Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tablet Murah 1 Jutaan Terbaik Juni 2026 untuk Kerja

1 Juni 2026 | 19:37

Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik

1 Juni 2026 | 18:07

Insentif Mobil Listrik 2026 Resmi Cair, Ini Skemanya

1 Juni 2026 | 17:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tablet Murah 1 Jutaan Terbaik Juni 2026 untuk Kerja
  • Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik
  • Insentif Mobil Listrik 2026 Resmi Cair, Ini Skemanya
  • Jadwal rilis game Fable Resmi Ditunda, GTA 6 Jadi Alasan?
  • Tablet Pengganti Laptop Terbaik Juni 2026, Ini Daftarnya
  • Tablet Murah Redmi Terbaru Rilis, Dapat Update 5 Tahun!
  • Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China
  • Sepeda Listrik Ofero Terbaru Rilis di Semarang, Cek Harganya
Senin, Juni 1
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik
Berita Tekno

Membuat Solar dari Sampah: Inovasi BRIN Atasi Plastik

Iphan SIphan S1 Juni 2026 | 18:07
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
membuat solar dari sampah
membuat solar dari sampah (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Inovasi membuat solar dari sampah kini menjadi solusi nyata untuk mengatasi penumpukan limbah plastik bernilai rendah di Indonesia. Selama ini, sampah plastik jenis sachet, kemasan multilapis (multilayer), dan kantong tipis kerap terabaikan karena nilai ekonominya yang sangat rendah. Padahal, volume sampah jenis ini terus menumpuk dan mencemari lingkungan karena sifatnya yang sangat sulit terurai secara alami.

Untuk mengatasi krisis lingkungan tersebut, para peneliti dalam negeri terus memutar otak mencari solusi paling efektif. Salah satu terobosan paling menjanjikan datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mereka berhasil mengembangkan sebuah teknologi mutakhir yang mampu menyulap tumpukan sampah plastik menjadi bahan bakar berkualitas tinggi setara solar.

Mengapa Sampah Plastik Sachet Sulit Didaur Ulang?

Limbah plastik fleksibel seperti kemasan sachet dan plastik multilapis menjadi musuh utama dalam pengelolaan sampah modern. Industri daur ulang konvensional sering kali menolak jenis plastik ini karena proses pemisahannya yang rumit dan membutuhkan biaya tinggi. Akibatnya, jutaan ton residu plastik kotor ini berakhir di TPA atau justru hanyut ke lautan bebas.

Baca Juga

  • Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China
  • Pasar CPU Nvidia Vera Jadi Senjata Baru Kuasai AI

Advertisement

Melalui riset mendalam, BRIN menemukan cara efektif membuat solar dari sampah yang sebelumnya hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak berharga. Langkah ini menjadi angin segar bagi konsep ekonomi sirkular di tanah air.

Langkah Nyata Membuat Solar dari Sampah Melalui Pirolisis

Kunci utama dari inovasi luar biasa ini terletak pada penggunaan teknologi pirolisis multikondensor. Teknologi ini dirancang khusus untuk mengolah berbagai jenis sampah plastik bernilai rendah, bahkan dalam kondisi yang kotor dan basah sekalipun. Melalui sistem ini, sampah plastik akan diubah menjadi bahan bakar cair alternatif yang diberi nama Petasol.

Proses membuat solar dari sampah ini menggunakan reaktor khusus dengan sistem tanpa oksigen. Suhu di dalam reaktor dijaga pada kisaran 250 hingga 350 derajat Celsius selama kurang lebih delapan jam. Pemanasan ekstrem tanpa oksigen ini akan memecahkan rantai polimer plastik yang kompleks menjadi senyawa hidrokarbon sederhana yang serupa dengan minyak bumi.

Baca Juga

  • Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan
  • Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Advertisement

Menariknya, teknologi ini tidak memerlukan proses distilasi ulang yang rumit dan mahal. Cairan hasil kondensasi langsung masuk ke tahap pemurnian khusus untuk menghasilkan bahan bakar siap pakai. Dari setiap satu kilogram sampah plastik yang diproses, reaktor ini mampu menghasilkan rata-rata 0,8 hingga 1 liter bahan bakar Petasol berkualitas tinggi.

Kualitas Petasol dan Implementasi di Sektor Riil

Meskipun berbahan baku sampah, kualitas bahan bakar Petasol tidak boleh dipandang sebelah mata. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa karakteristik fisik dan kimia Petasol telah memenuhi standar resmi bahan bakar minyak solar. Standar ini merujuk pada keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 146/2020 yang menjamin keamanan penggunaannya.

Selama lebih dari empat tahun terakhir, bahan bakar alternatif ini telah diuji coba secara langsung di lapangan. Hasilnya sangat memuaskan dan dinilai sangat aman bagi mesin. Para nelayan telah menggunakannya untuk mesin perahu mereka, para petani memakainya pada alat pertanian, dan beberapa kendaraan diesel juga terbukti berjalan mulus tanpa kendala teknis.

Baca Juga

  • PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial
  • Gelombang Panas Ekstrem Eropa Pecah Rekor, PBB Beri Warning

Advertisement

Selain ramah lingkungan, metode membuat solar dari sampah ini juga menawarkan performa mesin yang lebih bertenaga. Hal ini terjadi karena Petasol memiliki nilai kalor yang lebih tinggi jika kita bandingkan dengan biosolar komersial di pasaran. Dengan demikian, pengguna tidak hanya menghemat biaya tetapi juga mendapatkan performa mesin yang optimal untuk aktivitas harian mereka.

Analisis Bisnis dan Potensi Ekonomi Sirkular

Dari sisi ekonomi, pengembangan teknologi ini membuka peluang usaha baru yang sangat menguntungkan bagi masyarakat. Biaya produksi Petasol tergolong sangat murah, yaitu berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 6.160 per liter. Angka ini dihitung dengan asumsi harga bahan baku plastik kering dari pengepul sebesar Rp 1.800 per kilogram.

Namun, biaya produksi ini masih bisa ditekan lebih rendah lagi jika pengelola bekerja sama dengan bank sampah setempat. Dengan membeli bahan baku langsung dari bank sampah seharga Rp 200 per kilogram, ongkos produksi turun drastis menjadi hanya Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per liter. Selisih harga ini tentu menawarkan margin keuntungan yang sangat tebal bagi para pelaku usaha mikro.

Baca Juga

  • Komisaris Baru Telkomsel: Muhammad Yusuf Ateh Resmi Menjabat
  • Rencana Energi Nuklir Singapura Mulai Dikaji Secara Formal

Advertisement

Karena regulasi perdagangan bahan bakar alternatif di pasar domestik belum sepenuhnya terbentuk, saat ini harga jual Petasol ditetapkan sebesar Rp 10.000 per liter. Dengan harga tersebut, produsen bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp 4.000 hingga Rp 5.000 untuk setiap liter yang terjual. Angka ini tentu sangat menarik bagi komunitas pengelola sampah mandiri di daerah.

Penerapan teknologi untuk membuat solar dari sampah ini telah meluas ke lebih dari 60 lokasi di seluruh Indonesia. Jika sebuah unit pengolahan memiliki kapasitas produksi 100 kilogram sampah per hari, mereka bisa menghasilkan laba bersih hingga Rp 8,6 juta per bulan. Dengan modal awal investasi mesin, titik impas atau break-even point (BEP) dapat tercapai dalam waktu sekitar 2,5 tahun saja.

Beberapa kota besar seperti Cimahi, Yogyakarta, dan Semarang telah sukses mereplikasi sistem ini dengan dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Keberhasilan program ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat mampu menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata. Pengolahan sampah berbasis komunitas ini diharapkan terus berkembang secara mandiri di berbagai daerah lain.

Baca Juga

  • Promo Lazada 6.6 Super: Banjir Diskon Gadget dan Elektronik
  • Promo Lazada 6.6 Terbaru: Buruan Serbu Diskon Gadget Terbesar!

Advertisement

Pada akhirnya, teknologi ini tidak hanya menawarkan solusi praktis atas darurat sampah plastik, tetapi juga menjadi alternatif energi yang murah bagi masyarakat kelas bawah. Pemerintah daerah dan komunitas diharapkan terus mendukung pengembangan teknologi membuat solar dari sampah demi mewujudkan kemandirian energi nasional. Langkah kecil ini jika dilakukan secara massal akan membawa dampak luar biasa bagi kelestarian bumi pertiwi.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
bahan bakar alternatif Daur Ulang Sampah Energi Terbarukan Petasol BRIN pirolisis plastik
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleInsentif Mobil Listrik 2026 Resmi Cair, Ini Skemanya
Next Article Tablet Murah 1 Jutaan Terbaik Juni 2026 untuk Kerja
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China

Ana Octarin1 Juni 2026 | 14:22

Pasar CPU Nvidia Vera Jadi Senjata Baru Kuasai AI

Ana Octarin1 Juni 2026 | 10:37

Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan

Iphan S1 Juni 2026 | 07:37

Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Ana Octarin1 Juni 2026 | 02:28

PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial

Ana Octarin1 Juni 2026 | 01:19

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Pecah Rekor, PBB Beri Warning

Ana Octarin1 Juni 2026 | 00:10
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

HP Ojol Terbaik 2026 Harga 2 Jutaan: Baterai Jumbo & Awet

31 Mei 2026 | 05:23

Infinix HOT 50 Pro+ Jadi HP Gaming Layar Lengkung Termurah

30 Mei 2026 | 22:52

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57
Terbaru

Ekspor Chip Canggih AS Diperketat, Washington Tambal Celah Bocor ke China

Ana Octarin1 Juni 2026 | 14:22

Pasar CPU Nvidia Vera Jadi Senjata Baru Kuasai AI

Ana Octarin1 Juni 2026 | 10:37

Ambisi Chip Canggih Huawei Bikin AS Kena Senjata Makan Tuan

Iphan S1 Juni 2026 | 07:37

Pendapatan dari Konten Pertanian Melebihi Hasil Kebun

Ana Octarin1 Juni 2026 | 02:28

PHK Karyawan Standard Chartered: Dampak AI di Sektor Finansial

Ana Octarin1 Juni 2026 | 01:19
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.