Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Lelang frekuensi radio Komdigi Siap Bikin Internet RI Kencang

26 April 2026 | 10:55

Riding Perempuan Hari Kartini di Bandung: Cantik Berkebaya

26 April 2026 | 09:55

Promo Sharp LED TV 43 Inch Transmart Full Day Sale 2026

26 April 2026 | 08:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Lelang frekuensi radio Komdigi Siap Bikin Internet RI Kencang
  • Riding Perempuan Hari Kartini di Bandung: Cantik Berkebaya
  • Promo Sharp LED TV 43 Inch Transmart Full Day Sale 2026
  • Spesifikasi Xiaomi 18 Pro Max Bocor, Bawa Baterai 8.500 mAh!
  • Google Cloud Partner Indonesia Terbaik: Data Labs Raih Penghargaan
  • Motor Listrik VinFast Indonesia Siapkan Skema Kredit 2026
  • Ekosistem Gaming Infinix GT Resmi Rilis: Cek Harga GT Watch 5 Pro
  • Spesifikasi Vivo Y6 5G Terbaru: Baterai 7.200 mAh & Anti Air
Minggu, April 26
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Lebih dari 3 Juta Serangan Siber Bidik Pengguna Indonesia di Kuartal Pertama 2025!
Berita Tekno

Lebih dari 3 Juta Serangan Siber Bidik Pengguna Indonesia di Kuartal Pertama 2025!

Jundi AmrullahJundi Amrullah5 Mei 2025 | 14:09
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Lebih dari 3 Juta Serangan Siber Bidik Pengguna Indonesia
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Dengan adanya pelaku kejahatan dunia maya yang menargetkan organisasi-organisasi bernilai tinggi dan kritis di Indonesia, diperlukan tindakan dan respons cepat untuk mengurangi serangan siber yang semakin canggih dan kompleks.

Seiring pesatnya transformasi digital, tantangan keamanan siber semakin menjadi perhatian utama bagi perusahaan global, termasuk di Indonesia. Menurut laporan terbaru dari Kaspersky, tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun penuh risiko akibat meningkatnya serangan berbasis kecerdasan buatan dan celah pada teknologi baru maupun lama.

Data Kaspersky untuk kuartal pertama tahun 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 3 juta upaya serangan siber terdeteksi di Indonesia. Angka ini diperoleh dari sistem Kaspersky Security Network (KSN), yang mengumpulkan data dari pengguna sukarela untuk memantau aktivitas ancaman siber secara real-time.

Baca Juga

  • Lelang frekuensi radio Komdigi Siap Bikin Internet RI Kencang
  • Google Cloud Partner Indonesia Terbaik: Data Labs Raih Penghargaan

Advertisement

Meski angka deteksi pada Q1 2025 menunjukkan penurunan sebesar 44,25% dibandingkan periode yang sama di 2024 (dari hampir 5,9 juta menjadi 3,2 juta), sekitar 15,5% pengguna di Indonesia tetap terdampak oleh serangan daring. Jenis serangan yang paling umum adalah melalui peramban, yang seringkali memanfaatkan celah pada plugin dan teknik rekayasa sosial.

Indonesia kini berada di peringkat ke-95 dalam daftar negara yang paling terdampak oleh ancaman daring. Sebaliknya, negara-negara seperti Ukraina, Belarus, dan Rusia menempati posisi teratas dengan persentase pengguna terdampak lebih dari 30% selama Q1 2025.

Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Asia Tenggara, menyatakan bahwa organisasi perlu membangun ketahanan digital menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Solusi keamanan harus mencakup deteksi berbasis AI, diversifikasi penyedia layanan, serta budaya keamanan yang ditanamkan pada setiap individu dalam organisasi.

Baca Juga

  • Permintaan maaf Sam Altman OpenAI Terkait Penembakan Kanada
  • Cara Menghentikan Telepon WhatsApp Tanpa Perlu Blokir Kontak

Advertisement

Untuk memperkuat pertahanan, Kaspersky merekomendasikan agar perusahaan rutin memperbarui sistem, mencadangkan data secara berkala, serta mengelola akses pengguna secara hati-hati untuk mencegah kebocoran informasi sensitif. Visibilitas jaringan dan pemantauan aktivitas juga sangat penting.

Karyawan juga perlu diberdayakan dengan edukasi keamanan siber. Platform seperti Kaspersky Automated Security Awareness dapat membantu meningkatkan kesadaran akan risiko digital. Pelatihan profesional untuk tim keamanan siber dan tim Security Operations Center (SOC) juga dianjurkan untuk menjaga kesiapan dalam menghadapi insiden.

Sebagai solusi tambahan, Kaspersky menyarankan penggunaan intelijen ancaman dan teknologi keamanan terpadu seperti Kaspersky NEXT XDR, yang menggabungkan perlindungan titik akhir dengan respon insiden otomatis. Pendekatan komprehensif ini dinilai penting untuk menciptakan perlindungan digital yang berlapis dan adaptif.

Baca Juga

  • Keadilan Akses Internet Nasional: Menakar Skema Kuota Data
  • Dampak krisis tenaga kerja AI: 92.000 Karyawan Teknologi Kena PHK

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Kaspersky Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleFUJIFILM Kenalkan Kamera Instan Analog Instax Mini 41!
Next Article Bocoran Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy S25 Edge
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Lelang frekuensi radio Komdigi Siap Bikin Internet RI Kencang

Ana Octarin26 April 2026 | 10:55

Google Cloud Partner Indonesia Terbaik: Data Labs Raih Penghargaan

Iphan S26 April 2026 | 06:55

Permintaan maaf Sam Altman OpenAI Terkait Penembakan Kanada

Ana Octarin26 April 2026 | 02:55

Cara Menghentikan Telepon WhatsApp Tanpa Perlu Blokir Kontak

Iphan S25 April 2026 | 21:55

Keadilan Akses Internet Nasional: Menakar Skema Kuota Data

Iphan S25 April 2026 | 16:55

Dampak krisis tenaga kerja AI: 92.000 Karyawan Teknologi Kena PHK

Ana Octarin25 April 2026 | 12:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

Tablet Samsung 2 jutaan terbaik Galaxy Tab A11 Update 7 Tahun

22 April 2026 | 15:55

Blokir Wikipedia di Indonesia Segera Berlaku Jika Tak Daftar PSE

21 April 2026 | 18:55

Rice Cooker Stainless Sanken SJ-203BK: Solusi Masak Sehat 6-in-1

25 April 2026 | 17:55
Terbaru

Lelang frekuensi radio Komdigi Siap Bikin Internet RI Kencang

Ana Octarin26 April 2026 | 10:55

Google Cloud Partner Indonesia Terbaik: Data Labs Raih Penghargaan

Iphan S26 April 2026 | 06:55

Permintaan maaf Sam Altman OpenAI Terkait Penembakan Kanada

Ana Octarin26 April 2026 | 02:55

Cara Menghentikan Telepon WhatsApp Tanpa Perlu Blokir Kontak

Iphan S25 April 2026 | 21:55

Keadilan Akses Internet Nasional: Menakar Skema Kuota Data

Iphan S25 April 2026 | 16:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.