Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Harga HP Xiaomi Terbaru Mei 2026: Xiaomi 17 Ultra Juaranya

31 Mei 2026 | 06:55

Harga Redmi Note 10 Bekas Tahun 2026, Masih Layakkah Dibeli?

31 Mei 2026 | 06:32

Tablet Kerja 5 Jutaan Terbaik 2026: Layar Lebar dan Stylus

31 Mei 2026 | 06:09
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Harga HP Xiaomi Terbaru Mei 2026: Xiaomi 17 Ultra Juaranya
  • Harga Redmi Note 10 Bekas Tahun 2026, Masih Layakkah Dibeli?
  • Tablet Kerja 5 Jutaan Terbaik 2026: Layar Lebar dan Stylus
  • AC Mijia Powerful Wind: Solusi Sejuk untuk Ruang Tamu Luas
  • HP Ojol Terbaik 2026 Harga 2 Jutaan: Baterai Jumbo & Awet
  • Cara Cek Nomor IM3 Paling Praktis dan Cepat Terbaru
  • Kinerja Keuangan Telkom 2026: Pendapatan Tembus Rp37,2 T
  • Xiaomi Monitor A24i 2026: Layar Gaming 144Hz Murah Terbaik
Minggu, Mei 31
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025
Berita Tekno

Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025

Jundi AmrullahJundi Amrullah28 April 2025 | 12:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pada kuartal pertama 2025, serangan ransomware mencapai tingkat tertinggi yang pernah tercatat, menurut laporan dari Check Point Research. Tercatat ada 2.289 korban dari 74 kelompok ransomware, yang mencerminkan kenaikan 126% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbeda dari pendekatan menyeluruh sebelumnya, para pelaku ransomware kini menjalankan serangan secara lebih terarah berdasarkan kondisi hukum lokal, struktur jaringan, dan potensi keuntungan. Menariknya, meski jumlah korban meningkat, nilai pembayaran tebusan justru menurun 35% menurut data Chainalysis.

Bentuk serangan ransomware pun mulai bergeser dari penguncian data menuju pemerasan berbasis ancaman reputasi. Banyak kelompok kini memalsukan serangan dengan menggunakan data lama atau publik, menjadikan pelacakan ancaman dan penilaian risiko menjadi semakin sulit bagi pihak berwenang dan analis keamanan.

Baca Juga

  • Kinerja Keuangan Telkom 2026: Pendapatan Tembus Rp37,2 T
  • Cara Cek SLIK OJK Online Terbaru untuk Pantau Utang

Advertisement

Sergey Shykevich dari Check Point menyebutkan bahwa tren ini menandai fase baru dalam evolusi ransomware. Penggunaan kecerdasan buatan dan manipulasi korban menunjukkan bahwa pendekatan keamanan harus lebih proaktif dan berbasis intelijen, bukan lagi hanya reaktif.

Kelompok Cl0p kembali menjadi aktor dominan dalam kuartal ini setelah mengeksploitasi kerentanan pada sistem transfer file seperti Cleo Harmony dan VLTrader. Sebagian besar korbannya berada di Amerika Utara, dengan sektor Barang & Jasa Konsumen menjadi target utama mereka.

Beberapa kelompok seperti Babuk-Bjorka dan FunkSec juga diketahui menyebarkan klaim palsu atau mendaur ulang data lama, sebuah strategi yang sebelumnya digunakan oleh Lockbit. Hal ini menambah tantangan dalam mengidentifikasi dan memahami pola serangan yang sebenarnya.

Baca Juga

  • Roket Blue Origin Meledak, Elon Musk Beri Respons Tak Terduga
  • Matahari Terbit dari Barat: NASA Ungkap Fakta Sebenarnya

Advertisement

Secara keseluruhan, peningkatan serangan ini mencerminkan skala ancaman ransomware yang semakin besar. Bahkan tanpa menghitung lebih dari 300 korban Cl0p dari satu insiden di Februari, rata-rata bulanan korban tetap tinggi, mencapai lebih dari 650 kasus, naik dari sekitar 450 per bulan pada 2024.

Wilayah yang paling terdampak tetap konsisten dengan tren sebelumnya, dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat mendominasi jumlah korban. Hal ini mencerminkan preferensi kelompok ransomware terhadap target yang dianggap memiliki kemampuan finansial untuk membayar tebusan tinggi.

Baca Juga

  • Produksi Lampu Ramah Lingkungan: RI Hadapi Tantangan Impor
  • Akses Internet di Iran Dibuka Lagi Setelah 90 Hari Blokir

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Ransomware Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleBikin Emosi! Ternyata 6 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Baterai HP Jebol
Next Article Meta Umumkan LlamaCon 2025, Konferensi Generatif AI Perdana!
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Kinerja Keuangan Telkom 2026: Pendapatan Tembus Rp37,2 T

Ana Octarin31 Mei 2026 | 04:14

Cara Cek SLIK OJK Online Terbaru untuk Pantau Utang

Ana Octarin31 Mei 2026 | 03:05

Roket Blue Origin Meledak, Elon Musk Beri Respons Tak Terduga

Iphan S31 Mei 2026 | 01:56

Matahari Terbit dari Barat: NASA Ungkap Fakta Sebenarnya

Iphan S31 Mei 2026 | 00:47

Produksi Lampu Ramah Lingkungan: RI Hadapi Tantangan Impor

Iphan S30 Mei 2026 | 23:38

Akses Internet di Iran Dibuka Lagi Setelah 90 Hari Blokir

Iphan S30 Mei 2026 | 22:29
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

HP Ojol Terbaik 2026 Harga 2 Jutaan: Baterai Jumbo & Awet

31 Mei 2026 | 05:23

Infinix HOT 50 Pro+ Jadi HP Gaming Layar Lengkung Termurah

30 Mei 2026 | 22:52

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57
Terbaru

Kinerja Keuangan Telkom 2026: Pendapatan Tembus Rp37,2 T

Ana Octarin31 Mei 2026 | 04:14

Cara Cek SLIK OJK Online Terbaru untuk Pantau Utang

Ana Octarin31 Mei 2026 | 03:05

Roket Blue Origin Meledak, Elon Musk Beri Respons Tak Terduga

Iphan S31 Mei 2026 | 01:56

Matahari Terbit dari Barat: NASA Ungkap Fakta Sebenarnya

Iphan S31 Mei 2026 | 00:47

Produksi Lampu Ramah Lingkungan: RI Hadapi Tantangan Impor

Iphan S30 Mei 2026 | 23:38
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.