Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Instagram dan WhatsApp Berbayar Resmi Rilis, Ini Tarifnya

28 Mei 2026 | 10:18

Tablet Redmi Pad SE: Pilihan Terbaik Harga 2 Jutaan

28 Mei 2026 | 09:55

Kehancuran Yerusalem Kuno Terbukti Lewat Studi Karbon Terbaru

28 Mei 2026 | 09:32
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Instagram dan WhatsApp Berbayar Resmi Rilis, Ini Tarifnya
  • Tablet Redmi Pad SE: Pilihan Terbaik Harga 2 Jutaan
  • Kehancuran Yerusalem Kuno Terbukti Lewat Studi Karbon Terbaru
  • Harga HP Akan Naik Terus, Bos Xiaomi Imbau Beli Sekarang
  • Tablet Samsung 2 Jutaan: Galaxy Tab A9 Plus Layar 11 Inci
  • PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI
  • Mesin Pencari Deep Web dan AI Terbaik untuk Riset Mendalam
  • Tablet Murah Tecno MegaPad 11: RAM 8GB dan Audio Dolby Atmos
Kamis, Mei 28
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kehancuran Yerusalem Kuno Terbukti Lewat Studi Karbon Terbaru
Berita Tekno

Kehancuran Yerusalem Kuno Terbukti Lewat Studi Karbon Terbaru

Ana OctarinAna Octarin28 Mei 2026 | 09:32
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
kehancuran Yerusalem kuno
kehancuran Yerusalem kuno (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kehancuran Yerusalem kuno kini memiliki bukti ilmiah baru yang sangat akurat setelah tim peneliti internasional berhasil merekonstruksi sejarah perkotaan wilayah tersebut. Melalui jurnal ilmiah bertajuk ‘Radiocarbon Chronology of Iron Age Jerusalem Reveals Calibration Offsets and Architectural Developments’, para ilmuwan memaparkan kronologi baru yang lebih presisi. Mereka mengombinasikan penanggalan radiokarbon, pengukuran karbon atmosfer, serta analisis lingkaran tahunan pohon untuk memetakan sejarah kota suci ini.

Namun, upaya menyingkap tabir sejarah ini tidak berjalan mudah bagi para arkeolog. Tantangan terbesar datang dari fenomena alam yang para ilmuwan sebut sebagai dataran tinggi Hallstatt. Pada periode ini, fluktuasi sinar kosmik dan ketidakstabilan atmosfer mengganggu akurasi penanggalan radiokarbon biasa. Akibatnya, metode karbon konvensional kerap gagal menghasilkan penanggalan tahun yang spesifik untuk Zaman Besi.

Untuk memecahkan kebuntuan tersebut, tim peneliti menerapkan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan sains dan literatur kuno. Mereka menyelaraskan teks Alkitab, catatan sejarah kuno, hingga penanggalan gaya tembikar lokal dengan analisis laboratorium. Kolaborasi metode ini menjadi kunci penting dalam merekonstruksi kehancuran Yerusalem kuno akibat invasi asing.

Baca Juga

  • PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI
  • Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual

Advertisement

Metode Canggih Ungkap Kehancuran Yerusalem Kuno

Dalam riset ini, para ilmuwan mengumpulkan lebih dari 100 sampel bahan organik dari lima situs berbeda di kawasan Kota Daud. Wilayah arkeologi Kota Daud ini terletak tepat di sebelah selatan Temple Mount, yang menjadi jantung peradaban Yerusalem pada masa lampau. Tim peneliti memfokuskan analisis pada biji-bijian purba, sisa arang, dan bahan organik lain yang terkubur di bawah lapisan tanah.

Mereka menerapkan metode inovatif bernama “arkeologi mikro” untuk memeriksa lapisan sedimen yang membungkus biji-bijian tersebut. Guna memastikan akurasi absolut, para ilmuwan memverifikasi data tersebut menggunakan pengukuran radiokarbon atmosfer dari lingkaran pertumbuhan pohon yang hidup antara tahun 624 dan 572 SM. Metode presisi ini berhasil menembus hambatan dataran tinggi Hallstatt yang selama ini membingungkan para peneliti.

Hasil penanggalan baru yang sangat detail ini memberikan konfirmasi ilmiah terhadap sejumlah peristiwa besar yang tercatat dalam Alkitab. Beberapa di antaranya meliputi fase awal pembangunan pemukiman kota, dampak gempa bumi dahsyat, dan peristiwa paling tragis berupa kehancuran Yerusalem kuno oleh pasukan Babilonia.

Baca Juga

  • Serangan Siber Kelompok Iran Hantam Transportasi Los Angeles
  • Kesepakatan Bonus Samsung Berhasil Batalkan Mogok Kerja Massal

Advertisement

Elisabetta Boaretto, salah satu peneliti utama sekaligus Direktur Scientific Archaeology Unit di Weizmann Institute of Science, menjelaskan keunikan situs ini. Menurutnya, Yerusalem merupakan kota yang sangat dinamis karena masyarakat terus membangun kembali pemukiman di atas reruntuhan lama. Kondisi ini membuat bukti-bukti arkeologis saling tumpang tindih dan tersebar di berbagai lapisan tanah.

Meskipun menghadapi tantangan struktur bangunan yang berlapis-lapis, tim peneliti berhasil menyusun kronologi Zaman Besi secara sistematis. Mereka menetapkan garis waktu yang kokoh dengan memanfaatkan sisa-sisa abu pembakaran dari invasi Babilonia pada tahun 586 SM. Peristiwa kebakaran hebat ini memusnahkan seluruh kota sekaligus menandai kehancuran Yerusalem kuno yang legendaris tersebut.

Perdebatan Hangat di Kalangan Akademisi

Meskipun membawa angin segar bagi dunia arkeologi, hasil penelitian ini tetap memicu diskusi hangat di kalangan akademisi. Sebagian ahli sejarah masih meragukan tingkat keandalan dari kronologi baru yang ditawarkan oleh tim riset Weizmann Institute tersebut.

Baca Juga

  • Tanda WhatsApp Disadap Orang dan Cara Mengatasinya
  • Salju Abadi Papua Mencair, Gletser Terakhir Segera Sirna

Advertisement

Israel Finkelstein, profesor arkeologi terkemuka dari Universitas Tel Aviv yang tidak terlibat dalam penelitian, memberikan catatan kritis. Ia berpendapat bahwa mayoritas sampel organik dalam studi ini berasal dari konteks arkeologi yang kurang ideal. Menurut analisis Finkelstein, hanya satu dari lima situs yang diperiksa yang benar-benar memenuhi standar keandalan tinggi.

Terlepas dari perbedaan sudut pandang tersebut, penggunaan teknologi penanggalan radiokarbon modern ini telah membuka babak baru dalam studi sejarah Timur Tengah. Teknologi ini menjembatani batas antara sains modern dan narasi sejarah kuno secara lebih terukur. Penemuan ini sekaligus memberikan pemahaman baru mengenai sejarah panjang dan kehancuran Yerusalem kuno yang terus memikat para peneliti dunia.

Baca Juga

  • Layanan Digital Berbasis AI Jadi Langkah Baru Telkomsel
  • Penyebab Proyek AI Gagal di Banyak Perusahaan Global

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Arkeologi Babilonia Penanggalan Karbon Sejarah Alkitab Yerusalem Kuno
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleHarga HP Akan Naik Terus, Bos Xiaomi Imbau Beli Sekarang
Next Article Tablet Redmi Pad SE: Pilihan Terbaik Harga 2 Jutaan
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI

Iphan S28 Mei 2026 | 08:23

Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual

Ana Octarin28 Mei 2026 | 07:14

Serangan Siber Kelompok Iran Hantam Transportasi Los Angeles

Ana Octarin28 Mei 2026 | 06:05

Kesepakatan Bonus Samsung Berhasil Batalkan Mogok Kerja Massal

Iphan S28 Mei 2026 | 04:33

Tanda WhatsApp Disadap Orang dan Cara Mengatasinya

Ana Octarin28 Mei 2026 | 03:01

Salju Abadi Papua Mencair, Gletser Terakhir Segera Sirna

Iphan S28 Mei 2026 | 01:29
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI

Iphan S28 Mei 2026 | 08:23

Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual

Ana Octarin28 Mei 2026 | 07:14

Serangan Siber Kelompok Iran Hantam Transportasi Los Angeles

Ana Octarin28 Mei 2026 | 06:05

Kesepakatan Bonus Samsung Berhasil Batalkan Mogok Kerja Massal

Iphan S28 Mei 2026 | 04:33

Tanda WhatsApp Disadap Orang dan Cara Mengatasinya

Ana Octarin28 Mei 2026 | 03:01
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.