Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar

4 Juni 2026 | 07:27
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Inovasi Gigabyte Computex 2026: Era Baru Teknologi AI
  • HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Performa Monster Rp2 Jutaan
Selasa, Juli 14
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif
Berita Tekno

Harga Bahan Baku Fiber Optik Melonjak, Industri Minta Insentif

Iphan SIphan S14 April 2026 | 22:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Harga bahan baku fiber optik
Harga bahan baku fiber optik (Foto: inet.detik.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Harga bahan baku fiber optik dilaporkan mengalami lonjakan drastis hingga 17 persen akibat ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Fenomena ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku industri telekomunikasi karena mengancam kelancaran pembangunan infrastruktur digital di tanah air. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) secara resmi meminta pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi situasi yang dinilai tidak normal ini.

Kenaikan harga material utama ini menjadi tekanan serius bagi para operator seluler dan penyedia layanan internet (ISP). Pasalnya, peningkatan biaya produksi secara otomatis akan membebani anggaran ekspansi jaringan, terutama dalam upaya memeratakan akses internet cepat ke seluruh pelosok Indonesia. Tanpa intervensi yang tepat, target digitalisasi nasional yang dicanangkan pemerintah bisa terancam melambat secara signifikan.

Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas Swandy, menegaskan bahwa kondisi pasar saat ini sudah berada di luar batas kewajaran. Menurutnya, para pemasok mulai menaikkan harga secara bertahap seiring dengan sulitnya mendapatkan material pendukung kabel. “Secara signifikan harga bahan baku fiber optik dari supplier saat ini sudah tidak normal. Kenaikannya hampir 15 hingga 17 persen,” ujar Jerry dalam pernyataan resminya baru-baru ini.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Penyebab Utama Kenaikan Harga Bahan Baku Fiber Optik

Faktor utama yang mengerek biaya produksi ini adalah meroketnya harga turunan minyak bumi, salah satunya adalah High-Density Polyethylene (HDPE). HDPE merupakan material vital yang berfungsi sebagai pipa pelindung kabel fiber optik agar tahan terhadap tekanan tanah dan cuaca. Karena sebagian besar bahan kimia dan plastik global sangat bergantung pada stabilitas harga minyak mentah di Timur Tengah, konflik geopolitik langsung memukul industri ini.

Jerry merinci bahwa kenaikan harga HDPE memberikan dampak langsung pada perhitungan biaya per meter kabel. Jika sebelumnya harga berada di kisaran Rp10.000 per meter, kini para kontraktor harus merogoh kocek lebih dalam dengan kenaikan sekitar Rp1.500 hingga Rp1.700 per meter. Selisih harga tersebut terlihat kecil dalam skala kecil, namun menjadi beban miliaran rupiah ketika diterapkan pada proyek pembangunan kabel bawah tanah ribuan kilometer.

Situasi ini kian pelik karena harga bahan baku fiber optik yang mahal tidak hanya memengaruhi kabel itu sendiri, tetapi juga seluruh ekosistem perangkat pendukungnya. Industri telekomunikasi nasional saat ini sedang berupaya meningkatkan rasio penetrasi broadband untuk mendukung ekonomi digital. Namun, lonjakan biaya ini bisa memaksa operator untuk meninjau ulang rencana investasi mereka di tahun berjalan.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Dampak Terhadap Target Infrastruktur Jaringan Broadband

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki ambisi besar untuk meningkatkan kecepatan internet nasional. Target kecepatan internet minimal 100 Mbps menjadi salah satu fokus utama dalam mempercepat transformasi digital. Namun, realisasi target ini sangat bergantung pada ketersediaan material kabel yang terjangkau dan stabil di pasar domestik.

Apabila harga bahan baku fiber optik terus merangkak naik tanpa kendali, dikhawatirkan para penyedia layanan akan membebankan biaya tambahan tersebut kepada konsumen akhir. Hal ini tentu akan kontraproduktif dengan semangat penyediaan internet murah bagi masyarakat. Oleh karena itu, efisiensi dalam rantai pasok material menjadi kunci utama yang harus segera diselesaikan oleh lintas kementerian.

Apjatel mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mencari solusi terbaik. Mereka berharap Komdigi dapat berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian serta Kementerian Perdagangan guna memastikan ketersediaan stok material dan menjaga stabilitas harga di tingkat distributor maupun pabrikan lokal.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Harapan Intervensi Pemerintah dan Insentif Industri

Industri telekomunikasi berharap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat menyiapkan langkah intervensi strategis atau skema insentif khusus. Insentif ini bisa berupa relaksasi pajak impor untuk komponen yang belum bisa diproduksi di dalam negeri atau subsidi tertentu bagi proyek infrastruktur strategis nasional. Langkah ini dinilai krusial agar momentum pembangunan digital tidak kehilangan daya dorongnya.

Selain masalah harga, kepastian regulasi terkait penggelaran kabel di daerah juga seringkali menjadi hambatan tambahan bagi operator. Dengan adanya tantangan kenaikan harga bahan baku fiber optik ini, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi semakin mendesak. Koordinasi yang baik akan membantu memangkas biaya-biaya non-teknis yang selama ini membebani biaya pembangunan jaringan.

“Kami tetap optimis pemerintah akan memberikan perhatian khusus karena masalah ini menyangkut tulang punggung pembangunan digital nasional,” tambah Jerry. Pihak asosiasi juga menyarankan agar pemerintah mendorong penguatan industri manufaktur kabel dalam negeri agar ketergantungan terhadap fluktuasi pasar global dapat diminimalisir di masa depan.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement

Sebagai penutup, tantangan ekonomi global memang tidak bisa dihindari, namun mitigasi risiko di tingkat domestik harus diperkuat. Industri berharap agar stabilitas harga bahan baku fiber optik dapat segera terwujud demi menjamin keberlangsungan layanan internet yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
APJATEL Ekonomi Telekomunikasi Fiber Optik infrastruktur digital Komdigi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleLayanan Purna Jual Kendaraan Komersial Foton Dukung Bisnis
Next Article Tablet Windows 2-in-1 Terbaik 2026 untuk Kerja dan Editing
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

JAKARTA – Transformasi birokrasi tidak hanya bergantung pada regulasi baru, tetapi juga ditentukan oleh kualitas…

3 Cara Melihat Tanggal Pembuatan Akun Facebook, Auto Nostalgia

3 Oktober 2025 | 23:19

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Stop Gangguan! 7 Cara Ampuh Blokir Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul

20 Desember 2025 | 18:27

5 Teknologi Kunci HP Xiaomi yang Dihapus Diam-diam

2 Desember 2025 | 07:18
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.