Dengan demikian, tantangannya bukan sekadar apakah chip CXMT mampu memenuhi kebutuhan Apple. Persoalan regulasi justru menjadi salah satu faktor utama yang menentukan sejauh mana kerja sama tersebut dapat berjalan.
Baca Juga :
Kekhawatiran AS terhadap Perkembangan CXMT
Potensi kerja sama Apple dengan CXMT juga mendapat perhatian dari sejumlah pembuat kebijakan di Amerika Serikat.
Mereka khawatir hubungan tersebut dapat memberikan keuntungan finansial kepada CXMT sekaligus membuka akses terhadap pengetahuan teknologi Amerika.
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena CXMT tengah berkembang dengan sangat cepat. Selain memperbesar posisi di industri memori, perkembangan perusahaan tersebut juga diyakini berpotensi memperkuat industri militer China.
Baca Juga :
Di sisi lain, pertumbuhan CXMT juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap perusahaan seperti Micron Technology, salah satu produsen memori.
Karena itu, rencana Apple tersebut berada di persimpangan yang cukup rumit. Di satu sisi, Apple membutuhkan pasokan memori yang lebih fleksibel. Namun di sisi lain, keterlibatan perusahaan China dalam rantai pasok teknologi Apple dapat berhadapan dengan kepentingan strategis dan regulasi Amerika Serikat.
CXMT Tumbuh Pesat di Pasar DRAM Global
Terlepas dari kontroversi yang mengiringinya, CXMT menunjukkan perkembangan yang cukup agresif di industri DRAM.
Baca Juga :
Pendapatan perusahaan pada kuartal II 2026 tercatat melonjak lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa CXMT bukan lagi pemain kecil dalam industri memori. Berdasarkan data Counterpoint, perusahaan kini menguasai sekitar 7 persen pangsa pasar DRAM global berdasarkan pendapatan.
Posisi tersebut menjadi semakin penting karena CXMT juga sedang membangun sejumlah fasilitas produksi baru.
Baca Juga :
Perusahaan menargetkan kapasitas produksinya dapat meningkat hingga lebih dari dua kali lipat pada 2028. Jika target tersebut tercapai, kemampuan produksi CXMT akan semakin besar dan berpotensi membuat persaingan industri DRAM global menjadi lebih ketat.
Apple dan CXMT Jadi Gambaran Baru Persaingan Chip
Bagi Apple, ketertarikan terhadap CXMT menunjukkan bahwa persoalan pasokan chip memori kini menjadi semakin strategis. Ketika perusahaan AI menyerap semakin banyak komponen memori, produsen perangkat harus mencari cara agar kebutuhan hardware tetap terpenuhi dengan biaya dan pasokan yang lebih terkendali.
Namun, CXMT juga bukan pilihan yang sederhana. Status perusahaan tersebut dan pembatasan teknologi dari Amerika Serikat membuat ruang gerak Apple menjadi terbatas.
Baca Juga :
Karena itu, jika kerja sama benar-benar terwujud, penggunaannya kemungkinan tetap berfokus pada perangkat yang dipasarkan di China, sesuai laporan yang beredar saat ini.
Pada akhirnya, perkembangan ini memperlihatkan bahwa persaingan industri chip tidak lagi hanya mengenai kemampuan teknologi dan kapasitas produksi. Faktor geopolitik, regulasi ekspor, kebutuhan industri AI, hingga keamanan teknologi turut menentukan siapa yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan besar seperti Apple.