Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

26 Mei 2026 | 13:55

Tim Reli Wanita Indonesia Resmi Dibentuk untuk Kejurnas 2026

26 Mei 2026 | 12:55

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Sekarang!

26 Mei 2026 | 11:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI
  • Tim Reli Wanita Indonesia Resmi Dibentuk untuk Kejurnas 2026
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Sekarang!
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026, Klaim Voucher Draft!
  • tablet Samsung Galaxy Tab S9 FE+ Solusi Kerja Praktis
  • Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung
  • Recall Mobil Nissan: Pedal Gas Rusak, 70 Ribu Unit Ditarik
  • laptop Polytron Luxia R5 Resmi Rilis, Ini Spek dan Harganya
Selasa, Mei 26
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI
Berita Tekno

Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

Ana OctarinAna Octarin26 Mei 2026 | 13:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
daur ulang baterai mobil listrik
daur ulang baterai mobil listrik (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Teknologi daur ulang baterai mobil listrik yang kini berkembang pesat di Eropa berpotensi mengguncang pasar nikel global, termasuk Indonesia. Dua startup asal Eropa, Altilium dan Tozero, memimpin langkah revolusioner ini demi memenuhi standar ketat Uni Eropa yang akan berlaku mulai Agustus 2030. Langkah ini tidak hanya menantang dominasi China dalam industri baterai global, tetapi juga menjadi alarm bagi negara produsen nikel mentah.

Uni Eropa telah menetapkan aturan ketat terkait keberlanjutan ekosistem kendaraan listrik. Mulai tahun 2030, sebanyak 6 persen lithium dan nikel, serta 16 persen kobalt yang digunakan pada kendaraan listrik harus berasal dari bahan daur ulang. Angka minimum ini akan terus meningkat secara bertahap setiap lima tahun sekali. Kebijakan ini memaksa para produsen otomotif mencari alternatif pasokan selain menambang bijih nikel baru.

Tantangan Baru dari Regulasi Daur Ulang Baterai Mobil Listrik

Penerapan regulasi baru ini membuat permintaan akan bahan hasil daur ulang baterai mobil listrik melonjak tajam di kawasan Eropa. Jika gagal memenuhi kuota bahan daur ulang tersebut, produsen mobil akan menghadapi denda besar dan larangan penjualan di kawasan Uni Eropa. Kondisi ini memicu kompetisi ketat antara startup Eropa dengan korporasi besar asal China yang selama ini memonopoli teknologi daur ulang baterai.

Baca Juga

  • Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung
  • Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

Advertisement

Kehadiran inovasi dari Altilium dan Tozero menjadi bukti nyata bahwa Eropa ingin mandiri dari ketergantungan pasokan luar negeri. Langkah taktis ini didukung penuh oleh regulasi hijau Uni Eropa yang menuntut penurunan emisi secara drastis pada seluruh rantai pasok kendaraan listrik.

Inovasi Altilium dan Kinerja Katoda Daur Ulang

Dua startup Eropa, Altilium dan Tozero, memimpin inovasi daur ulang baterai mobil listrik untuk mengurangi ketergantungan pada bahan mentah baru. Altilium, startup asal Inggris, membuktikan bahwa kualitas bahan daur ulang tidak kalah dari bahan tambang segar. Berdasarkan riset bersama Imperial College London, sel baterai yang menggunakan katoda daur ulang menunjukkan performa yang setara dengan baterai baru. Katoda tersebut biasanya terdiri dari campuran lithium, nikel, kobalt, dan mangan.

Penggunaan bahan hasil daur ulang baterai mobil listrik terbukti mampu memangkas emisi karbon hingga 70 persen. CEO Altilium, Christian Marston, mengungkapkan bahwa proses ini juga membuat biaya produksi 20 persen lebih murah dibandingkan menggunakan material tambang baru. Saat ini, Altilium tengah menjalin kemitraan dengan Tata Motors untuk mendaur ulang baterai dari mobil listrik premium Jaguar i-Pace.

Baca Juga

  • Jaringan Internet Sumatra Lumpuh Total Akibat Blackout PLN
  • Polymarket Diblokir di Indonesia, Ini Alasan Komdigi

Advertisement

Tozero dan Ambisi Net-Zero Grafit

Selain Altilium, startup asal Jerman bernama Tozero juga menggebrak industri dengan fokus pada daur ulang grafit. Didukung oleh raksasa otomotif Honda, Tozero tengah mengembangkan metode hidrometalurgi yang bebas emisi jika menggunakan energi terbarukan. Selain itu, Honda juga mendukung pengembangan grafit melalui metode daur ulang baterai mobil listrik ini.

Grafit sendiri berkontribusi hingga 40 persen dari total jejak karbon dalam pembuatan baterai lithium-ion konvensional. Tozero menargetkan pabrik mereka mulai beroperasi penuh pada tahun 2027 dengan kapasitas produksi 2.000 ton grafit daur ulang per tahun. Jumlah tersebut diklaim cukup untuk memasok kebutuhan produksi sekitar 50.000 unit mobil listrik baru tanpa perlu melakukan penambangan baru yang merusak lingkungan.

Dampak Serius Terhadap Hilirisasi Nikel Indonesia

Perkembangan teknologi ini tentu menjadi perhatian serius bagi Indonesia yang sedang gencar melakukan hilirisasi nikel. Indonesia saat ini mengandalkan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk mengekstrak Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dari bijih nikel kadar rendah (limonit). MHP ini kemudian diolah menjadi nikel sulfat, komponen vital untuk katoda baterai.

Baca Juga

  • Foto Haji dari Angkasa Abadikan Momen Suci di Arafah
  • Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya

Advertisement

Proyek-proyek raksasa di Morowali dan Weda Bay terus digenjot untuk memenuhi permintaan global. Namun, jika pasar Eropa yang merupakan salah satu pasar EV terbesar mulai beralih ke bahan daur ulang, serapan nikel asal Indonesia bisa terganggu. Apalagi, Uni Eropa juga terus memperketat aturan mengenai jejak karbon dari produk impor, yang sering kali menyudutkan nikel Indonesia karena proses produksinya masih menggunakan energi dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.

Persaingan Sengit Melawan Dominasi China

Selama ini, China menguasai rantai pasok daur ulang baterai global melalui raksasa teknologi seperti CATL. Negara Tirai Bambu ini telah membangun regulasi daur ulang baterai yang sangat matang sejak tahun 2018. Perusahaan-perusahaan China kini memiliki kapasitas daur ulang terbesar di dunia, yang memungkinkan mereka memproduksi baterai dengan harga yang sangat kompetitif.

Langkah Eropa untuk mandiri secara teknologi daur ulang ini secara langsung menantang dominasi pasar yang selama ini dinikmati oleh China. Melalui startup lokal seperti Altilium dan Tozero, Eropa berusaha memutus rantai ketergantungan geopolitik tersebut dan menciptakan ekosistem sirkular yang mandiri di dalam kawasan mereka sendiri.

Baca Juga

  • Titip KTP di Gedung Ternyata Melanggar Undang-Undang?
  • Ciri Nomor WA Diblokir Seseorang, Ini 6 Tanda Utamanya

Advertisement

Menghadapi pergeseran tren global ini, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan ekspor komoditas setengah jadi dengan jejak karbon tinggi. Pemerintah dan pelaku industri harus mulai melirik investasi pada teknologi hijau dan pengolahan ramah lingkungan. Indonesia harus segera mengantisipasi tren daur ulang baterai mobil listrik ini agar industri nikel dalam negeri tetap kompetitif di pasar global yang semakin menuntut keberlanjutan.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
altilium baterai listrik daur ulang baterai nikel indonesia tozero
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleTim Reli Wanita Indonesia Resmi Dibentuk untuk Kejurnas 2026
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung

Iphan S26 Mei 2026 | 08:55

Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

Ana Octarin26 Mei 2026 | 04:55

Jaringan Internet Sumatra Lumpuh Total Akibat Blackout PLN

Ana Octarin25 Mei 2026 | 23:55

Polymarket Diblokir di Indonesia, Ini Alasan Komdigi

Ana Octarin25 Mei 2026 | 18:55

Foto Haji dari Angkasa Abadikan Momen Suci di Arafah

Ana Octarin25 Mei 2026 | 13:55

Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya

Iphan S25 Mei 2026 | 08:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung

Iphan S26 Mei 2026 | 08:55

Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

Ana Octarin26 Mei 2026 | 04:55

Jaringan Internet Sumatra Lumpuh Total Akibat Blackout PLN

Ana Octarin25 Mei 2026 | 23:55

Polymarket Diblokir di Indonesia, Ini Alasan Komdigi

Ana Octarin25 Mei 2026 | 18:55

Foto Haji dari Angkasa Abadikan Momen Suci di Arafah

Ana Octarin25 Mei 2026 | 13:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.