Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pembatasan Ekspor Chip China Makin Ketat Lewat RUU MATCH

4 April 2026 | 10:53

RRQ EWC Club Partner Program 2026: Tim Indonesia Siap Mendunia

4 April 2026 | 10:22

Tablet Gaming 2 Jutaan Terbaik April 2026: Layar Luas & Ngebut

4 April 2026 | 09:53
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pembatasan Ekspor Chip China Makin Ketat Lewat RUU MATCH
  • RRQ EWC Club Partner Program 2026: Tim Indonesia Siap Mendunia
  • Tablet Gaming 2 Jutaan Terbaik April 2026: Layar Luas & Ngebut
  • Tarif Gojek Terbaru 2026 Naik Mulai 10 April Akibat BBM
  • Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy A27: Kamera Selfie Unggul
  • Mesin Pembuat Es Batu Otomatis Isler ICR 30CG: Solusi Praktis
  • Kota Besar Terancam Tenggelam: NASA Beri Peringatan Kiamat
  • Smartphone modular Xiaomi 2026 Siap Meluncur dengan Chip XRING
Sabtu, April 4
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kota Besar Terancam Tenggelam: NASA Beri Peringatan Kiamat
Berita Tekno

Kota Besar Terancam Tenggelam: NASA Beri Peringatan Kiamat

Ana OctarinAna Octarin4 April 2026 | 07:53
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kota besar terancam tenggelam
Kota besar terancam tenggelam (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Kota besar terancam tenggelam menjadi isu krusial setelah NASA merilis prediksi terbaru mengenai kenaikan permukaan air laut global yang dipicu oleh krisis iklim. Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut memperkirakan adanya peningkatan ketinggian air laut mencapai 3 hingga 6 kaki pada tahun 2100 mendatang. Fenomena ini terjadi akibat mencairnya lapisan es di kutub secara masif yang kemudian menambah volume air di samudera secara ekstrem.

Kondisi ini menempatkan ratusan juta orang dalam risiko kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir kini menghadapi ancaman nyata dari air laut yang terus merangkak naik. Berdasarkan pemetaan satelit terbaru, terdapat setidaknya 10 kota metropolitan di dunia yang berada dalam zona merah bencana, di mana salah satunya merupakan ibu kota Indonesia, Jakarta.

Tanda-tanda awal fenomena kota besar terancam tenggelam ini sebenarnya sudah mulai terlihat dalam satu dekade terakhir. Peningkatan frekuensi banjir rob dan genangan air yang sulit surut menjadi bukti nyata bahwa daratan mulai kalah bersaing dengan volume laut. Para ilmuwan memperingatkan bahwa tanpa langkah mitigasi yang konkret, pemandangan kota yang terendam air akan menjadi realitas pahit di masa depan.

Baca Juga

  • Pembatasan Ekspor Chip China Makin Ketat Lewat RUU MATCH
  • Tarif Gojek Terbaru 2026 Naik Mulai 10 April Akibat BBM

Advertisement

Jakarta dan Krisis Penurunan Muka Tanah

Laporan dari Sciencing mengonfirmasi bahwa Jakarta menduduki peringkat atas sebagai salah satu kota dengan laju penenggelaman tercepat di dunia. Data mencatat terjadi kenaikan air atau penurunan tanah hingga 17 cm setiap tahun di beberapa titik. Secara geografis, Jakarta memang berada di dataran rendah yang secara historis merupakan wilayah rawa-rawa yang dialiri oleh 13 aliran sungai besar.

Kondisi geologis ini diperparah dengan eksploitasi air tanah yang berlebihan oleh penduduk dan industri. Karena beban bangunan yang sangat berat dan pengambilan air tanah yang tak terkendali, tanah di Jakarta mengalami kompresi dan terus menyusut. Hal inilah yang mempercepat status Jakarta sebagai kota besar terancam tenggelam dibandingkan kota-kota pesisir lainnya di Asia Tenggara.

Bencana banjir besar yang terjadi pada tahun 2007 silam menjadi pengingat betapa rentannya wilayah ini. Kala itu, puluhan jiwa melayang dan kerugian ekonomi mencapai angka yang fantastis. Ancaman permanen inilah yang menjadi salah satu alasan fundamental pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara ke Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur guna mengurangi beban di Pulau Jawa.

Baca Juga

  • Tantangan Digitalisasi di Asia: ADBI Beri Peringatan Keras
  • Mode Dasar Instagram Telkomsel: Solusi Tetap Eksis Saat Kuota Habis

Advertisement

Daftar Kota Besar Terancam Tenggelam di Seluruh Dunia

Selain Jakarta, NASA dan para ahli iklim global juga menyoroti beberapa titik panas lainnya yang memiliki risiko serupa. Fenomena kota besar terancam tenggelam ini bersifat global dan menyerang pusat-pusat ekonomi dunia. Berikut adalah daftar wilayah yang kini berada dalam pantauan ketat para ahli lingkungan:

  • Alexandria, Mesir: Sebagai hub perdagangan penting, kota ini terancam kehilangan 30% wilayahnya pada 2050. Dampaknya dapat memicu pengungsian massal hingga 1,5 juta orang di Delta Nil.
  • Miami, Amerika Serikat: Dengan ketinggian hanya 6 kaki di atas permukaan laut, sekitar 60% wilayah Miami diprediksi akan terendam pada 2060. Pembangunan gedung mewah di pesisir justru memperburuk beban tanah.
  • Lagos, Nigeria: Kota terbesar di Afrika ini mengalami penurunan tanah lebih dari 3 inci per tahun, yang sering mengakibatkan banjir bandang saat musim hujan.
  • Dhaka, Bangladesh: Ibu kota ini tenggelam sekitar setengah inci setiap tahun akibat perubahan iklim dan kenaikan air laut di Teluk Benggala.
  • Yangon, Myanmar: Selain ancaman air laut, posisi kota yang dekat dengan sesar Sagaing membuat risiko bencana ganda jika terjadi gempa bumi yang merusak sumur air tanah.

Fenomena kota besar terancam tenggelam juga menghantui Bangkok, Thailand. Kota ini memiliki struktur tanah yang lunak dan berada sangat dekat dengan permukaan laut. Upaya pembangunan tanggul raksasa terus dilakukan, namun banyak ahli meragukan efektivitas jangka panjangnya jika suhu bumi terus meningkat dan es kutub terus mencair tanpa henti.

Dampak Ekonomi dan Sosial Global

Tenggelamnya pusat-pusat kota ini bukan hanya masalah lingkungan, melainkan bencana ekonomi global. Miami, misalnya, diprediksi akan menjadi pusat bencana finansial terbesar jika properti bernilai miliaran dolar di pinggir pantai tidak lagi bisa dihuni. Hal yang sama berlaku untuk wilayah Megalopolis Guangdong di China, yang menjadi jantung manufaktur dunia.

Baca Juga

  • Dampak AI bagi Tenaga Kerja: Riset Ungkap Perubahan Besar
  • Penyebab Paus Terdampar di Indonesia: Pakar UGM Ungkap Alarm Bahaya

Advertisement

Migrasi iklim akan menjadi isu kemanusiaan terbesar di abad ini. Jutaan orang akan terpaksa mencari tempat tinggal baru di wilayah yang lebih tinggi, yang berpotensi memicu konflik sosial dan tekanan ekonomi di daerah tujuan pengungsian. Oleh karena itu, kesadaran bahwa banyak kota besar terancam tenggelam harus diikuti dengan kebijakan energi hijau yang lebih agresif.

Pengurangan emisi karbon dan penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap adalah kunci utama untuk memperlambat laju pencairan gletser. Jika suhu global berhasil ditekan di bawah ambang batas 1,5 derajat Celcius, harapan untuk menyelamatkan kota-kota bersejarah ini masih tetap ada.

Pada akhirnya, laporan NASA ini merupakan alarm bagi seluruh pemimpin dunia untuk segera bertindak. Kenaikan permukaan laut tidak akan menunggu kesiapan manusia untuk berubah. Adaptasi infrastruktur dan perlindungan ekosistem pesisir seperti hutan bakau menjadi langkah darurat yang harus segera diambil demi masa depan kota besar terancam tenggelam di seluruh dunia.

Baca Juga

  • Kartu Pokemon Termahal Dunia Pecah Rekor Rp 279 Miliar!
  • IPO SpaceX Elon Musk: Rencana Go Public dan Valuasi Fantastis

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Jakarta Tenggelam Lingkungan NASA Pemanasan Global Perubahan Iklim
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSmartphone modular Xiaomi 2026 Siap Meluncur dengan Chip XRING
Next Article Mesin Pembuat Es Batu Otomatis Isler ICR 30CG: Solusi Praktis
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Pembatasan Ekspor Chip China Makin Ketat Lewat RUU MATCH

Ana Octarin4 April 2026 | 10:53

Tarif Gojek Terbaru 2026 Naik Mulai 10 April Akibat BBM

Ana Octarin4 April 2026 | 09:22

Tantangan Digitalisasi di Asia: ADBI Beri Peringatan Keras

Iphan S4 April 2026 | 06:22

Mode Dasar Instagram Telkomsel: Solusi Tetap Eksis Saat Kuota Habis

Iphan S4 April 2026 | 04:53

Dampak AI bagi Tenaga Kerja: Riset Ungkap Perubahan Besar

Iphan S4 April 2026 | 03:22

Teknologi Komputasi Luar Angkasa AMD Perkuat Misi NASA ke Bulan

Olin Sianturi4 April 2026 | 02:54
Pilihan Redaksi
Gadget

Harga iPhone Terbaru 2024 Naik di iBox, Cek Rinciannya

Ana Octarin29 Maret 2026 | 02:54

Harga iPhone Terbaru 2024 terpantau mengalami lonjakan yang cukup signifikan di jaringan ritel resmi iBox…

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

31 Maret 2026 | 02:22

Rekomendasi Tablet Baterai Awet Terbaik 2026 untuk Kerja

4 April 2026 | 03:53

Harga Poco X8 Pro Series Indonesia: Spek Gahar Baterai 8.500 mAh

2 April 2026 | 23:22

Produksi Kartu Memori Sony Dihentikan Total, Industri Terguncang

1 April 2026 | 19:22
Terbaru

Pembatasan Ekspor Chip China Makin Ketat Lewat RUU MATCH

Ana Octarin4 April 2026 | 10:53

Tarif Gojek Terbaru 2026 Naik Mulai 10 April Akibat BBM

Ana Octarin4 April 2026 | 09:22

Tantangan Digitalisasi di Asia: ADBI Beri Peringatan Keras

Iphan S4 April 2026 | 06:22

Mode Dasar Instagram Telkomsel: Solusi Tetap Eksis Saat Kuota Habis

Iphan S4 April 2026 | 04:53

Dampak AI bagi Tenaga Kerja: Riset Ungkap Perubahan Besar

Iphan S4 April 2026 | 03:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.