Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Spesifikasi Oppo F33 Pro: Baterai 7000 mAh & Kamera 50MP

9 April 2026 | 21:55

Kontrak AI Militer AS: Anthropic Kalah Telah Lawan Trump

9 April 2026 | 20:55

Mobil listrik komersial Foton eTUNLAND & eVIEW Connect Resmi Rilis

9 April 2026 | 19:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Spesifikasi Oppo F33 Pro: Baterai 7000 mAh & Kamera 50MP
  • Kontrak AI Militer AS: Anthropic Kalah Telah Lawan Trump
  • Mobil listrik komersial Foton eTUNLAND & eVIEW Connect Resmi Rilis
  • Infrastruktur Digital Indonesia: APJATEL Luncurkan Solusi OVC
  • Tablet Murah 1 Jutaan Terbaik: Samsung dan Xiaomi Turun Harga!
  • Strategi Jangkauan Konten Instagram yang Ternyata Sia-Sia
  • Mobil Listrik 7-Seater Termurah 2026: Ini 5 Pilihan Terbaiknya
  • Rating IGRS di Steam: Valve Akhirnya Beri Klarifikasi Resmi
Kamis, April 9
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Aplikasi » Infrastruktur Digital Indonesia: APJATEL Luncurkan Solusi OVC
Aplikasi

Infrastruktur Digital Indonesia: APJATEL Luncurkan Solusi OVC

Olin SianturiOlin Sianturi9 April 2026 | 18:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Infrastruktur Digital Indonesia
Infrastruktur Digital Indonesia (Foto: www.medcom.id)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Infrastruktur Digital Indonesia kini memasuki babak baru seiring dengan langkah strategis yang diambil oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11, APJATEL menggelar Forum Group Discussion (FGD) Nasional yang berfokus pada penguatan sinergi demi kedaulatan data dan konektivitas nasional. Perhelatan ini menjadi sangat krusial karena menandai peluncuran Operating Vehicle Company (OVC), sebuah entitas yang diproyeksikan menjadi solusi atas berbagai kendala teknis dan efisiensi di lapangan.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi Digital RI memandang bahwa penguatan ekosistem teknologi tidak bisa berdiri sendiri tanpa fondasi yang kuat. Mulyadi, selaku Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital, menyampaikan bahwa transformasi menuju negara maju memerlukan kondisi infrastruktur yang kokoh serta kolaborasi lintas sektor yang harmonis. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri merupakan kunci utama untuk mempercepat pemerataan konektivitas di seluruh pelosok negeri.

Upaya memperkuat Infrastruktur Digital Indonesia bukan sekadar soal memasang kabel, melainkan memastikan manfaat ekonomi digital dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dengan daya saing nasional yang terus meningkat, Indonesia diharapkan mampu bersaing di kancah global menuju visi Indonesia Digital 2045. Oleh karena itu, pembangunan yang dilakukan harus terencana, terintegrasi, dan memiliki nilai keberlanjutan yang tinggi.

Baca Juga

  • Fitur WhatsApp Business AI Resmi Hadir untuk UMKM Indonesia
  • NetApp AI Data Engine: Solusi Canggih Infrastruktur Data AI

Advertisement

OVC: Solusi Efisiensi Infrastruktur Digital Indonesia

Salah satu terobosan paling progresif dalam forum ini adalah deklarasi pembentukan Operating Vehicle Company atau OVC. Entitas ini berfungsi sebagai pengelola netral untuk infrastruktur pasif telekomunikasi dengan mengusung prinsip open access. Selama ini, tantangan terbesar bagi operator adalah tingginya biaya investasi akibat pembangunan jalur kabel yang tumpang tindih antara satu penyedia layanan dengan lainnya.

Dalam konteks Infrastruktur Digital Indonesia, OVC berperan sebagai pengatur yang mampu menekan inefisiensi tersebut. Melalui pengelolaan satu pintu, operator tidak perlu lagi membangun tiang atau menggali lubang kabel di jalur yang sama. Langkah ini diprediksi mampu mendorong penghematan biaya investasi (CAPEX) hingga angka yang fantastis, yakni berkisar antara 40 persen hingga 60 persen bagi para pelaku industri.

Selain soal biaya, OVC juga menjadi jawaban atas fenomena “kabel semrawut” yang kerap mengganggu estetika dan keamanan di wilayah perkotaan. Dengan penataan yang lebih terorganisir, perluasan jaringan ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau akibat kendala biaya kini menjadi jauh lebih memungkinkan. Hal ini selaras dengan target pemerintah untuk menghapus kesenjangan digital antara wilayah Jawa dan luar Jawa.

Baca Juga

  • ChatGPT di Apple CarPlay: Cara Pakai dan Fitur Unggulannya
  • Strategi Mandiri AI Microsoft: Kurangi Ketergantungan OpenAI

Advertisement

Menyelaraskan Regulasi Pusat dan Daerah

Ketua Umum APJATEL, Jerry Siregar, dalam pernyataannya menekankan bahwa status infrastruktur telekomunikasi kini telah bergeser menjadi infrastruktur vital nasional. Sebagai tulang punggung ekonomi digital, pengelolaannya harus berorientasi pada kepentingan publik dan kedaulatan nasional. Namun, tantangan di lapangan seringkali muncul dari sisi regulasi daerah yang belum seragam.

Forum FGD tersebut secara mendalam membedah isu sensitif terkait optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD). Selama ini, para penyelenggara jaringan sering mengeluhkan tingginya biaya sewa lahan atau biaya retribusi yang ditetapkan secara sepihak oleh pemerintah daerah. Kurangnya standar tarif yang adil seringkali menjadi batu sandungan yang menghambat percepatan ekspansi Infrastruktur Digital Indonesia di daerah-daerah strategis.

Melalui diskusi intensif, APJATEL merumuskan beberapa poin komitmen penting untuk mengatasi hambatan struktural tersebut:

Baca Juga

  • Fitur Video Call RCS Hadir, Ubah SMS Jadi Panggilan Video
  • Aplikasi Pengunduh Video Gratis Snaptube: Download Tanpa Watermark

Advertisement

  • Harmonisasi Kebijakan: Mendorong keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemanfaatan aset untuk penempatan kabel fiber optik.
  • Standarisasi Tarif: Menetapkan batas atas biaya yang transparan dan non-diskriminatif berdasarkan biaya produksi yang wajar (cost-based).
  • Fasilitasi Pemerintah Daerah: Mengubah peran Pemda dari sekadar pemberi izin menjadi fasilitator aktif dalam pembangunan ekosistem digital.

Menuju Kedaulatan Digital yang Berkelanjutan

Pemerintah daerah memegang kunci dalam ekspansi Infrastruktur Digital Indonesia yang lebih inklusif. Jika regulasi di tingkat daerah dapat dipermudah dan diseragamkan, maka minat investasi di sektor telekomunikasi akan meningkat pesat. Hal ini secara otomatis akan mempercepat ketersediaan akses internet cepat yang terjangkau bagi masyarakat di pelosok desa maupun kawasan industri baru.

Victor Irianto, selaku Bendahara Umum sekaligus Ketua Pelaksana FGD, memberikan refleksinya mengenai perjalanan APJATEL selama lebih dari satu dekade. Ia berharap asosiasi ini terus tumbuh menjadi organisasi yang solid dan adaptif terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat. APJATEL berkomitmen penuh untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang pro-rakyat dan pro-industri.

Sebagai penutup, seluruh pemangku kepentingan menyepakati bahwa kolaborasi adalah harga mati. Tanpa adanya kesepahaman antara penyedia jaringan dan regulator, visi besar kedaulatan digital akan sulit tercapai. Dengan hadirnya inovasi seperti OVC dan perbaikan regulasi di tingkat daerah, jalan menuju Infrastruktur Digital Indonesia yang merata dan berkelanjutan kini semakin terbuka lebar bagi masa depan bangsa.

Baca Juga

  • Cara Cari Arah Kiblat Online Akurat Tanpa Instal Aplikasi
  • Fitur WhatsApp Guest Chats: Cara Kirim Pesan Tanpa Daftar Akun

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
APJATEL Ekonomi Digital Infrastruktur Pasif Jaringan Telekomunikasi Kedaulatan Digital
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleTablet Murah 1 Jutaan Terbaik: Samsung dan Xiaomi Turun Harga!
Next Article Mobil listrik komersial Foton eTUNLAND & eVIEW Connect Resmi Rilis
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Ancaman Siber di Indonesia Tembus 39 Juta, SOC Jadi Solusi

Olin Sianturi9 April 2026 | 10:55

Fitur WhatsApp Business AI Resmi Hadir untuk UMKM Indonesia

Olin Sianturi8 April 2026 | 09:55

NetApp AI Data Engine: Solusi Canggih Infrastruktur Data AI

Olin Sianturi7 April 2026 | 00:59

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

Iphan S5 April 2026 | 21:59

Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public

Iphan S5 April 2026 | 17:22

ChatGPT di Apple CarPlay: Cara Pakai dan Fitur Unggulannya

Olin Sianturi5 April 2026 | 04:53
Pilihan Redaksi
Gadget

Tablet 5 Jutaan Terbaik 2026: 6 Pilihan untuk Kerja & Kuliah

Olin Sianturi5 April 2026 | 15:53

Tablet 5 Jutaan Terbaik menjadi buruan utama masyarakat saat memasuki kuartal kedua tahun 2026, terutama…

Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!

6 April 2026 | 05:30

Rekomendasi Tablet Baterai Awet Terbaik 2026 untuk Kerja

4 April 2026 | 03:53

Produk Terbaik Apple Sepanjang Masa: Kilas Balik 50 Tahun

6 April 2026 | 08:30

Harga AC Split 1 PK Polytron Diskon Gede di Transmart

5 April 2026 | 10:54
Terbaru

Ancaman Siber di Indonesia Tembus 39 Juta, SOC Jadi Solusi

Olin Sianturi9 April 2026 | 10:55

Fitur WhatsApp Business AI Resmi Hadir untuk UMKM Indonesia

Olin Sianturi8 April 2026 | 09:55

NetApp AI Data Engine: Solusi Canggih Infrastruktur Data AI

Olin Sianturi7 April 2026 | 00:59

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

Iphan S5 April 2026 | 21:59

Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public

Iphan S5 April 2026 | 17:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.