Pelanggan tidak lagi hanya perlu melihat harga dan jumlah gigabyte ketika memilih paket. Perlakuan terhadap kuota yang tersisa juga menjadi informasi penting yang perlu diketahui.
Di sisi lain, operator memiliki pekerjaan tambahan untuk memastikan pilihan paket, informasi penggunaan, mekanisme perlindungan sisa kuota, hingga layanan pengaduan berjalan sesuai ketentuan.
Baca Juga :
Meski begitu, pelanggan tetap perlu memahami mekanisme yang ditawarkan masing-masing operator. Bentuk perlindungan sisa kuota dapat berbeda karena aturan memberikan sejumlah pilihan mekanisme, seperti akumulasi, perpanjangan masa aktif, aktivasi manfaat, pembaruan, atau pengembalian dana.
Karena itu, perubahan ini bukan berarti seluruh paket internet otomatis memiliki mekanisme yang sama.
Yang menjadi garis besarnya adalah sisa kuota yang sudah menjadi hak pelanggan harus mendapatkan perlakuan yang sesuai dan tidak boleh dibebani biaya tambahan hanya karena alasan perpanjangan masa aktif.
Baca Juga :
Aturan tersebut sekaligus menandai perubahan penting dalam hubungan antara pelanggan dan operator seluler. Jika sebelumnya perhatian konsumen lebih banyak tertuju pada harga paket dan besarnya kuota, kini transparansi serta perlakuan terhadap sisa kuota juga menjadi bagian penting dari layanan.
Pada akhirnya, efektivitas aturan Komdigi ini akan terlihat dari penerapannya. Bagi pelanggan, perubahan tersebut setidaknya memberikan dasar yang lebih kuat untuk mengetahui dan memperjuangkan hak atas kuota yang sudah dibeli.