TechnonesiaID - Implementasi QRIS di Korea Selatan resmi ditargetkan mulai berjalan pada April 2026 mendatang melalui kolaborasi strategis antara Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea. Langkah besar ini menjadi babak baru dalam digitalisasi sistem pembayaran lintas batas yang menghubungkan ekosistem keuangan Indonesia dengan Negeri Ginseng. Kepastian ini muncul setelah kedua bank sentral memperkuat komitmen dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung pada awal Februari 2026.
Kerja sama ini sebenarnya bukan rencana mendadak, melainkan kelanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sejak Juli 2024. Bank Indonesia terus memperluas jangkauan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke berbagai negara mitra guna mempermudah mobilitas masyarakat Indonesia di luar negeri. Setelah sukses di Thailand, Malaysia, dan Singapura, kini giliran Korea Selatan yang masuk dalam radar integrasi pembayaran digital tersebut.
Manfaat Implementasi QRIS di Korea Selatan bagi Wisatawan

Bagi wisatawan asal Indonesia, kabar ini tentu menjadi angin segar yang sangat dinantikan. Selama ini, pelancong seringkali harus membawa uang tunai dalam jumlah besar atau mengandalkan kartu kredit internasional untuk transaksi kecil di pasar tradisional maupun kedai kopi di Seoul. Dengan adanya sistem ini, Anda cukup membuka aplikasi perbankan atau dompet digital di ponsel untuk melakukan pembayaran secara instan.
Baca Juga
Advertisement
Kehadiran QRIS di Korea Selatan akan menghilangkan kerumitan mencari tempat penukaran uang (money changer) dengan kurs yang kompetitif. Transaksi kecil seperti membeli jajanan kaki lima di Myeongdong atau tiket transportasi lokal kini menjadi lebih praktis. Hal ini sejalan dengan tren cashless society yang sedang berkembang pesat di kedua negara, memberikan rasa aman karena tidak perlu membawa dompet tebal.
Di sisi lain, para pemilik usaha di Korea Selatan, khususnya di sektor ritel dan pariwisata, juga akan sangat terbantu. Mereka dapat menerima pembayaran dari turis Indonesia tanpa perlu menyediakan perangkat tambahan yang rumit. Proses kasir menjadi lebih cepat karena sistem akan secara otomatis mengonversi nilai mata uang sesuai standar yang berlaku, sehingga risiko kesalahan hitung manual dapat diminimalisir.
Mekanisme Pembayaran dan Efisiensi Kurs
Secara teknis, pengguna hanya perlu memindai kode QR yang tersedia di merchant Korea Selatan yang sudah kompatibel dengan standar internasional. Proses otorisasi transaksi akan berjalan di balik layar sesuai dengan aturan ketat yang telah disepakati oleh Bank Indonesia dan Bank of Korea. Pengalaman pengguna dipastikan tetap sederhana, serupa dengan cara kita membayar bakso atau kopi di tanah air menggunakan aplikasi harian.
Baca Juga
Advertisement
Salah satu keunggulan utama dari proyek ini adalah penggunaan kerangka Local Currency Transaction (LCT). Melalui mekanisme LCT yang sudah mulai diuji coba sejak September 2024, setiap transaksi akan diselesaikan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara, yakni Rupiah (IDR) dan Won (KRW). Hal ini berbeda dengan sistem konvensional yang biasanya harus dikonversi terlebih dahulu ke Dollar AS
Dengan memotong jalur konversi ke mata uang ketiga, biaya transaksi menjadi jauh lebih murah. Selisih kurs yang biasanya membebani konsumen kini bisa ditekan serendah mungkin. Hal ini tidak hanya menguntungkan wisatawan individu, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang terlibat dalam perdagangan antarnegara, karena margin keuntungan mereka tidak tergerus oleh biaya administrasi bank yang tinggi.
Dampak Ekonomi dan Pengembangan Fitur Masa Depan
Implementasi QRIS di Korea Selatan diprediksi akan mendongkrak volume perdagangan dan konsumsi pada sektor riil. Sektor perhotelan, transportasi, hingga industri kreatif akan merasakan dampak langsung dari kemudahan akses keuangan ini. Bank Indonesia optimis bahwa efisiensi pembayaran akan mempercepat perputaran ekonomi di kedua wilayah, mempererat hubungan bilateral yang sudah terjalin kuat selama ini.
Baca Juga
Advertisement
Lebih jauh lagi, kedua bank sentral tidak berhenti pada transaksi ritel semata. Saat ini, sedang berlangsung pembahasan mengenai perluasan fitur interoperabilitas antarplatform. Tujuannya adalah agar ekosistem pembayaran ini bisa mencakup layanan digital yang lebih kompleks, seperti pembayaran asuransi perjalanan, pajak turis, hingga transaksi bisnis antarperusahaan (B2B) dalam skala tertentu.
Visi jangka panjangnya adalah menjadikan ponsel sebagai satu-satunya alat pembayaran universal yang andal di kawasan Asia Pasifik. Dengan integrasi yang semakin luas, ketergantungan pada infrastruktur kartu fisik yang mahal akan berkurang. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung inklusi keuangan digital yang lebih merata, di mana siapa pun yang memiliki ponsel pintar dapat bertransaksi secara global.
Hal Penting yang Harus Disiapkan Pengguna
Meskipun target peluncuran sudah ditetapkan pada April 2026, masyarakat disarankan untuk tetap memantau perkembangan teknis dari penyedia jasa pembayaran (PJP) favorit mereka. Kesiapan aplikasi dari masing-masing bank atau dompet digital menjadi faktor kunci. Tidak semua aplikasi mungkin akan mendukung fitur ini secara serentak pada hari pertama peluncuran.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, aspek keamanan siber menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem ini. Bank Indonesia menjamin bahwa protokol keamanan yang digunakan dalam QRIS lintas negara telah memenuhi standar internasional guna melindungi data nasabah. Namun, pengguna tetap diimbau untuk selalu memperbarui aplikasi keuangan mereka ke versi terbaru dan menjaga kerahasiaan PIN atau biometrik saat bertransaksi di luar negeri.
Secara keseluruhan, integrasi sistem pembayaran ini adalah lompatan besar bagi ekosistem finansial Indonesia. Kehadiran QRIS di Korea Selatan membuktikan bahwa teknologi keuangan dalam negeri mampu bersaing dan diakui secara global. Bagi Anda yang berencana mengunjungi Seoul atau Busan di tahun 2026, bersiaplah untuk merasakan pengalaman belanja yang jauh lebih modern, murah, dan tanpa hambatan.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA