Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

iPhone 17 Pro Edisi Steve Jobs dari Caviar Hanya Ada 9 Unit

28 Maret 2026 | 05:22

Kompor Induksi Low Watt Terbaik 2026: Pilihan Aman dan Hemat

28 Maret 2026 | 04:54

Layanan Taksi Otonom Uber Segera Hadir, Driver Online Terancam

28 Maret 2026 | 04:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • iPhone 17 Pro Edisi Steve Jobs dari Caviar Hanya Ada 9 Unit
  • Kompor Induksi Low Watt Terbaik 2026: Pilihan Aman dan Hemat
  • Layanan Taksi Otonom Uber Segera Hadir, Driver Online Terancam
  • Pembatasan Operasional Truk Logistik Arus Balik Lebaran 2026
  • Protokol Audio VCT Pacific Diperketat Demi Integritas Liga
  • Review iPad Pro M4 Desainer: Kerja Fleksibel di Tahun 2026
  • Burung Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia
  • Arus Balik Lebaran 2026 Masih Padat, Diskon Tol Jadi Solusi
Sabtu, Maret 28
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Layanan Taksi Otonom Uber Segera Hadir, Driver Online Terancam
Berita Tekno

Layanan Taksi Otonom Uber Segera Hadir, Driver Online Terancam

Iphan SIphan S28 Maret 2026 | 04:22
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Layanan taksi otonom Uber
Layanan taksi otonom Uber (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Layanan taksi otonom Uber kini bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan kenyataan pahit yang mulai membayangi para pengemudi konvensional. Raksasa transportasi global tersebut secara resmi menggandeng perusahaan teknologi asal China dan produsen kendaraan Eropa untuk meluncurkan armada tanpa pengemudi. Langkah strategis ini menandai pergeseran besar dalam industri transportasi publik yang selama ini mengandalkan tenaga manusia.

Kerja sama trilateral ini melibatkan Uber, Pony AI yang berbasis di China, serta Verne, sebuah perusahaan rintisan asal Kroasia yang merupakan pecahan dari produsen supercar ternama, Rimac. Dalam kesepakatan tersebut, Uber berperan sebagai penyedia jaringan dan basis pelanggan yang luas. Sementara itu, layanan taksi otonom Uber ini akan menggunakan teknologi kemudi mandiri (self-driving) yang dikembangkan oleh Pony AI untuk mengoperasikan armada milik Verne.

Zagreb, ibu kota Kroasia, terpilih sebagai lokasi pertama yang akan mencicipi kecanggihan teknologi ini. Sebelum pengumuman resmi, robotaxi tersebut telah menjalani serangkaian uji coba intensif di jalanan kota untuk memastikan keamanan dan efisiensi. Kehadiran kendaraan tanpa sopir ini diprediksi akan mengubah lanskap mobilitas perkotaan secara drastis dalam waktu singkat.

Baca Juga

  • Burung Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia
  • Harga Langganan Netflix Naik, Cek Rincian Biaya Paket Terbaru

Advertisement

Kolaborasi Global untuk Layanan Taksi Otonom Uber

Verne membawa keahlian manufaktur kendaraan kelas atas ke dalam kolaborasi ini. Sebagai “spinoff” dari Rimac, Verne memiliki standar kualitas tinggi dalam merancang kendaraan elektrik yang efisien namun tetap bertenaga. Di sisi lain, Pony AI menyuntikkan kecerdasan buatan melalui teknologi generasi ke-7 mereka yang diklaim mampu membaca navigasi jalanan yang kompleks dengan akurasi tinggi.

Kendaraan yang menjadi ujung tombak layanan taksi otonom Uber ini adalah Arcfox Alpha T5. Mobil listrik canggih ini merupakan hasil pengembangan bersama dengan Beijing Automotive Group Co (BAIC). Dengan integrasi sensor LiDAR, kamera resolusi tinggi, dan radar canggih, Arcfox Alpha T5 mampu mendeteksi rintangan di sekitarnya dalam hitungan milidetik, jauh lebih cepat daripada reaksi manusia.

Pihak Uber menyatakan bahwa integrasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih konsisten dan aman bagi pengguna. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran besar mengenai keberlangsungan mata pencaharian jutaan mitra pengemudi. Teknologi ini secara perlahan mulai menggeser peran manusia dalam ekosistem ekonomi berbagi

Baca Juga

  • Dominasi trafik internet AI Resmi Geser Peran Manusia di 2026
  • Teknologi AI Militer Jerman: Modernisasi Perang Masa Depan

Advertisement

Spesifikasi dan Keunggulan Teknologi Pony AI

Pony AI bukan pemain baru dalam dunia otomotif masa depan. Perusahaan ini telah lama mengembangkan sistem otonom Level 4, di mana kendaraan dapat beroperasi penuh tanpa intervensi manusia di area tertentu. Penggunaan teknologi generasi ke-7 pada layanan taksi otonom Uber menjanjikan stabilitas sistem yang lebih baik, terutama saat menghadapi cuaca buruk atau kondisi lalu lintas yang tidak terduga.

Selain aspek teknis, kenyamanan penumpang menjadi fokus utama dalam desain kabin Arcfox Alpha T5. Karena tidak memerlukan kursi pengemudi tradisional, ruang interior kendaraan dapat dimaksimalkan untuk kenyamanan penumpang. Hal ini menciptakan standar baru dalam layanan transportasi premium yang lebih efisien secara biaya operasional bagi perusahaan.

Setelah sukses di Zagreb, Uber berencana mengekspansi layanan ini ke berbagai kota besar di Eropa. Targetnya adalah mengoperasikan ribuan robotaxi dalam beberapa tahun mendatang. Jerman menjadi target berikutnya, di mana Uber juga tengah melakukan pengujian serupa dengan menggandeng perusahaan teknologi Momenta.

Baca Juga

  • Standar Memori HP 256GB Bakal Jadi Kewajiban Mulai 2026
  • Krisis Pasokan Helium Global Mengancam Produksi Chip Dunia

Advertisement

Persaingan Ketat di Pasar Robotaxi Eropa

Langkah Uber ini memicu persaingan panas di benua biru. Waymo, anak perusahaan Alphabet (Google), telah mengumumkan rencana peluncuran layanan serupa di London pada akhir tahun ini. Waymo yang sudah lebih dulu sukses di Amerika Serikat membawa reputasi sebagai pionir teknologi otonom yang paling matang saat ini.

Tidak mau ketinggalan, Volkswagen melalui anak usahanya, Moia, juga sedang mempersiapkan armada otonom di Jerman. Persaingan antar raksasa teknologi ini mempercepat adopsi layanan taksi otonom Uber dan pesaingnya di pasar global. Bagi konsumen, hal ini berarti harga yang lebih kompetitif dan ketersediaan armada yang lebih cepat.

Namun, tantangan regulasi masih menjadi ganjalan utama. Pemerintah di berbagai negara Eropa tengah merumuskan aturan ketat mengenai tanggung jawab hukum jika terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan otonom. Selain itu, masalah privasi data penumpang juga menjadi sorotan tajam dari para aktivis perlindungan data di Uni Eropa.

Baca Juga

  • Akses Wikimedia Commons Normal Kembali, Komdigi Beri Penjelasan
  • Batas Usia Pengguna X di Indonesia Resmi Naik Jadi 16 Tahun

Advertisement

Dampak sosial dari otomatisasi ini juga tidak bisa diabaikan. Para pakar ekonomi memperingatkan bahwa tanpa mitigasi yang tepat, transisi menuju kendaraan otonom bisa memicu pengangguran massal di sektor transportasi. Layanan taksi otonom Uber yang semakin masif akan memaksa para pengemudi konvensional untuk beralih profesi atau beradaptasi dengan teknologi baru.

Meskipun penuh kontroversi, tren ini tampaknya sulit untuk dihentikan. Efisiensi biaya yang ditawarkan oleh robotaxi sangat menggiurkan bagi perusahaan transportasi. Tanpa perlu membayar gaji pengemudi, asuransi kesehatan, dan biaya manajemen manusia lainnya, margin keuntungan perusahaan dapat meningkat secara signifikan.

Pada akhirnya, masa depan transportasi perkotaan akan sangat bergantung pada seberapa cepat teknologi ini dapat diterima oleh masyarakat luas. Layanan taksi otonom Uber kini menjadi standar baru yang akan menguji kesiapan dunia dalam menghadapi revolusi industri otomotif berbasis kecerdasan buatan.

Baca Juga

  • Strategi AI Donald Trump: Gandeng Zuckerberg Lawan China
  • Hukuman Penipuan Online Kamboja Kini Diancam Penjara Seumur Hidup

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
kendaraan otonom Pony AI robotaxi Teknologi Masa Depan Uber
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePembatasan Operasional Truk Logistik Arus Balik Lebaran 2026
Next Article Kompor Induksi Low Watt Terbaik 2026: Pilihan Aman dan Hemat
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Burung Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Ana Octarin28 Maret 2026 | 02:22

Harga Langganan Netflix Naik, Cek Rincian Biaya Paket Terbaru

Ana Octarin28 Maret 2026 | 00:22

Dominasi trafik internet AI Resmi Geser Peran Manusia di 2026

Iphan S27 Maret 2026 | 21:53

Teknologi AI Militer Jerman: Modernisasi Perang Masa Depan

Iphan S27 Maret 2026 | 19:22

Standar Memori HP 256GB Bakal Jadi Kewajiban Mulai 2026

Ana Octarin27 Maret 2026 | 17:22

Krisis Pasokan Helium Global Mengancam Produksi Chip Dunia

Iphan S27 Maret 2026 | 14:54
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Burung Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Ana Octarin28 Maret 2026 | 02:22

Harga Langganan Netflix Naik, Cek Rincian Biaya Paket Terbaru

Ana Octarin28 Maret 2026 | 00:22

Dominasi trafik internet AI Resmi Geser Peran Manusia di 2026

Iphan S27 Maret 2026 | 21:53

Teknologi AI Militer Jerman: Modernisasi Perang Masa Depan

Iphan S27 Maret 2026 | 19:22

Standar Memori HP 256GB Bakal Jadi Kewajiban Mulai 2026

Ana Octarin27 Maret 2026 | 17:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.