Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer

2 Januari 2026 | 06:00

SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru

2 Januari 2026 | 04:00

3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!

2 Januari 2026 | 02:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer
  • SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru
  • 3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!
  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%
  • Terungkap! 50+ Miliarder Baru 2025 Kaya Raya Berkat AI dan Startup
  • Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah
  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!
  • 5 Keunggulan TCL Note A1 NxtPaper: Spesifikasi Pesaing Kindle Scribe
Jumat, Januari 2
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Gadget » Keputusan Mengejutkan! Apple Setop Garap Versi Murah Vision Pro, Ini 3 Alasan Utamanya
Gadget

Keputusan Mengejutkan! Apple Setop Garap Versi Murah Vision Pro, Ini 3 Alasan Utamanya

Olin SianturiOlin Sianturi2 Oktober 2025 | 18:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Versi Murah Vision Pro
Versi Murah Vision Pro
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Apple hentikan pengembangan versi murah Vision Pro (N100). Simak 3 alasan penting di balik perubahan strategi ini dan fokus baru Apple pada Kacamata Pintar Apple yang akan menantang Meta.

TechnonesiaID - Keputusan besar baru saja datang dari markas Apple di Cupertino. Raksasa teknologi ini dilaporkan telah mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan pengembangan varian Vision Pro yang lebih terjangkau. Proyek yang dikenal dengan kode nama N100 ini diprediksi tidak akan pernah melihat cahaya pasar.

Perubahan strategi radikal ini pertama kali diungkap oleh Bloomberg, mengutip sumber internal yang memahami dinamika internal perusahaan. Alih-alih fokus membuat Vision Pro yang lebih murah, Apple kini mengalihkan seluruh sumber daya dan tim pengembangnya menuju satu target baru: Kacamata Pintar Apple yang lebih ringan dan kompetitif.

Baca Juga

  • 5 Keunggulan TCL Note A1 NxtPaper: Spesifikasi Pesaing Kindle Scribe
  • Terbongkar! Harga dan 5 Spesifikasi Poco M8 & M8 Pro dari Bocoran Retailer

Advertisement

Langkah ini menandai pergeseran prioritas yang jelas. Dari perangkat kelas atas yang mahal, Apple kini tampaknya berupaya menciptakan perangkat augmented reality (AR) yang lebih ramah konsumen dan siap bersaing langsung dengan pemain besar di pasar AR/VR, terutama Meta.

Strategi Mengejutkan: Mengapa Versi Murah Vision Pro Dihentikan?

Sejak peluncuran Vision Pro dengan harga fantastis USD 3.499 (sekitar Rp 57 juta), banyak yang berharap Apple akan segera menghadirkan versi murah Vision Pro agar teknologi futuristik ini dapat diakses oleh lebih banyak orang. Namun, harapan tersebut kini pupus. Ada beberapa faktor fundamental yang mendorong Apple mengambil keputusan drastis ini.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kerumitan dalam mempertahankan kualitas khas Apple sambil memotong biaya secara signifikan. Vision Pro yang ada saat ini menggunakan teknologi layar mikro-OLED ultra-premium dan sensor yang sangat canggih. Menghilangkan fitur-fitur ini tanpa mengorbankan pengalaman pengguna adalah tantangan teknis yang hampir mustahil.

Baca Juga

  • 113% Lebih Cerdas! 3 Alasan Upgrade AI Galaxy S26 Wajib Ditunggu
  • Bocoran 5 Keunggulan Ponsel Lipat Ai+ NovaFlip: Siap Rilis Q1 2026

Advertisement

Bloomberg melaporkan bahwa meskipun tim N100 telah bekerja keras, Apple memutuskan bahwa upaya untuk “memurahkan” perangkat keras canggih justru menghambat tujuan yang lebih besar, yaitu membangun ekosistem AR yang masif.

Fokus pada Efisiensi Produksi Vision Pro Saat Ini

Meskipun proyek N100 dihentikan, Apple tidak sepenuhnya meninggalkan Vision Pro. Sebaliknya, perusahaan kini memberikan fokus lebih besar pada peningkatan efisiensi produksi model Vision Pro generasi pertama. Tujuannya adalah memastikan bahwa mereka dapat memproduksi perangkat kelas atas ini secara konsisten dan dalam jumlah yang lebih besar.

Permintaan awal Vision Pro, meskipun harganya selangit, cukup kuat. Dengan mengoptimalkan rantai pasokan dan perakitan, Apple berharap dapat mengurangi biaya produksi secara bertahap, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga jual tanpa harus menciptakan model yang berbeda secara radikal.

Baca Juga

  • 7 Trik Licik Penipuan Beli HP Samsung Palsu Rp 7,5 Juta Terbongkar!
  • 5 Keunggulan Samsung Galaxy Tab S10 Lite 5G: Jawara Tablet Produktivitas

Advertisement

3 Alasan Utama Apple Mengalihkan Fokus ke Kacamata Pintar Apple

Penghentian pengembangan versi murah Vision Pro bukanlah akhir dari upaya Apple di ranah AR/VR. Ini justru merupakan awal dari fokus baru yang lebih strategis. Pengalihan sumber daya ke pengembangan Kacamata Pintar Apple (sering disebut sebagai ‘Apple Glasses’) menunjukkan bahwa Apple telah belajar dari respons pasar.

Berikut adalah 3 alasan utama yang mendorong Apple melakukan pergeseran prioritas ini:

  1. Biaya Produksi yang Terlalu Tinggi untuk Versi Murah: Menciptakan N100 yang lebih ringan berarti Apple harus memangkas beberapa komponen inti, termasuk set chip R1/M2 atau kualitas tampilan. Namun, memangkas terlalu banyak akan menghasilkan produk yang terasa inferior dan tidak layak menyandang nama Apple. Daripada merilis produk ‘setengah-setengah’, Apple memilih fokus pada desain yang sepenuhnya baru dengan target harga dan fungsi yang berbeda.
  2. Fokus pada Produk Kompetitif Jangka Panjang: Vision Pro adalah perangkat mixed reality (MR) berdaya tinggi. Sementara itu, Meta telah menguasai pasar smart glasses dengan produk seperti Ray-Ban Meta. Apple melihat peluang besar di pasar kacamata pintar yang lebih ringan, lebih fokus pada fungsi AR sederhana, dan dapat dipakai sehari-hari, bukan hanya sebagai headset yang membatasi pergerakan.
  3. Kebutuhan Desain yang Lebih Ringan dan Nyaman: Vision Pro dikenal karena beratnya, membuatnya kurang ideal untuk pemakaian jangka panjang. Proyek kacamata pintar yang baru ini bertujuan untuk menciptakan perangkat yang bobotnya jauh lebih ringan, mendekati kacamata biasa, sehingga meningkatkan kenyamanan dan adopsi konsumen secara massal. Ini adalah kunci untuk memenangkan persaingan di pasar AR yang lebih luas.

Keputusan ini menegaskan bahwa Apple lebih tertarik pada perangkat yang bisa menjadi pendamping harian, bukan hanya sebuah alat hiburan atau kerja yang sporadis.

Baca Juga

  • 5 Alasan Huawei MatePad 11.5S PaperMatte Jadi Tablet Setara Laptop
  • 5 Fitur Terbaik HyperOS 3 untuk Redmi Note 13 Pro & POCO M6 Pro

Advertisement

Masa Depan Kacamata Pintar Apple: Ancaman Serius Bagi Pesaing

Tim yang sebelumnya mengerjakan proyek N100 kini sepenuhnya dialihkan untuk memfokuskan pengembangan kacamata pintar baru. Perangkat ini diprediksi akan menjadi jauh lebih ringkas, mengandalkan kekuatan pemrosesan dari iPhone (mirip konsep Apple Watch pertama), dan berfungsi sebagai layar notifikasi ringan dengan kemampuan AR dasar.

Proyek kacamata pintar ini dipandang sebagai ‘senjata pamungkas’ Apple untuk menantang dominasi Meta. Ketika Vision Pro menargetkan profesional dan pengguna kelas atas, kacamata pintar akan menargetkan miliaran pengguna iPhone di seluruh dunia.

Dampak Pergeseran Fokus Apple terhadap Ekosistem AR

Penghentian versi murah Vision Pro secara tidak langsung memperjelas bahwa Apple melihat pasar sebagai dua segmen berbeda: pasar high-end, immersive computing (Vision Pro) dan pasar mass-market, pervasive AR (Kacamata Pintar).

Baca Juga

  • 8 Trik Rahasia Cara Mempercepat HP Xiaomi, Redmi, dan POCO
  • 5 HP Xiaomi Ini Diprediksi Jadi Obsolete di 2026

Advertisement

Pergeseran ini berdampak signifikan pada pengembangan perangkat lunak. Para pengembang kini dapat mempersiapkan aplikasi yang dapat berjalan di VisionOS (untuk pengalaman imersif) dan juga aplikasi AR yang lebih sederhana dan efisien yang disesuaikan untuk format kacamata ringan.

Dengan fokus yang lebih tajam, Apple berharap dapat mempercepat jadwal rilis kacamata pintar ini. Jika Vision Pro murah dijadwalkan pada 2027, kemungkinan besar kacamata pintar ini akan diluncurkan lebih cepat, memberikan Apple keunggulan strategis dalam perlombaan teknologi yang semakin memanas.

Strategi Jangka Panjang Apple

Keputusan untuk menyetop pengembangan versi murah Vision Pro bukanlah kemunduran, melainkan langkah strategis yang cerdas. Apple menyadari bahwa upaya untuk membuat perangkat canggih menjadi murah justru berpotensi merusak merek dan standar kualitas mereka.

Baca Juga

  • Prediksi Hardware Google 2025: 5 Alasan Pixel Gagal Raih Posisi Puncak
  • Top 5 Ponsel Terbaik 2025 Pilihan Editor: Mana yang Paling Layak Dibeli?

Advertisement

Dengan memindahkan sumber daya ke pengembangan Kacamata Pintar Apple yang ringan, perusahaan ini menunjukkan komitmennya untuk membangun perangkat AR yang benar-benar dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini tidak hanya meningkatkan peluang adopsi massal, tetapi juga menyiapkan panggung untuk pertempuran teknologi AR terbesar melawan pesaing seperti Meta di tahun-tahun mendatang. Pasar kini menantikan terobosan berikutnya dari Apple.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Apple Vision Pro Kacamata Pintar Apple Meta Strategi Apple Teknologi AR/VR
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSamsung Resmi Rilis SSD 9100 PRO 8TB: Super Cepat untuk Gamer dan Kreator
Next Article 5 Strategi Pertumbuhan Pengguna Instagram, Tembus 3 Miliar!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

5 Keunggulan TCL Note A1 NxtPaper: Spesifikasi Pesaing Kindle Scribe

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 16:00

Terbongkar! Harga dan 5 Spesifikasi Poco M8 & M8 Pro dari Bocoran Retailer

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 14:00

113% Lebih Cerdas! 3 Alasan Upgrade AI Galaxy S26 Wajib Ditunggu

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 12:00

4 Fitur WhatsApp Tahun Baru 2026: Cara Rayakan dengan Pembaruan Terbaru

Olin Sianturi31 Desember 2025 | 20:00

Bocoran 5 Keunggulan Ponsel Lipat Ai+ NovaFlip: Siap Rilis Q1 2026

Olin Sianturi30 Desember 2025 | 20:00

7 Trik Licik Penipuan Beli HP Samsung Palsu Rp 7,5 Juta Terbongkar!

Olin Sianturi30 Desember 2025 | 12:00
Pilihan Redaksi
Elektronik

Mager ke Luar Saat Liburan? Samsung TV Bikin Rumah Serasa Bioskop! Cek 7 Alasannya!

Olin Sianturi26 Desember 2025 | 13:05

Liburan akhir tahun tak harus keluar rumah. Samsung TV bikin rumah serasa Bioskop hadirkan sensasi…

5 Fitur Terbaik HyperOS 3 untuk Redmi Note 13 Pro & POCO M6 Pro

29 Desember 2025 | 16:00

Honda Vario 160 Street Edition 2025, Desain Berani Bakal Hadir dengan Setang Telanjang

23 Agustus 2025 | 20:56

Moto Pad 60 Pro vs iPad Gen 11: 7 Perbedaan Kunci Tablet Menggambar Presisi

24 Desember 2025 | 22:43

5 Keunggulan Realme C85: Smartphone Baterai Ultra Tahan Air yang Lagi Diskon

22 Desember 2025 | 18:27
Terbaru

5 Keunggulan TCL Note A1 NxtPaper: Spesifikasi Pesaing Kindle Scribe

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 16:00

Terbongkar! Harga dan 5 Spesifikasi Poco M8 & M8 Pro dari Bocoran Retailer

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 14:00

113% Lebih Cerdas! 3 Alasan Upgrade AI Galaxy S26 Wajib Ditunggu

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 12:00

4 Fitur WhatsApp Tahun Baru 2026: Cara Rayakan dengan Pembaruan Terbaru

Olin Sianturi31 Desember 2025 | 20:00

Bocoran 5 Keunggulan Ponsel Lipat Ai+ NovaFlip: Siap Rilis Q1 2026

Olin Sianturi30 Desember 2025 | 20:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.