Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Teknologi Kamera Baru Huawei Siap Ubah Cara Zoom Smartphone

31 Mei 2026 | 01:33

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lewat Mural Kalimalang

31 Mei 2026 | 01:10

Matahari Terbit dari Barat: NASA Ungkap Fakta Sebenarnya

31 Mei 2026 | 00:47
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Teknologi Kamera Baru Huawei Siap Ubah Cara Zoom Smartphone
  • Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lewat Mural Kalimalang
  • Matahari Terbit dari Barat: NASA Ungkap Fakta Sebenarnya
  • Kamera iPhone 18 Pro Bakal Bawa Upgrade Terbesar
  • Wirausaha Mahasiswa Kreatif UMB Sabet Juara Nasional di UNEX 2026
  • Produksi Lampu Ramah Lingkungan: RI Hadapi Tantangan Impor
  • Update HyperOS Terbaru Xiaomi Meluncur ke 40 HP Lebih
  • Infinix HOT 50 Pro+ Jadi HP Gaming Layar Lengkung Termurah
Minggu, Mei 31
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Matahari Terbit dari Barat: NASA Ungkap Fakta Sebenarnya
Berita Tekno

Matahari Terbit dari Barat: NASA Ungkap Fakta Sebenarnya

Iphan SIphan S31 Mei 2026 | 00:47
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
matahari terbit dari barat
matahari terbit dari barat (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Matahari terbit dari barat menjadi topik hangat yang memicu kehebohan di kalangan warganet setelah sebuah unggahan viral di berbagai platform media sosial. Narasi yang beredar luas tersebut mengaitkan fenomena alam tak biasa ini dengan tanda-tanda akhir zaman atau kiamat yang sudah di depan mata. Informasi yang menyesatkan tersebut mengklaim bahwa Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memvalidasi teori kepunahan massal ini melalui penelitian terbaru mereka.

Unggahan viral yang tertulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Thailand itu menyebutkan bahwa Bumi akan segera mengalami perubahan arah putaran secara drastis. Menurut klaim sepihak tersebut, pergeseran kutub magnet yang ekstrem akan memicu fenomena luar biasa di mana matahari terbit dari barat akibat rotasi bumi terbalik. Spekulasi ini menyebar dengan sangat cepat di jejaring sosial seperti Facebook, memicu kepanikan massal karena mencatut nama lembaga sains paling bereputasi di dunia demi mendapatkan kredibilitas palsu.

Penjelasan NASA Mengenai Isu Matahari Terbit dari Barat

Menanggapi kepanikan publik yang terus meluas, perwakilan resmi dari NASA segera memberikan klarifikasi ilmiah yang tegas untuk meluruskan disinformasi tersebut. Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA, menegaskan bahwa lembaga mereka tidak pernah merilis pernyataan atau mendukung teori mengerikan itu. Ia memastikan kabar tentang matahari terbit dari barat akibat kerusakan sistem tata surya adalah hoaks yang sengaja disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga

  • Produksi Lampu Ramah Lingkungan: RI Hadapi Tantangan Impor
  • Akses Internet di Iran Dibuka Lagi Setelah 90 Hari Blokir

Advertisement

“Baik NASA maupun organisasi ilmiah lainnya tidak pernah memprediksi bahwa Matahari akan terbit dari arah barat dalam waktu dekat atau kapan pun,” ujar Inclan dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa klaim ilmiah yang dicantumkan dalam unggahan media sosial tersebut telah diputarbalikkan demi memicu sensasionalisme dan ketakutan di tengah masyarakat modern.

Meskipun demikian, pihak NASA membenarkan bahwa fenomena pembalikan medan magnet bumi adalah peristiwa nyata yang memang pernah terjadi di masa lampau. Para ilmuwan geologi mencatat bahwa kutub magnet utara dan selatan Bumi bergeser secara berkala dan bertukar posisi setiap beberapa ratus ribu tahun sekali. Proses geomagnetik alami ini terekam dengan jelas dalam batuan purba yang mengandung zat besi di dasar samudra di seluruh dunia.

Namun, para ahli geofisika menegaskan bahwa pembalikan medan magnet bumi tidak akan pernah memengaruhi arah putaran fisik planet pada porosnya. Rotasi fisik Bumi tetap berjalan normal dari barat ke timur karena momentum sudut yang sangat besar yang terjaga sejak miliaran tahun lalu saat planet ini pertama kali terbentuk. Oleh karena itu, perubahan medan magnetik sama sekali tidak memiliki kekuatan mekanis untuk membuat matahari terbit dari barat di planet kita.

Baca Juga

  • Profesi Gaji Tinggi Terancam PHK Massal, Apa Pemicunya?
  • Denda Raksasa E-commerce Temu Capai Rp 4,1 Triliun

Advertisement

Belajar dari Venus, Planet yang Berotasi Terbalik

Menariknya, dalam sistem tata surya kita, memang ada satu planet tetangga yang mengalami fenomena unik ini secara permanen sepanjang waktu. Planet Venus memiliki arah rotasi retrograde, yang berarti planet tetangga Bumi ini berputar searah jarum jam, berlawanan dengan Bumi dan mayoritas planet lainnya. Akibat dari rotasi yang unik ini, di planet Venus, fenomena matahari terbit dari barat benar-benar terjadi setiap hari bagi siapa pun yang berdiri di permukaannya.

Perbedaan mencolok ini terjadi karena Venus berputar dengan kecepatan yang sangat lambat pada porosnya sendiri. Satu kali rotasi penuh di Venus membutuhkan waktu yang setara dengan 243 hari di Bumi, sedangkan waktu yang dibutuhkan planet tersebut untuk mengelilingi Matahari hanya sekitar 225 hari Bumi. Keunikan matematis ini membuat satu tahun di Venus terasa lebih singkat daripada satu harinya, sebuah anomali astronomis yang sangat kontras dengan kondisi Bumi tempat kita tinggal.

Para astronom modern menduga bahwa arah rotasi Venus yang tidak biasa ini disebabkan oleh tabrakan dahsyat dengan objek luar angkasa berukuran masif di masa awal pembentukan sistem tata surya kita. Benturan ekstrem miliaran tahun lalu tersebut membalikkan arah putaran planet secara total, menjadikannya satu-satunya tempat di lingkungan terdekat kita di mana fajar menyingsing dari ufuk barat.

Baca Juga

  • Sistem Billing ISP Mandiri Milik LJN Siap Manjakan Pengguna
  • Tragedi Tsunami Jepang 2011: Kisah Gelombang 40 Meter

Advertisement

Selain Venus, para ilmuwan juga sering mempelajari bagaimana rotasi Bumi sebenarnya mengalami perlambatan yang sangat tipis setiap tahunnya. Perlambatan ini disebabkan oleh efek pasang surut air laut yang dipicu oleh gaya gravitasi Bulan. Meskipun Bumi melambat sekitar 1,7 milidetik setiap satu abad, fenomena ini sama sekali tidak akan pernah menghentikan rotasi Bumi secara total, apalagi memutarbalikkan arah putarannya.

Para peneliti dari berbagai universitas terkemuka dunia terus memantau pergerakan inti Bumi untuk memahami dinamika planet kita secara lebih mendalam. Hasil studi menunjukkan bahwa dinamika inti luar Bumi yang cair memang menciptakan medan magnet pelindung, namun kekuatannya tidak berhubungan langsung dengan kecepatan putar permukaan Bumi yang kita pijak sehari-hari.

Melalui klarifikasi ilmiah yang komprehensif ini, masyarakat luas diharapkan untuk lebih selektif dan kritis dalam menyaring informasi yang beredar di jagat maya. Fenomena alam ekstrem seperti pembalikan medan magnet memang sangat menarik untuk dipelajari dari sudut pandang sains, namun tidak perlu dikaitkan secara keliru dengan narasi kiamat yang menakutkan. Berdasarkan seluruh data sains yang valid dari lembaga antariksa kredibel, skenario matahari terbit dari barat di Bumi tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali dan dipastikan tidak akan pernah terjadi.

Baca Juga

  • Erupsi Gunung Marapi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik 2 Km
  • Penemuan Pulau Misterius Baru di Zona Bahaya Antartika

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Fenomena Astronomi matahari terbit dari barat pembalikan medan magnet bumi penjelasan NASA kiamat rotasi bumi terbalik
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleKamera iPhone 18 Pro Bakal Bawa Upgrade Terbesar
Next Article Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lewat Mural Kalimalang
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Produksi Lampu Ramah Lingkungan: RI Hadapi Tantangan Impor

Iphan S30 Mei 2026 | 23:38

Akses Internet di Iran Dibuka Lagi Setelah 90 Hari Blokir

Iphan S30 Mei 2026 | 22:29

Profesi Gaji Tinggi Terancam PHK Massal, Apa Pemicunya?

Iphan S30 Mei 2026 | 21:20

Denda Raksasa E-commerce Temu Capai Rp 4,1 Triliun

Iphan S30 Mei 2026 | 19:48

Sistem Billing ISP Mandiri Milik LJN Siap Manjakan Pengguna

Ana Octarin30 Mei 2026 | 18:39

Tragedi Tsunami Jepang 2011: Kisah Gelombang 40 Meter

Ana Octarin30 Mei 2026 | 17:07
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

Infinix HOT 50 Pro+ Jadi HP Gaming Layar Lengkung Termurah

30 Mei 2026 | 22:52

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55
Terbaru

Produksi Lampu Ramah Lingkungan: RI Hadapi Tantangan Impor

Iphan S30 Mei 2026 | 23:38

Akses Internet di Iran Dibuka Lagi Setelah 90 Hari Blokir

Iphan S30 Mei 2026 | 22:29

Profesi Gaji Tinggi Terancam PHK Massal, Apa Pemicunya?

Iphan S30 Mei 2026 | 21:20

Denda Raksasa E-commerce Temu Capai Rp 4,1 Triliun

Iphan S30 Mei 2026 | 19:48

Sistem Billing ISP Mandiri Milik LJN Siap Manjakan Pengguna

Ana Octarin30 Mei 2026 | 18:39
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.