Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jadwal MPL ID S17: Duel Hidup Mati Navi vs Geek Fam

24 Mei 2026 | 20:55

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, PKS: Ini Momentum Perbaikan

24 Mei 2026 | 19:55

Kontrol Ekspor Chip AI Malah Jadi Bumerang bagi Amerika Serikat

24 Mei 2026 | 18:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Jadwal MPL ID S17: Duel Hidup Mati Navi vs Geek Fam
  • Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, PKS: Ini Momentum Perbaikan
  • Kontrol Ekspor Chip AI Malah Jadi Bumerang bagi Amerika Serikat
  • Mobil Pertama Gen Z: Suzuki S-Presso Tawarkan Solusi Hemat
  • MSI RTX 5090 LIGHTNING Z Sabet Penghargaan di Computex 2026
  • Bocoran Honor Magic 9: Baterai 8.000 mAh & Kamera 200 MP
  • Potensi Gempa Megathrust Indonesia: Ahli Jepang Ungkap Ini
  • Hyundai Stargazer Cartenz Terbaru: Pilihan MPV Keluarga
Minggu, Mei 24
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Elektronik » Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, PKS: Ini Momentum Perbaikan
Elektronik

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, PKS: Ini Momentum Perbaikan

Olin SianturiOlin Sianturi24 Mei 2026 | 19:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Anggaran Makan Bergizi Gratis
Anggaran Makan Bergizi Gratis (Foto: techno.viva.co.id)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Keputusan pemerintah memotong anggaran Makan Bergizi Gratis menjadi Rp268 triliun untuk tahun 2026 memicu gelombang diskusi hangat di kalangan parlemen. Langkah pemangkasan dari rencana awal sebesar Rp335 triliun ini memicu kekhawatiran publik mengenai masa depan program perbaikan gizi nasional. Namun, sejumlah pihak justru melihat kebijakan ini sebagai peluang emas untuk membenahi sistem distribusi dan manajemen keuangan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta Pusat. Pemerintah menegaskan angka Rp268 triliun masih bersifat sementara dan berpotensi mengalami penyesuaian seiring perhitungan kebutuhan riil di lapangan.

Program ini merupakan pilar utama dalam visi pembangunan pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto. Sejak awal dirancang, program ini bertujuan menekan angka stunting di Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 21,5 persen. Dengan target ambisius tersebut, pengelolaan dana yang bersih dan efisien menjadi harga mati agar program tidak membebani kas negara secara berlebihan.

Baca Juga

  • Bocoran Honor Magic 9: Baterai 8.000 mAh & Kamera 200 MP
  • Tablet untuk Menggambar Digital Terbaik, Galaxy Tab S8 Ultra

Advertisement

Mengapa Anggaran Makan Bergizi Gratis Perlu Dievaluasi?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran Makan Bergizi Gratis ini bukan berarti pemerintah kehilangan komitmen terhadap program prioritas tersebut. Sebaliknya, langkah ini merupakan bagian dari reformasi manajemen agar setiap rupiah memberikan dampak konkret bagi anak-anak sekolah. Presiden menghendaki perbaikan tata kelola belanja agar tidak terjadi kebocoran anggaran di tingkat daerah.

Data per akhir April 2026 menunjukkan realisasi program ini telah menyerap dana sebesar Rp75 triliun. Angka tersebut setara dengan 22,4 persen dari pagu anggaran awal. Program ini telah menjangkau 61,96 miiliun penerima manfaat dengan dukungan dari 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang aktif beroperasi.

Meskipun operasional dapur umum berjalan masif, evaluasi berkala tetap diperlukan untuk menghindari tumpang tindih anggaran. Dengan pemangkasan ini, pemerintah berharap para pengelola program di tingkat daerah dapat lebih selektif dan kreatif dalam menyusun menu makanan tanpa mengurangi nilai gizi yang dibutuhkan anak-anak.

Baca Juga

  • Spesifikasi OPPO Reno 13F, HP Rp4 Jutaan Baterai Jumbo
  • Tablet Pengganti Laptop Murah: Samsung Galaxy Tab A9+ Juara

Advertisement

Sudut Pandang Parlemen dan Pengamat Ekonomi

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, memberikan pandangan positif terhadap kebijakan ini. Menurut Anis, penyesuaian anggaran Makan Bergizi Gratis justru menjadi langkah rasional di tengah himpitan fiskal yang sedang melanda Indonesia. Ia menilai efisiensi belanja jauh lebih aman daripada opsi menaikkan harga energi seperti BBM dan listrik yang langsung menghantam daya beli rakyat.

Anis mengingatkan bahwa defisit APBN tahun 2025 yang menyentuh 2,96 persen merupakan sinyal peringatan keras. Angka defisit ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak era reformasi di luar masa darurat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pengetatan anggaran belanja kementerian dan lembaga menjadi opsi yang paling masuk akal demi menjaga stabilitas moneter nasional.

Meski mendukung efisiensi, Anis memberikan catatan kritis agar pemotongan anggaran tidak mengorbankan kualitas gizi makanan atau memangkas jumlah anak penerima manfaat. Keberhasilan program ini tidak diukur dari besarnya dana yang digelontorkan, melainkan dari efektivitas hasil dalam meningkatkan kecerdasan dan kesehatan generasi muda.

Baca Juga

  • Tablet Murah Redmi Pad 2 Cocok untuk Kerja Hybrid 2026
  • Korupsi Makan Bergizi Gratis: KPK Beri Warning Keras

Advertisement

Senada dengan DPR, Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menekankan pentingnya akurasi data penerima bantuan. Celios juga menyarankan agar penyaluran anggaran Makan Bergizi Gratis difokuskan hanya pada kelompok masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan gizi. Jika pemerintah memperketat kriteria penerima, potensi penghematan anggaran negara bahkan bisa mencapai ratusan triliun rupiah tanpa mengurangi esensi program.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, pengelolaan anggaran Makan Bergizi Gratis secara bijak akan menentukan keberhasilan jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Sinergi antara akurasi data penerima dan pengawasan distribusi yang ketat menjadi kunci utama agar program prioritas ini tetap berjalan optimal tanpa membebani APBN.

Baca Juga

  • Smart TV 32 Inci Murah Terbaik 2026, Harga Cuma 1 Jutaan!
  • Spesifikasi Infinix Note 50, HP 2 Jutaan dengan Wireless Charging

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
APBN 2026 Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Makan Bergizi Gratis PKS
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleKontrol Ekspor Chip AI Malah Jadi Bumerang bagi Amerika Serikat
Next Article Jadwal MPL ID S17: Duel Hidup Mati Navi vs Geek Fam
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Bocoran Honor Magic 9: Baterai 8.000 mAh & Kamera 200 MP

Olin Sianturi24 Mei 2026 | 15:55

Tablet untuk Menggambar Digital Terbaik, Galaxy Tab S8 Ultra

Olin Sianturi24 Mei 2026 | 10:55

Spesifikasi OPPO Reno 13F, HP Rp4 Jutaan Baterai Jumbo

Olin Sianturi24 Mei 2026 | 07:55

Tablet Pengganti Laptop Murah: Samsung Galaxy Tab A9+ Juara

Olin Sianturi24 Mei 2026 | 03:55

Tablet Murah Redmi Pad 2 Cocok untuk Kerja Hybrid 2026

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 23:55

Korupsi Makan Bergizi Gratis: KPK Beri Warning Keras

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 19:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Bocoran Honor Magic 9: Baterai 8.000 mAh & Kamera 200 MP

Olin Sianturi24 Mei 2026 | 15:55

Tablet untuk Menggambar Digital Terbaik, Galaxy Tab S8 Ultra

Olin Sianturi24 Mei 2026 | 10:55

Spesifikasi OPPO Reno 13F, HP Rp4 Jutaan Baterai Jumbo

Olin Sianturi24 Mei 2026 | 07:55

Tablet Pengganti Laptop Murah: Samsung Galaxy Tab A9+ Juara

Olin Sianturi24 Mei 2026 | 03:55

Tablet Murah Redmi Pad 2 Cocok untuk Kerja Hybrid 2026

Olin Sianturi23 Mei 2026 | 23:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.