Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Spesifikasi Vivo Y6 5G Terbaru: Baterai 7.200 mAh & Anti Air

26 April 2026 | 03:55

Permintaan maaf Sam Altman OpenAI Terkait Penembakan Kanada

26 April 2026 | 02:55

IMX 2026 Prambanan Heritage Meet Up Siap Digelar di Yogyakarta

26 April 2026 | 01:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Spesifikasi Vivo Y6 5G Terbaru: Baterai 7.200 mAh & Anti Air
  • Permintaan maaf Sam Altman OpenAI Terkait Penembakan Kanada
  • IMX 2026 Prambanan Heritage Meet Up Siap Digelar di Yogyakarta
  • Game Sepak Bola Mobile Terbaru Total Football VNG Resmi Rilis
  • Transformasi Pendidikan Berbasis AI: Acer Hadirkan Inovasi di Jakarta
  • Rice cooker stainless Sanken 2026: Solusi Masak Sehat & Awet
  • Cara Menghentikan Telepon WhatsApp Tanpa Perlu Blokir Kontak
  • Kupon Servis Gratis Yamaha Kini Digital Lewat Fitur E-KSG
Minggu, April 26
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025
Berita Tekno

Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025

Jundi AmrullahJundi Amrullah28 April 2025 | 12:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Serangan Ransomware Melonjak 126% di Q1 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pada kuartal pertama 2025, serangan ransomware mencapai tingkat tertinggi yang pernah tercatat, menurut laporan dari Check Point Research. Tercatat ada 2.289 korban dari 74 kelompok ransomware, yang mencerminkan kenaikan 126% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbeda dari pendekatan menyeluruh sebelumnya, para pelaku ransomware kini menjalankan serangan secara lebih terarah berdasarkan kondisi hukum lokal, struktur jaringan, dan potensi keuntungan. Menariknya, meski jumlah korban meningkat, nilai pembayaran tebusan justru menurun 35% menurut data Chainalysis.

Bentuk serangan ransomware pun mulai bergeser dari penguncian data menuju pemerasan berbasis ancaman reputasi. Banyak kelompok kini memalsukan serangan dengan menggunakan data lama atau publik, menjadikan pelacakan ancaman dan penilaian risiko menjadi semakin sulit bagi pihak berwenang dan analis keamanan.

Baca Juga

  • Permintaan maaf Sam Altman OpenAI Terkait Penembakan Kanada
  • Cara Menghentikan Telepon WhatsApp Tanpa Perlu Blokir Kontak

Advertisement

Sergey Shykevich dari Check Point menyebutkan bahwa tren ini menandai fase baru dalam evolusi ransomware. Penggunaan kecerdasan buatan dan manipulasi korban menunjukkan bahwa pendekatan keamanan harus lebih proaktif dan berbasis intelijen, bukan lagi hanya reaktif.

Kelompok Cl0p kembali menjadi aktor dominan dalam kuartal ini setelah mengeksploitasi kerentanan pada sistem transfer file seperti Cleo Harmony dan VLTrader. Sebagian besar korbannya berada di Amerika Utara, dengan sektor Barang & Jasa Konsumen menjadi target utama mereka.

Beberapa kelompok seperti Babuk-Bjorka dan FunkSec juga diketahui menyebarkan klaim palsu atau mendaur ulang data lama, sebuah strategi yang sebelumnya digunakan oleh Lockbit. Hal ini menambah tantangan dalam mengidentifikasi dan memahami pola serangan yang sebenarnya.

Baca Juga

  • Keadilan Akses Internet Nasional: Menakar Skema Kuota Data
  • Dampak krisis tenaga kerja AI: 92.000 Karyawan Teknologi Kena PHK

Advertisement

Secara keseluruhan, peningkatan serangan ini mencerminkan skala ancaman ransomware yang semakin besar. Bahkan tanpa menghitung lebih dari 300 korban Cl0p dari satu insiden di Februari, rata-rata bulanan korban tetap tinggi, mencapai lebih dari 650 kasus, naik dari sekitar 450 per bulan pada 2024.

Wilayah yang paling terdampak tetap konsisten dengan tren sebelumnya, dengan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat mendominasi jumlah korban. Hal ini mencerminkan preferensi kelompok ransomware terhadap target yang dianggap memiliki kemampuan finansial untuk membayar tebusan tinggi.

Baca Juga

  • Polemik Kuota Internet Hangus: BPKN Tekankan Keadilan Digital
  • Cara Tahu Chat WhatsApp Dibaca Meski Centang Biru Dimatikan

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Ransomware Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleBikin Emosi! Ternyata 6 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Baterai HP Jebol
Next Article Meta Umumkan LlamaCon 2025, Konferensi Generatif AI Perdana!
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Permintaan maaf Sam Altman OpenAI Terkait Penembakan Kanada

Ana Octarin26 April 2026 | 02:55

Cara Menghentikan Telepon WhatsApp Tanpa Perlu Blokir Kontak

Iphan S25 April 2026 | 21:55

Keadilan Akses Internet Nasional: Menakar Skema Kuota Data

Iphan S25 April 2026 | 16:55

Dampak krisis tenaga kerja AI: 92.000 Karyawan Teknologi Kena PHK

Ana Octarin25 April 2026 | 12:55

Polemik Kuota Internet Hangus: BPKN Tekankan Keadilan Digital

Ana Octarin25 April 2026 | 07:55

Cara Tahu Chat WhatsApp Dibaca Meski Centang Biru Dimatikan

Ana Octarin25 April 2026 | 02:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

Tablet Samsung 2 jutaan terbaik Galaxy Tab A11 Update 7 Tahun

22 April 2026 | 15:55

Blokir Wikipedia di Indonesia Segera Berlaku Jika Tak Daftar PSE

21 April 2026 | 18:55

Rice Cooker Stainless Sanken SJ-203BK: Solusi Masak Sehat 6-in-1

25 April 2026 | 17:55
Terbaru

Permintaan maaf Sam Altman OpenAI Terkait Penembakan Kanada

Ana Octarin26 April 2026 | 02:55

Cara Menghentikan Telepon WhatsApp Tanpa Perlu Blokir Kontak

Iphan S25 April 2026 | 21:55

Keadilan Akses Internet Nasional: Menakar Skema Kuota Data

Iphan S25 April 2026 | 16:55

Dampak krisis tenaga kerja AI: 92.000 Karyawan Teknologi Kena PHK

Ana Octarin25 April 2026 | 12:55

Polemik Kuota Internet Hangus: BPKN Tekankan Keadilan Digital

Ana Octarin25 April 2026 | 07:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.