Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Vivo V70 Series Indonesia: Strategi Flagship di Kelas Menengah

14 Maret 2026 | 16:31

Arc One Piece Live Action Season 2: Bocoran Urutan Ceritanya

14 Maret 2026 | 15:51

One Piece Live Action Season 2: Bocoran Pemain dan Cerita

14 Maret 2026 | 15:43
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Vivo V70 Series Indonesia: Strategi Flagship di Kelas Menengah
  • Arc One Piece Live Action Season 2: Bocoran Urutan Ceritanya
  • One Piece Live Action Season 2: Bocoran Pemain dan Cerita
  • Karakter One Piece Live Action Season 2 yang Kembali Hadir
  • Fitur AI Android Terbaru Gemini: Revolusi Pencarian dan Keamanan
  • Galaxy Buds4 Series Hadirkan HD Voice, Panggilan Telepon Kini Super Jernih
  • Spesifikasi OnePlus Nord Buds 4 Pro: ANC 55dB & Driver Titanium
  • Bocoran Realme 17 Pro+ Terungkap: Bawa Kamera 200 MP Gahar!
Sabtu, Maret 14
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Lebih dari 3 Juta Serangan Siber Bidik Pengguna Indonesia di Kuartal Pertama 2025!
Berita Tekno

Lebih dari 3 Juta Serangan Siber Bidik Pengguna Indonesia di Kuartal Pertama 2025!

Jundi AmrullahJundi Amrullah5 Mei 2025 | 14:09
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Lebih dari 3 Juta Serangan Siber Bidik Pengguna Indonesia
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Dengan adanya pelaku kejahatan dunia maya yang menargetkan organisasi-organisasi bernilai tinggi dan kritis di Indonesia, diperlukan tindakan dan respons cepat untuk mengurangi serangan siber yang semakin canggih dan kompleks.

Seiring pesatnya transformasi digital, tantangan keamanan siber semakin menjadi perhatian utama bagi perusahaan global, termasuk di Indonesia. Menurut laporan terbaru dari Kaspersky, tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun penuh risiko akibat meningkatnya serangan berbasis kecerdasan buatan dan celah pada teknologi baru maupun lama.

Data Kaspersky untuk kuartal pertama tahun 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 3 juta upaya serangan siber terdeteksi di Indonesia. Angka ini diperoleh dari sistem Kaspersky Security Network (KSN), yang mengumpulkan data dari pengguna sukarela untuk memantau aktivitas ancaman siber secara real-time.

Baca Juga

  • Fitur AI Android Terbaru Gemini: Revolusi Pencarian dan Keamanan
  • Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Advertisement

Meski angka deteksi pada Q1 2025 menunjukkan penurunan sebesar 44,25% dibandingkan periode yang sama di 2024 (dari hampir 5,9 juta menjadi 3,2 juta), sekitar 15,5% pengguna di Indonesia tetap terdampak oleh serangan daring. Jenis serangan yang paling umum adalah melalui peramban, yang seringkali memanfaatkan celah pada plugin dan teknik rekayasa sosial.

Indonesia kini berada di peringkat ke-95 dalam daftar negara yang paling terdampak oleh ancaman daring. Sebaliknya, negara-negara seperti Ukraina, Belarus, dan Rusia menempati posisi teratas dengan persentase pengguna terdampak lebih dari 30% selama Q1 2025.

Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Asia Tenggara, menyatakan bahwa organisasi perlu membangun ketahanan digital menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Solusi keamanan harus mencakup deteksi berbasis AI, diversifikasi penyedia layanan, serta budaya keamanan yang ditanamkan pada setiap individu dalam organisasi.

Baca Juga

  • Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026
  • Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Advertisement

Untuk memperkuat pertahanan, Kaspersky merekomendasikan agar perusahaan rutin memperbarui sistem, mencadangkan data secara berkala, serta mengelola akses pengguna secara hati-hati untuk mencegah kebocoran informasi sensitif. Visibilitas jaringan dan pemantauan aktivitas juga sangat penting.

Karyawan juga perlu diberdayakan dengan edukasi keamanan siber. Platform seperti Kaspersky Automated Security Awareness dapat membantu meningkatkan kesadaran akan risiko digital. Pelatihan profesional untuk tim keamanan siber dan tim Security Operations Center (SOC) juga dianjurkan untuk menjaga kesiapan dalam menghadapi insiden.

Sebagai solusi tambahan, Kaspersky menyarankan penggunaan intelijen ancaman dan teknologi keamanan terpadu seperti Kaspersky NEXT XDR, yang menggabungkan perlindungan titik akhir dengan respon insiden otomatis. Pendekatan komprehensif ini dinilai penting untuk menciptakan perlindungan digital yang berlapis dan adaptif.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Kaspersky Siber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleFUJIFILM Kenalkan Kamera Instan Analog Instax Mini 41!
Next Article Bocoran Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy S25 Edge
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Fitur AI Android Terbaru Gemini: Revolusi Pencarian dan Keamanan

Olin Sianturi14 Maret 2026 | 14:36

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Olin Sianturi27 Februari 2026 | 09:03

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00
Pilihan Redaksi
Elektronik

Speaker Multi-room Sonos Terbaru: Era 100 SL dan Play Hadir

Olin Sianturi14 Maret 2026 | 03:05

Speaker multi-room Sonos terbaru kini resmi memperkuat jajaran perangkat audio premium untuk pasar global melalui…

Bocoran Spesifikasi OnePlus 16: Snapdragon 8 Elite & Kamera 200MP

14 Maret 2026 | 03:43

ASUS Jadi Laptop Terbaik 2026: Buktikan Durabilitas Tahan Banting yang Tak Masuk Akal

13 Maret 2026 | 06:30

8 Rekomendasi HP 1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik 2025: Spek Gahar Bikin Naksir

26 Agustus 2025 | 17:50

Galaxy Buds4 Series Hadirkan HD Voice, Panggilan Telepon Kini Super Jernih

14 Maret 2026 | 14:01
Terbaru

Fitur AI Android Terbaru Gemini: Revolusi Pencarian dan Keamanan

Olin Sianturi14 Maret 2026 | 14:36

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Olin Sianturi27 Februari 2026 | 09:03

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:03

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.