Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Strategi Travel+ Jetour International: Gebrakan Baru SUV Hybrid

29 April 2026 | 13:55

Kolaborasi Free Fire x Gintama: Cara Dapat Item dan Promo DANA

29 April 2026 | 12:55

Kode Redeem FF 29 April 2026: Klaim Skin XM8 dan Token Gratis

29 April 2026 | 11:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Strategi Travel+ Jetour International: Gebrakan Baru SUV Hybrid
  • Kolaborasi Free Fire x Gintama: Cara Dapat Item dan Promo DANA
  • Kode Redeem FF 29 April 2026: Klaim Skin XM8 dan Token Gratis
  • Samsung Galaxy Tab A11 Plus: Tablet Murah dengan Fitur DeX
  • Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati
  • Mobil Hybrid Murah 200 Jutaan Terbaru 2024, Cek Pilihannya!
  • Tips main eFootball 2024 Biar Jago dan Skuad Makin Gacor
  • Smartphone OpenAI Berbasis AI Agent Bakal Gantikan Aplikasi?
Rabu, April 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024 Berlangsung Lebih dari Sebulan
Berita Tekno

Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024 Berlangsung Lebih dari Sebulan

Jundi AmrullahJundi Amrullah21 April 2025 | 17:19
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kaspersky Ungkap 35 Persen Serangan Siber di Tahun 2024
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Laporan terbaru dari analis Kaspersky Incident Response menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga serangan siber sepanjang 2024 merupakan serangan jangka panjang. Tepatnya, 35,2% dari serangan yang ditangani berlangsung lebih dari satu bulan, menandakan bahwa pelaku semakin mampu bertahan di sistem korban dalam waktu lama.

Rata-rata waktu serangan siber tersebut, berdasarkan pengukuran median, mencapai 253 hari. Ini menunjukkan bahwa banyak serangan terjadi secara diam-diam dalam jangka panjang, membuatnya sulit terdeteksi sejak awal oleh sistem keamanan organisasi.

Sementara itu, durasi rata-rata yang dibutuhkan untuk merespons insiden tercatat sekitar 50 jam. Angka ini menggambarkan tantangan yang dihadapi tim keamanan siber dalam menangani serangan kompleks yang membutuhkan analisis mendalam dan penanganan menyeluruh.

Baca Juga

  • Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati
  • Biaya Operasional Teknologi AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji

Advertisement

Kerusakan utama yang ditimbulkan oleh serangan jangka panjang umumnya berupa enkripsi data dan kebocoran informasi sensitif. Kedua dampak ini bisa menyebabkan kerugian besar bagi organisasi, baik secara finansial maupun reputasi.

Dalam sebagian besar kasus, titik masuk awal serangan dilakukan melalui eksploitasi celah pada aplikasi publik, penyalahgunaan hubungan kepercayaan, serta pemanfaatan akun pengguna yang sah. Teknik-teknik ini semakin mempersulit deteksi dini terhadap serangan.

Kepala Tim Tanggap Darurat Global Kaspersky, Konstantin Sapronov, menyatakan bahwa ketahanan para pelaku siber semakin meningkat seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, perusahaan tidak cukup hanya dengan merespons, tapi juga harus mengambil langkah preventif untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang.

Baca Juga

  • Aplikasi XChat Elon Musk Resmi di Indonesia, Ini Fiturnya
  • Cek WhatsApp Sering Dihubungi dengan Mudah, Ini Caranya

Advertisement

Kaspersky menekankan pentingnya implementasi sistem keamanan yang kokoh, serta keterlibatan tenaga profesional berkualifikasi. Penggunaan layanan seperti Managed Detection and Response (MDR) dan Incident Response menjadi solusi untuk menghadapi serangan yang canggih dan sulit diidentifikasi secara manual.

Layanan keamanan ini juga dirancang untuk membantu organisasi dalam seluruh siklus manajemen insiden, mulai dari deteksi awal hingga pemulihan. Selain itu, mereka juga bisa menjadi andalan perusahaan yang masih kekurangan staf keamanan internal, dengan menyediakan keahlian tambahan saat dibutuhkan.

Baca Juga

  • Asal-usul Tanaman Kentang Modern: Hasil Kawin Silang Tomat
  • Dampak Buruk Media Sosial pada Anak: Gangguan Bicara dan Baca

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Kaspersky RIset Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleInstagram Reels Makin Seru dengan ‘Blend’, Fitur Baru untuk Kolaborasi Konten!
Next Article Jangan FOMO Emas, Blibli Punya Cara Bijak dengan #IngatVOMO!
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati

Iphan S29 April 2026 | 09:55

Biaya Operasional Teknologi AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji

Iphan S29 April 2026 | 04:55

Aplikasi XChat Elon Musk Resmi di Indonesia, Ini Fiturnya

Iphan S28 April 2026 | 23:55

Cek WhatsApp Sering Dihubungi dengan Mudah, Ini Caranya

Iphan S28 April 2026 | 18:55

Asal-usul Tanaman Kentang Modern: Hasil Kawin Silang Tomat

Iphan S28 April 2026 | 13:55

Dampak Buruk Media Sosial pada Anak: Gangguan Bicara dan Baca

Ana Octarin28 April 2026 | 08:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

Tablet Samsung 2 jutaan terbaik Galaxy Tab A11 Update 7 Tahun

22 April 2026 | 15:55

MPL Indonesia Creative Playground: Moonton Gandeng Tale X

24 April 2026 | 18:55

Rice Cooker Stainless Sanken SJ-203BK: Solusi Masak Sehat 6-in-1

25 April 2026 | 17:55
Terbaru

Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati

Iphan S29 April 2026 | 09:55

Biaya Operasional Teknologi AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji

Iphan S29 April 2026 | 04:55

Aplikasi XChat Elon Musk Resmi di Indonesia, Ini Fiturnya

Iphan S28 April 2026 | 23:55

Cek WhatsApp Sering Dihubungi dengan Mudah, Ini Caranya

Iphan S28 April 2026 | 18:55

Asal-usul Tanaman Kentang Modern: Hasil Kawin Silang Tomat

Iphan S28 April 2026 | 13:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.