Technonesia - JAKARTA – Hampir seluruh wilayah Indonesia yang dihuni masyarakat kini sudah tersentuh jaringan internet seluler. Pemerintah mencatat cakupan Internet Indonesia telah mencapai 98,9% di wilayah berpopulasi.
Namun, angka tersebut bukan berarti pekerjaan pemerintah selesai. Sebaliknya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai menggeser fokus dari sekadar memperluas jangkauan menjadi memastikan konektivitas digital tetap berkualitas, termasuk di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan pemerintah terus berupaya agar tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam akses konektivitas.
Baca Juga :
"Kita selalu berusaha untuk bagaimana meningkatkan konektivitas digital kita ini. Sampai ke pelosok wilayah Indonesia tidak ada yang tidak kena, blankspot lagi," kata Wayan di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan data pemerintah, cakupan mobile seluler saat ini telah mencapai 98,9%. Dengan demikian, sebagian besar wilayah yang memiliki populasi sudah mendapatkan layanan jaringan seluler.
Konektivitas Digital Tak Cukup Hanya Luas
Capaian tersebut membuat tantangan pemerintah ikut berubah. Setelah jangkauan jaringan semakin luas, perhatian berikutnya adalah menjaga kualitas layanan agar koneksi yang tersedia benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.
Baca Juga :
"Artinya wilayah-wilayah yang berpopulasi itu sudah tercover. Nah, kita tinggal jaga dari sisi kualitasnya. Kualitasnya juga kita tetap jaga," ungkapnya.
Sementara itu, untuk wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses, Komdigi akan menggunakan sejumlah pendekatan. Salah satunya melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), yang merupakan lembaga BLU di bawah Kementerian Komdigi.
Pemerintah juga mempertimbangkan teknologi alternatif untuk menjangkau daerah yang sulit mendapatkan layanan melalui jaringan terestrial.
Baca Juga :
"Kekurangan-kekurangan kita akan coba melalui lembaga BLU kita, BAKTI, dan juga bagaimana mengupayakan memanfaatkan teknologinya," kata Wayan.
Internet Indonesia Andalkan Teknologi Satelit untuk Wilayah Sulit
Salah satu solusi yang disiapkan adalah memanfaatkan konektivitas berbasis satelit. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi alternatif untuk wilayah yang belum sepenuhnya bisa dijangkau infrastruktur jaringan konvensional.
"Memanfaatkan teknologi ke depan itu dalam artian kan kita ada teknologi yang dari satelit dan lain sebagainya. Mudah-mudahan itu bisa menyelesaikan konektivitas ke depannya," kata Wayan.
Baca Juga :
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur jaringan konvensional. Teknologi satelit diharapkan ikut menutup kekurangan konektivitas di wilayah yang secara geografis lebih sulit dilayani.
Komdigi Dorong 4G dan 5G Jadi Mesin Pertumbuhan UMKM
Di sisi lain, pemerataan konektivitas digital juga diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Masyarakat dan pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan akses internet yang semakin luas, khususnya melalui jaringan 4G dan 5G.
Wayan secara khusus menyoroti UMKM sebagai salah satu kelompok yang bisa memanfaatkan konektivitas tersebut untuk mengembangkan usaha.
Baca Juga :
"Manfaatkanlah konektivitas kita yang sudah merata ini, baik 4G, 5G ke depan, manfaatkan dengan baik, gunakan untuk pertumbuhan UMKM, dan silakan menggunakan untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang maksimal," kata Wayan.