Materi Strategis Tingkatkan Kompetensi ASN

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas individu maupun organisasi.
Pembahasan meliputi pelaksanaan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN), pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), penerapan Standar Barang Standar Kebutuhan (SBSK), konsep super agility, pengenalan empat tipe kepribadian, analisis jabatan, analisis beban kerja, hingga penguatan budaya kerja ASN dalam mendukung implementasi sistem merit.
Materi tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber berpengalaman, di antaranya Kepala Seksi Pelayanan Kekayaan Negara (PKN) IVA Kementerian Keuangan Cucu Supyan Cahyana, Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Biro Keuangan dan Aset Kemendagri Hary Sulistyo Rahardjo, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kemendagri Edang Mochamad, Winner Satriadi Harahap dari Biro Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Jenderal Kemendagri, serta Intan Permatasari dari Kementerian PANRB.
Baca Juga
Advertisement
Melalui materi tersebut, ASN tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek administratif, tetapi juga didorong untuk memiliki pola pikir yang lebih inovatif dan responsif terhadap perubahan.
Penguatan SDM ASN Dimulai dari Budaya Disiplin dan Kolaborasi
Selain peningkatan kompetensi, Sri Purwaningsih juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya disiplin sebagai fondasi utama organisasi.
Ia mengingatkan seluruh pegawai agar mematuhi aturan kedisiplinan, menjaga komunikasi yang sehat, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarunit kerja.
Baca Juga
Advertisement
Menurutnya, budaya organisasi yang kuat akan lahir ketika setiap pegawai memiliki rasa tanggung jawab yang sama terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Tidak hanya itu, pengukuran beban kerja juga dinilai perlu dilakukan secara tepat agar kebutuhan organisasi dapat dipenuhi secara proporsional. Langkah tersebut termasuk untuk mendukung penguatan fungsi media di lingkungan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan yang memiliki peran penting dalam penyebarluasan informasi kepada publik.
Dengan disiplin yang konsisten, kepercayaan pimpinan terhadap kualitas kinerja pegawai juga akan semakin meningkat.
Baca Juga
Advertisement
CEKATAN Ditjen Bina Adwil Hadir sebagai Solusi Integrasi Layanan Kearsipan
CEKATAN Ditjen Bina Adwil Percepat Integrasi Layanan Kearsipan
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah diperkenalkannya platform Single Window Preservation Arsip atau CEKATAN.
Inovasi yang dikembangkan oleh Bagian Umum Sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan ini mengusung konsep Kecepatan, Kemudahan, dan Ketepatan, sehingga seluruh layanan kearsipan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Melalui pendekatan tersebut, proses administrasi diharapkan menjadi lebih sederhana, efisien, sekaligus mampu mengurangi hambatan birokrasi yang selama ini masih ditemukan dalam pengelolaan arsip.
Baca Juga
Advertisement
Selain mendukung efektivitas pekerjaan internal, platform ini juga diproyeksikan menjadi bagian penting dari transformasi digital di lingkungan Ditjen Bina Adwil.