Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Memori HBM4E Samsung Mulai Dikirim, Chip AI Super Cepat

30 Mei 2026 | 14:49

Harga Tablet Samsung Terbaru Mei 2026, Mulai 2 Jutaan!

30 Mei 2026 | 14:26

Asisten Kesehatan Pribadi AI Kini Hadir Lewat Copilot

30 Mei 2026 | 13:40
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Memori HBM4E Samsung Mulai Dikirim, Chip AI Super Cepat
  • Harga Tablet Samsung Terbaru Mei 2026, Mulai 2 Jutaan!
  • Asisten Kesehatan Pribadi AI Kini Hadir Lewat Copilot
  • Tablet Murah Redmi Pad 2 Resmi Rilis, Update OS 7 Tahun!
  • Penemuan Pulau Misterius Baru di Zona Bahaya Antartika
  • Router Wi-Fi 8 Pertama: Asus ROG Rapture GT-BN98 Pro Rilis
  • tablet gaming iQOO Pad 6 Pro Rilis, Spek Monster 4K!
  • Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai 2026, Komdigi Jamin Aman
Sabtu, Mei 30
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kebocoran Data Rahasia China Ungkap Dokumen Militer Xi Jinping
Berita Tekno

Kebocoran Data Rahasia China Ungkap Dokumen Militer Xi Jinping

Ana OctarinAna Octarin11 April 2026 | 06:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kebocoran data rahasia China kini menjadi sorotan dunia setelah laporan terbaru mengungkapkan adanya pencurian informasi berskala masif dari jantung pertahanan Beijing. Sebuah dataset raksasa yang mencapai lebih dari 10 petabyte diduga jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Data ini berasal dari National Supercomputing Center di Tianjin, sebuah fasilitas vital yang menjadi otak dari berbagai penelitian strategis pemerintahan Xi Jinping.

Pusat superkomputer di Tianjin bukan sekadar laboratorium biasa. Fasilitas ini melayani lebih dari 6.000 klien yang mencakup lembaga penelitian sains tingkat tinggi serta institusi pertahanan paling rahasia di Negeri Tirai Bambu tersebut. Insiden ini menandai salah satu kegagalan keamanan siber terbesar yang pernah dialami oleh otoritas China dalam satu dekade terakhir.

Skala Kerusakan Akibat Kebocoran Data Rahasia China

Para pakar keamanan siber internasional mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait kebocoran data rahasia China ini. Mereka menyebutkan bahwa peretas berhasil menyusup ke dalam sistem dengan relatif mudah. Lebih mengejutkan lagi, aktivitas penyedotan data ini berlangsung selama berbulan-bulan tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan internal yang seharusnya sangat ketat.

Baca Juga

  • Penemuan Pulau Misterius Baru di Zona Bahaya Antartika
  • Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai 2026, Komdigi Jamin Aman

Advertisement

Aksi peretasan ini pertama kali terendus publik ketika sebuah akun anonim bernama FlamingChina mengunggah sampel data tersebut melalui kanal Telegram pada 6 Februari lalu. Kelompok ini tidak hanya sekadar memamerkan keberhasilan mereka, tetapi juga memberikan rincian jenis informasi yang mereka kuasai. Dampak dari kebocoran data rahasia China ini mencakup berbagai sektor kritikal, mulai dari riset kedirgantaraan hingga simulasi fusi nuklir yang sangat sensitif.

Dalam daftar organisasi yang terdampak, muncul nama-nama besar seperti Aviation Industry Corporation of China (AVIC) dan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). Kedua perusahaan ini merupakan pilar utama ambisi China untuk menyaingi dominasi Barat di industri penerbangan global. Selain itu, National University of Defense Technology yang merupakan pusat pendidikan militer elit juga masuk dalam daftar institusi yang datanya berhasil dibobol.

Dokumen Militer dan Senjata yang Terancam

Informasi yang terkandung dalam dataset ini sangatlah spesifik dan berbahaya. Laporan menyebutkan adanya file-file bertanda “rahasia negara” yang berisi skema teknis mesin pesawat tempur, simulasi animasi pertempuran, hingga render visual senjata mematikan seperti bom dan rudal balistik. Hal ini menunjukkan bahwa kebocoran data rahasia China bukan sekadar pencurian data identitas warga, melainkan spionase tingkat tinggi yang mengancam stabilitas keamanan regional.

Baca Juga

  • Jurusan Kuliah Masa Depan Tak Penting Lagi Kata Bos Nvidia
  • Makassar Half Marathon 2026 Didukung Jaringan 5G Telkomsel

Advertisement

Para peretas tampaknya menyadari nilai ekonomi dari data yang mereka miliki. Mereka menawarkan dataset tersebut di pasar gelap dengan sistem pembayaran cryptocurrency. Untuk sekadar melihat pratinjau data, calon pembeli harus merogoh kocek hingga ribuan dolar. Sementara itu, untuk akses penuh ke seluruh 10 petabyte data tersebut, harga yang dipatok mencapai ratusan ribu dolar Amerika Serikat.

Meskipun pihak pemerintah China belum memberikan pernyataan resmi, sejumlah analis intelijen mulai memverifikasi keaslian sampel data yang beredar. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa dokumen-dokumen tersebut tampak autentik dan memiliki tingkat detail teknis yang hanya dimiliki oleh lembaga resmi. Skala besar kebocoran data rahasia China yang melibatkan pusat superkomputer nasional ini tentu menjadi tamparan keras bagi narasi keunggulan teknologi Beijing.

Fasilitas di Tianjin sendiri selama ini dikenal sebagai rumah bagi seri superkomputer Tianhe, yang pernah dinobatkan sebagai yang tercepat di dunia. Kegagalan melindungi infrastruktur sepenting ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kerentanan sistem pertahanan digital China di tengah persaingan teknologi global yang kian memanas. Jika data simulasi fusi nuklir dan desain rudal benar-benar jatuh ke tangan musuh, maka peta kekuatan militer di Asia Timur bisa berubah secara drastis.

Baca Juga

  • Mikroba Dalam Batu Kuno 2 Miliar Tahun Ditemukan Hidup
  • Fosil Tulang Paus Purba Dikira Mammoth, Misteri 70 Tahun Terungkap

Advertisement

Selain aspek militer, kebocoran ini juga mencakup bidang bioinformatika. Data mengenai penelitian genetika dan pengembangan obat-obatan mutakhir yang dilakukan oleh universitas-universitas top China juga turut terseret. Ini berarti kerugian yang dialami China tidak hanya bersifat strategis militer, tetapi juga ekonomi dan intelektual jangka panjang.

Dunia kini menunggu bagaimana langkah Beijing dalam merespons ancaman ini. Apakah mereka akan memperketat kontrol internet yang sudah sangat restriktif, atau melakukan serangan balik di ruang siber? Yang pasti, komunitas internasional kini lebih waspada melihat kerentanan yang muncul dari kasus kebocoran data rahasia China ini.

Baca Juga

  • Agen Penagih Utang AI Mulai Gantikan Manusia, Amankah?
  • Pesan Paus tentang AI yang Sentil Keras Para Miliarder Dunia

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
China Keamanan Siber Militer Peretasan Teknologi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleGaransi Baterai Farizon 8 Tahun: Standar Baru Truk Listrik
Next Article Air Fryer Cosmos CAF-6603 Murah: Solusi Sehat Low Watt 2026
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Penemuan Pulau Misterius Baru di Zona Bahaya Antartika

Ana Octarin30 Mei 2026 | 12:54

Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai 2026, Komdigi Jamin Aman

Iphan S30 Mei 2026 | 11:45

Jurusan Kuliah Masa Depan Tak Penting Lagi Kata Bos Nvidia

Ana Octarin30 Mei 2026 | 10:36

Makassar Half Marathon 2026 Didukung Jaringan 5G Telkomsel

Iphan S30 Mei 2026 | 09:27

Mikroba Dalam Batu Kuno 2 Miliar Tahun Ditemukan Hidup

Iphan S30 Mei 2026 | 07:55

Fosil Tulang Paus Purba Dikira Mammoth, Misteri 70 Tahun Terungkap

Ana Octarin30 Mei 2026 | 06:00
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55

Taktik Phishing Kode QR Jenis Baru Incar Karyawan

29 Mei 2026 | 16:58
Terbaru

Penemuan Pulau Misterius Baru di Zona Bahaya Antartika

Ana Octarin30 Mei 2026 | 12:54

Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai 2026, Komdigi Jamin Aman

Iphan S30 Mei 2026 | 11:45

Jurusan Kuliah Masa Depan Tak Penting Lagi Kata Bos Nvidia

Ana Octarin30 Mei 2026 | 10:36

Makassar Half Marathon 2026 Didukung Jaringan 5G Telkomsel

Iphan S30 Mei 2026 | 09:27

Mikroba Dalam Batu Kuno 2 Miliar Tahun Ditemukan Hidup

Iphan S30 Mei 2026 | 07:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.