Masalahnya, sejumlah negara sudah mulai mengurangi atau mematikan jaringan 2G. Karena itu, perangkat ini tidak bisa dianggap sebagai feature phone yang cocok digunakan di semua negara.
Bagi calon pembeli, dukungan jaringan menjadi hal yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu. Kapasitas baterai yang besar tentu tidak banyak membantu jika perangkat sulit mendapatkan jaringan untuk melakukan panggilan.
Harga Nokia 300 Charge Mulai Rp500 Ribuan
Nokia 300 Charge saat ini sudah terpantau dijual di sejumlah platform e-commerce di kawasan Asia Tenggara, termasuk Filipina dan Malaysia.
Di beberapa pasar, perangkat tersebut juga dipasarkan dengan nama Nokia 300 Power Bank. Harganya berada di kisaran PHP 1.990 hingga MYR 148, yang jika dikonversikan berada di sekitar Rp500 ribuan.
Dengan harga tersebut, daya tarik Nokia 300 Charge sebenarnya bukan terletak pada spesifikasi. Ponsel ini justru menawarkan konsep yang cukup berbeda: sebuah feature phone dengan baterai besar yang bisa berfungsi sebagai sumber daya darurat.
Bagi pengguna yang hanya membutuhkan telepon dan ingin memiliki perangkat cadangan dengan daya tahan panjang, konsep ini cukup menarik.
Terlebih lagi, kemampuan reverse charging membuatnya punya fungsi tambahan yang jarang ditemukan pada feature phone.
Namun, keterbatasan jaringan 2G tetap menjadi pertimbangan utama. Jadi, sebelum membeli, calon pengguna sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahwa jaringan 2G masih tersedia dan dapat digunakan di wilayahnya.
Pada akhirnya, Nokia 300 Charge bukanlah ponsel yang dibuat untuk menyaingi smartphone. Perangkat ini menawarkan sesuatu yang berbeda: kesederhanaan, daya tahan panjang, dan fungsi power bank dalam satu bodi.
Di tengah smartphone yang semakin canggih dan membutuhkan pengisian daya hampir setiap hari, pendekatan sederhana seperti ini justru bisa menjadi solusi menarik untuk situasi darurat.