Pendekatan ini cukup masuk akal. Tidak semua pengguna membutuhkan laptop tipis dengan layar sentuh. Bagi pelajar atau pekerja yang lebih mementingkan fungsi, konektivitas dan kemudahan penggunaan justru bisa menjadi pertimbangan yang lebih penting.
Baca Juga :
Laptop AI HP Punya Smart Sensing untuk Hemat Baterai
Salah satu fitur yang menjadi perhatian utama pada keluarga baru ini adalah Smart Sensing.
HP menjelaskan bahwa fitur tersebut dapat mempelajari pola penggunaan laptop. Sistem kemudian dapat menyesuaikan kapan perangkat membutuhkan performa tinggi dan kapan konsumsi daya dapat ditekan.
Tujuannya cukup jelas, yakni menjaga keseimbangan antara performa dan daya tahan baterai.
Baca Juga :
Konsep ini menarik karena AI tidak selalu harus terlihat dalam bentuk chatbot atau generator gambar. Dalam kasus ini, AI bekerja di belakang layar untuk membantu perangkat menentukan bagaimana sumber daya digunakan.
Bagi pengguna sehari-hari, manfaat seperti ini justru bisa lebih terasa. Laptop dapat bekerja sesuai kebutuhan tanpa pengguna harus terus-menerus mengatur mode performa secara manual.
Fitur Look to Move Permudah Penggunaan Dua Layar
HP juga memperkenalkan fitur Look to Move, terutama untuk pengguna yang bekerja dengan lebih dari satu layar.
Baca Juga :
Fitur tersebut memungkinkan kursor berpindah secara otomatis dari layar laptop menuju monitor eksternal ketika pengguna mengalihkan pandangan.
Dengan begitu, pengguna tidak perlu mencari posisi kursor atau memindahkannya secara manual setiap kali berpindah perhatian dari satu layar ke layar lainnya.
Meski terlihat sederhana, fitur seperti ini dapat menghemat gerakan kecil yang berulang, terutama bagi pengguna yang bekerja dengan setup laptop dan monitor eksternal sepanjang hari.
Baca Juga :
HP juga berkolaborasi dengan Intel untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi produktivitas dan kreatif seperti Microsoft Teams, Zoom, Adobe Photoshop, serta sejumlah aplikasi Adobe lainnya.
HP Mulai Geser Fokus dari Angka Spesifikasi
Kehadiran HP OmniBook memperlihatkan perubahan cara HP menjual laptop kepada konsumen.
Selama bertahun-tahun, laptop sering dinilai dari angka seperti kapasitas RAM, penyimpanan, jumlah core prosesor, atau ukuran layar. HP kini mencoba memperluas cara pandang tersebut.
Baca Juga :
Edo Jonathan Chandra mengatakan bahwa konsumen tidak cukup hanya melihat besaran spesifikasi karena ada pengalaman penggunaan yang juga perlu diperhatikan.
Pandangan tersebut menjadi semakin relevan ketika AI mulai terintegrasi langsung ke perangkat. Performa laptop tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa tinggi spesifikasinya, tetapi juga bagaimana hardware dan software bekerja bersama.
Dalam keluarga OmniBook, pendekatan itu terlihat melalui fitur seperti Smart Sensing dan Look to Move.
Dengan demikian, AI pada laptop bukan semata-mata fitur tambahan untuk membuat konten. Teknologi tersebut mulai ditempatkan sebagai bagian dari sistem yang membantu laptop bekerja lebih efisien dan responsif.
Harga HP OmniBook Indonesia Belum Diungkap
Meski lima model sudah resmi diperkenalkan di Indonesia, HP belum mengungkap harga, konfigurasi lengkap, maupun jadwal ketersediaan masing-masing perangkat.