Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif

8 Februari 2026 | 02:37

Pelumas Mesin Kendaraan Elektrifikasi Motul Tahan Lama di IIMS 2026

8 Februari 2026 | 02:07

Changan Lumin Deepal IIMS 2026: Debut Menggebrak Pasar EV

8 Februari 2026 | 01:57
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif
  • Pelumas Mesin Kendaraan Elektrifikasi Motul Tahan Lama di IIMS 2026
  • Changan Lumin Deepal IIMS 2026: Debut Menggebrak Pasar EV
  • New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026: DNA Balap Makin Ganas
  • Pilihan Warna Yamaha Aerox 2026 Tampil Lebih Agresif di IIMS
  • Harga Chery C5 CSH Hybrid Resmi Diumumkan di IIMS 2026
  • Bocoran iPhone 17e Terbaru: Bakal Gunakan Chip A19 dan Rilis Februari 2026?
  • Nissan Navara Pro-4X di IIMS 2026: Andalkan Suspensi Multilink
Minggu, Februari 8
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » 5 Alasan Investor Global Beralih ke Perusahaan AI China
Tech

5 Alasan Investor Global Beralih ke Perusahaan AI China

Olin SianturiOlin Sianturi25 Desember 2025 | 08:43
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Investor global beralih China, Perusahaan AI China unggul
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Investor global beralih China mencari DeepSeek berikutnya! Simak 5 pendorong utama mengapa Perusahaan AI China unggul dan menarik investasi besar saat ini.

Pergeseran besar tengah terjadi di dunia investasi teknologi global. Setelah bertahun-tahun didominasi oleh raksasa teknologi Amerika Serikat, kini sorotan para investor beralih ke Timur, khususnya menuju sektor kecerdasan buatan (AI) di China.

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Ada indikasi kuat bahwa Investor global beralih China sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi portofolio mereka sekaligus memburu potensi keuntungan masif yang tidak lagi mudah ditemukan di pasar AS yang sudah matang.

Baca Juga

  • 7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Advertisement

Banyak yang berharap bisa menemukan permata tersembunyi seperti “DeepSeek” berikutnya—sebuah perusahaan AI yang mampu menantang dominasi model bahasa besar (LLM) Barat. Kesenjangan teknologi antara kedua negara super power ini disebut-sebut semakin tertutup, memperkuat daya tarik China.

Mengapa Investor Global Beralih ke China?

Keputusan untuk mengalihkan fokus investasi dari Silicon Valley ke Beijing atau Shanghai didorong oleh beberapa faktor fundamental. Faktor-faktor ini mencakup performa pasar yang luar biasa, inovasi yang cepat, hingga dukungan struktural dari pemerintah.

1. Mencari ‘DeepSeek’ Berikutnya dan Diversifikasi Portofolio

Salah satu pendorong utama pergeseran ini adalah keinginan investor untuk menemukan ‘The Next Big Thing’ di luar ekosistem yang sudah mapan. Perusahaan-perusahaan AI Amerika seperti OpenAI, Google, atau Meta, meskipun dominan, kini memiliki valuasi yang sudah sangat tinggi.

Baca Juga

  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Advertisement

Sebaliknya, China menawarkan pasar yang masih relatif segar dengan banyak perusahaan rintisan AI yang menunjukkan kemajuan signifikan, seperti DeepSeek AI, yang berhasil menarik perhatian global berkat model LLM open-source mereka yang kompetitif. Diversifikasi menjadi kata kunci, apalagi dengan kondisi geopolitik yang terus berubah.

Investor menyadari bahwa menempatkan semua telur dalam satu keranjang geografis—khususnya di tengah perang dagang teknologi—adalah strategi yang berisiko. Oleh karena itu, mencari peluang di Asia Timur menjadi semakin mendesak.

2. Kecepatan IPO dan Performa Pasar Perusahaan AI China Unggul

Pasar saham Shanghai belakangan ini menjadi panggung debut yang sensasional bagi beberapa raksasa chip dan AI China. Kecepatan pencatatan saham (IPO) perusahaan-perusahaan ini dan lonjakan harga yang signifikan segera menarik perhatian global.

Baca Juga

  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut
  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Advertisement

Ambil contoh dua perusahaan chip besar, Moore Threads dan MetaX. Kedua perusahaan ini baru saja melakukan debutnya di pasar saham lokal dengan lonjakan harga yang luar biasa. Moore Threads, yang dijuluki sebagai “Nvidia-nya China”, khususnya, memicu gelombang euforia di kalangan investor teknologi.

Moore Threads fokus pada pengembangan Unit Pemrosesan Grafis (GPU) yang semakin krusial dalam pelatihan model AI. Kinerja debut yang masif ini mengirimkan sinyal jelas: pasar modal China siap untuk membiayai dan mendukung pertumbuhan AI domestik, menjadikan Perusahaan AI China unggul dalam hal momentum pasar.

3. Kesenjangan Teknologi yang Semakin Tertutup

Selama ini, Amerika Serikat dikenal sebagai pemimpin tak terbantahkan dalam inovasi semikonduktor dan pengembangan AI generatif. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa China telah berhasil menutup kesenjangan teknologi ini dengan kecepatan yang mencengangkan.

Baca Juga

  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!
  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!

Advertisement

Dukungan kuat dari pemerintah China, baik dalam bentuk investasi modal maupun kebijakan percepatan, telah memungkinkan perusahaan-perusahaan lokal untuk menantang dominasi chip AS, meskipun adanya pembatasan ekspor dari Washington.

Fakta bahwa perusahaan seperti Moore Threads kini mampu memproduksi chip yang sangat mumpuni untuk kebutuhan domestik membuktikan bahwa inovasi bukan lagi monopoli satu negara saja. Ini memberikan kepercayaan diri lebih bagi Investor global beralih China, karena mereka melihat potensi pertumbuhan yang eksponensial.

Pendorong Struktural yang Membuat Perusahaan AI China Unggul

Selain momentum pasar dan penemuan teknologi, terdapat tiga pendorong struktural utama yang menjadikan investasi di China semakin menarik, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara Barat.

Baca Juga

  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026
  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik

Advertisement

Berikut adalah beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan teknologi China:

  • Akselerasi Litbang (R&D): Pemerintah China menginvestasikan dana yang sangat besar untuk penelitian dan pengembangan AI, menjadikan China salah satu negara dengan paten AI terbanyak di dunia.
  • Pasar Domestik Raksasa: China memiliki basis pengguna internet dan data yang tak tertandingi. Ketersediaan data yang masif ini adalah bahan bakar utama bagi pelatihan model AI yang lebih akurat dan relevan secara lokal.
  • Regulasi yang Adaptif: Meskipun pemerintah China terkenal ketat, dalam sektor AI, mereka cenderung adaptif. Mereka memungkinkan eksperimen dalam skala besar, asalkan sesuai dengan kerangka keamanan data nasional.

4. Dukungan Pemerintah yang Masif

Tidak seperti di AS di mana inovasi lebih didorong oleh sektor swasta, di China, pemerintah memainkan peran sentral. Negara tidak hanya menjadi pemodal, tetapi juga pelanggan terbesar dan pengatur arah strategis.

Program “Made in China 2025” secara eksplisit menargetkan kemandirian teknologi di sektor-sektor kunci, termasuk semikonduktor dan AI. Ini berarti perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ini mendapatkan insentif pajak, subsidi, dan prioritas dalam pengadaan proyek-proyek nasional.

Baca Juga

  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah
  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)

Advertisement

Dukungan finansial dan kebijakan seperti ini memitigasi risiko bagi Investor global beralih China, karena mereka yakin proyek AI unggulan akan memiliki stabilitas jangka panjang yang didukung oleh negara.

5. Valuasi yang Kompetitif dan Potensi Upside yang Lebih Besar

Meskipun performa IPO fantastis, secara umum, valuasi perusahaan AI China (terutama yang belum sepopuler raksasa AS) masih dianggap lebih kompetitif. Investor melihat adanya potensi upside atau kenaikan nilai yang jauh lebih besar di pasar China.

Perusahaan-perusahaan AS yang bergerak di sektor AI generatif sudah dinilai dengan premium yang sangat tinggi. Sebaliknya, membeli saham atau berinvestasi pada perusahaan AI China di tahap awal memungkinkan investor untuk membeli aset berkualitas dengan harga yang relatif lebih rendah, berpotensi menghasilkan pengembalian yang jauh lebih tinggi ketika perusahaan tersebut mencapai skala global.

Baca Juga

  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer
  • SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru

Advertisement

Ini adalah kalkulasi risiko dan imbal hasil yang membuat para manajer investasi global berani mengambil langkah berani untuk mengalokasikan modal mereka di wilayah Asia.

Meskipun Perusahaan AI China Unggul, Investor Tetap Waspada

Meskipun tren Investor global beralih China semakin kuat, penting untuk dicatat bahwa investasi di China tidak lepas dari tantangan. Risiko geopolitik dan regulasi tetap menjadi perhatian utama.

Tantangan utama yang dihadapi investor meliputi:

Baca Juga

  • 3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!
  • Terungkap! 50+ Miliarder Baru 2025 Kaya Raya Berkat AI dan Startup

Advertisement

  • Tension Geopolitik: Konflik dagang antara AS dan China dapat sewaktu-waktu memicu larangan investasi atau sanksi baru yang dapat memukul harga saham.
  • Intervensi Regulasi: Pemerintah China memiliki sejarah panjang dalam melakukan intervensi mendadak terhadap perusahaan teknologi besar (seperti kasus Alibaba dan Ant Group).
  • Transparansi Data: Standar transparansi dan akuntansi di China terkadang berbeda dari standar Barat, yang memerlukan kehati-hatian ekstra dari investor asing.

Oleh karena itu, strategi yang paling sering diterapkan adalah mendiversifikasi investasi di China secara sektoral, memastikan bahwa mereka tidak terlalu bergantung pada satu sub-sektor yang rentan terhadap sanksi AS.

Kesimpulan

Pergeseran investasi menuju China adalah cerminan dari dinamika teknologi global yang berubah cepat. Dengan dukungan pemerintah yang kuat, pasar domestik yang luas, dan kemampuan untuk menelurkan inovasi seperti DeepSeek, Perusahaan AI China unggul kini menawarkan prospek pengembalian yang sangat menarik.

Keputusan Investor global beralih China menunjukkan kepercayaan bahwa di tengah persaingan sengit dengan Amerika, China memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan dominan berikutnya dalam arena kecerdasan buatan, terutama di sektor manufaktur chip dan model bahasa besar. Bagi investor, ini adalah perlombaan untuk mengamankan DeepSeek atau Moore Threads berikutnya sebelum harganya melambung terlalu tinggi.

Baca Juga

  • Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah
  • Bukan Polusi! Ini 5 Alasan Bumi Panas Mendidih Menurut Ilmuwan

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
DeepSeek Investasi AI China Kecerdasan Buatan Moore Threads Teknologi Amerika
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article3 Masalah Krusial Pengembangan iPhone Lipat Apple, Ambisi 2026 Terancam
Next Article 5 Strategi AI Meta Business Teratas: Potensi & Peluang Bisnis di 2026
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00
Pilihan Redaksi
Otomotif

BYD Atto 3 Advanced Plus Resmi Meluncur di IIMS 2026: Intip Harga dan Spesifikasinya

Ana Octarin5 Februari 2026 | 21:26

JAKARTA – Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran varian terbaru dari salah…

JVC HA-A110T Nirkabel ANC: Ulasan Fitur, Baterai 44 Jam dan Harga

3 Februari 2026 | 02:16

Harga Huawei Mate Pura Nova: Diskon Fantastis Februari 2026

6 Februari 2026 | 02:46

Samsung Galaxy A16 5G Jadi Ponsel Android Terlaris 2025

5 Februari 2026 | 03:34

Update Harga HP OPPO Februari 2026: Diskon Gila-gilaan Tembus 36%, Cek Daftar Lengkap Semua Seri!

6 Februari 2026 | 05:23
Terbaru

Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026

Olin Sianturi6 Februari 2026 | 19:09

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.