Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cara Mematikan Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul

17 Mei 2026 | 04:55

Ananda Mikola Direktur Utama MGPA Resmi Pimpin Sirkuit Mandalika

17 Mei 2026 | 03:55

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Tanpa Hapus Aplikasi Penting

17 Mei 2026 | 02:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Cara Mematikan Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul
  • Ananda Mikola Direktur Utama MGPA Resmi Pimpin Sirkuit Mandalika
  • Cara Mengatasi Memori HP Penuh Tanpa Hapus Aplikasi Penting
  • Tablet Huawei MatePad 11.5: Spek Gahar untuk Kerja dan Belajar
  • Aplikasi Pinjaman Online Berbahaya yang Wajib Segera Dihapus
  • Harga BYD Atto 1 STD Mulai Rp199 Juta, Mobil Listrik Murah
  • Kode Redeem Wuthering Waves Terbaru: Klaim Hadiah Astrite Gratis
  • DJI Osmo Pocket 4P Pro Resmi Rilis, Ini Spek Dewanya
Minggu, Mei 17
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025
Berita Tekno

Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025

Jundi AmrullahJundi Amrullah28 April 2025 | 12:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pada kuartal pertama 2025, serangan ransomware mencapai tingkat tertinggi yang pernah tercatat, menurut laporan dari Check Point Research. Tercatat ada 2.289 korban dari 74 kelompok ransomware, yang mencerminkan kenaikan 126% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbeda dari pendekatan menyeluruh sebelumnya, para pelaku ransomware kini menjalankan serangan secara lebih terarah berdasarkan kondisi hukum lokal, struktur jaringan, dan potensi keuntungan. Menariknya, meski jumlah korban meningkat, nilai pembayaran tebusan justru menurun 35% menurut data Chainalysis.

Bentuk serangan ransomware pun mulai bergeser dari penguncian data menuju pemerasan berbasis ancaman reputasi. Banyak kelompok kini memalsukan serangan dengan menggunakan data lama atau publik, menjadikan pelacakan ancaman dan penilaian risiko menjadi semakin sulit bagi pihak berwenang dan analis keamanan.

Baca Juga

  • Cara Mematikan Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul
  • Aplikasi Pinjaman Online Berbahaya yang Wajib Segera Dihapus

Advertisement

Sergey Shykevich dari Check Point menyebutkan bahwa tren ini menandai fase baru dalam evolusi ransomware. Penggunaan kecerdasan buatan dan manipulasi korban menunjukkan bahwa pendekatan keamanan harus lebih proaktif dan berbasis intelijen, bukan lagi hanya reaktif.

Kelompok Cl0p kembali menjadi aktor dominan dalam kuartal ini setelah mengeksploitasi kerentanan pada sistem transfer file seperti Cleo Harmony dan VLTrader. Sebagian besar korbannya berada di Amerika Utara, dengan sektor Barang & Jasa Konsumen menjadi target utama mereka.

Beberapa kelompok seperti Babuk-Bjorka dan FunkSec juga diketahui menyebarkan klaim palsu atau mendaur ulang data lama, sebuah strategi yang sebelumnya digunakan oleh Lockbit. Hal ini menambah tantangan dalam mengidentifikasi dan memahami pola serangan yang sebenarnya.

Baca Juga

  • Pegawai bank kena PHK Akibat Pakai Mouse Jiggler Saat WFH
  • Tren HP Lipat 2026: Ponsel Layar Datar Mulai Ditinggalkan

Advertisement

Secara keseluruhan, peningkatan serangan ini mencerminkan skala ancaman ransomware yang semakin besar. Bahkan tanpa menghitung lebih dari 300 korban Cl0p dari satu insiden di Februari, rata-rata bulanan korban tetap tinggi, mencapai lebih dari 650 kasus, naik dari sekitar 450 per bulan pada 2024.

Wilayah yang paling terdampak tetap konsisten dengan tren sebelumnya, dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat mendominasi jumlah korban. Hal ini mencerminkan preferensi kelompok ransomware terhadap target yang dianggap memiliki kemampuan finansial untuk membayar tebusan tinggi.

Baca Juga

  • Kota Terancam Tenggelam 2100: NASA Beri Peringatan Serius
  • Situs nonton film legal 2026: 20 Pilihan Aman Pengganti LK21

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Ransomware Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleBikin Emosi! Ternyata 6 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Baterai HP Jebol
Next Article Meta Umumkan LlamaCon 2025, Konferensi Generatif AI Perdana!
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Cara Mematikan Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul

Iphan S17 Mei 2026 | 04:55

Aplikasi Pinjaman Online Berbahaya yang Wajib Segera Dihapus

Ana Octarin17 Mei 2026 | 00:55

Pegawai bank kena PHK Akibat Pakai Mouse Jiggler Saat WFH

Ana Octarin16 Mei 2026 | 19:55

Tren HP Lipat 2026: Ponsel Layar Datar Mulai Ditinggalkan

Ana Octarin16 Mei 2026 | 14:55

Kota Terancam Tenggelam 2100: NASA Beri Peringatan Serius

Ana Octarin16 Mei 2026 | 09:55

Situs nonton film legal 2026: 20 Pilihan Aman Pengganti LK21

Iphan S16 Mei 2026 | 05:55
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Community Gateway Wamena menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan akses informasi di wilayah timur Indonesia.…

Modus Rekrutmen Teroris Anak Lewat Game Online Diungkap BNPT

15 Mei 2026 | 06:55

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

1 Februari 2026 | 00:59

Tablet Acer Iconia iM11-22M5G: Spek Gahar Harga 4 Jutaan!

11 Mei 2026 | 15:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55
Terbaru

Cara Mematikan Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul

Iphan S17 Mei 2026 | 04:55

Aplikasi Pinjaman Online Berbahaya yang Wajib Segera Dihapus

Ana Octarin17 Mei 2026 | 00:55

Pegawai bank kena PHK Akibat Pakai Mouse Jiggler Saat WFH

Ana Octarin16 Mei 2026 | 19:55

Tren HP Lipat 2026: Ponsel Layar Datar Mulai Ditinggalkan

Ana Octarin16 Mei 2026 | 14:55

Kota Terancam Tenggelam 2100: NASA Beri Peringatan Serius

Ana Octarin16 Mei 2026 | 09:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.