Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Serbu Jabotabek

29 Maret 2026 | 23:22

Game Simulator Wasit VAR Eye of the Match Segera Hadir di Steam

29 Maret 2026 | 22:53

Laptop Layar Ganda ASUS 2026: Spek Gahar Intel Panther Lake

29 Maret 2026 | 22:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Serbu Jabotabek
  • Game Simulator Wasit VAR Eye of the Match Segera Hadir di Steam
  • Laptop Layar Ganda ASUS 2026: Spek Gahar Intel Panther Lake
  • Microwave 3 in 1 Terbaik 2026: Masak Cepat dan Hemat Listrik
  • Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun
  • Harga Suzuki Grand Vitara 2026: Daftar OTR Jakarta Terbaru
  • Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Mengganggu, Ampuh!
  • Oven Listrik Terbaik untuk Usaha: 5 Rekomendasi Awet & Cepat Panas
Minggu, Maret 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Microsoft “Kunci Pintu” untuk DeepSeek bagi Karyawannya
Berita Tekno

Microsoft “Kunci Pintu” untuk DeepSeek bagi Karyawannya

Jundi AmrullahJundi Amrullah13 Mei 2025 | 12:40
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Microsoft Larang Pegawainya Gunakan DeepSeek
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Microsoft mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan aplikasi DeepSeek oleh pegawai perusahaannya. Keputusan ini disampaikan dalam sidang Senat oleh Vice Chairman dan Presiden Microsoft Brad Smith.

Microsoft melarang penggunaan DeepSeek karena kekhawatiran terhadap keamanan data dan potensi penyebaran propaganda. Data yang diproses oleh DeepSeek disimpan di server di Tiongkok, sehingga tunduk pada hukum serta pengawasan otoritas intelijen negara tersebut. Hal ini menimbulkan risiko penyalahgunaan informasi.

Sebagai tindak lanjut, Microsoft juga menghapus DeepSeek dari toko aplikasinya demi menjaga keamanan dan stabilitas sistem internal. Ini menjadi kali pertama perusahaan secara terbuka menyampaikan pelarangan terhadap layanan tersebut, meski sejumlah negara dan organisasi sebelumnya telah melakukan pembatasan serupa.

Baca Juga

  • Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun
  • Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

Advertisement

DeepSeek dikenal menyensor topik-topik sensitif yang dianggap kontroversial oleh pemerintah Tiongkok. Meski begitu, Microsoft sempat menawarkan versi model R1 DeepSeek lewat platform cloud Azure miliknya, berbeda dari aplikasi chatbot aslinya yang sempat viral pada awal 2025.

Karena DeepSeek berbasis open source, siapa pun dapat mengunduh dan menjalankan model ini di server pribadi. Dengan demikian, penyedia layanan bisa menggunakan model ini tanpa harus terhubung ke server yang berada di Tiongkok, meski risiko keamanan tetap ada.

Model ini tetap berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan narasi propaganda atau menghasilkan kode yang rentan terhadap celah keamanan. Dalam sidang di Senat, Microsoft menyatakan telah melakukan modifikasi pada model DeepSeek guna mengurangi potensi dampak negatifnya.

Baca Juga

  • Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari
  • Aturan Platform Digital Indonesia Belum Dipatuhi YouTube dan Meta

Advertisement

Namun, perusahaan tidak merinci langkah-langkah teknis yang telah diambil dalam penyesuaian model tersebut. Microsoft hanya menyampaikan bahwa sebelum DeepSeek diintegrasikan ke Azure, model ini telah melewati tahap evaluasi keamanan dan pengujian internal yang ketat.

Langkah Microsoft mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak teknologi AI yang dikembangkan oleh negara-negara tertentu. Di tengah persaingan global, faktor keamanan dan efisiensi menjadi prioritas utama dalam pengembangan solusi kecerdasan buatan.

Kondisi ini memicu diskusi lanjutan mengenai perlunya pengawasan dan transparansi dalam mengelola teknologi mutakhir. Di saat yang sama, pengembangan AI tetap perlu diarahkan pada inovasi yang memberikan manfaat nyata dan luas bagi masyarakat global.

Baca Juga

  • Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains
  • Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
AI DeepSeek Headline Microsoft
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSamsung Galaxy S25 Edge, Bukti Sebuah Mahakarya Inovasi Smartphone Tipis
Next Article Gemini AI Akan Hadirkan Kemampuan Ubah Foto Statis Jadi Video Dinamis
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun

Ana Octarin29 Maret 2026 | 21:22

Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

Iphan S29 Maret 2026 | 19:22

Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari

Iphan S29 Maret 2026 | 17:54

Aturan Platform Digital Indonesia Belum Dipatuhi YouTube dan Meta

Iphan S29 Maret 2026 | 15:53

Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains

Ana Octarin29 Maret 2026 | 13:53

Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon

Iphan S29 Maret 2026 | 12:22
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun

Ana Octarin29 Maret 2026 | 21:22

Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

Iphan S29 Maret 2026 | 19:22

Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari

Iphan S29 Maret 2026 | 17:54

Aturan Platform Digital Indonesia Belum Dipatuhi YouTube dan Meta

Iphan S29 Maret 2026 | 15:53

Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains

Ana Octarin29 Maret 2026 | 13:53
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.