Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Toyota Yaris Cross Facelift 2026 Resmi Meluncur, Ini Ubahannya

18 April 2026 | 00:55

Program Samsung Solve for Tomorrow 2026 Resmi Dibuka, Cek Syaratnya

17 April 2026 | 23:55

Review Realme 16 Pro Plus 5G: Raja Baru Mid-Range April 2026

17 April 2026 | 22:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Toyota Yaris Cross Facelift 2026 Resmi Meluncur, Ini Ubahannya
  • Program Samsung Solve for Tomorrow 2026 Resmi Dibuka, Cek Syaratnya
  • Review Realme 16 Pro Plus 5G: Raja Baru Mid-Range April 2026
  • Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya
  • MINI 1965 Victory Edition Meluncur Terbatas, Hanya 16 Unit!
  • Spin-off God of War Terbaru Hadirkan Mitologi China dan Jepang
  • Kartu Grafis RTX 5090 di Mac Kini Bisa Berjalan Berkat TinyGPU
  • Beda Air Cooler dan AC Portable Midea: Mana yang Lebih Dingin?
Sabtu, April 18
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya
Berita Tekno

Blokir Iklan Penipuan Google Capai 8,3 Miliar, Ini Faktanya

Iphan SIphan S17 April 2026 | 21:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Blokir iklan penipuan Google
Blokir iklan penipuan Google (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Blokir iklan penipuan Google menjadi langkah agresif raksasa teknologi tersebut dalam menjaga ekosistem digital tetap sehat dan aman bagi pengguna di seluruh dunia. Berdasarkan laporan transparansi terbaru, Google secara resmi mengumumkan telah menghapus lebih dari 8,3 miliar iklan sepanjang tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memerangi penyebaran konten berbahaya yang semakin canggih, terutama yang berkaitan dengan skema penipuan terorganisir.

Dari total miliaran iklan tersebut, sebanyak 602 juta unit iklan dan sekitar 4 juta akun pengiklan teridentifikasi terlibat langsung dalam aktivitas penipuan online. Angka ini mencerminkan betapa masifnya upaya para aktor jahat dalam mengeksploitasi platform periklanan digital. Meski jumlah iklan yang dihapus sangat besar, terdapat tren menarik pada angka penangguhan akun pengiklan yang justru menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, terdapat 39,2 juta akun pengiklan yang terkena sanksi penangguhan. Namun, pada tahun 2025, jumlah tersebut menyusut menjadi 24,9 juta akun. Penurunan ini bukan berarti ancaman berkurang, melainkan menandakan adanya perubahan strategi pertahanan yang lebih cerdas dan terarah dari pihak Google dalam menangani pelanggaran kebijakan di platform mereka.

Baca Juga

  • Kebocoran Data Game IGRS Diselidiki Komdigi Secara Menyeluruh
  • Ancaman Ranjau Laut Iran Hantui Jalur Logistik Selat Hormuz

Advertisement

Strategi Baru: Blokir Iklan Penipuan Google Berbasis AI

Keerat Sharma, VP dan General Manager Privasi serta Keamanan Iklan di Google, mengungkapkan bahwa perusahaan kini beralih ke sistem penegakan hukum yang lebih presisi. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) menjadi ujung tombak dalam mendeteksi ancaman secara real-time. Melalui teknologi ini, intensitas blokir iklan penipuan Google kini lebih difokuskan pada tingkat kreatif atau materi iklan itu sendiri, bukan sekadar mematikan akun secara membabi buta.

Metode penegakan hukum berbasis AI ini terbukti sangat efektif. Google melaporkan bahwa pendekatan tersebut berhasil mengurangi angka penangguhan akun yang salah sasaran hingga 80% secara tahun-ke-tahun. Hal ini sangat krusial bagi para pelaku bisnis sah yang seringkali terkena dampak negatif dari sistem moderasi otomatis yang terlalu kaku di masa lalu.

Selain AI, Google juga menerapkan sistem pertahanan berlapis yang mencakup proses verifikasi pengiklan yang jauh lebih ketat. Dengan mewajibkan identitas yang jelas sejak awal pembuatan akun, Google berhasil mencegah banyak oknum jahat untuk masuk ke dalam ekosistem mereka. Inilah alasan utama mengapa jumlah akun yang ditangguhkan menurun, karena banyak aktor penipuan yang sudah terfilter sejak tahap pendaftaran.

Baca Juga

  • Modus Pencucian Uang Rekening Bank Pakai Kamera Virtual Marak
  • Transformasi Bisnis ke AI Picu Saham Allbirds Naik 6 Kali Lipat

Advertisement

Perbandingan Ancaman di Amerika Serikat dan India

Jika menilik distribusi geografisnya, Amerika Serikat dan India menjadi dua wilayah dengan aktivitas pembersihan iklan paling tinggi. Di Amerika Serikat, Google menghapus setidaknya 1,7 miliar iklan dan menangguhkan 3,3 juta akun pengiklan. Mayoritas pelanggaran di Negeri Paman Sam berkaitan dengan penyalahgunaan jaringan, penipuan finansial, hingga penyebaran konten bernuansa seksual yang melanggar ketentuan layanan.

Sementara itu, tren blokir iklan penipuan Google di India menunjukkan lonjakan yang signifikan. Sebagai pasar terbesar Google, India mencatatkan pemblokiran sebanyak 483,7 juta iklan, atau naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Namun, uniknya, jumlah akun yang ditangguhkan di India justru menurun dari 2,9 juta pada 2024 menjadi 1,7 juta pada 2025.

Beberapa bentuk pelanggaran yang mendominasi di pasar India meliputi:

Baca Juga

  • Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama
  • Ancaman Keamanan AI Mythos Intai Perbankan, Bos Bank Siaga

Advertisement

  • Pelanggaran merek dagang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Iklan layanan keuangan ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.
  • Masalah hak cipta pada materi iklan yang digunakan.
  • Penggunaan teknik pengelabuan (cloaking) untuk menyembunyikan konten asli.

Dinamika Ancaman Digital yang Terus Berubah

Meskipun upaya blokir iklan penipuan Google saat ini terlihat sangat masif, pihak manajemen menyadari bahwa para pelaku kejahatan siber tidak akan tinggal diam. Keerat Sharma menekankan bahwa angka-angka pemblokiran ini akan terus berfluktuasi. Hal ini dikarenakan para oknum jahat selalu beradaptasi dan mencari celah baru setiap kali Google meluncurkan sistem pertahanan yang lebih kuat.

Para penipu kini sering menggunakan teknologi deepfake dan AI generatif untuk membuat materi iklan yang terlihat sangat meyakinkan. Hal ini menjadi tantangan baru bagi tim keamanan digital. Oleh karena itu, Google terus memperbarui kebijakan iklan mereka secara berkala untuk mencakup ancaman-ancaman baru yang mungkin muncul di masa depan, termasuk penipuan yang memanfaatkan isu-isu terkini atau tokoh publik tertentu.

Selain perlindungan dari sisi sistem, pengguna juga diimbau untuk tetap waspada. Google menyarankan agar audiens selalu memeriksa kredibilitas pengiklan melalui fitur “Tentang Iklan Ini” yang tersedia di setiap unit iklan. Transparansi ini diharapkan dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi konsumen dari jeratan penipuan yang lolos dari filter otomatis.

Baca Juga

  • Asteroid Apophis Menuju Bumi: NASA Pantau Jarak Paling Dekat
  • Strategi Satelit Internet Amazon: Akuisisi Globalstar Rp181 T

Advertisement

Ke depannya, efektivitas blokir iklan penipuan Google akan sangat bergantung pada kolaborasi antara teknologi AI yang mumpuni dan kesadaran pengguna dalam melaporkan konten mencurigakan. Dengan kombinasi penegakan hukum yang terarah dan sistem verifikasi yang kuat, Google optimis dapat terus menekan angka penipuan online demi menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi semua pihak.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Google Ads Iklan Digital Keamanan Siber Penipuan Online Teknologi AI
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleMINI 1965 Victory Edition Meluncur Terbatas, Hanya 16 Unit!
Next Article Review Realme 16 Pro Plus 5G: Raja Baru Mid-Range April 2026
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Kebocoran Data Game IGRS Diselidiki Komdigi Secara Menyeluruh

Ana Octarin17 April 2026 | 16:55

Ancaman Ranjau Laut Iran Hantui Jalur Logistik Selat Hormuz

Iphan S17 April 2026 | 11:55

Modus Pencucian Uang Rekening Bank Pakai Kamera Virtual Marak

Ana Octarin17 April 2026 | 06:55

Transformasi Bisnis ke AI Picu Saham Allbirds Naik 6 Kali Lipat

Iphan S17 April 2026 | 01:55

Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama

Iphan S16 April 2026 | 20:55

Ancaman Keamanan AI Mythos Intai Perbankan, Bos Bank Siaga

Iphan S16 April 2026 | 16:55
Pilihan Redaksi
Elektronik

Ekosistem Jaringan Asus ProArt Hadirkan Router WiFi 7 dan Switch

Olin Sianturi15 April 2026 | 00:55

Ekosistem Jaringan Asus ProArt kini semakin lengkap dengan kehadiran dua perangkat infrastruktur terbaru yang dirancang…

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

13 April 2026 | 09:55

Review Realme 16 Pro Plus 5G: Raja Baru Mid-Range April 2026

17 April 2026 | 22:55

Beda Air Cooler dan AC Portable Midea: Mana yang Lebih Dingin?

17 April 2026 | 17:55

Huawei Watch GT Runner 2 Harga dan Spesifikasi Resmi Indonesia

17 April 2026 | 13:55
Terbaru

Kebocoran Data Game IGRS Diselidiki Komdigi Secara Menyeluruh

Ana Octarin17 April 2026 | 16:55

Ancaman Ranjau Laut Iran Hantui Jalur Logistik Selat Hormuz

Iphan S17 April 2026 | 11:55

Modus Pencucian Uang Rekening Bank Pakai Kamera Virtual Marak

Ana Octarin17 April 2026 | 06:55

Transformasi Bisnis ke AI Picu Saham Allbirds Naik 6 Kali Lipat

Iphan S17 April 2026 | 01:55

Penutupan Apple Store Permanen: Mal Sepi Jadi Pemicu Utama

Iphan S16 April 2026 | 20:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.