Technonesia - Xiaomi akhirnya resmi memperkenalkan Xiaomi 18 Fold, ponsel lipat pertama perusahaan yang mengusung desain berbeda dari kebanyakan foldable saat ini. Perangkat tersebut diperkenalkan Lei Jun dalam acara flagship musim gugur Xiaomi di China.
Alih-alih mengikuti bentuk clamshell seperti ponsel lipat kecil atau desain book-style berukuran besar, Xiaomi memilih format yang disebut mid-fold. Konsep ini berada di antara keduanya dengan menawarkan layar luar yang tetap praktis digunakan dan layar utama berukuran lebih lega ketika perangkat dibuka.
Namun, desain bukan satu-satunya hal yang menjadi sorotan. Xiaomi 18 Fold juga menjadi perangkat pertama yang membawa chip buatan Xiaomi XRING O3 sekaligus memori LPDDR6 yang mulai diproduksi massal. Kombinasi tersebut membuat ponsel ini tidak hanya mengejar tampilan premium, tetapi juga performa flagship.
Baca Juga :
Di China, harga Xiaomi 18 Fold dimulai dari 10.999 yuan atau sekitar Rp173 juta untuk konfigurasi 12GB+256GB berdasarkan kurs perkiraan yang digunakan dalam materi peluncuran. Varian tertinggi 16GB+1TB dibanderol 14.999 yuan, sedangkan edisi keramik khusus mencapai 15.999 yuan.
Xiaomi 18 Fold Bawa Desain Mid-Fold yang Tidak Biasa
Daya tarik utama Xiaomi 18 Fold terletak pada format bodinya. Xiaomi menyebutnya sebagai desain “mid-fold”, meskipun secara teknis perangkat ini termasuk kategori wide-fold.
Saat dalam kondisi tertutup, ponsel memiliki layar luar berukuran 5,38 inci. Setelah dibuka, pengguna mendapatkan layar internal berukuran 7,58 inci.
Baca Juga :
Menariknya, kedua layar menggunakan rasio sekitar 2:1 yang terinspirasi dari proporsi kertas standar. Pendekatan tersebut membuat Xiaomi mencoba mencari titik tengah antara kenyamanan menggunakan layar luar dan keleluasaan layar besar ketika perangkat dibuka.
Ketika dibentangkan sepenuhnya, ketebalan Xiaomi 18 Fold hanya sekitar 5,02 mm. Dalam kondisi terlipat, ketebalannya menjadi 10,68 mm dengan bobot 219 gram.
Angka tersebut cukup agresif untuk sebuah smartphone foldable. Terlebih lagi, Xiaomi tetap mempertahankan frame datar yang membingkai bagian tepi, sudut membulat, serta modul kamera belakang berbentuk racetrack.
Baca Juga :
Xiaomi 18 Fold Miliki Layar Luar yang Lebih Nyaman Digenggam
Xiaomi juga tampaknya ingin menghilangkan salah satu keluhan pada ponsel lipat berukuran besar, yaitu layar luar yang terasa kurang nyaman digunakan.
Layar eksternal Xiaomi 18 Fold dirancang agar tetap mudah dijangkau menggunakan satu tangan. Bahkan, Xiaomi menyebut keyboard pada perangkat ini memiliki ukuran sekitar 8 persen lebih lebar dibandingkan keyboard pada smartphone berukuran 6,9 inci pada umumnya.
Dengan demikian, pengguna tidak harus selalu membuka perangkat hanya untuk membalas pesan atau melakukan aktivitas ringan.
Baca Juga :
Konsep tersebut menjadi salah satu alasan format mid-fold terasa menarik. Xiaomi tidak sekadar membuat layar internal lebih besar, tetapi juga berusaha memastikan layar luar tetap berfungsi sebagai layar smartphone utama ketika perangkat dalam keadaan tertutup.