Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Penyebab Ledakan Nuklir Chernobyl: Tombol Error Picu Kiamat

29 Maret 2026 | 08:53

Promo TV LED 50 Inci Transmart: Diskon Gede Harga Miring!

29 Maret 2026 | 08:22

Mesin Cuci Portable Low Watt Terbaik 2026 untuk Hunian Sempit

29 Maret 2026 | 07:54
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Penyebab Ledakan Nuklir Chernobyl: Tombol Error Picu Kiamat
  • Promo TV LED 50 Inci Transmart: Diskon Gede Harga Miring!
  • Mesin Cuci Portable Low Watt Terbaik 2026 untuk Hunian Sempit
  • Astronaut NASA Mendadak Bisu di ISS, Evakuasi Medis Pertama!
  • Kecepatan Browsing Android Terbaru Lampaui iOS, Google Beri Bukti
  • Dispenser Galon Bawah Polytron PWC 778: Solusi Air Higienis 2026
  • Kebocoran Data Password Global Mengancam 16 Miliar Akun
  • V2 Gundam GBO2 Spring Festival Hadirkan Unit Raid Legendaris
Minggu, Maret 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024 Berlangsung Lebih dari Sebulan
Berita Tekno

Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024 Berlangsung Lebih dari Sebulan

Jundi AmrullahJundi Amrullah21 April 2025 | 17:19
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Laporan terbaru dari analis Kaspersky Incident Response menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga serangan siber sepanjang 2024 merupakan serangan jangka panjang. Tepatnya, 35,2% dari serangan yang ditangani berlangsung lebih dari satu bulan, menandakan bahwa pelaku semakin mampu bertahan di sistem korban dalam waktu lama.

Rata-rata waktu serangan siber tersebut, berdasarkan pengukuran median, mencapai 253 hari. Ini menunjukkan bahwa banyak serangan terjadi secara diam-diam dalam jangka panjang, membuatnya sulit terdeteksi sejak awal oleh sistem keamanan organisasi.

Sementara itu, durasi rata-rata yang dibutuhkan untuk merespons insiden tercatat sekitar 50 jam. Angka ini menggambarkan tantangan yang dihadapi tim keamanan siber dalam menangani serangan kompleks yang membutuhkan analisis mendalam dan penanganan menyeluruh.

Baca Juga

  • Penyebab Ledakan Nuklir Chernobyl: Tombol Error Picu Kiamat
  • Astronaut NASA Mendadak Bisu di ISS, Evakuasi Medis Pertama!

Advertisement

Kerusakan utama yang ditimbulkan oleh serangan jangka panjang umumnya berupa enkripsi data dan kebocoran informasi sensitif. Kedua dampak ini bisa menyebabkan kerugian besar bagi organisasi, baik secara finansial maupun reputasi.

Dalam sebagian besar kasus, titik masuk awal serangan dilakukan melalui eksploitasi celah pada aplikasi publik, penyalahgunaan hubungan kepercayaan, serta pemanfaatan akun pengguna yang sah. Teknik-teknik ini semakin mempersulit deteksi dini terhadap serangan.

Kepala Tim Tanggap Darurat Global Kaspersky, Konstantin Sapronov, menyatakan bahwa ketahanan para pelaku siber semakin meningkat seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, perusahaan tidak cukup hanya dengan merespons, tapi juga harus mengambil langkah preventif untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang.

Baca Juga

  • Kebocoran Data Password Global Mengancam 16 Miliar Akun
  • Fenomena Pink Moon 2026: Jadwal dan Cara Melihat di Indonesia

Advertisement

Kaspersky menekankan pentingnya implementasi sistem keamanan yang kokoh, serta keterlibatan tenaga profesional berkualifikasi. Penggunaan layanan seperti Managed Detection and Response (MDR) dan Incident Response menjadi solusi untuk menghadapi serangan yang canggih dan sulit diidentifikasi secara manual.

Layanan keamanan ini juga dirancang untuk membantu organisasi dalam seluruh siklus manajemen insiden, mulai dari deteksi awal hingga pemulihan. Selain itu, mereka juga bisa menjadi andalan perusahaan yang masih kekurangan staf keamanan internal, dengan menyediakan keahlian tambahan saat dibutuhkan.

Baca Juga

  • Harga iPhone Terbaru 2024 Naik di iBox, Cek Rinciannya
  • Eks Pegawai Hapus Server Perusahaan Rp11 Miliar Akibat Dipecat

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Kaspersky RIset Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleInstagram Reels Makin Seru dengan ‘Blend’, Fitur Baru untuk Kolaborasi Konten!
Next Article Jangan FOMO Emas, Blibli Punya Cara Bijak dengan #IngatVOMO!
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Penyebab Ledakan Nuklir Chernobyl: Tombol Error Picu Kiamat

Iphan S29 Maret 2026 | 08:53

Astronaut NASA Mendadak Bisu di ISS, Evakuasi Medis Pertama!

Ana Octarin29 Maret 2026 | 07:22

Kebocoran Data Password Global Mengancam 16 Miliar Akun

Iphan S29 Maret 2026 | 05:53

Fenomena Pink Moon 2026: Jadwal dan Cara Melihat di Indonesia

Iphan S29 Maret 2026 | 04:22

Harga iPhone Terbaru 2024 Naik di iBox, Cek Rinciannya

Ana Octarin29 Maret 2026 | 02:54

Eks Pegawai Hapus Server Perusahaan Rp11 Miliar Akibat Dipecat

Iphan S29 Maret 2026 | 00:53
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Penyebab Ledakan Nuklir Chernobyl: Tombol Error Picu Kiamat

Iphan S29 Maret 2026 | 08:53

Astronaut NASA Mendadak Bisu di ISS, Evakuasi Medis Pertama!

Ana Octarin29 Maret 2026 | 07:22

Kebocoran Data Password Global Mengancam 16 Miliar Akun

Iphan S29 Maret 2026 | 05:53

Fenomena Pink Moon 2026: Jadwal dan Cara Melihat di Indonesia

Iphan S29 Maret 2026 | 04:22

Harga iPhone Terbaru 2024 Naik di iBox, Cek Rinciannya

Ana Octarin29 Maret 2026 | 02:54
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.