Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

13 Februari 2026 | 16:01

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

10 Februari 2026 | 16:34

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
  • Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds
  • Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K
  • Jam Tangan Casio Baby-G BGD-10KH: Unik, Bisa Jadi Gantungan!
  • Jam Tangan G-Shock Origami Resmi Meluncur, Ini Harga dan Speknya
  • Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1
  • Diskon Game PS4 dan PS5 Hingga 90%: Cek Harga PS5 Terbaru!
  • Harga PS5 Turun Signifikan di Indonesia, Cek Daftar Diskon 2026
Sabtu, Februari 14
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru
Tech

SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru

Olin SianturiOlin Sianturi2 Januari 2026 | 04:00
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Investor SoftBank Jual Saham, Dana Investasi OpenAI Terbaru
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Investor SoftBank Jual Saham besar-besaran, termasuk aset teknologi AS, demi mengumpulkan Dana Investasi OpenAI Terbaru $40 Miliar. Apa dampaknya?

SoftBank, konglomerat teknologi raksasa dari Jepang yang dikenal sebagai salah satu investor awal bagi perusahaan seperti GoTo dan Grab, baru-baru ini menjadi sorotan global. Bukan karena investasi baru yang spektakuler, melainkan karena strategi “Butuh Uang” (BU) yang mereka terapkan untuk memenuhi komitmen investasi jumbo mereka.

SoftBank dilaporkan telah merampungkan komitmen investasi besar-besaran untuk OpenAI, entitas di balik ChatGPT, senilai total US$40 miliar atau sekitar Rp 668 triliun (asumsi kurs Rp 16.700/USD). Angka ini fantastis dan membutuhkan manuver finansial yang luar biasa.

Baca Juga

  • Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
  • 7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Advertisement

Untuk mengumpulkan modal sebesar itu, SoftBank harus menjual saham di dua raksasa teknologi AS serta melakukan restrukturisasi hingga gelombang PHK di anak perusahaan. Bagaimana SoftBank berhasil menyusun pendanaan raksasa ini dan apa implikasinya bagi dunia teknologi?

Manuver Finansial SoftBank: Kenapa Harus Jual Aset?

SoftBank dikenal sebagai pemain berisiko tinggi melalui Vision Fund mereka, yang pada masanya menyuntikkan dana ke banyak startup global, termasuk di Asia Tenggara. Namun, fluktuasi pasar dan beberapa kegagalan investasi besar di masa lalu telah menempatkan konglomerat ini di bawah tekanan likuiditas yang signifikan.

Komitmen investasi US$40 miliar kepada OpenAI bukanlah janji sepele. Ini adalah salah satu transaksi terbesar dalam sejarah investasi teknologi non-pemerintah. SoftBank harus memastikan modal tersebut tersedia tanpa mengganggu kesehatan finansial inti perusahaan.

Baca Juga

  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Advertisement

Sumber yang dikutip CNBC Internasional mengonfirmasi bahwa SoftBank telah mengirimkan dana terakhir sekitar US$22 miliar hingga US$22,5 miliar (Rp 367,4 triliun-375,7 triliun) pada pekan lalu, melengkapi investasi awal US$7,5 miliar dan komitmen lain yang sudah dikucurkan.

Strategi Jual Aset: Kenapa Investor SoftBank Jual Saham?

Tekanan untuk mengumpulkan triliunan Rupiah dalam waktu singkat memaksa SoftBank menerapkan strategi “BU” yang agresif, termasuk divestasi aset berharga. Fokus utama Investor SoftBank Jual Saham adalah pada aset yang sudah matang dan memberikan keuntungan cepat, bahkan jika itu berarti melepaskan saham di perusahaan teknologi AS yang selama ini menjadi andalan portofolio mereka.

Langkah ini menunjukkan perubahan prioritas yang jelas: dari berfokus pada diversifikasi portofolio global, kini SoftBank mengalihkan seluruh fokusnya ke kecerdasan buatan (AI) sebagai taruhan masa depan satu-satunya.

Baca Juga

  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Advertisement

Penjualan saham yang dilakukan SoftBank tidak hanya sekadar transaksi biasa; ini adalah sinyal bahwa perusahaan rela mengorbankan likuiditas jangka pendek demi mengamankan posisi terdepan dalam perlombaan AI global melalui OpenAI.

Mengejar Dominasi AI dengan Dana Investasi OpenAI Terbaru

Alasan utama di balik upaya keras SoftBank mencari dana adalah ambisi mereka untuk menjadi pemain kunci dalam industri AI, yang saat ini dipimpin oleh OpenAI. Bagi SoftBank, investasi sebesar US$40 miliar ini bukan biaya, melainkan tiket masuk untuk masa depan.

Investasi ini mengukuhkan SoftBank sebagai salah satu pemodal terbesar OpenAI, entitas yang telah merevolusi cara dunia bekerja dan berinteraksi dengan teknologi. Ini juga menegaskan komitmen SoftBank di bawah kepemimpinan Masayoshi Son yang kini sangat berorientasi pada AI.

Baca Juga

  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak
  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Advertisement

Pentingnya Dana Investasi OpenAI Terbaru bagi Ekosistem Teknologi

Penyaluran Dana Investasi OpenAI Terbaru ini memiliki dampak domino yang signifikan. Pertama, ini memberikan OpenAI modal yang sangat dibutuhkan untuk terus mengembangkan model bahasanya, melatih superkomputer yang lebih besar, dan bersaing dengan raksasa seperti Google dan Meta.

Kedua, ini mengubah dinamika SoftBank sendiri. Setelah bertahun-tahun berjuang dengan hasil yang tidak menentu dari Vision Fund, investasi besar ini diharapkan menjadi titik balik, memposisikan SoftBank kembali sebagai pemimpin inovasi teknologi.

Investasi ini juga mencerminkan keyakinan pasar yang sangat tinggi terhadap potensi komersial AI generatif. Ketika SoftBank rela “berdarah-darah” menjual aset lain demi OpenAI, investor lain tentu melihat ini sebagai validasi kuat atas prospek jangka panjang kecerdasan buatan.

Baca Juga

  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!
  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026

Advertisement

4 Pemicu SoftBank Harus ‘BU’ Jual Saham

Keputusan SoftBank untuk melakukan divestasi besar-besaran didorong oleh empat faktor utama yang menunjukkan tekanan finansial dan perubahan strategis drastis. Berikut adalah pemicu utama kenapa Investor SoftBank Jual Saham dengan cepat:

  • Kewajiban Komitmen US$40 Miliar: Jumlah yang fantastis ini tidak dapat dicairkan hanya dari kas operasional. SoftBank harus mencari sumber dana eksternal yang cepat dan besar.
  • Penjualan Aset di Raksasa Teknologi AS: SoftBank menjual saham di perusahaan teknologi AS yang likuiditasnya tinggi. Ini merupakan langkah cepat untuk mengumpulkan miliaran dolar tanpa harus menunggu proses pencairan dana investasi yang rumit.
  • Restrukturisasi dan PHK Massal: Selain menjual saham, SoftBank juga melakukan efisiensi internal yang drastis, termasuk gelombang PHK di berbagai anak perusahaan. Langkah ini bertujuan mengurangi biaya operasional jangka panjang dan membebaskan lebih banyak modal untuk investasi inti.
  • Reorientasi Strategi ke AI Murni: Masayoshi Son secara eksplisit menyatakan bahwa masa depan SoftBank adalah AI. Menjual aset yang kurang strategis (termasuk saham di perusahaan yang tidak berbasis AI murni) adalah cara untuk memurnikan portofolio dan fokus pada investasi yang benar-benar transformatif, seperti OpenAI.

Laporan penjualan saham ini juga harus dilihat dalam konteks keseluruhan portofolio SoftBank. Meskipun perusahaan induk seperti GoTo dan Grab tidak disebutkan secara spesifik sebagai target penjualan terbaru, tekanan likuiditas SoftBank secara keseluruhan tentu memengaruhi cara mereka mengelola setiap investasi.

Setiap kali SoftBank membutuhkan dana segar, aset yang paling likuid dan mudah diuangkan, seperti saham publik perusahaan teknologi, menjadi sasaran utama. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya pendanaan ini bagi masa depan SoftBank.

Baca Juga

  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik
  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah

Advertisement

Dampak Jangka Panjang bagi Pasar Asia Tenggara

Meskipun SoftBank menggunakan penjualan saham di AS untuk mendanai OpenAI, langkah ini memiliki implikasi tidak langsung bagi ekosistem yang didanai SoftBank di Asia Tenggara, seperti GoTo dan Grab.

Ketika SoftBank sepenuhnya mengalihkan perhatian dan sumber daya finansialnya ke AI, ada kemungkinan fokus dan dukungan terhadap portofolio investasi non-AI mereka akan berkurang. Ini memaksa perusahaan-perusahaan Asia Tenggara yang didanai SoftBank untuk berdiri lebih mandiri dan mencapai profitabilitas dengan lebih cepat.

Namun, di sisi lain, kesuksesan SoftBank dalam investasi OpenAI dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap Vision Fund secara keseluruhan, yang pada gilirannya dapat memberikan angin segar bagi pendanaan lanjutan di masa depan.

Baca Juga

  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)
  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer

Advertisement

Kesimpulannya, perjalanan SoftBank untuk memenuhi komitmen US$40 miliar bagi OpenAI adalah saga finansial yang mendebarkan. Ini memperlihatkan betapa besar taruhan yang dimainkan oleh SoftBank di ranah AI, bahkan jika itu berarti harus menjual aset-aset berharga dan merombak struktur perusahaan secara dramatis. Dana raksasa ini kini siap membentuk ulang lanskap teknologi global.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
GoTo Grab investasi teknologi OpenAI SoftBank
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!
Next Article 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

Ana Octarin13 Februari 2026 | 16:01

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00
Pilihan Redaksi
Gadget

Audio Jadi Gaya Hidup Modern 2026, Samsung Tancap Gas Lewat Galaxy Buds

Olin Sianturi10 Februari 2026 | 16:34

Jakarta, 9 Februari 2026 — Audio jadi gaya hidup modern kini makin penting. Samsung Galaxy…

Wireless Charging Galaxy S26 Meningkat Pesat Berkat Qi 2.2.1

10 Februari 2026 | 06:07

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

13 Februari 2026 | 16:01

Spesifikasi Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Gaming Layar 3K

10 Februari 2026 | 15:25

Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif

8 Februari 2026 | 02:37
Terbaru

Remaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba

Ana Octarin13 Februari 2026 | 16:01

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.