Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55

Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga

27 Mei 2026 | 09:55

Layanan Purna Jual Kia Tawarkan Garansi Hingga 7 Tahun

27 Mei 2026 | 08:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!
  • Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga
  • Layanan Purna Jual Kia Tawarkan Garansi Hingga 7 Tahun
  • Spesifikasi Vivo S60 Terbaru dengan Kamera 50 MP
  • Motor Hybrid Yamaha Irit 2026: Pilihan Terbaik Buat Gen Z
  • Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran
  • Merawat Kondensor AC Mobil Sebelum Musim Kemarau Tiba
  • Tim Terpopuler MPL ID: RRQ Hoshi Tetap Rajai Viewership
Rabu, Mei 27
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?
Berita Tekno

Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?

Iphan SIphan S6 April 2026 | 06:59
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Pekerjaan kreatif era AI
Pekerjaan kreatif era AI (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pekerjaan kreatif era AI kini menjadi fokus utama miliarder Kanada, Kevin O’Leary, di tengah badai PHK yang melanda sektor teknologi global. Sosok yang populer melalui acara “Shark Tank” ini mengungkapkan sebuah pergeseran paradigma yang cukup mengejutkan mengenai nilai sebuah profesi. Jika sebelumnya dunia sangat mendewakan lulusan teknik atau insinyur, kini arah mata angin mulai berbalik menuju industri kreatif yang mampu menyentuh sisi emosional manusia.

O’Leary menjelaskan bahwa struktur gaji di perusahaan-perusahaannya mengalami transformasi besar karena peran kecerdasan buatan. Menurutnya, kemampuan untuk bercerita dan membangun narasi brand jauh lebih sulit digantikan oleh mesin dibandingkan dengan penulisan kode pemrograman dasar. Hal ini memicu lonjakan permintaan terhadap individu yang memiliki intuisi seni dan kemampuan komunikasi visual yang kuat.

Dahulu, banyak orang tua mendorong anak-anak mereka untuk menjadi insinyur demi jaminan masa depan yang mapan. Namun, saat ini, menjadi seorang seniman digital atau penutur cerita justru memberikan peluang pendapatan yang jauh lebih fantastis. Fenomena pekerjaan kreatif era AI membuktikan bahwa kreativitas manusia tetap menjadi aset paling berharga yang tidak bisa diduplikasi secara sempurna oleh algoritma mana pun.

Baca Juga

  • Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga
  • Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran

Advertisement

Mengapa Pekerjaan Kreatif Era AI Kini Dibayar Mahal?

Salah satu poin krusial yang diangkat oleh O’Leary adalah efektivitas konten dalam mendatangkan keuntungan nyata bagi perusahaan. Ia memberikan contoh nyata dari pengalamannya mengelola berbagai portofolio bisnis. Dahulu, ia hanya membayar pembuat konten dengan gaji standar sekitar US$48.000 atau setara Rp750 juta per tahun. Angka tersebut dianggap cukup untuk posisi staf pemasaran pada masanya.

Namun, situasi saat ini sangat berbeda karena performa setiap konten dapat diukur secara presisi setiap minggunya. Para pembuat konten yang mampu mengubah penonton menjadi pelanggan setia kini mendapatkan apresiasi finansial yang luar biasa. O’Leary mengaku tidak ragu membayar mereka hingga US$250.000 (sekitar Rp3,9 miliar) karena hasil kerja mereka memberikan dampak langsung pada arus kas perusahaan.

Dalam ekosistem pekerjaan kreatif era AI, seorang individu tidak hanya dituntut untuk mahir mengoperasikan perangkat lunak. Mereka harus mampu menyusun strategi konten pendek di platform seperti TikTok, Instagram, dan LinkedIn yang mampu memicu pertumbuhan organik. Kemampuan untuk menulis naskah yang persuasif, melakukan penyuntingan video yang dinamis, dan mengubahnya menjadi iklan yang efektif adalah kombinasi keahlian yang sangat langka.

Baca Juga

  • Pemulihan Internet di Iran Mulai Berjalan Pasca-Lumpuh
  • Paket Streaming Piala Dunia 2026 Resmi Hadir di Telkomsel

Advertisement

Peluang Pendapatan Hingga Miliaran Rupiah

Bagi anak muda yang mampu menguasai pasar digital, O’Leary memprediksi potensi penghasilan mereka bisa mencapai setengah juta dolar atau sekitar Rp7,8 miliar per tahun. Angka ini jauh melampaui gaji rata-rata manajer menengah di perusahaan konvensional. Kuncinya terletak pada kemampuan mengawinkan teknologi AI dengan orisinalitas ide manusia untuk menciptakan kampanye pemasaran yang meledak di pasar.

Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses produksi justru membantu para kreator bekerja lebih cepat dan efisien. AI bertindak sebagai asisten untuk melakukan tugas-tugas repetitif seperti transkripsi atau penyuntingan warna dasar. Hal ini memungkinkan para profesional di bidang pekerjaan kreatif era AI untuk lebih fokus pada pengembangan konsep dan strategi tingkat tinggi yang mendorong akuisisi pelanggan secara masif.

Penting untuk dipahami bahwa AI tidak datang untuk membunuh pekerjaan, melainkan untuk mengubah cara manusia bekerja. O’Leary menganalogikan perdebatan ini dengan kemunculan televisi di masa lalu yang sempat dikhawatirkan akan mematikan industri radio. Kenyataannya, kedua media tersebut tetap eksis dengan peran dan segmentasi pasar yang berbeda, bahkan saling melengkapi dalam ekosistem media global.

Baca Juga

  • PHK Karyawan Karena AI Dinilai Alasan Malas oleh CEO Nvidia
  • Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

Advertisement

AI Sebagai Pendongkrak Produktivitas di Semua Sektor

Ketakutan akan PHK massal akibat otomatisasi memang nyata, namun O’Leary melihat sisi lain yang lebih optimistis. Ia menegaskan bahwa AI adalah alat produktivitas yang sangat besar untuk meningkatkan margin keuntungan perusahaan. Dengan efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi ini, perusahaan memiliki lebih banyak modal untuk berinvestasi pada talenta-talenta kreatif yang mampu membawa brand mereka ke level berikutnya.

Transformasi ini tidak hanya terjadi di satu bidang saja, melainkan mencakup seluruh 11 sektor ekonomi utama. Mulai dari kesehatan, keuangan, hingga industri manufaktur, semuanya membutuhkan sentuhan kreatif untuk mengomunikasikan nilai produk mereka kepada publik. Oleh karena itu, adaptasi terhadap teknologi menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang dalam persaingan global yang semakin ketat.

Keberhasilan dalam pekerjaan kreatif era AI sangat bergantung pada sejauh mana seseorang bisa memanfaatkan alat-alat digital untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan. AI mampu mengolah data dengan cepat, namun manusialah yang memberikan “jiwa” dan konteks pada data tersebut agar relevan dengan kebutuhan konsumen. Inilah alasan mengapa peran desainer, penulis, dan videografer tetap menjadi primadona di pasar kerja masa depan.

Baca Juga

  • Kesejahteraan Buruh Era AI: Belajar dari Kasus Samsung
  • Kloning AI Anak Meninggal Dipakai demi Hibur Ibu yang Sakit

Advertisement

Sebagai penutup, O’Leary menekankan bahwa dunia saat ini sedang memasuki masa keemasan bagi mereka yang berani memadukan seni dengan teknologi. Jangan pernah takut dengan kehadiran kecerdasan buatan, karena pada akhirnya mesin tetap membutuhkan arahan kreatif dari manusia. Dengan mengasah kemampuan bercerita dan penguasaan platform digital, siapa pun bisa meraih sukses besar dalam menekuni pekerjaan kreatif era AI.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Ekonomi Kreator karir masa depan Kecerdasan Buatan Kevin O'Leary Strategi Bisnis
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePromo Sepeda Listrik Transmart Hadir Lagi dengan Diskon 70%
Next Article Tablet Menggambar Terbaik 2026: Rekomendasi Kreator Profesional
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga

Ana Octarin27 Mei 2026 | 09:55

Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran

Ana Octarin27 Mei 2026 | 05:55

Pemulihan Internet di Iran Mulai Berjalan Pasca-Lumpuh

Iphan S27 Mei 2026 | 01:55

Paket Streaming Piala Dunia 2026 Resmi Hadir di Telkomsel

Iphan S26 Mei 2026 | 21:55

PHK Karyawan Karena AI Dinilai Alasan Malas oleh CEO Nvidia

Ana Octarin26 Mei 2026 | 17:55

Daur Ulang Baterai Mobil Listrik Mengancam Ekspor Nikel RI

Ana Octarin26 Mei 2026 | 13:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga

Ana Octarin27 Mei 2026 | 09:55

Pakar Keamanan Siber Dicari Perusahaan, Gaji Tembus Miliaran

Ana Octarin27 Mei 2026 | 05:55

Pemulihan Internet di Iran Mulai Berjalan Pasca-Lumpuh

Iphan S27 Mei 2026 | 01:55

Paket Streaming Piala Dunia 2026 Resmi Hadir di Telkomsel

Iphan S26 Mei 2026 | 21:55

PHK Karyawan Karena AI Dinilai Alasan Malas oleh CEO Nvidia

Ana Octarin26 Mei 2026 | 17:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.