Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Harga HP Akan Naik Terus, Bos Xiaomi Imbau Beli Sekarang

28 Mei 2026 | 09:09

Tablet Samsung 2 Jutaan: Galaxy Tab A9 Plus Layar 11 Inci

28 Mei 2026 | 08:46

PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI

28 Mei 2026 | 08:23
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Harga HP Akan Naik Terus, Bos Xiaomi Imbau Beli Sekarang
  • Tablet Samsung 2 Jutaan: Galaxy Tab A9 Plus Layar 11 Inci
  • PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI
  • Mesin Pencari Deep Web dan AI Terbaik untuk Riset Mendalam
  • Tablet Murah Tecno MegaPad 11: RAM 8GB dan Audio Dolby Atmos
  • Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual
  • Harga Samsung Galaxy A26 5G Terbaru 2026 dan Spesifikasinya
  • Tablet Huawei 2 Jutaan: MatePad SE 11 Dukung Stylus M-Pen
Kamis, Mei 28
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI
Berita Tekno

PHK Massal Perbankan Global Mulai Dipicu oleh Teknologi AI

Iphan SIphan S28 Mei 2026 | 08:23
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
PHK massal perbankan global
PHK massal perbankan global (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Badai PHK massal perbankan global kini mulai menghantam industri keuangan seiring dengan masifnya adopsi teknologi digital. Standard Chartered, salah satu raksasa perbankan yang berpusat di Inggris, bersiap melakukan efisiensi besar-besaran dengan memangkas sekitar 15 persen posisi pada fungsi korporasi hingga tahun 2030 mendatang.

Berdasarkan estimasi dari berbagai laporan industri, kebijakan pengetatan ini akan berdampak pada lebih dari 7.000 tenaga kerja. Pengurangan ini menyasar pegawai yang masuk dalam kategori sumber daya manusia (SDM) bernilai rendah, dari total sekitar 52.000 staf yang bekerja di divisi terkait.

Pemicu Utama PHK Massal Perbankan Global

CEO Standard Chartered, Bill Winters, menegaskan bahwa langkah ekstrem ini bukan sekadar upaya penghematan biaya biasa. Perusahaan sengaja mengambil kebijakan ini untuk mengganti tenaga kerja manusia yang melakukan pekerjaan repetitif dengan investasi teknologi dan modal finansial yang lebih produktif.

Baca Juga

  • Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual
  • Serangan Siber Kelompok Iran Hantam Transportasi Los Angeles

Advertisement

“Ini bukan sekadar pemangkasan biaya. Dalam beberapa kasus, kami mengganti modal manusia bernilai rendah dengan modal finansial dan investasi teknologi yang kami tanamkan secara terarah,” ungkap Winters dalam keterangannya kepada media global.

Langkah efisiensi ini menegaskan bahwa PHK massal perbankan global bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas baru yang didorong oleh otomatisasi. Saat ini, Standard Chartered mempekerjakan hampir 82.000 pegawai di seluruh dunia. Winters menambahkan bahwa pengurangan tenaga kerja akan berjalan secara bertahap melalui otomatisasi dan penerapan kecerdasan buatan

Meskipun demikian, pihak manajemen tidak sepenuhnya menutup pintu bagi para karyawan. Bank berkomitmen untuk memberikan kesempatan pelatihan ulang (reskilling) bagi pegawai yang terdampak agar mereka dapat beralih ke peran baru yang lebih strategis di dalam perusahaan.

Baca Juga

  • Kesepakatan Bonus Samsung Berhasil Batalkan Mogok Kerja Massal
  • Tanda WhatsApp Disadap Orang dan Cara Mengatasinya

Advertisement

“Kami akan memberikan kesempatan reposisi bagi orang-orang yang memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan keterampilan dan melanjutkan karier mereka,” tambah Winters.

Pusat Operasional Back-Office Menjadi Sasaran Utama

Kebijakan pemangkasan ini akan paling terasa di pusat-pusat operasional belakang (back-office) perbankan. Beberapa kota besar di Asia dan Eropa Timur seperti Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa diprediksi menjadi wilayah yang paling terdampak oleh kebijakan baru ini.

Selama ini, kota-kota tersebut menjadi pusat pemrosesan data dan administrasi global karena menawarkan biaya operasional yang kompetitif. Namun, kehadiran teknologi otomatisasi kecerdasan buatan yang mampu memproses data ribuan kali lebih cepat kini mulai menggeser peran manusia di wilayah-wilayah tersebut.

Baca Juga

  • Salju Abadi Papua Mencair, Gletser Terakhir Segera Sirna
  • Layanan Digital Berbasis AI Jadi Langkah Baru Telkomsel

Advertisement

Fenomena PHK massal perbankan global ini juga tidak hanya terjadi di Eropa, tetapi merambah ke lembaga keuangan besar di Asia. Sebagai contoh, bank raksasa asal Jepang, Mizuho Financial Group, sebelumnya telah mengumumkan rencana pengurangan hingga 5.000 pekerjaan dalam satu dekade ke depan dengan alasan serupa.

Banyak analis menilai bahwa gelombang PHK massal perbankan global akan terus berlanjut seiring dengan semakin matangnya teknologi kecerdasan buatan generatif. Bank-bank dunia kini berlomba mengintegrasikan model AI terbaru untuk meningkatkan efisiensi karyawan bank, sekaligus memperkuat sistem pertahanan dari ancaman siber yang kian canggih.

Target Pertumbuhan Agresif dan Risiko Geopolitik

Meskipun tengah melakukan pengurangan karyawan secara besar-besaran, Standard Chartered tetap menetapkan target pertumbuhan bisnis yang sangat agresif. Bank ini menargetkan pengembalian ekuitas berwujud (return on tangible equity/ROTE) di atas 15 persen pada tahun 2028, dan memproyeksikan kenaikan hingga 18 persen pada tahun 2030.

Baca Juga

  • Penyebab Proyek AI Gagal di Banyak Perusahaan Global
  • Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat

Advertisement

Selain itu, perusahaan juga mempercepat target penghimpunan dana baru bersih sebesar US$200 miliar ke tahun 2028. Target ini satu tahun lebih cepat daripada rencana awal yang dipatok untuk tahun 2029. Untuk mencapai angka tersebut, fokus bisnis perusahaan akan diarahkan pada segmen dengan margin keuntungan yang lebih tinggi, seperti nasabah ritel kaya (affluent) dan institusi keuangan besar.

Namun, perjalanan menuju target tersebut tidak akan mudah karena adanya bayang-bayang tantangan geopolitik global. Standard Chartered, yang memiliki fokus bisnis kuat di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, mengakui bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah merupakan salah satu risiko utama saat ini.

Sebagai langkah antisipasi, pada kuartal pertama tahun ini, bank telah menyisihkan provisi kehati-hatian sebesar US$190 juta terkait dampak konflik di Timur Tengah. Walaupun dibayangi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar, Winters tetap optimistis terhadap ketangguhan model bisnis bank yang dipimpinnya.

Baca Juga

  • Pembunuh Bos Yoozoo Games Dieksekusi Mati di China
  • Pemulihan Internet Palapa Ring Tengah di Sangihe Sitaro Dijaga

Advertisement

Pada akhirnya, kesiapan tenaga kerja untuk beradaptasi dengan teknologi baru akan menjadi penentu utama di tengah badai PHK massal perbankan global yang sedang berlangsung ini. Transformasi digital yang tak terbendung menuntut kolaborasi harmonis antara kecanggihan teknologi dan keahlian manusia yang bernilai tinggi.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Efisiensi Kerja Kecerdasan Buatan Perbankan Global PHK Massal Standard Chartered
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleMesin Pencari Deep Web dan AI Terbaik untuk Riset Mendalam
Next Article Tablet Samsung 2 Jutaan: Galaxy Tab A9 Plus Layar 11 Inci
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Mesin Pencari Deep Web dan AI Terbaik untuk Riset Mendalam

Olin Sianturi28 Mei 2026 | 08:00

Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual

Ana Octarin28 Mei 2026 | 07:14

Serangan Siber Kelompok Iran Hantam Transportasi Los Angeles

Ana Octarin28 Mei 2026 | 06:05

Kesepakatan Bonus Samsung Berhasil Batalkan Mogok Kerja Massal

Iphan S28 Mei 2026 | 04:33

Tanda WhatsApp Disadap Orang dan Cara Mengatasinya

Ana Octarin28 Mei 2026 | 03:01

Salju Abadi Papua Mencair, Gletser Terakhir Segera Sirna

Iphan S28 Mei 2026 | 01:29
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Mesin Pencari Deep Web dan AI Terbaik untuk Riset Mendalam

Olin Sianturi28 Mei 2026 | 08:00

Bahaya Medsos bagi Anak: Separuh Korban Konten Seksual

Ana Octarin28 Mei 2026 | 07:14

Serangan Siber Kelompok Iran Hantam Transportasi Los Angeles

Ana Octarin28 Mei 2026 | 06:05

Kesepakatan Bonus Samsung Berhasil Batalkan Mogok Kerja Massal

Iphan S28 Mei 2026 | 04:33

Tanda WhatsApp Disadap Orang dan Cara Mengatasinya

Ana Octarin28 Mei 2026 | 03:01
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.