Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

19 Januari 2026 | 01:57

Review Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Baterai Gahar Mulai Rp 2 Jutaan

18 Januari 2026 | 22:54

Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update

6 Januari 2026 | 04:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
  • Review Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Baterai Gahar Mulai Rp 2 Jutaan
  • Galaxy Tab A11 Plus 5G: Chipset Dimensity, Layar 11 Inci, dan 7 Tahun Update
  • 5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop
  • 7 Alasan Samsung Galaxy Tab A11 Jadi Tablet Entry Level Paling Awet
  • Waspada! 5 Fakta Ancaman Gempa Megathrust Dahsyat di Jawa-Sumatra
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
Jumat, Januari 23
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » Awas! 3 Taktik Penipuan Nomor Telepon Palsu di Google, Rekening Ludes
Tech

Awas! 3 Taktik Penipuan Nomor Telepon Palsu di Google, Rekening Ludes

Olin SianturiOlin Sianturi11 Desember 2025 | 17:48
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Taktik Penipuan Nomor Telepon Palsu di Google
Taktik Penipuan Nomor Telepon Palsu di Google (foto: Istimewa)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Waspada terhadap penipuan nomor telepon palsu yang menyebar di Google! Ketahui modus ‘phone number poisoning’ dan 5 langkah aman agar rekening Anda tidak ludes.

TechnonesiaID - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memang membawa banyak kemudahan, namun sayangnya, para penjahat siber juga memanfaatkannya untuk melancarkan serangan yang jauh lebih canggih. Jika dulu kita hanya khawatir terhadap phishing via email atau SMS, kini ancaman terbaru datang langsung dari hasil pencarian Google yang selama ini kita percaya.

Teknik penipuan baru ini disebut Modus phone number poisoning. Ini bukan sekadar penipuan biasa, melainkan serangan terstruktur yang menargetkan informasi publik di internet, khususnya informasi kontak institusi resmi, bank, atau layanan penting lainnya.

Baca Juga

  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Advertisement

Laporan terbaru yang dipublikasikan oleh Aura Labs, unit penelitian Aurascape pada Desember 2025, mengungkapkan bahwa penipu kini mampu memanipulasi konten web secara masif. Tujuan utamanya? Menyisipkan nomor telepon palsu seolah-olah itu adalah nomor customer service resmi yang sah.

Mengapa Penipuan Nomor Telepon Palsu Ini Sangat Berbahaya?

Penipuan Nomor Telepon Palsu
Penipuan Nomor Telepon Palsu (fotoid.pinterest.com)

Penipuan nomor telepon palsu menjadi momok menakutkan karena menargetkan pengguna di titik kerentanan tertinggi: saat mereka sedang panik mencari bantuan. Bayangkan, ketika kartu bank Anda terblokir atau paket Anda hilang, langkah pertama yang Anda lakukan pasti mencari nomor kontak layanan pelanggan di Google.

Di sinilah jebakan itu dipasang. Penipu menggunakan teknik manipulasi SEO (Search Engine Optimization) untuk memastikan nomor telepon palsu mereka muncul di halaman pertama, bahkan kadang-kadang di kotak informasi Google (Knowledge Panel) yang seharusnya menjadi sumber terpercaya.

Baca Juga

  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Advertisement

Dengan memanfaatkan AI, para pelaku kejahatan siber dapat membuat ribuan halaman palsu yang terlihat meyakinkan, meniru gaya bahasa, dan format visual situs resmi. Ini membuat pengguna sangat sulit membedakan mana kontak yang asli dan mana yang palsu.

Begitu korban menghubungi nomor palsu ini, penipu yang berpura-pura menjadi agen layanan pelanggan akan meminta data sensitif. Mereka bisa meminta nomor rekening, PIN, kode OTP, hingga informasi pribadi lain yang berujung pada pengurasan saldo dalam hitungan menit.

Membongkar Modus ‘Phone Number Poisoning’ di Hasil Pencarian Google

Modus phone number poisoning bekerja berdasarkan prinsip dasar keracunan SEO. Ini adalah cara penipu “meracuni” hasil pencarian dengan konten yang berbahaya.

Baca Juga

  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak
  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Advertisement

Penipu biasanya tidak langsung meretas situs resmi bank. Mereka lebih memilih menyasar platform publik yang rentan, seperti forum online, direktori bisnis yang kurang terawat, atau bahkan memanipulasi fitur Google yang memungkinkan saran edit informasi.

Teknik ini semakin efektif karena banyak orang cenderung mengklik hasil pencarian pertama tanpa melakukan verifikasi silang. Dalam studi kasus yang ditemukan, penipu sering menargetkan sektor-sektor yang sangat penting dan membutuhkan respon cepat dari korban.

Sektor yang paling sering menjadi target antara lain:

Baca Juga

  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!
  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026

Advertisement

  • Lembaga Keuangan dan Bank.
  • Perusahaan Utilitas dan Layanan Publik.
  • Layanan Logistik dan Pengiriman Barang.
  • Perusahaan Teknologi dan Penyedia Internet.

3 Taktik Utama yang Digunakan Penipu dalam Penyebaran Nomor Palsu

Para penipu memiliki strategi berlapis untuk memastikan nomor palsu mereka menonjol. Memahami taktik ini adalah kunci untuk melawan serangan penipuan nomor telepon palsu.

Berikut adalah tiga taktik utama yang sering mereka gunakan:

  1. SEO Spam Konten Web: Penipu menggunakan bot dan AI untuk membuat konten masif dan berkualitas rendah yang berulang kali menyebutkan nama institusi resmi plus nomor kontak palsu. Karena jumlahnya yang sangat banyak, Google terkadang salah mengindeks dan menampilkan halaman palsu ini di posisi tinggi.
  2. Manipulasi Knowledge Panel Google: Untuk beberapa institusi, Google menampilkan kotak informasi (Knowledge Panel) di samping hasil pencarian yang mencakup alamat, jam buka, dan kontak. Penipu berusaha memasukkan nomor kontak palsu mereka ke dalam panel ini melalui saran edit atau eksploitasi celah verifikasi. Ini adalah taktik yang sangat berbahaya karena panel ini dianggap sangat kredibel.
  3. Membuat Situs ‘Kloning’ dan Forum Bantuan Palsu: Mereka membangun situs web yang tampilannya 90% mirip dengan situs resmi. Situs ini berisi banyak nomor telepon palsu dan menjebak korban yang mencari “Bantuan CS [Nama Bank]” di mesin pencari.

Ingat, penipu sangat pintar menggunakan bahasa yang mendesak, seperti “Telah terjadi pembekuan akun Anda” atau “Perlu verifikasi segera,” untuk memicu kepanikan dan menekan korban agar segera menghubungi kontak yang salah.

Baca Juga

  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik
  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah

Advertisement

5 Langkah Praktis Melindungi Diri dari Ancaman Penipuan Nomor Telepon Palsu

Meskipun Modus phone number poisoning terdengar menakutkan, ada langkah-langkah proaktif yang bisa kita lakukan untuk melindungi aset dan data pribadi kita.

Berikut adalah lima tips yang wajib Anda terapkan:

1. Selalu Verifikasi di Situs Resmi

Jangan pernah langsung menghubungi nomor yang Anda temukan di Google, terutama jika itu adalah hasil dari iklan berbayar (yang sering dieksploitasi penipu) atau hasil dari forum yang tidak dikenal. Selalu buka situs web resmi institusi tersebut dengan mengetik URL-nya secara manual (misalnya: www.bankresmi.co.id). Cari nomor kontak di bagian “Hubungi Kami” atau “Tentang Kami”.

Baca Juga

  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)
  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer

Advertisement

2. Gunakan Aplikasi Resmi

Untuk bank atau layanan besar, sebisa mungkin hindari mencari kontak layanan pelanggan melalui Google. Gunakan fitur bantuan atau live chat yang tersedia di dalam aplikasi mobile resmi yang sudah terinstal di ponsel Anda. Aplikasi resmi umumnya memiliki lapisan keamanan dan enkripsi yang lebih kuat.

3. Waspada Terhadap Permintaan Data Sensitif

Layanan pelanggan resmi tidak akan pernah meminta Anda menyebutkan seluruh nomor kartu, PIN, atau kode OTP (One-Time Password) melalui telepon. Jika penelepon menanyakan informasi ini, segera putuskan panggilan. Ini adalah tanda paling jelas dari penipuan nomor telepon palsu.

4. Cek Akun Media Sosial Resmi yang Sudah Terverifikasi

Institusi besar sering mencantumkan nomor kontak dan tautan layanan pelanggan mereka di akun media sosial (Instagram, X, Facebook) yang sudah memiliki tanda centang biru (terverifikasi). Ini bisa menjadi sumber verifikasi silang yang cepat dan aman.

Baca Juga

  • SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru
  • 3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!

Advertisement

5. Laporkan Hasil Pencarian yang Mencurigakan

Jika Anda menemukan nomor telepon yang sangat mencurigakan muncul di hasil pencarian Google untuk sebuah institusi resmi, gunakan fitur laporan yang disediakan Google atau laporkan langsung kepada institusi yang bersangkutan. Dengan demikian, Anda turut membantu membersihkan hasil pencarian dari racun siber.

Kunci Keamanan Ada di Kewaspadaan

Peningkatan kecanggihan serangan siber menuntut kita untuk semakin waspada, terutama dalam interaksi sehari-hari yang melibatkan mesin pencari. Penipuan nomor telepon palsu dengan modus phone number poisoning membuktikan bahwa penjahat siber selalu selangkah lebih maju.

Jadikan verifikasi silang sebagai kebiasaan baru Anda. Hanya dengan sedikit kehati-hatian ekstra saat mencari kontak layanan, kita bisa mencegah rekening kita ludes dan menjaga keamanan data pribadi dari ancaman digital yang semakin masif ini.

Baca Juga

  • Terungkap! 50+ Miliarder Baru 2025 Kaya Raya Berkat AI dan Startup
  • Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
AI Google Google Discover Keamanan Siber Penipuan Online Phishing Phone number poisoning
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Poin Kunci Aturan AI Trump Terbaru: Regulasi AI Federal Picu Kontroversi
Next Article QRIS Tap myBCA Hadir di Samsung Galaxy Watch, Bertransaksi Makin Praktis
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00

5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 00:00
Pilihan Redaksi
Gadget

Samsung Galaxy A16 5G vs Xiaomi Poco X7 5G: Mana yang Lebih Worth It Dibeli?

Olin Sianturi30 Maret 2025 | 04:21

Samsung Galaxy A16 5G vs Xiaomi Poco X7 5G, mana yang lebih worth it? Simak…

Review Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Baterai Gahar Mulai Rp 2 Jutaan

18 Januari 2026 | 22:54

Rekomendasi HP Kamera 50MP Murah Januari 2026, Mulai Rp1 Jutaan

19 Januari 2026 | 01:57

5 Alasan Tablet Android Murah RAM Besar di Bawah 2 Juta Gantikan Laptop

6 Januari 2026 | 02:00

Honda Vario 160 Street Edition 2025, Desain Berani Bakal Hadir dengan Setang Telanjang

23 Agustus 2025 | 20:56
Terbaru

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.