Menurutnya, pemerataan konektivitas tidak berhenti ketika jaringan sudah tersedia. Infrastruktur digital harus diikuti pemanfaatan yang produktif sehingga akses internet mampu memberikan dampak ekonomi secara nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Ajak Industri Telekomunikasi Berkolaborasi
Pengembangan konektivitas juga tidak bisa dilakukan pemerintah seorang diri. Wayan menilai diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem telekomunikasi.
Baca Juga :
Pemerintah, operator, vendor, akademisi, regulator, hingga masyarakat memiliki peran dalam memastikan perkembangan industri telekomunikasi berjalan lebih baik.
"Vendor, akademisi, regulator, operator, masyarakat itu juga harus semua berkolaborasi untuk meningkatkan bagaimana layanan telekomunikasi ini lebih baik ke depannya," tuturnya.
Pesan mengenai kolaborasi tersebut turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel 2026. Salah satu kegiatan yang digelar adalah turnamen mini soccer yang diikuti 12 tim dan menjadi penyelenggaraan keempat.
Baca Juga :
Bagi Wayan, kegiatan olahraga tersebut bukan hanya menjadi ajang pertandingan. Kegiatan itu juga dimaknai sebagai sarana mempererat hubungan antar-pelaku industri sekaligus menggambarkan pentingnya kerja sama dalam membangun sektor telekomunikasi.
Komdigi Bawa Pesan “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”
Dalam peringatan Hari Bhakti Postel 2026, Wayan juga mengaitkan perkembangan sektor telekomunikasi dengan tiga tagline Komdigi, yaitu “terhubung, tumbuh, dan terjaga”.
Ketiganya menggambarkan kebutuhan untuk menjaga konektivitas, mendorong pertumbuhan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memastikan ruang digital tetap digunakan secara positif.
Baca Juga :
Dengan cakupan Internet Indonesia yang sudah mencapai 98,9% di wilayah berpopulasi, tantangan berikutnya menjadi semakin jelas. Pemerintah kini tidak hanya dituntut membawa jaringan ke lebih banyak daerah, tetapi juga memastikan konektivitas digital tersebut berkualitas dan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.