Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

19 Januari 2026 | 01:57

Review Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Baterai Gahar Mulai Rp 2 Jutaan

18 Januari 2026 | 22:54

Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update

6 Januari 2026 | 04:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
  • Review Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Baterai Gahar Mulai Rp 2 Jutaan
  • Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update
  • 5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop
  • 7 Alasan Samsung Galaxy Tab A11 Jadi Tablet Entry Level Paling Awet
  • Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
Minggu, Januari 25
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » iPhone Air Gagal di Pasaran: 3 Alasan Apple Pangkas Produksi Drastis
Tech

iPhone Air Gagal di Pasaran: 3 Alasan Apple Pangkas Produksi Drastis

Olin SianturiOlin Sianturi24 Oktober 2025 | 09:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kegagalan iPhone Air, Pemangkasan Produksi Apple
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisis mendalam mengapa seri super tipis iPhone Air tak laku di pasaran. Cari tahu 3 alasan utama Apple melakukan pemangkasan produksi drastis!

TechnonesiaID - Kabar mengejutkan datang dari Cupertino. Raksasa teknologi Apple, yang biasanya selalu menuai sukses besar dengan produk barunya, kini harus menelan pil pahit. Seri terbaru yang sangat dinantikan, iPhone Air, dikabarkan tidak mampu menarik minat pasar seperti yang diharapkan. Bahkan, permintaan yang sangat seret ini memaksa Apple untuk segera mengambil tindakan ekstrem.

Menurut laporan eksklusif dari Nikkei Asia, Apple telah mengurangi pesanan produksi HP super tipis tersebut secara drastis. Laju pengurangan ini tidak main-main. Sumber internal menyebutkan bahwa pemangkasan tersebut serupa dengan penurunan produksi yang biasa terjadi pada produk yang sudah memasuki siklus akhir, padahal iPhone Air baru saja diluncurkan bersamaan dengan seri iPhone 17 sebulan lalu.

Baca Juga

  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Advertisement

“Total perkiraan [produksi] hampir memasuki mode masa akhir produksi. Jauh lebih kecil dari proyeksi sebelumnya,” ujar seorang narasumber yang memahami rantai pasok Apple. Tentu, kegagalan iPhone Air ini menjadi sorotan tajam, memicu pertanyaan besar: Apa yang salah dengan strategi Apple kali ini?

Analisis Mendalam Penyebab Kegagalan iPhone Air di Pasar Global

iPhone Air dirancang untuk menjadi penawaran premium yang berfokus pada desain ultra-tipis. Selama bertahun-tahun, konsumen selalu menanti inovasi desain dari Apple. Namun, tampaknya inovasi kali ini tidak beresonansi dengan kebutuhan dan ekspektasi pasar.

Meskipun Apple biasanya sangat lihai dalam memprediksi permintaan, data awal menunjukkan bahwa minat konsumen beralih ke model lain, mungkin ke seri standar iPhone 17 atau model Pro yang menawarkan fitur performa lebih unggul. Desain yang terlalu mengutamakan ketipisan ternyata membawa konsekuensi yang signifikan.

Baca Juga

  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Advertisement

Fokus Tipis yang Berujung Kekhawatiran Fungsionalitas

Dalam dunia teknologi saat ini, konsumen tidak hanya mencari estetika semata. Mereka menginginkan perangkat yang dapat bertahan sepanjang hari dan memiliki daya tahan yang kokoh. Isu utama yang sering mengiringi ponsel super tipis adalah pengorbanan pada komponen vital, terutama baterai.

Model Air kemungkinan besar memiliki kapasitas baterai yang lebih kecil dibandingkan seri 17 reguler. Dalam konteks mobilitas tinggi, lifetime baterai sering kali menjadi faktor penentu utama pembelian, mengalahkan faktor estetika tipis yang hanya bersifat sekunder.

3 Alasan Utama Pemangkasan Produksi Apple Terhadap Seri Air

Tindakan pemangkasan produksi Apple yang begitu cepat dan drastis menunjukkan kepanikan dalam manajemen inventaris mereka. Untuk memahami situasi ini lebih jauh, berikut adalah tiga alasan utama yang disinyalir menjadi pemicu utama seretnya permintaan iPhone Air.

Baca Juga

  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak
  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Advertisement

  • 1. Posisi Harga yang Terlalu Premium (dan Tumpang Tindih)

    Secara tradisional, desain ultra-tipis sering dikaitkan dengan biaya produksi yang sangat tinggi. Jika iPhone Air diposisikan jauh di atas model standar, harganya mungkin terlalu dekat dengan seri iPhone Pro yang menawarkan spesifikasi kamera, chip, dan fitur eksklusif yang jauh lebih menggoda. Konsumen cenderung memilih model Pro jika selisih harganya tipis, atau memilih model standar yang lebih terjangkau.

  • 2. Kekhawatiran Durabilitas dan Performa Baterai

    Pengorbanan terbesar dari desain Air adalah pada ketahanan fisik dan baterai. Ketika sebuah ponsel terlalu tipis, kekhawatiran tentang mudah bengkok (ala “Bendgate” di masa lalu) muncul kembali. Lebih penting lagi, konsumen modern enggan berkompromi dengan baterai. Jika baterai iPhone Air hanya mampu bertahan setengah hari, nilai jualnya akan langsung jatuh di mata pengguna intensif.

  • 3. Kanibalisasi oleh Seri iPhone 17 Standar

    Sangat mungkin, fitur baru yang dihadirkan pada iPhone 17 standar sudah cukup memuaskan kebutuhan konsumen umum. Jika performa, kamera, dan daya tahan baterai model standar sudah sangat baik, maka keunggulan “ketipisan” iPhone Air tidak cukup kuat untuk membenarkan harganya yang lebih mahal. Model standar iPhone 17 mungkin menjadi pesaing internal yang justru mematikan penjualan seri Air.

    Baca Juga

    • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!
    • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026

    Advertisement

Laporan dari rantai pasokan Nikkei juga menekankan bahwa penurunan produksi ini melibatkan pemotongan pesanan pada seluruh komponen utama, mulai dari layar, sensor, hingga chip. Hal ini mengindikasikan bahwa Apple telah kehilangan kepercayaan pada kemampuan seri Air untuk pulih di masa mendatang.

Dampak Ekonomi Pemangkasan Produksi Apple

Keputusan Pemangkasan Produksi Apple ini tidak hanya memengaruhi internal perusahaan, tetapi juga seluruh rantai pasok global. Para pemasok komponen, seperti produsen chip dan layar, yang telah menyiapkan kapasitas produksi besar-besaran berdasarkan proyeksi awal Apple, kini harus menyesuaikan diri dengan penurunan pesanan yang sangat signifikan.

Untuk perusahaan sekelas Apple, penyesuaian produksi sebesar ini dalam waktu sebulan setelah peluncuran adalah hal yang sangat jarang terjadi. Ini menunjukkan bahwa data penjualan awal mereka jauh di bawah ekspektasi terburuk.

Baca Juga

  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik
  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah

Advertisement

Di masa lalu, Apple pernah melakukan penyesuaian produksi, namun biasanya terjadi beberapa bulan setelah peluncuran dan penyesuaiannya bersifat bertahap. Kegagalan iPhone Air mencerminkan perubahan drastis dalam preferensi konsumen yang menuntut keseimbangan antara desain, fungsionalitas, dan harga.

Strategi Apple Selanjutnya: Fokus pada Model Pro?

Dengan adanya kekecewaan terhadap iPhone Air, diperkirakan Apple akan menggeser fokus promosinya dan alokasi sumber daya ke model yang terbukti lebih diminati, yaitu seri Pro atau model standar yang menawarkan nilai lebih. Kegagalan produk baru ini akan menjadi pelajaran penting bagi Apple mengenai seberapa jauh mereka dapat memaksakan aspek desain (ketipisan) tanpa mengorbankan fungsionalitas inti yang dibutuhkan pengguna.

Pasar teknologi selalu dinamis. Meskipun Apple masih mendominasi segmen premium, mereka harus berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan serupa. Inovasi harus relevan, dan “tipis” ternyata tidak lagi menjadi fitur penyelamat yang mutlak dalam era di mana daya tahan baterai dan fitur AI menjadi primadona.

Baca Juga

  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)
  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer

Advertisement

Pada akhirnya, nasib iPhone Air kemungkinan akan menjadi studi kasus tentang produk yang terlalu berani dalam desain, namun gagal memenuhi kebutuhan praktis sehari-hari pengguna modern. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Apple akan mengelola kelebihan inventaris iPhone Air ini dan strategi apa yang akan mereka terapkan untuk peluncuran produk di kuartal berikutnya.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Apple Berita Teknologi iPhone 17 iPhone Air Produksi Apple
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleProgram Internet Murah 100 Mbps Resmi Dibuka: 3 Fakta Harga Dinanti
Next Article 5 Fakta Starlink Dipakai Penipu Kuras Rekening, Wajib Waspada!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00

5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 00:00
Pilihan Redaksi
Gadget

Samsung Galaxy A16 5G vs Xiaomi Poco X7 5G: Mana yang Lebih Worth It Dibeli?

Olin Sianturi30 Maret 2025 | 04:21

Samsung Galaxy A16 5G vs Xiaomi Poco X7 5G, mana yang lebih worth it? Simak…

Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

19 Januari 2026 | 01:57

Honda Vario 160 Street Edition 2025, Desain Berani Bakal Hadir dengan Setang Telanjang

23 Agustus 2025 | 20:56

5 Pilihan Terbaik Tema iOS Xiaomi HyperOS, Gratis! Tampilan Jadi Mirip iPhone

26 Februari 2025 | 06:29

5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop

6 Januari 2026 | 02:00
Terbaru

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.