Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

3 Fakta Terbaru Penyebab Orang Tua Pikun, Ilmuwan Temukan Solusinya

5 Desember 2025 | 19:18

5 Perusahaan Indonesia Penerima Dana SoftBank Vision Fund

5 Desember 2025 | 17:18

4 Cara Mudah Lacak Lokasi Orang Lewat WhatsApp & Google Maps

5 Desember 2025 | 13:18
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 3 Fakta Terbaru Penyebab Orang Tua Pikun, Ilmuwan Temukan Solusinya
  • 5 Perusahaan Indonesia Penerima Dana SoftBank Vision Fund
  • 4 Cara Mudah Lacak Lokasi Orang Lewat WhatsApp & Google Maps
  • 3 Langkah Mudah Cara Aktifkan Internet Gratis XL Axis di Sumatra
  • 5 Fakta Krisis Chip: Jensen Huang Nasib Nvidia Terancam Ditendang China
  • 2 Zero-Day Fix: Pembaruan Keamanan Xiaomi Desember 2025 Atasi 107 Celah Berbahaya
  • Xiaomi 13 Siap Terima Pembaruan HyperOS 3 Global: 5 Fitur Keren Android 16
  • 5 Alasan HyperOS 3 Wearable Datang Desember untuk Perangkat Xiaomi Band 9
Jumat, Desember 5
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » ChatGPT Ternyata Buat Otak Makin Bodoh? Riset MIT Buka Fakta Mengejutkan!
Tech

ChatGPT Ternyata Buat Otak Makin Bodoh? Riset MIT Buka Fakta Mengejutkan!

Olin SianturiOlin Sianturi26 Juni 2025 | 09:08
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
ChatGPT Ternyata Buat Otak Makin Bodoh
ChatGPT Ternyata Buat Otak Makin Bodoh (Foto: La Razon)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Riset MIT menunjukkan ChatGPT Ternyata buat otak makin bodoh, menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas otak. Fakta mengejutkan muncul! Fokus: ChatGPT, otak.

TechnonesiaID - Dalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan terutama chatbot seperti ChatGPT, banyak dipuji karena praktis dan inovatif. Namun, baru-baru ini, para peneliti dari Media Lab di MIT mengungkap sebuah temuan mengkhawatirkan. Mereka menemukan bahwa penggunaan ChatGPT tidak sekadar mengubah cara belajar, tetapi bisa juga melemahkan kemampuan berpikir kritis.

Eksperimen: ChatGPT vs Google Search vs Tanpa Platform

ChatGPT vs Google Search vs Tanpa Platform
ChatGPT vs Google Search vs Tanpa Platform

Studi yang diterbitkan pada Juni 2025 itu melibatkan 54 partisipan berusia 18–39 tahun. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok:

Baca Juga

  • 3 Fakta Terbaru Penyebab Orang Tua Pikun, Ilmuwan Temukan Solusinya
  • 5 Perusahaan Indonesia Penerima Dana SoftBank Vision Fund

Advertisement

  1. Menggunakan ChatGPT saat menulis esai ala SAT.
  2. Mengandalkan Google Search untuk riset.
  3. Tidak menggunakan sama sekali platform digital—menggunakan hanya otak mereka.

Setiap partisipan diminta menulis beberapa esai SAT. Lalu, aktivitas otak mereka dipantau lewat EEG (electroencephalogram) sesuai metode EEF yang mencakup pengukuran gelombang alfa, theta, dan delta yang berkaitan dengan kreativitas, memori, dan pemrosesan semantik.

Hasil Mengejutkan dari Studi EEG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang menggunakan ChatGPT menunjukkan aktivitas otak rendah dalam fungsi bahasa dan perilaku:

  • Skor EEG menurun secara signifikan, menunjukkan akal berpikir yang pasif.
  • Mereka cenderung malas berpikir original, menggunakan ide yang sama dari sesi sebelumnya.
  • Banyak dari mereka bahkan nyaris mengandalkan “copy-paste” saat menulis esai terakhir.

Selain data EEG, penilaian dua guru bahasa Inggris menguatkan temuan itu. Mereka menilai esai pengguna ChatGPT umumnya:

Baca Juga

  • 5 Fakta Krisis Chip: Jensen Huang Nasib Nvidia Terancam Ditendang China
  • 5 Alasan HyperOS 3 Wearable Datang Desember untuk Perangkat Xiaomi Band 9

Advertisement

  • Kurang jiwa
  • Minim orisinalitas
  • Dipenuhi kalimat generik

Kontras: Google dan Tanpa Bantuan AI

Menariknya, perbedaan signifikan muncul saat dibandingkan dengan kelompok lain:

  • Kelompok yang menggunakan Google Search menunjukkan aktivitas otak yang lebih tinggi.
    Mereka tetap aktif berpikir dan merangkai ide meski dibantu teknologi.
  • Sedangkan kelompok yang hanya mengandalkan kemampuan sendiri—tanpa tools online—mencapai aktivitas saraf tertinggi.
    Gelombang alfa, theta, dan delta aktif, menunjukkan kreativitas tinggi, daya ingat optimal, dan kemampuan pemrosesan semantik yang maksimal.

Waspadai Otak Generasi Muda dan Ketergantungan AI

Ketergantungan AI
Ketergantungan AI

Penulis utama studi, Natalita Kosmyna, menyuarakan kecemasannya. Ia memberi peringatan serius, terutama terhadap anak muda dan otak yang masih berkembang:

“Otak yang sedang berkembang berada pada risiko tertinggi,”
katanya.

Baca Juga

  • 5 Inovasi Teknologi AI HP China yang Bikin iPhone Tertinggal
  • Apple Tolak India! 3 Alasan Kenapa Ogah Tanam Aplikasi Pemerintah ke iPhone

Advertisement

Menurutnya, ketergantungan kita pada model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT memberi kenyamanan instan, tapi sayangnya bisa datang dengan konsekuensi jangka panjang: kemunduran kemampuan berpikir kritis dan kreativitas.

Dilema: Bantuan Cerdas atau Penghambat Kreativitas?

Meski ChatGPT menawarkan kemudahan untuk riset cepat, menjawab soal kompleks, dan menghasilkan teks dalam hitungan detik, riset MIT ini menyoroti persoalan serius:

  • Apakah kita justru terlena, dan kehilangan keaktifan berpikir?
  • Apakah ketergantungan terhadap logika dan pola bahasa yang sudah disediakan malah memblokir inovasi baru?

Sementara Google Search mendorong pengguna untuk riset aktif, menggali sumber, dan memilih konten sesuai konteks, ChatGPT memberikan jawaban siap pakai. Dalam praktiknya, itu berarti:

Baca Juga

  • 7 Poin Utama Belanja Infrastruktur Data Center AI Rp 46.000 T
  • 3 Alasan DeepSeek V3.2 Pengganti Google Bikin Amerika Minggir

Advertisement

  • Pengguna cukup menerima hasil
  • Tanpa proses riset, pengecekan fakta, atau eksplorasi gagasan baru

ChatGPT Ternyata Buat Otak Makin Bodoh?

Berdasarkan riset MIT, terlihat keprihatinan nyata: bila manusia terlalu mengandalkan teknologi canggih tanpa kontrol, risiko utama bukan hanya ketergantungan, tapi penurunan fungsi otak yang penting:

  • Dorongan untuk menyusun gagasan orisinal
  • Aktivitas mental untuk menghubungkan dot antar konsep
  • Kemampuan menganalisis dan melakukan evaluasi kritis

Apalagi jika penggunaan ChatGPT terus meningkat—dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi: Bijak Gunakan AI, Jangan Biarkan Otak “Ngantuk”

Bijak Gunakan AI
Bijak Gunakan AI

Dari hasil riset ini, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

Baca Juga

  • 76% Layanan Telkomsel Pulih Jelang Nataru, Ada Paket Gratis!
  • 5 Teknologi Kunci HP Xiaomi yang Dihapus Diam-diam

Advertisement

  1. Batasi penggunaan ChatGPT untuk tugas kreatif dan analisis.
  2. Prioritaskan riset aktif, misalnya pakai Google Search untuk berbagai sumber.
  3. Gunakan ChatGPT sebagai alat bantu, bukan sebagai “pencipta” ide utama.
  4. Dorong diri untuk menulis manual tanpa bantuan AI—terutama untuk tugas-tugas yang memerlukan kualitas pemikiran tinggi.

Kontrol Teknologi, Bangun Kemandirian Otak

Singkatnya, meski ChatGPT memberi efisiensi dan kecanggihan, riset MIT mengingatkan kita untuk tidak kehilangan daya analitis dan kreatif. Otak bukan hanya alat menerima jawaban—tapi juga pusat berpikir kritis yang menuntut latihan dan tantangan.

Jika kita hanya duduk pasif dan biarkan AI yang berpikir, maka secara perlahan, kita sendiri menjadi “bodoh” atau paling tidak, berpikir dangkal. Maka, yuk tetap menggunakan teknologi dengan kesadaran dan kebijakan, menjaga otak tetap aktif, tajam, dan kreatif.

Baca Juga

  • 5 Kriteria Pilih Layar Glossy vs Matte Laptop: Terbaik untuk Desain Grafis
  • 5 Fakta Internet Rakyat Surge Rp100 Ribu/Bulan: Worth It atau Zonk?

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
AI ChatBot ChatGPT Riset MIT
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleOPPO Indonesia Bawa 8 Legenda Bulu Tangkis Turun ke Lapangan
Next Article PKN STAN 2025 Resmi Buka Pendaftaran, Ini Jadwal dan Link Lengkapnya!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

3 Fakta Terbaru Penyebab Orang Tua Pikun, Ilmuwan Temukan Solusinya

Olin Sianturi5 Desember 2025 | 19:18

5 Perusahaan Indonesia Penerima Dana SoftBank Vision Fund

Olin Sianturi5 Desember 2025 | 17:18

5 Fakta Krisis Chip: Jensen Huang Nasib Nvidia Terancam Ditendang China

Olin Sianturi5 Desember 2025 | 09:18

5 Alasan HyperOS 3 Wearable Datang Desember untuk Perangkat Xiaomi Band 9

Olin Sianturi5 Desember 2025 | 03:18

5 Inovasi Teknologi AI HP China yang Bikin iPhone Tertinggal

Olin Sianturi3 Desember 2025 | 21:18

Apple Tolak India! 3 Alasan Kenapa Ogah Tanam Aplikasi Pemerintah ke iPhone

Olin Sianturi3 Desember 2025 | 19:18
Pilihan Redaksi
Trending

4 Fakta Menarik The Blackman Family Sebelum Berpisah, Keluarga Viral yang Bikin Heboh!

Olin Sianturi25 Februari 2025 | 07:50

Mengungkap 4 fakta menarik The Blackman Family tentang perjalanan mereka sebagai keluarga viral. Simak selengkapnya…

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Momoshiki Otsutsuki Resmi Hadir di Naruto to Boruto: Shinobi Striker (DLC #46)

1 Desember 2025 | 00:49

Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Tangkal Serangan Siber di Indonesia

28 November 2025 | 23:27

Spesifikasi Samsung Galaxy Z TriFold: Inovasi 3-in-1 Futuristik yang Bikin Takjub!

2 Desember 2025 | 18:17
Terbaru

3 Fakta Terbaru Penyebab Orang Tua Pikun, Ilmuwan Temukan Solusinya

Olin Sianturi5 Desember 2025 | 19:18

5 Perusahaan Indonesia Penerima Dana SoftBank Vision Fund

Olin Sianturi5 Desember 2025 | 17:18

5 Fakta Krisis Chip: Jensen Huang Nasib Nvidia Terancam Ditendang China

Olin Sianturi5 Desember 2025 | 09:18

5 Alasan HyperOS 3 Wearable Datang Desember untuk Perangkat Xiaomi Band 9

Olin Sianturi5 Desember 2025 | 03:18

5 Inovasi Teknologi AI HP China yang Bikin iPhone Tertinggal

Olin Sianturi3 Desember 2025 | 21:18
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2025 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.