Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran

27 Mei 2026 | 05:55

Merawat Kondensor AC Mobil Sebelum Musim Kemarau Tiba

27 Mei 2026 | 04:55

Tim Terpopuler MPL ID: RRQ Hoshi Tetap Rajai Viewership

27 Mei 2026 | 03:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran
  • Merawat Kondensor AC Mobil Sebelum Musim Kemarau Tiba
  • Tim Terpopuler MPL ID: RRQ Hoshi Tetap Rajai Viewership
  • Motor Klasik Kawasaki 2026: Aura Vintage yang Sulit Ditandingi
  • Pemulihan Internet di Iran Mulai Berjalan Pasca-Lumpuh
  • Pajak Rolls-Royce Raffi Ahmad Setara Harga Mobil Baru
  • Fitur AI ColorOS 16 Bikin Traveling Makin Praktis
  • Tablet Mid-Range Terbaik 2026: 5 Pilihan Spek Monster!
Rabu, Mei 27
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran
Berita Tekno

Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran

Ana OctarinAna Octarin27 Mei 2026 | 05:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
pakar keamanan siber
pakar keamanan siber (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kebutuhan akan pakar keamanan siber melonjak tajam di tengah badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda sektor teknologi global. Ketika banyak perusahaan memangkas jumlah karyawan dan beralih ke otomatisasi, perlindungan data justru menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Tren ini menciptakan anomali menarik di pasar tenaga kerja saat ini.

Berdasarkan laporan terbaru, industri keamanan digital kini kebanjiran permintaan rekrutmen. Lembaga pencari bakat eksekutif melaporkan adanya pergeseran masif dalam pola perekrutan talenta pelindung data ini.

Jika dahulu posisi strategis ini hanya dicari sekali dalam setahun, kini perusahaan memburunya setiap minggu. Fenomena ini mencerminkan betapa rentannya sistem pertahanan digital korporasi saat ini.

Baca Juga

  • Pemulihan Internet di Iran Mulai Berjalan Pasca-Lumpuh
  • Paket Streaming Piala Dunia 2026 Resmi Hadir di Telkomsel

Advertisement

Mengapa Pakar Keamanan Siber Semakin Langka?

Banyak perusahaan kini rela membayar mahal demi mendapatkan seorang pakar keamanan siber yang kompeten. Kelangkaan talenta menjadi faktor utama yang mendorong meroketnya nilai tawar para pekerja di bidang ini. Bahkan, sejumlah agensi rekrutmen terpaksa menolak klien karena kehabisan kandidat yang memenuhi kriteria ketat industri.

Data dari platform pencarian kerja Glassdoor menunjukkan bahwa lowongan kerja di sektor ini tumbuh 11 persen pada kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut diperkirakan akan terus merangkak naik seiring dengan masifnya migrasi data ke sistem awan

Selain itu, serangan siber yang semakin canggih membuat metode pertahanan konvensional tidak lagi efektif. Perusahaan membutuhkan tenaga ahli yang tidak hanya memahami kode dasar, tetapi juga mampu mengantisipasi pola serangan berbasis kecerdasan buatan.

Baca Juga

  • PHK Karyawan Karena AI Dinilai Alasan Malas oleh CEO Nvidia
  • Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

Advertisement

Efek Samping Adopsi AI dan Ancaman “Kiamat Bug”

Ironisnya, lonjakan kebutuhan ini justru dipicu oleh adopsi kecerdasan buatan (AI) yang sangat masif di lingkungan internal perusahaan. Banyak developer kini memanfaatkan AI untuk menulis kode pemrograman dengan cepat demi mengejar target efisiensi.

Sayangnya, penggunaan otomatisasi ini sering kali menyisipkan celah keamanan tersembunyi yang membahayakan sistem. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) justru mempercepat kebutuhan akan pakar keamanan siber baru untuk mengaudit setiap baris kode tersebut.

Para ahli bahkan memperingatkan ancaman nyata dari model AI generatif terbaru seperti Mythos besutan Anthropic. Model canggih ini memiliki kemampuan ganda; selain membantu developer, ia juga sangat piawai dalam mendeteksi dan mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak. Jika jatuh ke tangan yang salah, teknologi ini bisa melumpuhkan infrastruktur vital perusahaan dalam hitungan detik.

Baca Juga

  • Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung
  • Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

Advertisement

Hal inilah yang mendasari kekhawatiran para petinggi keamanan informasi global akan terjadinya “kiamat bug”. Mereka menyadari bahwa kecerdasan buatan tidak akan bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya dalam merancang arsitektur keamanan yang dinamis.

Rebutan Talenta dengan Penawaran Gaji Fantastis

Tingginya risiko kerja dan kelangkaan keahlian ini berdampak langsung pada kompensasi yang ditawarkan oleh korporasi besar. Para kandidat tingkat atas kini memegang kendali penuh dalam proses negosiasi kontrak kerja mereka.

Fleksibilitas ini membuat posisi pakar keamanan siber memiliki posisi tawar yang sangat kuat saat negosiasi kontrak. Untuk posisi eksekutif puncak, paket remunerasi tahunan yang ditawarkan kini berkisar antara 7 hingga 8 juta dolar AS, atau setara dengan Rp124 miliar hingga Rp142 miliar.

Baca Juga

  • Jaringan Internet Sumatra Lumpuh Total Akibat Blackout PLN
  • Polymarket Diblokir di Indonesia, Ini Alasan Komdigi

Advertisement

Angka fantastis ini tentu sangat mengejutkan jika dibandingkan dengan standar gaji beberapa tahun lalu. Namun, bagi perusahaan raksasa, nilai tersebut jauh lebih murah ketimbang harus menanggung kerugian reputasi dan denda regulasi akibat kebocoran data pelanggan.

Tidak hanya di level direksi, demam kenaikan gaji ini juga merembet ke posisi tingkat menengah seperti insinyur keamanan (security engineer). Mereka kini lebih selektif dalam memilih proyek dan menuntut lingkungan kerja yang lebih menantang serta dinamis.

Pada akhirnya, investasi untuk merekrut pakar keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak demi menjaga kelangsungan bisnis di era digital. Perusahaan yang mengabaikan aspek pertahanan ini harus bersiap menghadapi konsekuensi fatal di masa depan.

Baca Juga

  • Foto Haji dari Angkasa Abadikan Momen Suci di Arafah
  • Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
gaji programmer karir IT Keamanan Data Kecerdasan Buatan tren kerja 2026
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleMerawat Kondensor AC Mobil Sebelum Musim Kemarau Tiba
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Pemulihan Internet di Iran Mulai Berjalan Pasca-Lumpuh

Iphan S27 Mei 2026 | 01:55

Paket Streaming Piala Dunia 2026 Resmi Hadir di Telkomsel

Iphan S26 Mei 2026 | 21:55

PHK Karyawan Karena AI Dinilai Alasan Malas oleh CEO Nvidia

Ana Octarin26 Mei 2026 | 17:55

Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

Ana Octarin26 Mei 2026 | 13:55

Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung

Iphan S26 Mei 2026 | 08:55

Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

Ana Octarin26 Mei 2026 | 04:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Pemulihan Internet di Iran Mulai Berjalan Pasca-Lumpuh

Iphan S27 Mei 2026 | 01:55

Paket Streaming Piala Dunia 2026 Resmi Hadir di Telkomsel

Iphan S26 Mei 2026 | 21:55

PHK Karyawan Karena AI Dinilai Alasan Malas oleh CEO Nvidia

Ana Octarin26 Mei 2026 | 17:55

Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

Ana Octarin26 Mei 2026 | 13:55

Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung

Iphan S26 Mei 2026 | 08:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.