin Era Baru

Ana Octarin21 April 2026 | 09:55

Bocoran Warna iPhone 18 Pro Terungkap, Ada Varian Dark Cherry!

Olin Sianturi21 April 2026 | 03:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

Tablet Samsung 2 jutaan terbaik Galaxy Tab A11 Update 7 Tahun

22 April 2026 | 15:55

Mitigasi Penyalahgunaan Nama Domain: PANDI dan TNN Kolaborasi

18 April 2026 | 12:55

Blokir Wikipedia di Indonesia Segera Berlaku Jika Tak Daftar PSE

21 April 2026 | 18:55
Terbaru

Biaya per Juta Token AI Jadi Standar Baru Infrastruktur Masa Depan

Olin Sianturi23 April 2026 | 15:55

Stok Mac Mini RAM Besar Langka, Diborong Untuk Olah AI Lokal?

Olin Sianturi22 April 2026 | 16:55

Fitur WhatsApp Plus Berbayar Resmi Diuji Coba, Segini Harganya

Iphan S22 April 2026 | 06:55

Fitur Quick Share Samsung Apple Kini Bisa Kirim ke iPhone

Olin Sianturi21 April 2026 | 20:55

Chief Hardware Officer Apple: Johny Srouji Pimpin Era Baru

Ana Octarin21 April 2026 | 09:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.