Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dashcam 4K 70mai A810S Meluncur, Ini Spesifikasi dan Fiturnya

16 Maret 2026 | 06:09

Fitur iPhone Fold Terbaru: Multitasking Canggih Mirip iPad

16 Maret 2026 | 04:39

Strategi Pasar Suzuki 2026: Targetkan Pangsa Pasar 9,5 Persen

16 Maret 2026 | 03:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Dashcam 4K 70mai A810S Meluncur, Ini Spesifikasi dan Fiturnya
  • Fitur iPhone Fold Terbaru: Multitasking Canggih Mirip iPad
  • Strategi Pasar Suzuki 2026: Targetkan Pangsa Pasar 9,5 Persen
  • Bocoran Samsung Galaxy Z Flip 8: Baterai Tetap 4.300 mAh & Chip 2nm
  • Teknologi HD Voice Galaxy Buds4: Rahasia Telepon Jernih Tanpa Bising
  • Oppo Find N6 Terbaru Siap Meluncur, Bawa Bodi Paling Tipis
  • Mini PC ASUS NUC 16 Pro: Komputer AI Super Kencang Resmi Rilis
  • Fitur Expert Review Grammarly Resmi Dihapus Akibat Isu Etika
Senin, Maret 16
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » OpenAI dan Google Bersinergi Hadirkan Layanan Cloud Terbaru
Berita Tekno

OpenAI dan Google Bersinergi Hadirkan Layanan Cloud Terbaru

Jundi AmrullahJundi Amrullah11 Juni 2025 | 12:37
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
OpenAI dan Google Bersinergi Hadirkan Layanan Cloud Terbaru
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - OpenAI dan Google menjalin kerja sama strategis menggunakan layanan cloud Google untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang kian meningkat, menandai perubahan besar dalam ekosistem teknologi mereka.

OpenAI dan Google baru-baru ini mengumumkan kerja sama penting yang mengejutkan banyak pihak, terutama di tengah persaingan sengit di bidang kecerdasan buatan (AI). OpenAI memutuskan menggunakan layanan cloud Google untuk memenuhi kebutuhan komputasi besar yang diperlukan dalam mengembangkan model AI canggih.

Keputusan ini menunjukkan betapa tingginya permintaan sumber daya komputasi OpenAI, sekaligus menjadi langkah strategis baru setelah selama ini OpenAI hanya bergantung pada Microsoft Azure. Ini menandai diversifikasi sumber daya cloud yang sebelumnya eksklusif.

Baca Juga

  • Pasar Wearable Dunia 2025: Xiaomi Resmi Geser Apple dan Samsung
  • Penundaan Seedance 2.0 ByteDance: Dampak Kontroversi Hak Cipta AI

Advertisement

Meskipun rincian kesepakatan belum sepenuhnya dipublikasikan, kolaborasi ini sudah dibahas dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, OpenAI hanya memakai Microsoft Azure sebagai penyedia utama pusat data hingga Januari 2025.

CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan keterbatasan kapasitas komputasi di Microsoft menyebabkan penundaan peluncuran beberapa produk. Karena itu, sejak awal tahun, OpenAI mulai mencari opsi lain untuk memperluas kapasitas komputasi mereka.

Selain Google Cloud, OpenAI juga telah menggandeng CoreWeave sejak Maret 2025, dengan nilai kontrak hampir USD12 miliar. Namun, kebutuhan yang semakin besar membuat OpenAI akhirnya memilih untuk bekerja sama dengan Google Cloud.

Baca Juga

  • Fitur AI Android Terbaru Gemini: Revolusi Pencarian dan Keamanan
  • Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Advertisement

Walau OpenAI tidak lagi eksklusif dengan Microsoft Azure, hubungan keduanya tetap terjalin kuat. Microsoft masih menjadi penyedia layanan cloud utama dan tengah merundingkan pembaruan kerja sama termasuk soal kepemilikan saham di OpenAI.

Kehadiran OpenAI sebagai pelanggan baru Google Cloud bisa memperkuat posisi Google di pasar cloud global. Namun, Google menghadapi tantangan karena keterbatasan kapasitas data center yang membuat mereka harus mempercepat ekspansi infrastrukturnya agar mampu memenuhi kebutuhan OpenAI dan pelanggan lain.

Baca Juga

  • Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026
  • Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Cloud Google Headline OpenAI
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleBCA Dukung Adopsi AI Beretika untuk Dunia Bisnis
Next Article Intip Kamera 200MP Samsung Galaxy S25 Edge Dalam Balutan Bodi Tipis
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Pasar Wearable Dunia 2025: Xiaomi Resmi Geser Apple dan Samsung

Olin Sianturi15 Maret 2026 | 21:30

Penundaan Seedance 2.0 ByteDance: Dampak Kontroversi Hak Cipta AI

Olin Sianturi15 Maret 2026 | 20:19

Fitur AI Android Terbaru Gemini: Revolusi Pencarian dan Keamanan

Olin Sianturi14 Maret 2026 | 14:36

Penggunaan ChatGPT Secara Personal Lebih Dominan dari Pekerjaan

Olin Sianturi3 Maret 2026 | 08:12

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Olin Sianturi27 Februari 2026 | 09:03

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09
Pilihan Redaksi
Elektronik

Speaker Multi-room Sonos Terbaru: Era 100 SL dan Play Hadir

Olin Sianturi14 Maret 2026 | 03:05

Speaker multi-room Sonos terbaru kini resmi memperkuat jajaran perangkat audio premium untuk pasar global melalui…

Bocoran Spesifikasi OnePlus 16: Snapdragon 8 Elite & Kamera 200MP

14 Maret 2026 | 03:43

ASUS Jadi Laptop Terbaik 2026: Buktikan Durabilitas Tahan Banting yang Tak Masuk Akal

13 Maret 2026 | 06:30

Galaxy Buds4 Series Hadirkan HD Voice, Panggilan Telepon Kini Super Jernih

14 Maret 2026 | 14:01

Intel Core Ultra 200S Plus Meluncur Jadi CPU Gaming Tercepat

16 Maret 2026 | 02:42
Terbaru

Pasar Wearable Dunia 2025: Xiaomi Resmi Geser Apple dan Samsung

Olin Sianturi15 Maret 2026 | 21:30

Penundaan Seedance 2.0 ByteDance: Dampak Kontroversi Hak Cipta AI

Olin Sianturi15 Maret 2026 | 20:19

Fitur AI Android Terbaru Gemini: Revolusi Pencarian dan Keamanan

Olin Sianturi14 Maret 2026 | 14:36

Penggunaan ChatGPT Secara Personal Lebih Dominan dari Pekerjaan

Olin Sianturi3 Maret 2026 | 08:12

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Olin Sianturi27 Februari 2026 | 09:03
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.