Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Strategi Borong RAM Apple untuk Jegal Pesaing Global

5 April 2026 | 23:30

Tablet Honor Magic Pad 4 Resmi Meluncur: Paling Tipis di Dunia!

5 April 2026 | 22:44

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

5 April 2026 | 21:59
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Strategi Borong RAM Apple untuk Jegal Pesaing Global
  • Tablet Honor Magic Pad 4 Resmi Meluncur: Paling Tipis di Dunia!
  • Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030
  • Regional Director Logitech Asia Tenggara Resmi Dijabat Sinem Yavuz
  • Tablet Terbaik untuk Kuliah 2026: 3 Rekomendasi Paling Worth It
  • Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar
  • Honda Stylo 160 Burgundy Resmi Meluncur, Tampil Lebih Mewah!
  • Pendiri Ketiga Apple yang Melepas Harta Ribuan Triliun
Minggu, April 5
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Mark Zuckerberg sebut TikTok jadi ancaman serius bagi bisnis Meta
Berita Tekno

Mark Zuckerberg sebut TikTok jadi ancaman serius bagi bisnis Meta

Jundi AmrullahJundi Amrullah20 April 2025 | 10:43
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Mark Zuckerberg sebut TikTok jadi ancaman serius bagi bisnis Meta
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut TikTok sebagai tantangan besar bagi perusahaannya sejak aplikasi itu mulai populer pada 2018. Ia menganggap platform video pendek milik ByteDance tersebut sebagai “prioritas utama” sekaligus “ancaman kompetitif paling mendesak” bagi bisnis Meta.

Pernyataan ini disampaikan Zuckerberg dalam sidang dengan Komisi Perdagangan Federal AS (FTC), yang tengah menyelidiki potensi praktik monopoli Meta. Jika FTC menang dalam gugatan ini, Meta bisa saja dipaksa memisahkan kepemilikannya atas Instagram atau WhatsApp.

Zuckerberg mengakui bahwa popularitas TikTok sangat memengaruhi performa Meta, termasuk memperlambat pertumbuhan perusahaan. Karena itu, TikTok menjadi fokus utama dalam strategi kompetitif Meta selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga

  • Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030
  • Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Advertisement

TikTok mulai menanjak setelah ByteDance mengakuisisi aplikasi Musical.ly pada 2017 dan menggabungkannya ke dalam TikTok pada 2018, langkah yang terbukti menguntungkan dan menciptakan lonjakan popularitas global.

Pada periode yang sama, Meta—yang masih bernama Facebook saat itu—mengubah strategi pelaporan pengguna dengan memperkenalkan metrik “keluarga aplikasi” (family of apps), yang mencakup Instagram dan WhatsApp, diyakini sebagai upaya untuk menyamarkan stagnasi pengguna Facebook.

Zuckerberg menambahkan bahwa aplikasi media sosial kini tidak lagi sepenuhnya mengandalkan hubungan antar teman atau keluarga untuk bertumbuh. Sebaliknya, konten yang menarik kini lebih penting, dan pengguna dapat dengan mudah membagikannya melalui aplikasi pesan.

Baca Juga

  • Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public
  • Cara Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak Secara Online

Advertisement

Meski begitu, Meta berusaha mengembalikan nilai konektivitas antar pengguna sebagai salah satu fitur utamanya. Facebook, misalnya, mencoba menonjolkan kembali elemen interaksi sosial antar teman dalam pengembangannya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbarui tab Friends, agar pengguna bisa lebih mudah mengakses aktivitas dan permintaan pertemanan. Upaya ini bertujuan menghidupkan kembali esensi jejaring sosial yang selama ini menjadi ciri khas Facebook.

Baca Juga

  • Obat Penyakit Autoimun Terbaru Ditemukan pada Protein Kutu
  • Masa Depan Matahari dan Bumi: Ancaman Kiamat dalam 1 Miliar Tahun

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Mark Zuckerberg Meta TikTok
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSamsung SSD 9100 PRO PCIe 5.0 Dirilis! Jadi yang Tercepat Saat Ini
Next Article 7 Modus Penipuan Shopee: Tips Penting Belanja Aman Terbukti!
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

Iphan S5 April 2026 | 21:59

Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Ana Octarin5 April 2026 | 19:44

Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public

Iphan S5 April 2026 | 17:22

Cara Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak Secara Online

Iphan S5 April 2026 | 15:22

Obat Penyakit Autoimun Terbaru Ditemukan pada Protein Kutu

Ana Octarin5 April 2026 | 13:22

Masa Depan Matahari dan Bumi: Ancaman Kiamat dalam 1 Miliar Tahun

Ana Octarin5 April 2026 | 11:22
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Iphan S31 Maret 2026 | 02:22

Investasi Softbank di OpenAI kini memasuki babak baru yang sangat ambisius setelah perusahaan modal ventura…

Rekomendasi Tablet Baterai Awet Terbaik 2026 untuk Kerja

4 April 2026 | 03:53

Tablet 5 Jutaan Terbaik 2026: 6 Pilihan untuk Kerja & Kuliah

5 April 2026 | 15:53

Promo LED TV 65 Inch Transmart Diskon Gede 5 April 2026

5 April 2026 | 07:54

Harga Poco X8 Pro Series Indonesia: Spek Gahar Baterai 8.500 mAh

2 April 2026 | 23:22
Terbaru

Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030

Iphan S5 April 2026 | 21:59

Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Ana Octarin5 April 2026 | 19:44

Petinggi OpenAI Cuti Panjang di Tengah Rencana Go Public

Iphan S5 April 2026 | 17:22

Cara Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak Secara Online

Iphan S5 April 2026 | 15:22

Obat Penyakit Autoimun Terbaru Ditemukan pada Protein Kutu

Ana Octarin5 April 2026 | 13:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.