Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kulkas 1 Pintu Low Watt Terbaik 2026: Hemat Listrik & Murah

12 April 2026 | 01:55

Material Chip AI Ajinomoto Jadi Kunci Industri Masa Depan

12 April 2026 | 00:55

Motor Matic untuk Perjalanan Jauh: 7 Rekomendasi Ternyaman

11 April 2026 | 23:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kulkas 1 Pintu Low Watt Terbaik 2026: Hemat Listrik & Murah
  • Material Chip AI Ajinomoto Jadi Kunci Industri Masa Depan
  • Motor Matic untuk Perjalanan Jauh: 7 Rekomendasi Ternyaman
  • Hasil MPL ID S17 BTR: Robot Merah Putus Win Streak ONIC 2-1
  • Smart TV TCL X11L Mini LED Meluncur, Brightness Super Tinggi!
  • Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah
  • Mobil Listrik Jaecoo J5 EV Rajai Pasar, Jaecoo LAND Digelar
  • Jadwal FFWS SEA 2026 Spring: 5 Tim Indonesia Berburu Gelar
Minggu, April 12
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025
Berita Tekno

Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025

Jundi AmrullahJundi Amrullah28 April 2025 | 12:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pada kuartal pertama 2025, serangan ransomware mencapai tingkat tertinggi yang pernah tercatat, menurut laporan dari Check Point Research. Tercatat ada 2.289 korban dari 74 kelompok ransomware, yang mencerminkan kenaikan 126% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbeda dari pendekatan menyeluruh sebelumnya, para pelaku ransomware kini menjalankan serangan secara lebih terarah berdasarkan kondisi hukum lokal, struktur jaringan, dan potensi keuntungan. Menariknya, meski jumlah korban meningkat, nilai pembayaran tebusan justru menurun 35% menurut data Chainalysis.

Bentuk serangan ransomware pun mulai bergeser dari penguncian data menuju pemerasan berbasis ancaman reputasi. Banyak kelompok kini memalsukan serangan dengan menggunakan data lama atau publik, menjadikan pelacakan ancaman dan penilaian risiko menjadi semakin sulit bagi pihak berwenang dan analis keamanan.

Baca Juga

  • Material Chip AI Ajinomoto Jadi Kunci Industri Masa Depan
  • Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah

Advertisement

Sergey Shykevich dari Check Point menyebutkan bahwa tren ini menandai fase baru dalam evolusi ransomware. Penggunaan kecerdasan buatan dan manipulasi korban menunjukkan bahwa pendekatan keamanan harus lebih proaktif dan berbasis intelijen, bukan lagi hanya reaktif.

Kelompok Cl0p kembali menjadi aktor dominan dalam kuartal ini setelah mengeksploitasi kerentanan pada sistem transfer file seperti Cleo Harmony dan VLTrader. Sebagian besar korbannya berada di Amerika Utara, dengan sektor Barang & Jasa Konsumen menjadi target utama mereka.

Beberapa kelompok seperti Babuk-Bjorka dan FunkSec juga diketahui menyebarkan klaim palsu atau mendaur ulang data lama, sebuah strategi yang sebelumnya digunakan oleh Lockbit. Hal ini menambah tantangan dalam mengidentifikasi dan memahami pola serangan yang sebenarnya.

Baca Juga

  • Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia Tertinggi di Dunia Versi Harvard
  • Harga paket ChatGPT Pro terbaru Turun Drastis Demi Saingi Claude

Advertisement

Secara keseluruhan, peningkatan serangan ini mencerminkan skala ancaman ransomware yang semakin besar. Bahkan tanpa menghitung lebih dari 300 korban Cl0p dari satu insiden di Februari, rata-rata bulanan korban tetap tinggi, mencapai lebih dari 650 kasus, naik dari sekitar 450 per bulan pada 2024.

Wilayah yang paling terdampak tetap konsisten dengan tren sebelumnya, dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat mendominasi jumlah korban. Hal ini mencerminkan preferensi kelompok ransomware terhadap target yang dianggap memiliki kemampuan finansial untuk membayar tebusan tinggi.

Baca Juga

  • Kebocoran Data Rahasia China Ungkap Dokumen Militer Xi Jinping
  • Cara Mengaktifkan Tab Vertikal Chrome Agar Browsing Lebih Rapi

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Ransomware Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleBikin Emosi! Ternyata 6 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Baterai HP Jebol
Next Article Meta Umumkan LlamaCon 2025, Konferensi Generatif AI Perdana!
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Material Chip AI Ajinomoto Jadi Kunci Industri Masa Depan

Ana Octarin12 April 2026 | 00:55

Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah

Ana Octarin11 April 2026 | 20:55

Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia Tertinggi di Dunia Versi Harvard

Iphan S11 April 2026 | 15:55

Harga paket ChatGPT Pro terbaru Turun Drastis Demi Saingi Claude

Iphan S11 April 2026 | 10:55

Kebocoran Data Rahasia China Ungkap Dokumen Militer Xi Jinping

Ana Octarin11 April 2026 | 06:55

Cara Mengaktifkan Tab Vertikal Chrome Agar Browsing Lebih Rapi

Ana Octarin11 April 2026 | 02:55
Pilihan Redaksi
Gadget

Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!

Olin Sianturi6 April 2026 | 05:30

Tablet 2 jutaan rasa laptop kini menjadi incaran utama masyarakat yang mendambakan perangkat kerja praktis…

Produk Terbaik Apple Sepanjang Masa: Kilas Balik 50 Tahun

6 April 2026 | 08:30

Rice Cooker Digital Terbaik 2026: Philips vs Panasonic

6 April 2026 | 21:14

Ekspansi Anthropic ke Inggris: Langkah Berani Usai Didepak Trump

7 April 2026 | 02:30

Mobil Irit BBM Gen-Z: 12 Pilihan Terbaik yang Stylish dan Hemat

7 April 2026 | 14:30
Terbaru

Material Chip AI Ajinomoto Jadi Kunci Industri Masa Depan

Ana Octarin12 April 2026 | 00:55

Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah

Ana Octarin11 April 2026 | 20:55

Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia Tertinggi di Dunia Versi Harvard

Iphan S11 April 2026 | 15:55

Harga paket ChatGPT Pro terbaru Turun Drastis Demi Saingi Claude

Iphan S11 April 2026 | 10:55

Kebocoran Data Rahasia China Ungkap Dokumen Militer Xi Jinping

Ana Octarin11 April 2026 | 06:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.