Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perbandingan Konsumsi BBM Innova vs Rush, Mana Pilihan Paling Irit?

2 April 2026 | 01:54

Cara Ganti Alamat Gmail Utama Tanpa Menghapus Data Akun

2 April 2026 | 01:22

Tablet Honor Pad 10 Rilis: Layar 2,5K, Fitur AI, Bonus Stylus

2 April 2026 | 00:54
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perbandingan Konsumsi BBM Innova vs Rush, Mana Pilihan Paling Irit?
  • Cara Ganti Alamat Gmail Utama Tanpa Menghapus Data Akun
  • Tablet Honor Pad 10 Rilis: Layar 2,5K, Fitur AI, Bonus Stylus
  • Ancaman Serangan Iran ke Raksasa Teknologi AS Picu Krisis Global
  • Harga Yamaha Nmax Terbaru April 2026: Cek Spesifikasi Turbo
  • Cara Ganti Alamat Email Gmail Tanpa Perlu Buat Akun Baru
  • Laptop 6 Jutaan Terbaik untuk Pelajar dan Mahasiswa 2024
  • Spesifikasi Realme C100i Bocor: HP Murah Baterai 7000mAh!
Kamis, April 2
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024 Berlangsung Lebih dari Sebulan
Berita Tekno

Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024 Berlangsung Lebih dari Sebulan

Jundi AmrullahJundi Amrullah21 April 2025 | 17:19
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Laporan terbaru dari analis Kaspersky Incident Response menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga serangan siber sepanjang 2024 merupakan serangan jangka panjang. Tepatnya, 35,2% dari serangan yang ditangani berlangsung lebih dari satu bulan, menandakan bahwa pelaku semakin mampu bertahan di sistem korban dalam waktu lama.

Rata-rata waktu serangan siber tersebut, berdasarkan pengukuran median, mencapai 253 hari. Ini menunjukkan bahwa banyak serangan terjadi secara diam-diam dalam jangka panjang, membuatnya sulit terdeteksi sejak awal oleh sistem keamanan organisasi.

Sementara itu, durasi rata-rata yang dibutuhkan untuk merespons insiden tercatat sekitar 50 jam. Angka ini menggambarkan tantangan yang dihadapi tim keamanan siber dalam menangani serangan kompleks yang membutuhkan analisis mendalam dan penanganan menyeluruh.

Baca Juga

  • Ancaman Serangan Iran ke Raksasa Teknologi AS Picu Krisis Global
  • Layanan Robotaxi Grab Singapura Resmi Beroperasi di Punggol

Advertisement

Kerusakan utama yang ditimbulkan oleh serangan jangka panjang umumnya berupa enkripsi data dan kebocoran informasi sensitif. Kedua dampak ini bisa menyebabkan kerugian besar bagi organisasi, baik secara finansial maupun reputasi.

Dalam sebagian besar kasus, titik masuk awal serangan dilakukan melalui eksploitasi celah pada aplikasi publik, penyalahgunaan hubungan kepercayaan, serta pemanfaatan akun pengguna yang sah. Teknik-teknik ini semakin mempersulit deteksi dini terhadap serangan.

Kepala Tim Tanggap Darurat Global Kaspersky, Konstantin Sapronov, menyatakan bahwa ketahanan para pelaku siber semakin meningkat seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, perusahaan tidak cukup hanya dengan merespons, tapi juga harus mengambil langkah preventif untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang.

Baca Juga

  • Produksi Kartu Memori Sony Dihentikan Total, Industri Terguncang
  • Sistem Satelit BeiDou China Bikin Iran Makin Akurat Saat GPS Diacak

Advertisement

Kaspersky menekankan pentingnya implementasi sistem keamanan yang kokoh, serta keterlibatan tenaga profesional berkualifikasi. Penggunaan layanan seperti Managed Detection and Response (MDR) dan Incident Response menjadi solusi untuk menghadapi serangan yang canggih dan sulit diidentifikasi secara manual.

Layanan keamanan ini juga dirancang untuk membantu organisasi dalam seluruh siklus manajemen insiden, mulai dari deteksi awal hingga pemulihan. Selain itu, mereka juga bisa menjadi andalan perusahaan yang masih kekurangan staf keamanan internal, dengan menyediakan keahlian tambahan saat dibutuhkan.

Baca Juga

  • Dampak Penggunaan Smartphone: Benarkah Hidup Tanpa HP Lebih Bahagia?
  • Strategi Bisnis Co-living Pacu Pertumbuhan Pos Properti

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Kaspersky RIset Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleInstagram Reels Makin Seru dengan ‘Blend’, Fitur Baru untuk Kolaborasi Konten!
Next Article Jangan FOMO Emas, Blibli Punya Cara Bijak dengan #IngatVOMO!
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Ancaman Serangan Iran ke Raksasa Teknologi AS Picu Krisis Global

Ana Octarin2 April 2026 | 00:22

Layanan Robotaxi Grab Singapura Resmi Beroperasi di Punggol

Ana Octarin1 April 2026 | 21:53

Produksi Kartu Memori Sony Dihentikan Total, Industri Terguncang

Ana Octarin1 April 2026 | 19:22

Sistem Satelit BeiDou China Bikin Iran Makin Akurat Saat GPS Diacak

Ana Octarin1 April 2026 | 17:22

Dampak Penggunaan Smartphone: Benarkah Hidup Tanpa HP Lebih Bahagia?

Iphan S1 April 2026 | 14:53

Strategi Bisnis Co-living Pacu Pertumbuhan Pos Properti

Olin Sianturi1 April 2026 | 13:22
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Harga iPhone Terbaru 2024 Naik di iBox, Cek Rinciannya

Ana Octarin29 Maret 2026 | 02:54

Harga iPhone Terbaru 2024 terpantau mengalami lonjakan yang cukup signifikan di jaringan ritel resmi iBox…

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

31 Maret 2026 | 02:22

Produksi Kartu Memori Sony Dihentikan Total, Industri Terguncang

1 April 2026 | 19:22

Jadwal Kapal Pelni KM Kelud April 2026: Rute Jakarta-Belawan

31 Maret 2026 | 22:22

Cisco dan NVIDIA Rilis Secure AI Factory, AI Kini Lebih Cepat dan Aman

30 Maret 2026 | 13:35
Terbaru

Ancaman Serangan Iran ke Raksasa Teknologi AS Picu Krisis Global

Ana Octarin2 April 2026 | 00:22

Layanan Robotaxi Grab Singapura Resmi Beroperasi di Punggol

Ana Octarin1 April 2026 | 21:53

Produksi Kartu Memori Sony Dihentikan Total, Industri Terguncang

Ana Octarin1 April 2026 | 19:22

Sistem Satelit BeiDou China Bikin Iran Makin Akurat Saat GPS Diacak

Ana Octarin1 April 2026 | 17:22

Dampak Penggunaan Smartphone: Benarkah Hidup Tanpa HP Lebih Bahagia?

Iphan S1 April 2026 | 14:53
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.