Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

HP 2 Jutaan Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Flagship Harga Irit

3 April 2026 | 15:53

Kacamata Pintar Nothing AI Siap Meluncur, Ini Bocoran Fiturnya

3 April 2026 | 15:22

Strategi Modal Ventura China: Beijing Guyur Dana Triliunan

3 April 2026 | 14:53
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • HP 2 Jutaan Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Flagship Harga Irit
  • Kacamata Pintar Nothing AI Siap Meluncur, Ini Bocoran Fiturnya
  • Strategi Modal Ventura China: Beijing Guyur Dana Triliunan
  • Dealer Motoplex 4 Brands Makassar Resmi Dibuka, Manjakan Konsumen
  • Jadwal MPL ID S17 Week 2 Hari Ini: Onic vs Geek Fam
  • Ketersediaan AirPods Max 2 Terbaru Melimpah di Berbagai Negara
  • Rekomendasi HP 2026 Terbaik: Pilihan Paling Worth It Tahun Ini
  • Krisis Pasokan Helium Global Ancam Produksi Chip Samsung
Jumat, April 3
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Badai PHK Raksasa Teknologi Hantam Oracle Akibat Investasi AI
Berita Tekno

Badai PHK Raksasa Teknologi Hantam Oracle Akibat Investasi AI

Ana OctarinAna Octarin1 April 2026 | 12:53
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Badai PHK Raksasa Teknologi
Badai PHK Raksasa Teknologi (Foto: inet.detik.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Badai PHK Raksasa Teknologi kini resmi menghantam Oracle, salah satu pemain utama dalam industri perangkat lunak dan infrastruktur awan global. Langkah drastis ini diambil perusahaan di tengah ambisi besar mereka untuk mengalihkan fokus sumber daya menuju pengembangan kecerdasan buatan (AI) secara masif. Gelombang pemutusan hubungan kerja ini tidak hanya menyasar staf junior, tetapi juga merambah ke posisi-posisi strategis yang selama ini menjadi tulang punggung operasional perusahaan.

Kabar mengenai pemberhentian ini mencuat setelah sejumlah petinggi dan manajer senior Oracle membagikan keluh kesah mereka di platform profesional LinkedIn. Michael Shepherd, seorang manajer senior di Oracle, mengungkapkan bahwa pemangkasan ini melibatkan profil karyawan yang sangat kompeten. Mulai dari insinyur senior, arsitek sistem, pemimpin operasional, manajer program, hingga spesialis teknis, semuanya tidak luput dari kebijakan efisiensi ini.

Shepherd menegaskan bahwa keputusan perusahaan melakukan Badai PHK Raksasa Teknologi kali ini sama sekali tidak berkaitan dengan kinerja individu. Para karyawan yang terdampak merupakan tenaga kerja profesional yang telah memberikan kontribusi besar bagi stabilitas infrastruktur Oracle selama bertahun-tahun. Ironisnya, pemberitahuan pemecatan tersebut seringkali datang melalui surat elektronik pada pagi buta, memberikan kejutan pahit bagi para pekerja saat mereka baru saja memulai hari.

Baca Juga

  • Strategi Modal Ventura China: Beijing Guyur Dana Triliunan
  • Krisis Pasokan Helium Global Ancam Produksi Chip Samsung

Advertisement

Ambisi AI dan Efisiensi Tenaga Kerja di Oracle

Penyebab utama di balik Badai PHK Raksasa Teknologi ini adalah pergeseran paradigma operasional Oracle yang kini sangat bergantung pada alat pengkodean berbasis AI. Manajemen Oracle secara terbuka menyatakan bahwa penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan internal memungkinkan tim teknis yang lebih kecil untuk menghasilkan solusi yang lebih kompleks dalam waktu yang jauh lebih singkat. Mike Silicia, Co-Chief Executive Oracle, menyebutkan bahwa teknologi ini membantu perusahaan memberikan layanan yang lebih cepat kepada pelanggan tanpa perlu mempertahankan jumlah staf yang besar.

Menurut laporan internal, jumlah karyawan yang kehilangan pekerjaan diperkirakan mencapai angka 10.000 orang. Estimasi ini muncul setelah adanya penurunan signifikan jumlah pengguna aktif pada sistem pesan internal Slack perusahaan. Fenomena ini memperkuat asumsi bahwa Oracle sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk menyelaraskan struktur organisasi mereka dengan kapabilitas otomatisasi terbaru.

Strategi Oracle ini mencerminkan tren yang lebih luas di Silicon Valley, di mana efisiensi kecerdasan buatan mulai menggantikan peran-peran konvensional. Selain memangkas biaya operasional rutin, Oracle juga memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi proses pencarian prospek penjualan, layanan pelanggan, hingga pembaruan situs web perusahaan secara mandiri. Hal ini menciptakan kondisi di mana tenaga manusia dianggap sebagai variabel yang bisa dikurangi demi kecepatan komputasi.

Baca Juga

  • Potensi Sungai Eufrat Mengering: Sains dan Nubuat Kiamat
  • Fenomena Antartika Berubah Hijau: Sinyal Positif bagi Bumi

Advertisement

Investasi Infrastruktur dan Proyek Stargate

Meskipun sedang melakukan Badai PHK Raksasa Teknologi, Oracle justru menunjukkan agresivitas luar biasa dalam hal belanja modal. Perusahaan berencana menggelontorkan dana sedikitnya USD 50 miliar tahun ini hanya untuk pembangunan infrastruktur pendukung AI. Bahkan, Oracle dilaporkan telah menghimpun utang baru dalam jumlah yang sama guna memastikan mereka memiliki kapasitas pusat data yang cukup untuk melayani permintaan pasar yang meledak.

Oracle kini menjadi bagian dari inisiatif raksasa bernama “Stargate”. Proyek ambisius senilai USD 500 miliar ini melibatkan kolaborasi dengan OpenAI, Softbank, dan MGX—sebuah dana investasi AI yang mendapatkan dukungan politik kuat di Amerika Serikat. Stargate dirancang untuk membangun kapasitas pusat data berskala masif yang mampu menangani kebutuhan daya dan pemrosesan data AI untuk beberapa dekade ke depan.

Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih memilih untuk mengalokasikan modal mereka pada perangkat keras dan ekosistem digital daripada mempertahankan biaya gaji karyawan. Bagi Oracle, masa depan industri tidak lagi terletak pada seberapa banyak engineer yang mereka miliki, melainkan seberapa kuat infrastruktur server dan algoritma yang mereka operasikan secara global.

Baca Juga

  • Aplikasi WhatsApp Palsu Berbahaya Incar Pengguna, Meta Beri Peringatan
  • Prediksi Kiamat Matahari: Bumi Akan Musnah dalam 5 Miliar Tahun

Advertisement

Dampak Psikologis dan Masa Depan Pekerja Teknologi

Cara Oracle mengeksekusi pemecatan ini juga menuai kritik tajam. Banyak karyawan yang mengaku hanya menerima pesangon selama satu bulan setelah diberhentikan melalui email tanpa ada proses tatap muka atau dialog sebelumnya. Pola komunikasi yang dingin ini menambah daftar panjang catatan buruk mengenai bagaimana perusahaan teknologi besar memperlakukan aset manusianya di tengah gempuran otomatisasi.

Situasi yang dialami Oracle sebenarnya bukan fenomena tunggal. Sepanjang tahun ini, industri teknologi dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Nama-nama besar seperti Amazon, Pinterest, hingga Epic Games telah lebih dulu melakukan langkah serupa. Namun, skala dan alasan Oracle yang secara spesifik menyebutkan “AI sebagai pengganti efisiensi tim kecil” menjadi sinyal peringatan bagi para profesional di bidang teknologi informasi.

Ke depannya, tantangan bagi para pekerja teknologi adalah bagaimana beradaptasi dengan lingkungan kerja yang semakin didominasi oleh mesin. Para ahli berpendapat bahwa keterampilan teknis murni mungkin tidak lagi cukup untuk menjamin keamanan kerja. Karyawan dituntut memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan AI atau memiliki spesialisasi yang tidak bisa dengan mudah digantikan oleh algoritma otomatis.

Baca Juga

  • Spesies Ular Terbang Langka Ditemukan di Kawasan Karst
  • Harga Poco X8 Pro Series Indonesia: Spek Gahar Baterai 8.500 mAh

Advertisement

Sebagai penutup, fenomena Badai PHK Raksasa Teknologi di Oracle ini menjadi pengingat keras bahwa transformasi digital selalu membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi, AI menjanjikan kemajuan dan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Namun di sisi lain, transisi menuju masa depan yang serba otomatis ini harus dibayar mahal dengan hilangnya mata pencaharian ribuan profesional berbakat yang selama ini menjadi pondasi industri tersebut.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Ekonomi Digital Kecerdasan Buatan Layoff 2024 Oracle Stargate Project
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleStrategi Produk Honda Indonesia di Bawah Kendali Bos Baru
Next Article Strategi Bisnis Co-living Pacu Pertumbuhan Pos Properti
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Kacamata Pintar Nothing AI Siap Meluncur, Ini Bocoran Fiturnya

Olin Sianturi3 April 2026 | 15:22

Strategi Modal Ventura China: Beijing Guyur Dana Triliunan

Ana Octarin3 April 2026 | 14:53

Krisis Pasokan Helium Global Ancam Produksi Chip Samsung

Ana Octarin3 April 2026 | 12:22

Potensi Sungai Eufrat Mengering: Sains dan Nubuat Kiamat

Ana Octarin3 April 2026 | 09:53

Fenomena Antartika Berubah Hijau: Sinyal Positif bagi Bumi

Ana Octarin3 April 2026 | 07:22

Aplikasi WhatsApp Palsu Berbahaya Incar Pengguna, Meta Beri Peringatan

Iphan S3 April 2026 | 05:22
Pilihan Redaksi
Gadget

Harga iPhone Terbaru 2024 Naik di iBox, Cek Rinciannya

Ana Octarin29 Maret 2026 | 02:54

Harga iPhone Terbaru 2024 terpantau mengalami lonjakan yang cukup signifikan di jaringan ritel resmi iBox…

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

31 Maret 2026 | 02:22

Harga Poco X8 Pro Series Indonesia: Spek Gahar Baterai 8.500 mAh

2 April 2026 | 23:22

Produksi Kartu Memori Sony Dihentikan Total, Industri Terguncang

1 April 2026 | 19:22

Spesifikasi OPPO Find X10 Pro Bocor: Bawa Tiga Kamera 200MP!

2 April 2026 | 21:22
Terbaru

Kacamata Pintar Nothing AI Siap Meluncur, Ini Bocoran Fiturnya

Olin Sianturi3 April 2026 | 15:22

Strategi Modal Ventura China: Beijing Guyur Dana Triliunan

Ana Octarin3 April 2026 | 14:53

Krisis Pasokan Helium Global Ancam Produksi Chip Samsung

Ana Octarin3 April 2026 | 12:22

Potensi Sungai Eufrat Mengering: Sains dan Nubuat Kiamat

Ana Octarin3 April 2026 | 09:53

Fenomena Antartika Berubah Hijau: Sinyal Positif bagi Bumi

Ana Octarin3 April 2026 | 07:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.