Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisaris Baru Telkomsel Yusuf Ateh Resmi Ditunjuk

1 Juni 2026 | 09:07

Tablet Murah untuk Pelajar, itel VistaTab 11 Punya Fitur AI

1 Juni 2026 | 08:22

Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan

1 Juni 2026 | 07:37
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Komisaris Baru Telkomsel Yusuf Ateh Resmi Ditunjuk
  • Tablet Murah untuk Pelajar, itel VistaTab 11 Punya Fitur AI
  • Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan
  • Perbandingan Honor 600 vs Honor 600 Pro, Mana Lebih Unggul?
  • Redmi Headphones Neo Indonesia Segera Rilis, Ini Speknya
  • HP Samsung Harga 2 Jutaan: Pilih Galaxy A05, A06, atau A05s?
  • Tablet Murah untuk Pelajar Terbaik 2026, Mulai 1 Jutaan
  • Cara Main Game PS2 di PC dan Laptop Kentang, Dijamin Lancar
Senin, Juni 1
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi
Berita Tekno

Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi

Iphan SIphan S14 April 2026 | 05:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Chip AI sel otak manusia
Chip AI sel otak manusia (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Chip AI sel otak manusia kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati teknologi dunia setelah sebuah perusahaan rintisan asal San Francisco mengungkap inovasi radikal mereka. Di tengah perlombaan raksasa teknologi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih, muncul kekhawatiran besar mengenai keberlanjutan lingkungan. Infrastruktur AI saat ini menuntut pasokan energi listrik yang masif dan sistem pendinginan air yang sangat besar, yang memicu krisis sumber daya global.

Selain masalah lingkungan, industri teknologi juga menghadapi kebuntuan akibat kelangkaan chip memori berbasis silikon. Hal ini memicu lonjakan harga perangkat elektronik konsumen seperti ponsel pintar dan laptop secara signifikan. Fenomena ini mendorong para ilmuwan mencari alternatif di luar material semikonduktor tradisional yang mulai mencapai batas fisiknya. Dalam situasi penuh tekanan inilah, sebuah startup bernama The Biological Computing Company (TBC) hadir dengan solusi yang terdengar seperti fiksi ilmiah.

Keunggulan Efisiensi Chip AI Sel Otak Manusia

Startup yang baru muncul ke permukaan pada Februari 2026 ini berhasil mengamankan pendanaan awal sebesar US$25 juta atau setara Rp428 miliar. TBC memelopori penggunaan chip AI sel otak manusia sebagai fondasi utama untuk menjalankan algoritma AI generatif. Langkah ini mereka ambil untuk menggantikan dominasi silikon yang dianggap terlalu kaku dan boros daya dalam memproses data yang sangat kompleks.

Baca Juga

  • Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan
  • Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Advertisement

Secara teknis, tim ahli di TBC menyandikan data dunia nyata, mulai dari citra visual hingga rangkaian video, langsung ke dalam jaringan saraf biologis. Proses ini memungkinkan informasi berubah menjadi representasi yang jauh lebih kaya dan dinamis dibandingkan sistem biner pada chip komputer konvensional. Penggunaan chip AI sel otak manusia ini diklaim mampu memperkuat performa algoritma dengan cara yang jauh lebih organik, menyerupai cara kerja kognitif asli manusia.

Dr. Alex Ksendsovsky, seorang mantan ahli bedah saraf yang kini memimpin TBC, menjelaskan bahwa teknologi ini sebenarnya adalah upaya untuk mengembalikan AI ke akar biologisnya. Pada masa awal pengembangannya, model komputasi AI memang terinspirasi dari struktur sel saraf atau neuron. Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi tersebut justru menjauh dari prinsip biologi dan mengandalkan metode paksa (brute force) pada perangkat keras silikon yang membutuhkan energi luar biasa besar.

Lompatan Teknologi Biokomputasi di Mission Bay

Di laboratorium mereka yang berlokasi di Mission Bay, TBC mengumpulkan talenta terbaik dari berbagai disiplin ilmu. Tim yang terdiri dari 23 orang ini melibatkan pakar visi komputer, pengembang AI, fisikawan komputasi, hingga ahli biologi senior. Menariknya, banyak dari mereka merupakan mantan petinggi dan insinyur dari perusahaan teknologi raksasa seperti Meta, Apple, dan Amazon yang memilih beralih ke bidang biokomputasi.

Baca Juga

  • PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial
  • Gelombang Panas Ekstrem Eropa Pecah Rekor, PBB Beri Warning

Advertisement

Setiap unit chip AI sel otak manusia yang mereka kembangkan mengandung antara 100.000 hingga 500.000 sel saraf manusia yang hidup. Sel-sel ini ditempatkan dalam lingkungan terkontrol yang memungkinkan mereka tetap berfungsi sebagai pemroses informasi. Meski awalnya menggunakan sel otak tikus untuk tahap uji coba, TBC kini telah sepenuhnya beralih menggunakan jaringan saraf manusia untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi.

Hasil penelitian internal TBC menunjukkan angka yang sangat menjanjikan. Model AI yang dilatih menggunakan respons saraf biologis mampu mencapai performa puncak tiga kali lebih cepat dibandingkan model standar. Selain itu, sistem ini membutuhkan iterasi pelatihan yang jauh lebih sedikit, sehingga secara otomatis mengurangi kebutuhan komputasi dan konsumsi energi hingga 300 persen. Ini merupakan jawaban nyata atas kritik para aktivis lingkungan terhadap pemborosan energi di pusat data AI global.

Tantangan Operasional dan Masa Depan Wetware

Meskipun menawarkan efisiensi yang luar biasa, teknologi biokomputasi ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari perangkat keras biasa. Chip biologis ini memiliki masa pakai terbatas, yakni sekitar satu tahun. Karena terdiri dari sel hidup, chip tersebut juga menghasilkan limbah biologis yang memerlukan pembersihan rutin setiap beberapa hari agar tetap berfungsi optimal. Hal ini memunculkan kategori baru dalam dunia teknologi yang sering disebut sebagai “wetware”.

Baca Juga

  • Komisaris Baru Telkomsel: Muhammad Yusuf Ateh Resmi Menjabat
  • Rencana Energi Nuklir Singapura Mulai Dikaji Secara Formal

Advertisement

Saat ini, TBC belum berencana menjual chip tersebut ke pasar luas secara retail. Fokus utama mereka adalah membangun dan memperkuat algoritma yang memanfaatkan sinyal neurologis, khususnya untuk kebutuhan AI visual. Teknologi ini sangat potensial untuk diaplikasikan pada video generatif, rendering grafis game tingkat tinggi, hingga sistem visi komputer yang digunakan pada kendaraan otonom.

Manajemen TBC juga mengonfirmasi bahwa mereka tengah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai laboratorium model dasar AI dan perusahaan keamanan siber global. Walaupun belum bersedia mengungkap nama-nama mitra strategisnya, Ksendsovsky optimis bahwa produk mereka akan segera mendisrupsi pasar. Ia menekankan bahwa apa yang mereka bangun saat ini sangat unik dan berada jauh di luar ekspektasi industri konvensional.

Inovasi ini membawa harapan baru di tengah kekhawatiran akan dampak negatif AI terhadap kelangsungan bumi. Dengan memanfaatkan kehebatan alami evolusi manusia, TBC berusaha membuktikan bahwa masa depan kecerdasan buatan tidak harus merusak lingkungan. Kita mungkin segera menyaksikan era baru di mana batas antara mesin dan biologi semakin memudar melalui penerapan chip AI sel otak manusia secara komersial.

Baca Juga

  • Promo Lazada 6.6 Super: Banjir Diskon Gadget dan Elektronik
  • Promo Lazada 6.6 Terbaru: Buruan Serbu Diskon Gadget Terbesar!

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Biokomputasi Inovasi Chip Kecerdasan Buatan Startup TBC Teknologi AI
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleTruk Listrik Foton eMiler: Review Lengkap Performa dan Kenyamanan
Next Article Update Software Mobil Listrik BYD Tembus 200 Kali Setahun
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan

Iphan S1 Juni 2026 | 07:37

Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Ana Octarin1 Juni 2026 | 02:28

PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial

Ana Octarin1 Juni 2026 | 01:19

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Pecah Rekor, PBB Beri Warning

Ana Octarin1 Juni 2026 | 00:10

Komisaris Baru Telkomsel: Muhammad Yusuf Ateh Resmi Menjabat

Ana Octarin31 Mei 2026 | 22:38

Rencana Energi Nuklir Singapura Mulai Dikaji Secara Formal

Iphan S31 Mei 2026 | 21:29
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

HP Ojol Terbaik 2026 Harga 2 Jutaan: Baterai Jumbo & Awet

31 Mei 2026 | 05:23

Infinix HOT 50 Pro+ Jadi HP Gaming Layar Lengkung Termurah

30 Mei 2026 | 22:52

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57
Terbaru

Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan

Iphan S1 Juni 2026 | 07:37

Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Ana Octarin1 Juni 2026 | 02:28

PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial

Ana Octarin1 Juni 2026 | 01:19

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Pecah Rekor, PBB Beri Warning

Ana Octarin1 Juni 2026 | 00:10

Komisaris Baru Telkomsel: Muhammad Yusuf Ateh Resmi Menjabat

Ana Octarin31 Mei 2026 | 22:38
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.