Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jadwal MPL ID S17 Week 4: Duel El Clasico RRQ Hoshi vs Evos

16 April 2026 | 23:55

Huawei Mate 80 Pro Indonesia Rilis, Ini Bedanya dengan Pura 80

16 April 2026 | 22:55

Rekomendasi Air Cooler Terbaik 2026: Solusi Sejuk Hemat Daya

16 April 2026 | 21:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Jadwal MPL ID S17 Week 4: Duel El Clasico RRQ Hoshi vs Evos
  • Huawei Mate 80 Pro Indonesia Rilis, Ini Bedanya dengan Pura 80
  • Rekomendasi Air Cooler Terbaik 2026: Solusi Sejuk Hemat Daya
  • Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama
  • Motor Listrik Jarak Jauh Tembus 300 KM Segera Hadir di RI
  • Huawei FreeBuds Pro5 Indonesia Resmi Rilis, Intip Fitur Canggihnya
  • Layanan PRUHealth Friend: Solusi Kesehatan Modern 2026
  • Ancaman Keamanan AI Mythos Intai Perbankan, Bos Bank Siaga
Jumat, April 17
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama
Berita Tekno

Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama

Iphan SIphan S16 April 2026 | 20:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Penutupan Apple Store permanen
Penutupan Apple Store permanen (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Penutupan Apple Store permanen resmi dilakukan oleh raksasa teknologi asal Cupertino di tiga lokasi strategis Amerika Serikat. Keputusan pahit ini menyasar gerai yang berlokasi di Apple Trumbull (Connecticut), Apple North County (California), dan Apple Towson (Maryland). Langkah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Apple selama ini dikenal sebagai magnet utama pengunjung di pusat perbelanjaan.

Pihak Apple menyatakan bahwa evaluasi mendalam terhadap lokasi ritel merupakan agenda rutin perusahaan. “Di Apple, kami terus berupaya memberikan layanan luar biasa dan pengalaman hebat bagi pelanggan kami,” tulis pernyataan resmi Apple sebagaimana dikutip dari MacRumors. Perusahaan menegaskan bahwa investasi global tetap berjalan, namun efisiensi di lokasi lama menjadi prioritas guna memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi dengan cara terbaik.

Fenomena mal sepi bak kuburan menjadi alasan kuat di balik strategi penutupan Apple Store permanen ini. Apple secara terang-terangan menyebutkan bahwa hengkangnya beberapa penyewa besar (anchor tenants) dan memburuknya kondisi fisik di Trumbull Mall, Shops at North County, dan Towson Town Center memaksa mereka untuk angkat kaki. Penurunan trafik pengunjung secara drastis membuat operasional toko di lokasi tersebut tidak lagi dianggap ideal secara bisnis.

Baca Juga

  • Ancaman Keamanan AI Mythos Intai Perbankan, Bos Bank Siaga
  • Wikipedia Terancam Blokir Komdigi: Ultimatum Pendaftaran PSE

Advertisement

Kondisi ritel fisik di Amerika Serikat memang sedang mengalami transformasi besar-besaran. Banyak pusat perbelanjaan kelas menengah mulai kehilangan daya tarik karena pergeseran kebiasaan belanja konsumen ke arah e-commerce. Apple, yang biasanya menjadi penyewa paling berharga, mulai melihat bahwa mempertahankan toko di mal yang mulai ditinggalkan pengunjung hanya akan membebani biaya operasional tanpa memberikan dampak branding yang signifikan.

Dampak dari penutupan Apple Store permanen ini juga dirasakan langsung oleh para staf yang bekerja di sana. Untuk karyawan di lokasi Trumbull dan North County, Apple menjanjikan relokasi ke toko-toko terdekat yang masih beroperasi. Namun, nasib berbeda dialami oleh staf di Towson Town Center yang diminta untuk melamar kembali pada posisi yang tersedia di cabang lain, tanpa jaminan penempatan otomatis.

Kebijakan ini memicu reaksi keras dari serikat pekerja The International Association of Machinists and Aerospace Workers Coalition of Organized Retail Employees (IAM CORE). Mereka mengecam langkah Apple yang dianggap mengabaikan komunitas dan pekerja yang bergantung pada akses transportasi umum di lokasi tersebut. Serikat pekerja menilai alasan “kondisi mal” hanyalah kedok perusahaan untuk menekan gerakan serikat pekerja di lingkungan internal.

Baca Juga

  • Asteroid Apophis Menuju Bumi: NASA Pantau Jarak Paling Dekat
  • Strategi Satelit Internet Amazon: Akuisisi Globalstar Rp181 T

Advertisement

Ketegangan Antara Apple dan Serikat Pekerja

IAM CORE secara terbuka menyatakan kemarahan mereka terhadap keputusan penutupan Apple Store permanen di Towson. Mereka menuding Apple melakukan upaya sinis untuk menghancurkan serikat pekerja yang cukup vokal di lokasi tersebut. “Klaim Apple bahwa perjanjian perundingan kolektif mencegah relokasi adalah salah dan menimbulkan kekhawatiran serius,” tegas perwakilan IAM dalam pernyataan resminya.

Serikat pekerja kini sedang menjajaki berbagai opsi hukum untuk menuntut tanggung jawab Apple. Mereka berencana bekerja sama dengan pejabat pemerintah guna memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Bagi komunitas lokal, hilangnya Apple Store bukan sekadar hilangnya tempat membeli gawai, melainkan hilangnya pusat dukungan teknis dan akses terhadap teknologi yang selama ini mudah dijangkau melalui transportasi publik.

Secara lebih luas, langkah penutupan Apple Store permanen ini mencerminkan strategi baru Apple yang lebih memilih membangun flagship store di pusat kota atau area terbuka (street-level) dibandingkan bertahan di dalam mal tertutup yang mulai menua. Perusahaan besutan Tim Cook ini nampaknya lebih fokus pada kualitas lokasi daripada kuantitas sebaran toko demi menjaga citra eksklusivitas merek mereka.

Baca Juga

  • HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi
  • Serangan rumah Sam Altman: Bos OpenAI Jadi Target Teror Bom

Advertisement

Hingga saat ini, Apple belum memberikan komentar tambahan mengenai tuduhan penghancuran serikat pekerja yang dilontarkan oleh IAM CORE. Perusahaan hanya menekankan bahwa fokus utama mereka adalah transisi yang mulus bagi pelanggan dan karyawan yang terdampak langsung oleh kebijakan tersebut. Para analis memprediksi bahwa tren serupa mungkin akan terjadi di lokasi lain jika kondisi ekonomi ritel fisik tidak kunjung membaik.

Dengan berakhirnya operasional di tiga lokasi tersebut, Apple memberikan sinyal kuat bahwa mereka tidak ragu untuk meninggalkan lokasi yang dianggap tidak lagi menguntungkan. Masyarakat dan pelaku pasar kini terus memantau apakah akan ada gelombang lanjutan dari fenomena penutupan Apple Store permanen ini di masa mendatang.

Baca Juga

  • Penurunan Permukaan Tanah Jawa Kian Kritis, Pulau Ini Mulai Tenggelam
  • Paket Internet Gratis Korea Selatan Resmi Berlaku Bagi Warga

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Apple Apple Store Ekonomi Amerika Mal Sepi Serikat Pekerja
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleMotor Listrik Jarak Jauh Tembus 300 KM Segera Hadir di RI
Next Article Rekomendasi Air Cooler Terbaik 2026: Solusi Sejuk Hemat Daya
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Ancaman Keamanan AI Mythos Intai Perbankan, Bos Bank Siaga

Iphan S16 April 2026 | 16:55

Bocoran Harga iPhone Lipat Apple Terbaru, Siapkan Dana Segini!

Olin Sianturi16 April 2026 | 13:55

Wikipedia Terancam Blokir Komdigi: Ultimatum Pendaftaran PSE

Iphan S16 April 2026 | 12:55

Asteroid Apophis Menuju Bumi: NASA Pantau Jarak Paling Dekat

Ana Octarin16 April 2026 | 08:55

Strategi Satelit Internet Amazon: Akuisisi Globalstar Rp181 T

Iphan S16 April 2026 | 03:55

HP Trump Mobile T1 Alami Perubahan Desain dan Spesifikasi

Ana Octarin15 April 2026 | 23:55
Pilihan Redaksi
Gadget

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

Olin Sianturi15 April 2026 | 00:55

Ekosistem Jaringan Asus ProArt kini semakin lengkap dengan kehadiran dua perangkat infrastruktur terbaru yang dirancang…

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

13 April 2026 | 09:55

Dell Pro 5 Micro Panther Lake: Mini PC Workstation Terbaru

11 April 2026 | 04:55

Flashdisk ChromeOS Flex Google: Solusi Murah Laptop Lawas

10 April 2026 | 23:55

Krisis Biji Plastik Otomotif Mengintai, Honda Siaga Penuh

14 April 2026 | 09:55
Terbaru

Ancaman Keamanan AI Mythos Intai Perbankan, Bos Bank Siaga

Iphan S16 April 2026 | 16:55

Bocoran Harga iPhone Lipat Apple Terbaru, Siapkan Dana Segini!

Olin Sianturi16 April 2026 | 13:55

Wikipedia Terancam Blokir Komdigi: Ultimatum Pendaftaran PSE

Iphan S16 April 2026 | 12:55

Asteroid Apophis Menuju Bumi: NASA Pantau Jarak Paling Dekat

Ana Octarin16 April 2026 | 08:55

Strategi Satelit Internet Amazon: Akuisisi Globalstar Rp181 T

Iphan S16 April 2026 | 03:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.