Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Lenovo ThinkBook AeroBlade Bikin Laptop Super Tipis di Bawah 830 Gram, Tanpa Kipas Berisik
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Lenovo ThinkBook AeroBlade Bikin Laptop Super Tipis di Bawah 830 Gram, Tanpa Kipas Berisik

Olin Sianturi
Olin SianturiTim Redaksi TechnoNesia
Sabtu, 05 September 2026 - 04:20 WIB
Lenovo ThinkBook AeroBlade Bikin Laptop Super Tipis di Bawah 830 Gram, Tanpa Kipas Berisik

Lenovo ThinkBook AeroBlade

Sumber Foto :PCMag
Thumb 1
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Technonesia - Lenovo sedang menguji batas baru laptop tipis dan ringan lewat Project AeroBlade, sebuah laptop konsep yang diperkenalkan di IFA 2026, Berlin. Perangkat berukuran 14 inci ini tidak sekadar mengejar bodi ramping, tetapi juga mencoba mengatasi salah satu masalah terbesar laptop tipis: panas.

Yang membuatnya menarik, Lenovo merancang laptop ini dengan ketebalan kurang dari 10 mm dan bobot di bawah 830 gram. Angka tersebut tergolong ekstrem untuk laptop 14 inci karena sebagian besar perangkat di kelas yang sama masih memiliki ketebalan sekitar 14-17 mm dengan bobot kurang lebih 1,3 kg.

Namun, Lenovo tidak ingin desain tipis tersebut membuat performanya ikut dikorbankan. Perusahaan menyebut Project AeroBlade mampu menawarkan performa yang sebanding dengan lini ThinkPad X1 Carbon berbasis prosesor Intel. Meski demikian, Lenovo belum mengungkap detail prosesor, kapasitas RAM, maupun penyimpanan yang digunakan pada unit konsep tersebut.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Lenovo ThinkBook AeroBlade Andalkan Pendingin Tanpa Kipas

Bagian paling menarik dari Lenovo ThinkBook AeroBlade justru berada di dalam bodinya. Lenovo bekerja sama dengan Frore Systems untuk mengembangkan sistem pendinginan yang disebut menggunakan arsitektur Active Flow.

Alih-alih mengandalkan kipas mekanis yang berputar, sistem ini menggunakan modul pendingin solid-state AirJet. Teknologi tersebut memanfaatkan diafragma yang bergetar dengan kecepatan tinggi untuk menghasilkan aliran udara berdenyut.

Udara tersebut kemudian digunakan untuk membantu memindahkan panas dari komponen laptop.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Pendekatan ini menjadi penting karena sistem pendinginan tradisional sering menjadi salah satu komponen yang membuat laptop harus menyediakan ruang lebih besar di dalam bodi. Selain itu, kipas yang berputar juga dapat menghasilkan suara dan menarik debu ke dalam perangkat.

Dengan teknologi solid-state, Lenovo memiliki peluang untuk membuat laptop yang lebih ringkas tanpa harus sepenuhnya mengorbankan kemampuan menjaga suhu komponen.

AirJet Mini Slim Hanya Setebal 2,65 mm

Teknologi AirJet yang digunakan pada Project AeroBlade juga memiliki bentuk yang sangat tipis. Lenovo menggunakan modul AirJet Mini Slim dengan ketebalan hanya sekitar 2,65 mm.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Setiap modul membutuhkan daya maksimal sekitar 1 watt dan mampu membuang panas hingga 5,25 watt. Karena bentuknya kecil, beberapa modul dapat ditempatkan di berbagai area dalam sasis laptop.

Fleksibilitas tersebut memberikan keuntungan bagi perancang perangkat. Posisi motherboard dan komponen internal tidak harus terlalu bergantung pada ruang yang dibutuhkan oleh sistem kipas konvensional.

Dengan demikian, ruang yang sebelumnya harus dialokasikan untuk mekanisme pendinginan bisa dimanfaatkan untuk membuat desain internal yang lebih efisien.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Bagi laptop ultra-tipis, perubahan seperti ini cukup penting. Sebab, semakin tipis sebuah perangkat, semakin sulit pula produsen mengatur aliran udara dan membuang panas secara efektif.

Project AeroBlade Dorong Desain Laptop Lebih Tipis

Lenovo juga merancang sistem AirJet agar aliran udara diarahkan ke bagian belakang laptop. Konsep tersebut membantu menjaga tampilan perangkat tetap bersih sekaligus memberikan keleluasaan lebih besar dalam mengatur komponen di dalam sasis.

Selain itu, sistem pendinginan solid-state diklaim memiliki tingkat kebisingan lebih rendah dibandingkan pendingin berbasis kipas tradisional.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Keuntungan lainnya adalah potensi berkurangnya penumpukan debu. Karena tidak menggunakan kipas yang terus berputar untuk menarik udara dari lingkungan, sistem ini berpotensi mengurangi salah satu sumber masuknya debu ke bagian dalam laptop.

Meski begitu, kemampuan sebenarnya dalam penggunaan jangka panjang masih perlu dibuktikan. Pasalnya, kebutuhan pendinginan laptop bisa sangat berbeda antara pekerjaan ringan seperti mengetik dan beban berat seperti rendering, pengolahan video, atau aplikasi berbasis AI.

Lenovo ThinkBook AeroBlade Masih Sebatas Laptop Konsep

Meskipun membawa teknologi yang menjanjikan, Lenovo ThinkBook AeroBlade belum menjadi produk komersial. Project AeroBlade saat ini masih berstatus konsep sehingga belum ada informasi mengenai harga maupun jadwal penjualannya.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Lenovo juga belum memberikan spesifikasi lengkap terkait prosesor, RAM, penyimpanan, kapasitas baterai, dan kemampuan grafisnya. Karena itu, belum bisa disimpulkan apakah konsep ini nantinya benar-benar mampu mempertahankan performa tinggi dalam waktu lama.

Namun, kehadirannya di IFA 2026 memberikan gambaran menarik tentang arah perkembangan laptop masa depan.

Selama ini, produsen laptop harus mencari titik tengah antara bodi tipis, bobot ringan, performa tinggi, dan kemampuan pendinginan. Semakin tinggi performanya, semakin besar pula tantangan untuk membuang panas dari komponen internal.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Project AeroBlade mencoba memecahkan masalah tersebut dari sisi yang berbeda, yaitu mengubah teknologi pendingin alih-alih sekadar memperkecil komponen lainnya.

Jika teknologi AirJet solid-state dapat diterapkan secara efektif pada perangkat produksi massal, bukan tidak mungkin laptop masa depan akan semakin tipis dan ringan tanpa harus kembali ke performa rendah.

Pada akhirnya, Project AeroBlade bukan hanya soal laptop berbobot kurang dari 830 gram. Konsep ini memperlihatkan bahwa sistem pendinginan menjadi salah satu kunci penting dalam perlombaan membuat komputer portabel yang semakin tipis.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Jika tantangan efisiensi daya, pembuangan panas, daya tahan, dan biaya produksi dapat diatasi, teknologi pendingin tanpa kipas seperti ini berpotensi membuka jalan bagi generasi laptop ultra-portabel yang lebih senyap, ringan, dan tetap bertenaga.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved